Situs Sejarah

Pasarean Syaikhona Kholil

di Bangkalan, Jawa Timur

Dipublikasikan: Januari 2025

Tentang

Asal-Usul Historis dan Sosok Syaikhona Kholil

Pembangunan kompleks pasarean ini tidak lepas dari wafatnya Syaikhona Kholil pada tanggal 29 Ramadhan 1343 Hijriah atau bertepatan dengan tahun 1925 Masehi. Lahir sekitar tahun 1820-an di Kemayoran, Bangkalan, Syaikhona Kholil menghabiskan masa hidupnya untuk menimba ilmu hingga ke Mekkah sebelum akhirnya menetap dan mendirikan pesantren di Martajasah.

Pemilihan Martajasah sebagai lokasi pemakaman memiliki nilai historis tersendiri. Wilayah ini dahulunya merupakan daerah pesisir yang menjadi pusat dakwah Syaikhona setelah beliau pindah dari pusat kota Bangkalan karena tekanan pemerintah kolonial Belanda. Sejak wafatnya, makam beliau segera menjadi titik ziarah utama, yang kemudian berkembang menjadi kompleks bangunan yang megah seiring dengan bertambahnya pengikut dan peziarah dari berbagai penjuru negeri.

Arsitektur dan Detail Konstruksi

Secara arsitektural, Pasarean Syaikhona Kholil mengalami beberapa tahap renovasi yang memadukan estetika lokal Madura, elemen Islam klasik, dan sentuhan modern. Ciri khas utama dari kompleks ini adalah kubah besarnya yang mendominasi cakrawala desa Martajasah.

1. Pendopo dan Pintu Gerbang: Memasuki area makam, pengunjung disambut oleh gerbang tinggi yang mengadopsi gaya arsitektur Islam Timur Tengah namun tetap mempertahankan proporsi bangunan lokal. Lantai marmer berkualitas tinggi melapisi seluruh area utama untuk memberikan kenyamanan bagi peziarah.

2. Cungkup Makam: Bagian inti atau cungkup tempat jenazah Syaikhona Kholil disemayamkan memiliki detail ukiran kayu jati yang sangat halus. Di dalam ruangan utama ini, nuansa sakral sangat terasa dengan pencahayaan yang temaram dan wewangian khas. Struktur bangunan ini dirancang untuk menampung aliran udara yang baik, mengingat ribuan orang berkunjung setiap harinya.

3. Masjid Syaikhona Kholil: Terintegrasi dengan kompleks makam, terdapat sebuah masjid megah yang menjadi pusat aktivitas ibadah. Masjid ini menonjolkan menara-menara tinggi dan pilar-pilar kokoh yang melambangkan keteguhan iman, mencerminkan karakter Syaikhona Kholil yang disiplin dan teguh dalam syariat.

Signifikansi Sejarah dan Peristiwa Penting

Pasarean ini memiliki signifikansi sejarah yang luar biasa dalam narasi kemerdekaan Indonesia dan perkembangan Nahdlatul Ulama (NU). Salah satu fakta sejarah yang paling unik adalah peran Syaikhona Kholil sebagai penentu spiritual berdirinya NU pada tahun 1926.

Dikisahkan bahwa KH. Hasyim Asy'ari (pendiri NU) memerlukan restu dari gurunya, Syaikhona Kholil, sebelum meresmikan organisasi tersebut. Melalui perantara santrinya, Kiai As'ad Syamsul Arifin, Syaikhona mengirimkan sebuah tongkat dan tasbih beserta ayat Al-Qur'an kepada Kiai Hasyim di Jombang. Peristiwa "Tongkat dan Tasbih" ini dianggap sebagai legitimasi spiritual berdirinya organisasi Islam terbesar di dunia tersebut. Oleh karena itu, pasarean ini sering disebut sebagai "titik nol" atau akar spiritual dari pergerakan santri di Indonesia.

Selain itu, pada masa perjuangan kemerdekaan, kompleks Martajasah sering menjadi tempat berkumpulnya para pejuang. Syaikhona Kholil dikenal sebagai ulama yang sangat anti-kolonial. Kediaman dan pesantrennya menjadi tempat perlindungan sekaligus tempat pengisian energi spiritual bagi para pejuang yang akan bertempur melawan penjajah Belanda.

