Pura Kehen
di Bangli, Bali
Dipublikasikan: Januari 2025
Tentang
Asal-Usul dan Periodisasi Sejarah
Menelusuri sejarah Pura Kehen membawa kita kembali ke masa sebelum dinasti Gelgel berkuasa. Berdasarkan bukti epigrafi berupa tiga buah prasasti tembaga yang disimpan di dalam pura, asal-usul situs ini dapat dilacak hingga abad ke-9 Masehi. Prasasti tertua, yang dikenal sebagai Prasasti Bangli Pura Kehen A, berangka tahun 804 Saka (882 Masehi). Dalam prasasti ini disebutkan adanya pemukiman bernama "Hyang Kareman" yang kemudian berkembang menjadi pusat spiritual.
Tokoh penting yang kerap dikaitkan dengan pengembangan pura ini adalah Sri Adikunti Ketana, seorang penguasa pada abad ke-12. Namun, perkembangan signifikan juga terjadi pada masa pemerintahan Raja Sri Rajapurana pada abad ke-11. Nama "Kehen" sendiri berasal dari kata "Kerehen" yang berarti tempat penyimpanan api (api suci), merujuk pada pemujaan kepada Dewa Agni (Dewa Api) yang menjadi pelindung kerajaan.
Arsitektur Megah dan Struktur Punden Berundak
Salah satu keunikan utama Pura Kehen adalah struktur bangunannya yang tidak mengikuti pola Tri Mandala (tiga halaman) secara horizontal di lahan datar, melainkan disusun secara vertikal atau berundak mengikuti topografi perbukitan. Arsitektur ini merupakan warisan tradisi megalitikum "Punden Berundak" yang berpadu harmonis dengan estetika Hindu-Bali.
Untuk memasuki pura, pengunjung harus menaiki 38 anak tangga batu yang diapit oleh patung-patung tokoh pewayangan dari kisah Ramayana. Di puncak tangga, berdiri Candi Kurung yang berfungsi sebagai gerbang utama (Pemedal Agung). Yang unik, gerbang ini dihiasi dengan ukiran batu yang sangat halus dan detail, serta fragmen piring porselen Tiongkok kuno yang ditempelkan pada dinding gerbang—sebuah bukti adanya hubungan dagang yang erat antara masyarakat Bangli dengan saudagar dari daratan Tiongkok pada masa lalu.
Di halaman pertama (Jaba Sisi), terdapat sebuah pohon beringin raksasa yang diperkirakan berusia ratusan tahun. Di dahan pohon ini, terdapat sebuah Bale Kulukul (menara lonceng kayu) yang menggantung tinggi, memberikan kesan mistis sekaligus agung.
Keajaiban Meru Tumpang Sebelas
Jantung dari Pura Kehen terletak di halaman paling dalam (Jeroan). Di sini berdiri tegak sebuah Meru Tumpang Sebelas, sebuah menara suci dengan sebelas tingkat atap yang didedikasikan untuk Hyang Kehen atau manifestasi Tuhan sebagai Dewa Agni. Jumlah sebelas tingkat ini merupakan tingkatan tertinggi dalam hierarki arsitektur pura di Bali, yang menandakan bahwa Pura Kehen memiliki status sebagai Pura Negara atau pura utama bagi Kerajaan Bangli.
Selain Meru, terdapat struktur unik bernama Padmasana Tiga. Berbeda dengan Padmasana tunggal pada umumnya, Padmasana di Pura Kehen memiliki tiga tahta suci yang berdampingan dalam satu struktur dasar. Ukirannya sangat rumit, menggambarkan kura-kura raksasa (Bedawang Nala) yang dililit oleh dua ekor naga, melambangkan keseimbangan kosmos dalam mitologi Hindu.
