Masjid Dato Tiro
di Bulukumba, Sulawesi Selatan
Dipublikasikan: Januari 2025
Tentang
Jejak Syiar Islam di Tanah Panrita Lopi: Sejarah dan Kemegahan Masjid Dato Tiro Bulukumba
Masjid Dato Tiro bukan sekadar bangunan peribadatan; ia adalah monumen hidup yang menandai titik balik peradaban di ujung selatan Pulau Sulawesi. Terletak di Kelurahan Kalumeme, Kecamatan Ujung Loe, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, masjid ini merupakan simbol dari perpaduan harmonis antara keyakinan tauhid dengan kearifan lokal masyarakat Bugis-Makassar. Sebagai salah satu situs sejarah paling berpengaruh di wilayah yang dikenal dengan julukan "Bumi Panrita Lopi", Masjid Dato Tiro menyimpan narasi panjang tentang keberanian, dakwah yang santun, dan transformasi sosial.
#
Asal-Usul dan Kedatangan Sang Pembawa Risalah
Sejarah Masjid Dato Tiro tidak dapat dipisahkan dari sosok pendirinya, yakni Al-Maulana Khatib Bungsu, yang lebih dikenal dengan gelar Dato Tiro. Beliau adalah satu dari tiga ulama besar asal Minangkabau (bersama Dato ri Bandang dan Dato ri Pattimang) yang diutus untuk menyebarkan agama Islam di Sulawesi Selatan pada awal abad ke-17.
Dato Tiro tiba di wilayah Kerajaan Tiro sekitar tahun 1604 Masehi. Wilayah ini sebelumnya kental dengan kepercayaan animisme dan tradisi kuno yang berakar pada pemujaan leluhur. Berbeda dengan pendekatan konfrontatif, Dato Tiro menggunakan pendekatan tasawuf dan pendekatan budaya yang membuat Islam diterima dengan tangan terbuka oleh penguasa Tiro saat itu, Launru Daeng Biasa. Pembangunan masjid ini diperkirakan terjadi tak lama setelah penguasa setempat memeluk Islam, menjadikannya salah satu masjid tertua di semenanjung selatan Sulawesi.
#
Arsitektur: Perpaduan Estetika Vernakular dan Nilai Teologis
Secara arsitektural, Masjid Dato Tiro merepresentasikan gaya bangunan tradisional Nusantara yang dipadukan dengan konsep Islam. Meski telah mengalami beberapa kali renovasi, esensi struktur aslinya tetap dipertahankan sebagai identitas sejarah. Salah satu ciri khas yang menonjol adalah atap tumpang (bersusun) yang melambangkan tingkatan dalam ajaran Islam: Syariat, Tarekat, Hakikat, dan Marifat.
Konstruksi awal masjid ini menggunakan bahan-bahan alam lokal seperti kayu jati dan kayu besi (kayu hitam). Tiang-tiang penyangga utama (Saka Guru) dibuat tanpa menggunakan paku logam, melainkan menggunakan sistem pasak kayu yang presisi, mencerminkan keahlian pertukangan masyarakat Bulukumba yang juga dikenal sebagai pembuat kapal Pinisi yang andal. Dindingnya yang tebal memberikan kesejukan alami di tengah iklim pesisir yang panas. Di bagian interior, terdapat mimbar kayu yang dihiasi dengan ukiran khas perpaduan motif flora Minangkabau dan ornamen geometris lokal, menciptakan dialog visual yang unik antara tanah kelahiran sang pendakwah dan tanah tempatnya berdakwah.
#
Signifikansi Sejarah dan Peristiwa Penting
Masjid Dato Tiro menjadi pusat gravitasi penyebaran Islam tidak hanya di Bulukumba, tetapi juga menjangkau wilayah sekitarnya seperti Sinjai dan Bantaeng. Keberadaannya menandai berakhirnya dominasi kepercayaan lama dan dimulainya era baru di mana hukum Islam mulai diintegrasikan ke dalam hukum adat (Adat yang bersendikan Syarak).