Tokoh-Tokoh Terkait

Selain Syaikhona Kholil sendiri, pasarean ini juga menjadi tempat peristirahatan bagi keluarga dan keturunan beliau yang juga merupakan tokoh-tokoh besar. Di sekitar makam utama, terdapat makam istri-istri beliau dan putra-putra beliau yang meneruskan perjuangan dakwah di Madura. Nama-nama besar seperti KH. Imron Kholil dan KH. Fuad Amin Imron merupakan bagian dari silsilah keluarga yang menjaga kelestarian situs ini secara turun-temurun.

Kaitan situs ini dengan tokoh nasional sangat erat. Presiden-presiden Indonesia, mulai dari era Soekarno hingga Joko Widodo, tercatat pernah melakukan kunjungan atau ziarah ke tempat ini, menunjukkan betapa besarnya pengaruh politik dan spiritual yang terpancar dari Martajasah.

Pelestarian dan Status Konservasi

Pemerintah Kabupaten Bangkalan dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur telah menetapkan Pasarean Syaikhona Kholil sebagai salah satu destinasi wisata religi unggulan. Upaya pelestarian dilakukan dengan menjaga keaslian beberapa elemen bangunan lama sambil terus memperluas fasilitas penunjang bagi peziarah.

Restoran besar-besaran dilakukan pada akhir dekade 1990-an dan awal 2000-an untuk memperluas area masjid dan lahan parkir. Meskipun mengalami modernisasi, otoritas pengelola makam (Keluarga Besar Syaikhona Kholil) tetap mempertahankan tata krama dan tradisi ziarah klasik yang telah berlangsung selama hampir satu abad. Kebersihan dan ketertiban menjadi fokus utama dalam konservasi situs ini agar nilai sakralitasnya tidak luntur oleh komersialisasi.

Keunikan dan Nilai Kultural-Religius

Salah satu fakta unik dari Pasarean Syaikhona Kholil adalah aktivitasnya yang tidak pernah berhenti selama 24 jam. Lantunan ayat suci Al-Qur'an dan selawat terus terdengar tanpa henti, menciptakan atmosfer yang sangat tenang di tengah hiruk-pikuk aktivitas ekonomi di sekitarnya.

Bagi masyarakat Madura, berziarah ke Martajasah adalah kewajiban moral dan spiritual. Ada kepercayaan lokal bahwa memulai sebuah hajatan besar tanpa "berpamitan" atau berziarah ke makam Syaikhona Kholil terasa tidak lengkap. Hal ini menunjukkan bahwa Syaikhona Kholil tetap "hidup" dalam sanubari masyarakat sebagai pelindung spiritual dan rujukan moral.

Situs ini juga menjadi pusat perputaran ekonomi bagi warga Bangkalan. Keberadaan pasarean telah melahirkan ekosistem ekonomi kreatif, mulai dari penginapan, kuliner khas seperti Nasi Bebek Bangkalan, hingga kerajinan batik tulis Madura yang dijajakan di sekitar area kompleks. Dengan demikian, Pasarean Syaikhona Kholil menjalankan peran ganda: sebagai penjaga sejarah masa lalu dan penggerak kesejahteraan di masa kini.

πŸ“‹ Informasi Kunjungan

address
Martajasah, Kabupaten Bangkalan
entrance fee
Gratis (Donasi sukarela)
opening hours
24 Jam

Tempat Menarik Lainnya di Bangkalan

Tim GeoKepo

Penulis & Peneliti Konten

Tim GeoKepo adalah sekelompok penulis dan peneliti yang passionate tentang geografi Indonesia. Kami berdedikasi untuk membuat pembelajaran geografi menjadi menyenangkan dan dapat diakses oleh semua orang. Setiap artikel ditulis dengan riset mendalam untuk memastikan akurasi dan kualitas konten.

Pelajari lebih lanjut tentang tim kami
Apakah artikel ini membantu?

Jelajahi Bangkalan

Pelajari lebih lanjut tentang Bangkalan dan tempat-tempat menarik lainnya.

Lihat Profil Bangkalan