Signifikansi Budaya dan Peristiwa Sejarah
Secara historis, Pura Kehen berfungsi sebagai pusat hukum dan sumpah setia bagi para pejabat kerajaan. Pada masa kejayaan Kerajaan Bangli, para pejabat yang baru dilantik akan melakukan upacara "Sumpah Cor" atau sumpah setia di hadapan Hyang Kehen. Jika mereka berkhianat atau melakukan korupsi, diyakini mereka akan terkena kutukan suci (sapatha).
Pura ini juga menjadi saksi bisu transisi kekuasaan di Bali. Saat pengaruh kolonial Belanda mulai masuk ke wilayah Bangli pada pertengahan abad ke-19, Pura Kehen tetap menjadi simbol perlawanan budaya dan identitas bagi masyarakat setempat. Keberadaannya menyatukan berbagai klan (soroh) yang ada di Bangli, yang hingga kini memiliki tanggung jawab kolektif (pengempon) untuk menjaga kelestarian pura.
Pelestarian dan Restorasi
Sebagai situs cagar budaya yang dilindungi, Pura Kehen telah melalui beberapa tahap restorasi. Kerusakan signifikan pernah terjadi akibat gempa bumi besar pada awal abad ke-20 (Gempa Bali 1917). Masyarakat Bangli bersama para ahli purbakala secara bertahap membangun kembali bagian-bagian yang runtuh dengan tetap mempertahankan material asli dan teknik pahatan tradisional.
Saat ini, status pelestarian Pura Kehen berada di bawah pengawasan Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah XV. Upaya konservasi difokuskan pada pembersihan lumut pada ukiran batu padas yang rentan terkikis cuaca, serta perawatan porselen-porselen kuno yang menempel pada tembok pura. Keaslian situs ini tetap terjaga karena masyarakat setempat sangat memegang teguh konsep awig-awig (hukum adat) dalam menjaga kesucian dan fisik bangunan.
Makna Religius dan Keunikan Ritual
Hingga hari ini, Pura Kehen tetap menjadi pusat spiritual utama di Bangli. Upacara besar yang disebut Karya Agung Bhatara Turun Kabeh dilaksanakan setiap tiga tahun sekali (pada purnama sasih kalima). Upacara ini melibatkan ribuan umat dari seluruh pelosok Bangli dan menjadi momen di mana nilai-nilai sejarah dan tradisi luhur kembali dihidupkan.
Satu fakta unik lainnya adalah adanya pembagian area pemujaan yang mencerminkan toleransi dan asimilasi budaya. Pura Kehen tidak hanya dipuja oleh satu garis keturunan, melainkan oleh seluruh lapisan masyarakat Bangli tanpa memandang kasta, menjadikannya simbol persatuan sosial yang kuat sejak zaman kerajaan hingga era modern.
Kesimpulan
Pura Kehen adalah sebuah mahakarya yang menjembatani masa lalu megalitikum, kejayaan kerajaan Hindu-Bali, hingga masa kini. Dengan prasasti-prasasti kunonya, arsitektur punden berundak yang megah, dan detail ukiran yang menceritakan hubungan antar-bangsa, pura ini berdiri sebagai monumen kecerdasan arsitektural dan kedalaman spiritual masyarakat Bali. Menjaga Pura Kehen bukan sekadar merawat bangunan batu, melainkan merawat identitas dan memori kolektif sebuah peradaban yang tak lekang oleh waktu.
📋 Informasi Kunjungan
Tempat Menarik Lainnya di Bangli
Tim GeoKepo
Penulis & Peneliti KontenTim GeoKepo adalah sekelompok penulis dan peneliti yang passionate tentang geografi Indonesia. Kami berdedikasi untuk membuat pembelajaran geografi menjadi menyenangkan dan dapat diakses oleh semua orang. Setiap artikel ditulis dengan riset mendalam untuk memastikan akurasi dan kualitas konten.
Pelajari lebih lanjut tentang tim kamiJelajahi Bangli
Pelajari lebih lanjut tentang Bangli dan tempat-tempat menarik lainnya.
Lihat Profil Bangli