Gunung Burni Telong
di Bener Meriah, Aceh
Dipublikasikan: Januari 2025
Tentang
Menjelajahi Kemegahan Gunung Burni Telong: Atap Negeri di Atas Awan Bener Meriah
Gunung Burni Telong berdiri tegak sebagai ikon kemegahan alam di Kabupaten Bener Meriah, Aceh. Memiliki ketinggian sekitar 2.624 meter di atas permukaan laut (mdpl), gunung berapi aktif tipe A ini bukan sekadar tumpukan batuan vulkanik, melainkan sebuah menara pandang alami yang menawarkan panorama dramatis Dataran Tinggi Gayo. Nama "Burni Telong" dalam bahasa Gayo memiliki arti "Gunung yang Terbakar," sebuah refleksi dari sejarah vulkanologisnya serta fenomena matahari terbit yang seringkali membuat puncak gunung ini tampak seolah menyala keemasan.
#
Pesona Lanskap dan Lanskap Vulkanik
Secara morfologis, Burni Telong menyajikan kontras visual yang luar biasa. Perjalanan dimulai dari kaki gunung yang didominasi oleh hamparan perkebunan kopi Arabika Gayo yang rimbun. Semakin mendaki ke atas, vegetasi berubah menjadi hutan hujan tropis yang lebat, sebelum akhirnya bertransisi menjadi zona sub-alpin yang unik.
Keunikan utama gunung ini terletak pada jalur pendakiannya yang bervariasi, mulai dari jalan setapak tanah yang lembap hingga medan berbatu cadas mendekati puncak. Di sepanjang jalur, pendaki akan disuguhi pemandangan kawah aktif yang masih mengeluarkan asap belerang tipis, mengingatkan pengunjung akan kekuatan geotermal yang berdenyut di bawah permukaan bumi Aceh. Dari puncaknya, sejauh mata memandang, terhampar permadani hijau Bener Meriah dan Aceh Tengah, dengan Danau Laut Tawar yang terlihat seperti kepingan cermin raksasa di kejauhan.
#
Keanekaragaman Hayati: Rumah bagi Edelweiss dan Kantong Semar
Burni Telong adalah suaka bagi flora yang jarang ditemukan di dataran rendah. Salah satu daya tarik utamanya adalah keberadaan bunga Edelweiss (Anaphalis javanica), yang sering dijuluki sebagai "Bunga Keabadian." Di lereng-lereng mendekati puncak, hamparan Edelweiss tumbuh subur, memberikan kontras warna putih perak di antara bebatuan vulkanik yang gelap.
Selain Edelweiss, ekosistem Burni Telong juga menjadi habitat bagi berbagai jenis kantong semar (Nepenthes) dan anggrek hutan yang eksotis. Hutan di lereng gunung ini juga masih dihuni oleh fauna khas Sumatra, seperti burung-burung endemik dan sesekali terlihat jejak primata. Keanekaragaman hayati ini menciptakan pengalaman mendaki yang edukatif, di mana setiap ketinggian menawarkan perjumpaan dengan spesies yang berbeda.
#
Pengalaman Luar Ruangan dan Jalur Pendakian
Aktivitas utama di Burni Telong tentu saja adalah pendakian (hiking) dan berkemah (camping). Jalur pendakian yang paling populer adalah melalui Desa Rembune. Perjalanan menuju puncak biasanya memakan waktu sekitar 3 hingga 5 jam bagi pendaki dengan kecepatan rata-rata.
Salah satu pengalaman yang paling dicari adalah "berburu" matahari terbit (sunrise). Banyak pendaki memilih untuk memulai perjalanan pada tengah malam atau berkemah di Shelter 3 agar bisa mencapai puncak tepat saat fajar menyingsing. Momen ketika matahari perlahan muncul dari balik cakrawala, menembus gumpalan awan yang berada di bawah kaki pendaki, menciptakan sensasi seolah sedang berdiri di atas negeri awan. Selain itu, fenomena langit malam yang bersih dari polusi cahaya menjadikan tempat ini lokasi favorit bagi para penggemar astrofotografi untuk mengabadikan galaksi Bimasakti.
