Selecta Recreational Park
di Batu, Jawa Timur
Dipublikasikan: Januari 2025
Tentang
#
Sejarah dan Warisan Taman Rekreasi Selecta: Permata Kolonial di Kota Batu
Taman Rekreasi Selecta bukan sekadar destinasi wisata keluarga biasa; ia adalah monumen hidup yang merekam jejak sejarah panjang perkembangan pariwisata di Jawa Timur. Terletak di dataran tinggi Desa Tulungrejo, Kota Batu, Selecta berdiri sebagai saksi bisu transisi zaman, mulai dari era kolonial Hindia Belanda hingga masa kemerdekaan Indonesia.
##
Asal-usul dan Pendirian: Visi Ruyter de Wildt
Sejarah Selecta bermula pada dekade 1920-an, tepatnya dibangun antara tahun 1920 hingga 1928. Sosok di balik mahakarya ini adalah seorang warga negara Belanda bernama Ruyter de Wildt. Pada masa itu, wilayah Malang Raya, khususnya Batu, mulai populer di kalangan pejabat dan pengusaha Eropa sebagai tempat peristirahat karena udaranya yang sejuk—sering dijuluki sebagai De Kleine Switzerland atau Swiss kecil di Pulau Jawa.
Nama "Selecta" sendiri berasal dari kata bahasa Latin "Selectio" yang berarti "pilihan" atau "yang terpilih". Sesuai namanya, tempat ini dirancang sebagai lokasi eksklusif bagi kaum elite Eropa untuk bersantai, berenang, dan menikmati keindahan alam pegunungan. Lokasinya yang dikelilingi oleh Gunung Arjuno, Gunung Welirang, dan Gunung Anjasmoro memberikan panorama alam yang tiada bandingnya pada masa itu.
##
Arsitektur dan Detail Konstruksi Kolonial
Secara arsitektural, Selecta mengusung gaya Indische Empire yang dipadukan dengan fungsionalitas modern awal abad ke-20. Salah satu elemen yang paling ikonik dan masih dipertahankan hingga saat ini adalah struktur kolam renangnya. Kolam renang Selecta merupakan salah satu kolam renang tertua di Indonesia yang menggunakan sistem gravitasi alami untuk sirkulasi airnya, bersumber langsung dari mata air pegunungan yang jernih.
Bangunan hotel dan vila di sekitar taman menunjukkan karakteristik arsitektur Belanda dengan langit-langit tinggi, jendela besar untuk sirkulasi udara maksimal, dan penggunaan dinding tebal yang menjaga suhu ruangan tetap stabil. Tata letak tamannya mengadopsi gaya taman formal Eropa yang dipadukan dengan kekayaan flora lokal. Pengaturan lanskap ini dirancang sedemikian rupa sehingga setiap sudut taman memberikan perspektif visual yang berbeda terhadap pegunungan di sekitarnya.
##
Signifikansi Sejarah dan Peristiwa Penting
Selecta memiliki kedudukan yang sangat penting dalam sejarah pergerakan nasional Indonesia. Pasca proklamasi kemerdekaan, Selecta tidak lagi menjadi tempat eksklusif bagi orang Belanda, melainkan menjadi aset bangsa. Salah satu fakta sejarah yang paling menonjol adalah peran Selecta sebagai tempat peristirahatan favorit bagi para pendiri bangsa.
Presiden pertama RI, Ir. Soekarno, dan Wakil Presiden Mohammad Hatta sering mengunjungi Selecta untuk beristirahat sekaligus melakukan diskusi strategis mengenai masa depan bangsa. Salah satu peristiwa bersejarah yang tercatat adalah pada tahun 1950-an, di mana Bung Karno dan Bung Hatta sempat menginap di sana untuk merumuskan kebijakan negara dalam suasana yang tenang. Kamar tempat mereka menginap, yang dikenal dengan Bima Shakti, masih dipertahankan dan menjadi saksi bisu sejarah diplomasi dan pemikiran besar para tokoh bangsa.
Selain itu, Selecta juga pernah menjadi lokasi pertemuan penting bagi para tokoh pemerintahan di awal masa kemerdekaan untuk membahas pembangunan wilayah Jawa Timur. Keberadaannya menjadi simbol bahwa fasilitas mewah yang dahulu hanya bisa dinikmati penjajah, kini telah menjadi milik rakyat Indonesia sepenuhnya.
