Situs Sejarah

Replika SD Muhammadiyah Gantong (SD Laskar Pelangi)

di Belitung Timur, Kepulauan Bangka Belitung

Dipublikasikan: Januari 2025

Tentang

Asal-Usul Historis dan Latar Belakang Pendirian

Akar sejarah dari situs ini merujuk pada sekolah asli SD Muhammadiyah Gantong yang didirikan pada masa keemasan penambangan timah oleh PN Timah. Ironisnya, di saat perusahaan tersebut membangun fasilitas mewah bagi karyawannya, sekolah bagi anak-anak buruh pendulang timah dan masyarakat miskin justru berdiri dalam kondisi memprihatinkan.

Sekolah aslinya telah lama runtuh dimakan usia, namun semangatnya dihidupkan kembali melalui pembangunan replika ini pada tahun 2008. Inisiatif pembangunan replika dipicu oleh kesuksesan luar biasa novel Laskar Pelangi karya Andrea Hirata dan film adaptasinya yang disutradarai Riri Riza. Replika ini dibangun tepat di lokasi yang serupa dengan kondisi aslinya, yakni di atas bukit pasir yang gersang, untuk memberikan gambaran autentik mengenai perjuangan sepuluh murid (Laskar Pelangi) dan dua guru setianya dalam mempertahankan hak belajar.

Arsitektur dan Detail Konstruksi yang Simbolik

Arsitektur Replika SD Muhammadiyah Gantong dirancang untuk mereplikasi "kemiskinan yang bermartabat." Struktur bangunannya sangat kontras dengan standar sekolah modern. Bangunan ini menggunakan material kayu lokal yang sengaja dibuat tampak menua dan keropos. Dindingnya terdiri dari papan kayu yang tidak rapat, menciptakan celah-celah yang memungkinkan angin dan debu masuk ke dalam ruang kelas.

Karakteristik paling ikonik dari situs ini adalah penggunaan tiang-tiang penyangga yang miring. Penyangga kayu ini bukan sekadar hiasan, melainkan replikasi dari kondisi asli sekolah yang nyaris roboh. Atapnya terbuat dari seng yang berkarat, yang dalam sejarah aslinya, sering kali bocor saat hujan deras mengguyur Belitung. Di dalam kelas, terdapat bangku-bangku kayu panjang yang kasar dan sebuah papan tulis hitam yang masih menggunakan kapur. Keseluruhan konstruksi ini mencerminkan estetika ketertinggalan infrastruktur pendidikan di daerah terpencil pada masa itu.

Signifikansi Sejarah dan Peristiwa Terkait

Situs ini menjadi penting karena mendokumentasikan masa sulit pendidikan di Belitung Timur. Secara historis, SD Muhammadiyah Gantong adalah satu-satunya harapan bagi anak-anak golongan "PN Maskapai" (sebutan lokal untuk buruh timah rendah) untuk melepaskan diri dari rantai kemiskinan.

Peristiwa besar yang dikaitkan dengan situs ini adalah ancaman penutupan sekolah oleh Departemen Pendidikan dan Kebudayaan setempat karena kekurangan murid. Syarat minimal sepuluh siswa menjadi drama sejarah yang nyata, di mana kehadiran Harun, seorang anak berkebutuhan khusus, menjadi penyelamat sekolah tersebut dari pembubaran. Peristiwa ini mencerminkan kebijakan pendidikan formal yang kaku di masa lalu yang sering kali tidak berpihak pada sekolah-sekolah komunitas di pelosok nusantara.

Tokoh Kunci dan Kaitan Era Sejarah

Dua tokoh sentral yang sejarahnya diabadikan di situs ini adalah Ibu Muslimah (N.A. Muslimah Hafsari) dan Bapak Harfan (Efendi Noor). Ibu Muslimah dikenal sebagai sosok guru yang tidak pernah menerima gaji selama bertahun-tahun demi mengajar anak-anak buruh. Pengabdian mereka terjadi pada era transisi ekonomi Belitung, di mana kesenjangan sosial antara pejabat perusahaan timah dan penduduk asli sangat mencolok.