#
Waktu Terbaik untuk Berkunjung
Untuk mendapatkan pengalaman terbaik, disarankan untuk mengunjungi Burni Telong pada musim kemarau, antara bulan Juni hingga September. Pada periode ini, curah hujan relatif rendah sehingga jalur pendakian tidak terlalu licin dan risiko badai di puncak berkurang. Selain itu, jarak pandang dari puncak akan jauh lebih bersih, memungkinkan pendaki melihat lanskap Aceh secara utuh tanpa tertutup kabut tebal. Sebaliknya, pada musim penghujan (Oktober-Januari), pendaki harus ekstra waspada karena jalur bisa menjadi sangat berlumpur dan suhu di puncak dapat turun secara drastis disertai angin kencang.
#
Konservasi dan Perlindungan Lingkungan
Sebagai bagian dari ekosistem penting di Aceh, kelestarian Burni Telong menjadi perhatian utama. Statusnya sebagai gunung berapi aktif sekaligus kawasan hutan lindung menuntut tanggung jawab besar dari para pengunjung. Terdapat aturan ketat mengenai larangan memetik bunga Edelweiss atau merusak vegetasi asli.
Komunitas pecinta alam lokal dan pengelola jalur pendakian di Desa Rembune secara rutin melakukan aksi pembersihan jalur (trash pickup). Para pendaki diwajibkan membawa kembali semua sampah logistik mereka ke bawah. Upaya konservasi ini bertujuan untuk memastikan bahwa keindahan "Atap Gayo" ini tetap terjaga bagi generasi mendatang dan tidak rusak oleh aktivitas pariwisata yang tidak bertanggung jawab.
#
Aksesibilitas dan Fasilitas Pendukung
Akses menuju Burni Telong relatif mudah dijangkau dari pusat kota Redelong, ibu kota Bener Meriah. Pengunjung dapat menggunakan kendaraan bermotor menuju titik awal pendakian di Desa Rembune, Kecamatan Timang Gajah. Jaraknya sekitar 15-20 menit dari jalan lintas utama Takengon-Bireuen.
Di gerbang pendakian (basecamp), tersedia fasilitas dasar seperti area parkir, musala, kamar mandi, dan warung-warung kecil yang menjual kebutuhan logistik. Para pemuda setempat juga menyediakan jasa pemandu (guide) dan porter bagi pendaki pemula atau mereka yang membawa beban berat. Keberadaan pemandu lokal sangat disarankan, bukan hanya untuk keamanan jalur, tetapi juga untuk mendapatkan wawasan tentang kearifan lokal dan sejarah geologi gunung tersebut.
#
Penutup: Simfoni Alam di Ketinggian
Gunung Burni Telong bukan sekadar destinasi wisata petualangan; ia adalah simbol ketangguhan alam Aceh. Kombinasi antara tantangan fisik pendakian, keunikan botani, dan kemegahan visual matahari terbit menjadikannya salah satu destinasi alam terbaik di Pulau Sumatra. Bagi mereka yang mencari ketenangan di atas ketinggian dan ingin merasakan kedekatan dengan alam yang masih murni, Burni Telong menawarkan sebuah simfoni alam yang tak terlupakan di jantung tanah Gayo.
π Informasi Kunjungan
Tempat Menarik Lainnya di Bener Meriah
Tim GeoKepo
Penulis & Peneliti KontenTim GeoKepo adalah sekelompok penulis dan peneliti yang passionate tentang geografi Indonesia. Kami berdedikasi untuk membuat pembelajaran geografi menjadi menyenangkan dan dapat diakses oleh semua orang. Setiap artikel ditulis dengan riset mendalam untuk memastikan akurasi dan kualitas konten.
Pelajari lebih lanjut tentang tim kamiJelajahi Bener Meriah
Pelajari lebih lanjut tentang Bener Meriah dan tempat-tempat menarik lainnya.
Lihat Profil Bener Meriah