Kawah Ijen (Sisi Bondowoso)
di Bondowoso, Jawa Timur
Dipublikasikan: Januari 2025
Tentang
Menjelajahi Eksotisme Kawah Ijen: Gerbang Megah dari Sisi Bondowoso
Kawah Ijen bukan sekadar destinasi wisata; ia adalah monumen geologi yang memadukan keindahan surealis dengan kerasnya kehidupan penambang belerang. Terletak di perbatasan antara Kabupaten Bondowoso dan Kabupaten Banyuwangi, Kawah Ijen menawarkan dua wajah yang berbeda. Sisi Bondowoso sering kali disebut sebagai "jalur resmi" yang menawarkan pengalaman perjalanan lebih lengkap, melintasi dataran tinggi yang subur sebelum mencapai puncak kaldera yang legendaris.
#
Lanskap Alami dan Keunikan Geologi
Kawah Ijen berada di dalam kawasan Cagar Alam Taman Wisata Alam (TWA) Ijen. Fitur utama yang menjadi daya tarik dunia adalah danau kawah bersifat asam terbesar di dunia. Danau ini memiliki warna hijau toska yang kontras dengan dinding kaldera berwarna putih kekuningan akibat deposit belerang. Dengan kedalaman sekitar 200 meter dan luas mencapai 5.466 hektar, kawah ini merupakan kawah aktif yang berada di ketinggian 2.386 meter di atas permukaan laut (mdpl).
Dari sisi Bondowoso, wisatawan akan disuguhi pemandangan pegunungan yang berlapis-lapis. Jalur ini melewati kawasan Pegunungan Ijen yang dilingkupi oleh Gunung Raung, Gunung Suket, dan Gunung Merapi (bukan Merapi di Jawa Tengah). Formasi batuan vulkanik purba dan tebing-tebing curam menjadi pemandangan dominan saat mendekati bibir kawah, menciptakan atmosfer yang megah sekaligus misterius.
#
Fenomena Blue Fire dan Ekosistem Unik
Satu hal yang membuat Kawah Ijen mendunia adalah fenomena Blue Fire atau Api Biru. Fenomena ini hanya ada dua di dunia (satu lainnya di Islandia). Api biru ini muncul dari reaksi gas belerang yang keluar dari celah batuan dengan suhu mencapai 600 derajat Celcius, yang kemudian terbakar saat bersentuhan dengan udara. Pemandangan ini hanya dapat dilihat dalam kegelapan total, biasanya antara pukul 02.00 hingga 05.00 pagi.
Secara biodiversitas, kawasan Ijen sisi Bondowoso merupakan rumah bagi flora endemik pegunungan seperti pohon cemara gunung (Casuarina junghuhniana) dan bunga edelweiss yang tumbuh di lereng-lereng tinggi. Di sepanjang jalur pendakian, jika beruntung, pengunjung dapat menemui burung elang jawa yang melintas di angkasa atau mendengar suara primata di hutan hujan tropis yang lebat di kaki gunung.
#
Pengalaman Luar Ruang dan Aktivitas Wisata
Perjalanan dari sisi Bondowoso memberikan pengalaman luar ruang yang sangat variatif. Dimulai dari Kecamatan Sempol (sekarang Kecamatan Ijen), wisatawan akan melewati perkebunan kopi arabika yang luas. Aktivitas utama tentu saja adalah pendakian malam hari untuk mengejar matahari terbit dan api biru.
Jalur pendakian dari Paltuding (pos gerbang utama) memiliki panjang sekitar 3 kilometer. Satu kilometer pertama merupakan tanjakan yang cukup terjal dengan kemiringan 25-35 derajat, sementara sisa perjalanannya relatif landai sebelum mencapai bibir kawah. Bagi mereka yang ingin merasakan kedekatan dengan aktivitas vulkanik, terdapat jalur turun menuju dasar kawah untuk melihat lebih dekat lokasi penambangan belerang, meskipun jalur ini sering kali ditutup tergantung pada konsentrasi gas beracun.
Selain mendaki, wisatawan dapat berinteraksi dengan para penambang belerang tradisional. Mereka memikul beban antara 70 hingga 90 kilogram belerang padat menggunakan keranjang bambu, mendaki tebing kawah yang curam hanya dengan peralatan sederhana. Ini adalah potret sosiologi-ekonomi yang tak terpisahkan dari lanskap Ijen.
