Museum Zoologi Bogor
di Bogor, Jawa Barat
Dipublikasikan: Januari 2025
Tentang
Asal-Usul dan Periode Pendirian
Sejarah Museum Zoologi Bogor berakar pada akhir abad ke-19, tepatnya pada masa kolonial Hindia Belanda. Gagasan pendiriannya dicetuskan oleh Dr. Jacob Christian Koningsberger, seorang ahli botani berkebangsaan Belanda yang menjabat sebagai Direktur 's Lands Plantentuin (sekarang Kebun Raya Bogor). Pada tanggal 23 Agustus 1894, lembaga ini resmi berdiri dengan nama asli Landbouw Zoologisch Museum atau Museum Zoologi Pertanian.
Tujuan awal pendiriannya sangat praktis dan ekonomis, yakni sebagai laboratorium penelitian hama tanaman yang menyerang komoditas perkebunan di Hindia Belanda. Namun, seiring dengan banyaknya ekspedisi ilmiah ke pedalaman hutan-hutan di Jawa, Sumatera, Kalimantan, hingga Papua, fungsi museum ini meluas menjadi pusat dokumentasi fauna yang komprehensif. Pada tahun 1906, namanya diubah menjadi Zoologisch Museum en Laboratorium, mencerminkan peran gandanya sebagai tempat pameran sekaligus pusat penelitian ilmiah.
Arsitektur dan Detail Konstruksi
Secara arsitektural, gedung Museum Zoologi Bogor yang terletak di Jalan Ir. H. Juanda No. 9 mengusung gaya Indisch Empire Style yang populer di akhir abad ke-19. Ciri khas bangunan ini terlihat pada langit-langitnya yang tinggi, jendela-jendela besar untuk sirkulasi udara alami, dan dinding tebal yang menjaga suhu ruangan tetap stabil—sebuah aspek krusial untuk menjaga keawetan spesimen organik di dalamnya.
Kompleks museum ini terbagi menjadi dua bagian utama yang memiliki lokasi berbeda namun saling terkait. Bagian pertama adalah gedung pameran yang terbuka untuk umum, yang masih mempertahankan estetika kolonialnya. Bagian kedua adalah gedung penelitian yang dikenal sebagai Widyasatwaloka yang berlokasi di Pusat Ilmu Pengetahuan (Cibinong Science Center). Di dalam gedung bersejarah di pusat kota Bogor, lemari-lemari pajangan berbahan kayu jati tua dengan kaca tebal masih digunakan, memberikan nuansa nostalgia sekaligus kekuatan autentik pada pameran spesimennya.
Signifikansi Historis dan Peristiwa Penting
Museum Zoologi Bogor memegang peranan vital dalam sejarah sains dunia. Lembaga ini menjadi saksi bisu transisi dari era naturalis amatir menuju biologi sistematis. Salah satu peristiwa sejarah yang paling menonjol adalah peran museum ini dalam mendokumentasikan penemuan komodo (Varanus komodoensis) oleh dunia Barat.
Pada tahun 1910, Letnan van Steyn van Hensbroek membawa spesimen reptil raksasa dari Pulau Komodo ke Bogor. Dr. Peter Ouwens, yang saat itu menjabat sebagai direktur museum, melakukan identifikasi ilmiah pertama dan mempublikasikan deskripsi komodo pada tahun 1912. Nama ilmiah komodo secara resmi lahir di bawah atap museum ini, menjadikannya pusat perhatian dunia internasional hingga saat ini.
Selain itu, selama masa pendudukan Jepang (1942–1945), museum ini mengalami masa sulit namun tetap dipertahankan fungsinya oleh para ilmuwan Jepang yang menyadari nilai penting koleksinya, sehingga kerusakan akibat perang dapat diminimalisir.
Tokoh Penting dan Koleksi Ikonik
Selain Dr. J.C. Koningsberger dan Dr. Peter Ouwens, nama-nama besar seperti Dr. M.A. Lieftinck dan Dr. Somadikarta telah memberikan kontribusi besar dalam pengembangan koleksi museum. Mereka memimpin berbagai ekspedisi yang berhasil mengumpulkan jutaan spesimen, mulai dari serangga mikroskopis hingga mamalia laut raksasa.