Salah satu fakta sejarah yang unik adalah peran masjid ini sebagai pusat pendidikan formal pertama di wilayah tersebut. Di serambi masjid inilah, Dato Tiro mengajarkan baca tulis Al-Qur'an serta prinsip-prinsip tauhid kepada para bangsawan dan rakyat jelata. Peristiwa penting lainnya adalah prosesi pemakaman Dato Tiro yang lokasinya tidak jauh dari masjid. Makam beliau kini menjadi satu kesatuan kompleks sejarah yang tidak terpisahkan dari masjid tersebut, menjadikannya destinasi wisata religi yang sakral.
#
Pelestarian dan Upaya Restorasi
Sebagai Situs Cagar Budaya yang dilindungi oleh undang-undang, Masjid Dato Tiro berada di bawah pengawasan Balai Pelestarian Kebudayaan. Pemerintah daerah dan masyarakat setempat sangat berkomitmen dalam menjaga keaslian situs ini. Upaya restorasi dilakukan secara berkala, terutama pada bagian atap dan lantai untuk mencegah kerusakan akibat cuaca.
Meskipun terdapat penambahan bangunan baru di sekitar masjid untuk menampung jamaah yang semakin banyak, struktur inti masjid lama tetap dijaga sesuai aslinya. Penggunaan material modern dalam renovasi sangat dibatasi guna mempertahankan nilai historisnya. Masyarakat setempat juga memiliki tradisi gotong royong dalam membersihkan area masjid, terutama menjelang perayaan hari besar Islam, yang merupakan bentuk pelestarian budaya takbenda.
#
Makna Budaya dan Religi bagi Masyarakat Bulukumba
Bagi masyarakat Bulukumba, Masjid Dato Tiro adalah identitas spiritual. Nama "Dato Tiro" sendiri telah menyatu dalam sanubari warga sebagai sosok pelindung dan guru bangsa. Keberadaan masjid ini memperkuat julukan Bulukumba sebagai "Tanah Panrita Lopi" (Tanahnya Para Ahli Perahu dan Orang Bijak). Nilai-nilai kejujuran, keberanian, dan keteguhan iman yang diajarkan di masjid ini menjadi fondasi karakter masyarakat setempat.
Setiap tahunnya, ribuan peziarah dari berbagai daerah di Indonesia, bahkan dari mancanegara seperti Malaysia dan Brunei Darussalam, mendatangi masjid ini untuk melakukan napak tilas sejarah Islam. Hal ini membuktikan bahwa pengaruh Masjid Dato Tiro melampaui batas geografis dan waktu.
#
Penutup: Warisan yang Tak Lekang oleh Waktu
Masjid Dato Tiro berdiri teguh sebagai saksi bisu perjalanan panjang sejarah Sulawesi Selatan. Ia bukan sekadar artefak masa lalu yang beku, melainkan institusi yang terus memberikan inspirasi bagi generasi masa kini. Keberadaannya mengingatkan kita akan pentingnya toleransi, kebijaksanaan dalam berdakwah, dan penghormatan terhadap akar budaya. Sebagai salah satu situs sejarah terpenting di Bulukumba, Masjid Dato Tiro akan terus menjadi mercusuar iman dan pengetahuan bagi siapa saja yang ingin mempelajari keagungan sejarah Nusantara. Melalui pelestarian yang berkelanjutan, diharapkan nilai-nilai luhur yang terpancar dari dinding-dinding kayu masjid ini tetap abadi hingga generasi mendatang.
π Informasi Kunjungan
Tempat Menarik Lainnya di Bulukumba
Tim GeoKepo
Penulis & Peneliti KontenTim GeoKepo adalah sekelompok penulis dan peneliti yang passionate tentang geografi Indonesia. Kami berdedikasi untuk membuat pembelajaran geografi menjadi menyenangkan dan dapat diakses oleh semua orang. Setiap artikel ditulis dengan riset mendalam untuk memastikan akurasi dan kualitas konten.
Pelajari lebih lanjut tentang tim kamiJelajahi Bulukumba
Pelajari lebih lanjut tentang Bulukumba dan tempat-tempat menarik lainnya.
Lihat Profil Bulukumba