Masjid Jami Kasimuddin
di Bulungan, Kalimantan Utara
Dipublikasikan: Januari 2025
Tentang
Konteks Sejarah dan Pembangunan
Masjid Jami Kasimuddin dibangun pada masa pemerintahan Sultan Maulana Muhammad Kasimuddin (1901–1925), Sultan Bulungan yang ke-9. Pembangunannya dimulai sekitar tahun 1929 sebagai bentuk dedikasi sultan terhadap penyebaran Islam dan penguatan identitas kesultanan. Lokasinya yang berada di seberang Kota Tanjung Selor sengaja dipilih untuk menempatkan pusat spiritual tepat di jantung pusat kekuasaan kesultanan.
Pembangunan masjid ini melibatkan tenaga ahli lokal dan pengaruh dari arsitek luar yang dibawa melalui jaringan perdagangan internasional kesultanan. Material yang digunakan pada masa itu merupakan kombinasi antara bahan impor dan lokal berkualitas tinggi. Kayu ulin (kayu besi) yang menjadi ciri khas bangunan Kalimantan digunakan secara ekstensif untuk fondasi dan struktur utama, sementara ubin lantai dan elemen dekoratif tertentu didatangkan langsung dari luar negeri, termasuk dari Eropa dan Singapura.
Gaya Arsitektur dan Prinsip Desain
Arsitektur Masjid Jami Kasimuddin dapat dikategorikan sebagai gaya eklektik. Bangunan ini tidak sepenuhnya mengadopsi gaya bangunan masjid tradisional Jawa dengan atap tumpang (meru), melainkan lebih condong pada gaya kolonial Indies yang diadaptasi dengan iklim tropis.
Struktur bangunan memiliki bentuk dasar persegi simetris. Salah satu prinsip desain yang paling menonjol adalah penggunaan sistem ventilasi alami yang sangat maju pada zamannya. Langit-langit yang tinggi dan keberadaan jendela-jendela besar di sekeliling dinding memastikan sirkulasi udara tetap lancar, memberikan kesejukan bagi jamaah meskipun tanpa pendingin ruangan modern.
Inovasi Struktural dan Elemen Unik
Salah satu aspek teknis yang paling mengagumkan dari Masjid Jami Kasimuddin adalah sistem fondasinya. Mengingat lokasinya yang berada di lahan rawa tepi sungai, para pembangun menggunakan teknik "cerucuk" kayu ulin yang ditanam sangat dalam. Kayu ulin memiliki sifat unik yang semakin kuat jika terkena air, menjadikannya pilihan struktural yang paling rasional untuk geografi Bulungan.
Bagian interior masjid menampilkan keunikan pada pilar-pilar utamanya. Terdapat tiang-tiang besar yang menopang struktur atap, yang dihiasi dengan ukiran bermotif floral dan geometris. Mihrab masjid—relung tempat imam memimpin shalat—dirancang dengan sangat detail, menggunakan ornamen ukiran kayu yang menunjukkan keahlian tinggi para perajin kayu Bulungan masa lalu.
Lantai masjid merupakan elemen ikonik lainnya. Masjid ini menggunakan ubin keramik bermotif klasik peninggalan masa kolonial yang masih terjaga keasliannya. Warna-warna tanah dan biru pada ubin menciptakan suasana yang tenang dan agung. Selain itu, terdapat mimbar kayu yang sangat megah, dihiasi dengan ukiran khas Melayu-Bulungan yang rumit, yang menunjukkan status sosial dan religiusitas kesultanan.
Signifikansi Budaya dan Sosial
Bagi masyarakat Bulungan, Masjid Jami Kasimuddin adalah "paku bumi" identitas mereka. Masjid ini adalah saksi bisu transisi kekuasaan dari sistem kesultanan menuju integrasi dengan Republik Indonesia. Secara budaya, masjid ini menjadi pusat perayaan hari besar Islam seperti Maulid Nabi dan Idul Fitri, yang seringkali dipadukan dengan tradisi lokal Bulungan.
Masjid ini juga merupakan bagian dari kompleks makam keluarga Kesultanan Bulungan. Di halaman belakang dan samping masjid, terdapat makam Sultan Kasimuddin beserta kerabatnya. Keberadaan makam ini menjadikan masjid sebagai pusat ziarah sejarah, menghubungkan generasi masa kini dengan leluhur mereka yang telah membangun fondasi peradaban di Kalimantan Utara.
Estetika Visual dan Ornamen
Secara visual, eksterior masjid didominasi oleh warna putih bersih dengan aksen kuning keemasan, warna yang melambangkan kemuliaan dalam tradisi kesultanan Melayu. Atapnya berbentuk limasan yang bertumpuk, namun dengan kemiringan yang dirancang untuk mengalirkan air hujan dengan cepat, sebuah adaptasi cerdas terhadap curah hujan tinggi di Kalimantan.
Detail pada bagian pintu masuk menampilkan lengkungan-lengkungan khas arsitektur Islam (arch) yang dipadukan dengan gaya neoklasik Eropa pada bagian kolomnya. Perpaduan ini menciptakan kesan megah namun tetap rendah hati. Tidak ada kubah besar yang terbuat dari beton seperti masjid modern; sebagai gantinya, terdapat struktur kecil di puncak atap yang berfungsi sebagai titik pusat estetika bangunan.
Pengalaman Pengunjung dan Penggunaan Saat Ini
Hingga saat ini, Masjid Jami Kasimuddin masih berfungsi aktif sebagai tempat ibadah harian. Pengunjung yang datang akan merasakan atmosfer kedamaian yang mendalam. Saat memasuki ruang utama, aroma kayu tua dan kesejukan alami menyambut siapa pun yang hadir.
Pemerintah daerah telah menetapkan masjid ini sebagai cagar budaya yang dilindungi. Upaya konservasi terus dilakukan untuk menjaga keaslian material kayu dan ubinnya. Bagi wisatawan, masjid ini menawarkan pengalaman edukasi arsitektur dan sejarah yang tak ternilai. Berdiri di teras masjid sambil memandang aliran Sungai Kayan memberikan perspektif tentang bagaimana peradaban Bulungan tumbuh dan berkembang dari sungai.
Sebagai ikon Kalimantan Utara, Masjid Jami Kasimuddin bukan sekadar bangunan tua. Ia adalah manifestasi dari visi Sultan Kasimuddin tentang sebuah masyarakat yang religius, berbudaya tinggi, dan terbuka terhadap kemajuan zaman tanpa meninggalkan akar tradisinya. Keberadaannya memastikan bahwa identitas arsitektur lokal Bulungan tidak akan hilang ditelan modernitas, tetap berdiri tegak sebagai simbol kebanggaan masyarakat Kalimantan Utara.
📋 Informasi Kunjungan
Tempat Menarik Lainnya di Bulungan
Tim GeoKepo
Penulis & Peneliti KontenTim GeoKepo adalah sekelompok penulis dan peneliti yang passionate tentang geografi Indonesia. Kami berdedikasi untuk membuat pembelajaran geografi menjadi menyenangkan dan dapat diakses oleh semua orang. Setiap artikel ditulis dengan riset mendalam untuk memastikan akurasi dan kualitas konten.
Pelajari lebih lanjut tentang tim kamiJelajahi Bulungan
Pelajari lebih lanjut tentang Bulungan dan tempat-tempat menarik lainnya.
Lihat Profil Bulungan