Selain itu, Andrea Hirata sebagai alumni asli sekolah ini, melalui karyanya, telah mengubah situs ini dari sekadar bangunan yang terlupakan menjadi simbol perlawanan terhadap keterbatasan. Kehadiran replika ini juga menandai perubahan era Belitung dari pulau industri tambang yang tertutup menjadi destinasi wisata berbasis literasi dan sejarah.

Status Pelestarian dan Upaya Restorasi

Pemerintah Kabupaten Belitung Timur secara resmi mengelola dan melestarikan situs ini sebagai daya tarik wisata sejarah utama. Mengingat material utamanya adalah kayu yang rentan terhadap rayap dan cuaca tropis, restorasi rutin dilakukan untuk menjaga agar bangunan tetap berdiri miring tanpa benar-benar roboh.

Pihak pengelola sangat berhati-hati dalam proses restorasi agar tidak menghilangkan kesan "kumuh" dan "tua" yang menjadi nilai sejarahnya. Penguatan fondasi dilakukan secara tersembunyi agar tidak merusak visualitas bangunan asli. Lingkungan di sekitar replika juga dijaga agar tetap berupa hamparan pasir putih yang luas, mencerminkan topografi asli lahan bekas tambang timah yang menjadi latar belakang sekolah tersebut.

Kepentingan Budaya dan Religi

Sebagai sekolah Muhammadiyah, situs ini juga membawa nilai religius yang kuat. Muhammadiyah, sebagai organisasi Islam modernis di Indonesia, memiliki sejarah panjang dalam mendirikan sekolah di daerah-daerah sulit demi misi dakwah lewat pendidikan. Replika ini menjadi bukti fisik bagaimana nilai-nilai keislaman dan kemanusiaan dipraktikkan melalui pengabdian tanpa pamrih. Secara budaya, situs ini telah menjadi identitas baru bagi masyarakat Belitung Timur, yang kini bangga disebut sebagai "Negeri Laskar Pelangi."

Fakta Sejarah Unik

Satu fakta unik yang jarang diketahui adalah bahwa lokasi replika saat ini bukanlah lokasi persis di mana sekolah asli berdiri, namun lokasinya dipilih karena memiliki kemiripan topografi yang luar biasa dengan situs asli yang kini sudah tertutup semak belukar dan rumah penduduk. Selain itu, pohon-pohon besar di sekitar replika sengaja dibiarkan untuk menggambarkan bagaimana alam menjadi bagian dari ruang kelas para siswa pada masa itu, di mana mereka sering belajar di bawah pohon jika suhu di dalam kelas yang beratap seng menjadi terlalu panas.

Replika SD Muhammadiyah Gantong bukan hanya tentang mengenenang sebuah bangunan, melainkan tentang menghargai ruh pendidikan yang pernah menyala di tengah keterasingan. Ia berdiri sebagai pengingat bagi generasi masa kini bahwa keterbatasan fasilitas bukanlah penghalang bagi pencapaian intelektual dan moral yang tinggi.

πŸ“‹ Informasi Kunjungan

address
Jl. Laskar Pelangi, Desa Gantong, Kecamatan Gantung, Belitung Timur
entrance fee
Rp 5.000 per orang
opening hours
Setiap hari, 08:00 - 17:00

Tempat Menarik Lainnya di Belitung Timur

Tim GeoKepo

Penulis & Peneliti Konten

Tim GeoKepo adalah sekelompok penulis dan peneliti yang passionate tentang geografi Indonesia. Kami berdedikasi untuk membuat pembelajaran geografi menjadi menyenangkan dan dapat diakses oleh semua orang. Setiap artikel ditulis dengan riset mendalam untuk memastikan akurasi dan kualitas konten.

Pelajari lebih lanjut tentang tim kami
Apakah artikel ini membantu?

Jelajahi Belitung Timur

Pelajari lebih lanjut tentang Belitung Timur dan tempat-tempat menarik lainnya.

Lihat Profil Belitung Timur