Koleksi paling ikonik di museum ini adalah kerangka Paus Biru (Balaenoptera musculus) sepanjang 27,25 meter. Paus ini terdampar di pantai Pameungpeuk, Garut, pada tahun 1916. Proses pemindahan tulang-belulangnya dari pesisir selatan menuju Bogor merupakan pencapaian logistik yang luar biasa pada masanya, melibatkan tenaga manusia dan transportasi kereta api selama berbulan-bulan. Kerangka ini tetap menjadi daya tarik utama dan simbol kebesaran keanekaragaman hayati laut Indonesia.
Upaya Pelestarian dan Restorasi
Sebagai Situs Sejarah yang dilindungi di bawah Undang-Undang Cagar Budaya, Museum Zoologi Bogor terus menjalani proses perawatan yang ketat. Restorasi dilakukan secara berkala tanpa mengubah struktur asli bangunan. Tantangan terbesar dalam pelestarian di museum ini bukan hanya pada bangunannya, melainkan pada spesimen di dalamnya.
Teknik taksidermi (pengawetan hewan) yang dilakukan pada masa kolonial masih terawat dengan sangat baik hingga hari ini. Pihak pengelola, yang kini di bawah naungan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), melakukan digitalisasi data koleksi dan modernisasi sistem pencahayaan serta pengatur kelembapan di dalam ruang pameran untuk mencegah degradasi spesimen akibat paparan cahaya ultraviolet dan jamur.
Makna Budaya dan Sains
Bagi masyarakat Bogor dan Indonesia, Museum Zoologi adalah simbol kebanggaan intelektual. Ia berfungsi sebagai jembatan edukasi yang menghubungkan masa lalu alam Nusantara dengan generasi masa depan. Keberadaan museum ini di samping Istana Bogor dan di dalam lingkup Kebun Raya Bogor menciptakan sebuah trias sejarah: politik (istana), botani (kebun raya), dan zoologi (museum).
Uniknya, meskipun merupakan institusi sains, museum ini sering kali dikaitkan dengan narasi lokal mengenai hubungan harmonis antara manusia dan alam. Keberhasilan menjaga koleksi selama lebih dari satu abad menunjukkan komitmen bangsa Indonesia dalam menghargai warisan ilmiah warisan dunia.
Fakta Sejarah Unik
Salah satu fakta unik yang jarang diketahui adalah bahwa koleksi ilmiah (spesimen penelitian) Museum Zoologi Bogor sebenarnya berjumlah jutaan, namun yang dipamerkan di gedung bersejarah hanya sebagian kecil (kurang dari 1%). Jutaan spesimen lainnya, termasuk serangga, burung, dan mamalia kecil, disimpan dalam laci-laci khusus di Cibinong untuk kepentingan riset genomik dan taksonomi modern.
Museum ini juga menyimpan spesimen Badak Jawa (Rhinoceros sondaicus) yang kini sangat langka, memberikan kesempatan bagi pengunjung untuk melihat dari dekat megasatwa yang hampir punah tersebut dalam bentuk yang sangat presisi. Dengan sejarah yang membentang lebih dari 125 tahun, Museum Zoologi Bogor tetap berdiri tegak sebagai penjaga memori kolektif tentang kekayaan fauna Indonesia yang tiada bandingnya di dunia.
📋 Informasi Kunjungan
Tempat Menarik Lainnya di Bogor
Tim GeoKepo
Penulis & Peneliti KontenTim GeoKepo adalah sekelompok penulis dan peneliti yang passionate tentang geografi Indonesia. Kami berdedikasi untuk membuat pembelajaran geografi menjadi menyenangkan dan dapat diakses oleh semua orang. Setiap artikel ditulis dengan riset mendalam untuk memastikan akurasi dan kualitas konten.
Pelajari lebih lanjut tentang tim kamiJelajahi Bogor
Pelajari lebih lanjut tentang Bogor dan tempat-tempat menarik lainnya.
Lihat Profil Bogor