##
Tokoh-Tokoh dan Era Terkait
Selain Ruyter de Wildt sebagai pendiri, sejarah Selecta juga tidak lepas dari peran masyarakat lokal Desa Tulungrejo. Pasca kemerdekaan, kepemilikan Selecta mengalami transisi unik. Tidak seperti banyak aset kolonial yang dinasionalisasi menjadi milik negara sepenuhnya, Selecta dikelola oleh sebuah badan usaha yang kepemilikan sahamnya dimiliki oleh warga desa setempat. Model kepemilikan kolektif ini menjadikannya unik di Indonesia, di mana kesejahteraan masyarakat lokal berbanding lurus dengan kemajuan taman ini.
Selama masa pendudukan Jepang (1942–1945), Selecta sempat mengalami masa suram karena fungsinya berubah menjadi kamp atau tempat peristirahatan militer Jepang. Namun, setelah agresi militer Belanda dan masa revolusi fisik berakhir, Selecta bangkit kembali sebagai simbol pemulihan ekonomi melalui sektor pariwisata.
##
Pelestarian dan Upaya Restorasi
Sebagai situs sejarah, Selecta telah melewati berbagai tahap renovasi tanpa menghilangkan nilai historis utamanya. Pengelola sangat berhati-hati dalam menjaga struktur asli kolam renang dan bangunan-bangunan tua. Restorasi yang dilakukan lebih difokuskan pada penguatan struktur dan pembaruan fasilitas tanpa mengubah fasad bangunan kolonial yang ada.
Taman bunga yang menjadi ikon Selecta terus dikembangkan dengan koleksi tanaman dari berbagai belahan dunia, namun tetap mempertahankan pola tanam yang telah ada sejak masa lampau. Konservasi mata air di sekitar lokasi juga menjadi prioritas utama untuk memastikan pasokan air kolam tetap murni seperti seabad yang lalu. Secara administratif, Selecta dipandang sebagai cagar budaya yang memberikan kontribusi besar pada identitas Kota Batu sebagai kota wisata.
##
Kepentingan Budaya dan Fakta Unik
Secara budaya, Selecta telah membentuk tradisi berwisata bagi masyarakat Jawa Timur. Bagi banyak keluarga, mengunjungi Selecta adalah sebuah ritual lintas generasi. Ada nilai sentimental yang kuat di mana kakek-nenek membawa cucu-cucu mereka ke tempat yang sama yang mereka kunjungi puluhan tahun silam.
Beberapa fakta unik yang jarang diketahui antara lain:
1. Sistem Pengairan: Selecta masih menggunakan sistem irigasi kuno yang terintegrasi dengan persawahan penduduk sekitar, menunjukkan harmoni antara objek wisata dan sektor pertanian.
2. Koleksi Tanaman: Beberapa jenis tanaman di taman bunga Selecta merupakan keturunan langsung dari tanaman yang dibawa oleh botani Belanda pada awal abad ke-20.
3. Bioskop Terbuka: Pada masa lampau, Selecta memiliki salah satu fasilitas pemutaran film terbuka pertama di wilayah tersebut untuk hiburan kaum elite.
Hingga saat ini, Selecta tetap berdiri tegak sebagai perpaduan harmonis antara keindahan alam, kemegahan arsitektur kolonial, dan heroisme sejarah Indonesia. Ia bukan sekadar taman bunga, melainkan ensiklopedia hidup yang menceritakan bagaimana sebuah tempat peristirahatan kolonial bertransformasi menjadi kebanggaan rakyat dan simbol kedaulatan ekonomi masyarakat lokal. Dengan usia yang telah melampaui satu abad, Selecta terus membuktikan dirinya sebagai destinasi yang tak lekang oleh waktu di jantung Jawa Timur.
📋 Informasi Kunjungan
Tempat Menarik Lainnya di Batu
Tim GeoKepo
Penulis & Peneliti KontenTim GeoKepo adalah sekelompok penulis dan peneliti yang passionate tentang geografi Indonesia. Kami berdedikasi untuk membuat pembelajaran geografi menjadi menyenangkan dan dapat diakses oleh semua orang. Setiap artikel ditulis dengan riset mendalam untuk memastikan akurasi dan kualitas konten.
Pelajari lebih lanjut tentang tim kami