#
Waktu Terbaik dan Variasi Musim
Waktu terbaik untuk mengunjungi Kawah Ijen sisi Bondowoso adalah pada musim kemarau, antara bulan Juli hingga September. Pada periode ini, jalur pendakian cenderung kering dan tidak licin, serta langit biasanya bersih tanpa kabut, sehingga pemandangan api biru dan matahari terbit terlihat lebih tajam.
Pada musim hujan (Desember - Maret), pendakian tetap diperbolehkan namun dengan kewaspadaan ekstra. Kabut tebal sering kali menutupi pandangan, dan aroma belerang cenderung lebih menyengat karena kelembapan udara yang tinggi. Namun, di musim hujan, vegetasi di sekitar lereng Ijen tampak jauh lebih hijau dan segar.
#
Konservasi dan Perlindungan Lingkungan
Sebagai bagian dari UNESCO Global Geopark, Kawah Ijen berada di bawah pengawasan ketat BKSDA (Balai Konservasi Sumber Daya Alam) Jawa Timur. Upaya konservasi difokuskan pada perlindungan ekosistem hutan pegunungan dan pembatasan kuota pendaki harian untuk menjaga daya dukung lingkungan. Pengunjung dilarang keras membuang sampah, merusak vegetasi, atau mengambil batu belerang secara ilegal di area konservasi. Kesadaran akan lingkungan sangat ditekankan, mengingat ekosistem kawah yang sangat sensitif terhadap polusi manusia.
#
Aksesibilitas dan Fasilitas melalui Bondowoso
Menuju Kawah Ijen melalui Bondowoso dianggap sebagai rute yang paling eksotis. Wisatawan biasanya berangkat dari pusat kota Bondowoso menuju arah timur melewati Wonosari dan Sukosari. Perjalanan ini memakan waktu sekitar 2 jam menuju pos Paltuding. Keunggulan rute Bondowoso adalah jalannya yang berkelok melintasi hutan pinus dan perkebunan kopi kaldera Ijen yang bersejarah.
Di sepanjang jalur Bondowoso, terdapat berbagai fasilitas pendukung seperti:
1. Paltuding: Area parkir luas, loket tiket (sekarang berbasis pemesanan daring), mushola, dan warung-warung lokal yang menyediakan makanan hangat.
2. Akomodasi: Di wilayah Ijen-Bondowoso, terdapat berbagai homestay milik warga lokal serta resor legendaris seperti Arabica Homestay dan Catimor Homestay yang terletak di tengah perkebunan kopi peninggalan Belanda.
3. Transportasi Lokal: Tersedia penyewaan ojek troli (gerobak dorong) bagi wisatawan yang tidak kuat mendaki hingga ke puncak.
#
Penutup Keindahan Bondowoso
Menjelajahi Kawah Ijen dari sisi Bondowoso memberikan narasi perjalanan yang utuh—mulai dari aroma kopi di pagi hari, hijaunya hutan pegunungan, hingga dramatisnya api biru di kawah belerang. Destinasi ini bukan hanya tentang keindahan visual, tetapi juga tentang pengakuan atas kekuatan alam yang luar biasa dan ketangguhan manusia di dalamnya. Kawah Ijen tetap menjadi permata mahkota pariwisata Jawa Timur yang menawarkan petualangan alam murni bagi siapa saja yang berani menapakinya.
📋 Informasi Kunjungan
Tempat Menarik Lainnya di Bondowoso
Tim GeoKepo
Penulis & Peneliti KontenTim GeoKepo adalah sekelompok penulis dan peneliti yang passionate tentang geografi Indonesia. Kami berdedikasi untuk membuat pembelajaran geografi menjadi menyenangkan dan dapat diakses oleh semua orang. Setiap artikel ditulis dengan riset mendalam untuk memastikan akurasi dan kualitas konten.
Pelajari lebih lanjut tentang tim kamiJelajahi Bondowoso
Pelajari lebih lanjut tentang Bondowoso dan tempat-tempat menarik lainnya.
Lihat Profil Bondowoso