Situs Karangkamulyan
di Ciamis, Jawa Barat
Dipublikasikan: Januari 2025
Tentang
Asal-Usul dan Periode Pendirian
Secara historis, Karangkamulyan diyakini sebagai pusat pemerintahan atau ibu kota pertama dari Kerajaan Galuh. Berdasarkan naskah kuno Fragmen Carita Parahyangan, situs ini berkaitan erat dengan masa kepemimpinan Sang Wretikandayun yang naik takhta pada tahun 612 Masehi. Periode ini menandai kemandirian Galuh dari pengaruh Kerajaan Tarumanagara yang mulai melemah.
Berbeda dengan candi-candi di Jawa Tengah atau Jawa Timur yang didominasi oleh pengaruh Hindu-Buddha dengan arsitektur vertikal yang megah, Karangkamulyan mencerminkan kearifan lokal Sunda dalam memanfaatkan alam. Situs ini bukan berupa bangunan tunggal yang masif, melainkan sebuah kompleks yang terdiri dari beberapa struktur batu (punden berundak) yang tersebar di area hutan, menunjukkan bahwa situs ini dibangun pada masa transisi dari kepercayaan animisme-dinamisme menuju pengaruh Hindu awal.
Arsitektur dan Detail Konstruksi
Arsitektur di Situs Karangkamulyan memiliki karakteristik unik yang dikenal dengan sebutan "struktur batu kali". Konstruksi utamanya tidak menggunakan semen atau zat perekat modern, melainkan teknik susun timbun batu yang sangat presisi. Setiap objek di dalam situs dibatasi oleh pagar tembok yang terbuat dari tumpukan batu karang dan batu kali, yang memberikan nama "Karang" (batu/karang) dan "Kamulyan" (kemuliaan).
Salah satu struktur yang paling menonjol adalah Pancalikan (Singgasana). Ini merupakan struktur batu berbentuk altar yang digunakan sebagai tempat duduk raja. Selain itu, terdapat struktur Sanghyang Bedil, sebuah area berbentuk persegi panjang dengan tumpukan batu yang menyerupai gudang senjata atau tempat penyimpanan benda pusaka. Teknik konstruksi ini menunjukkan kemampuan rekayasa masyarakat Galuh dalam menata ruang terbuka hijau sebagai pusat administrasi dan spiritual.
Signifikansi Sejarah dan Peristiwa Penting
Karangkamulyan bukan sekadar reruntuhan; ia adalah saksi bisu peristiwa besar yang membentuk dinamika politik di tanah Jawa. Peristiwa yang paling melegenda adalah kisah Ciung Wanara. Berdasarkan legenda dan babad lokal, situs ini menjadi panggung bagi perselisihan kekuasaan antara Ciung Wanara dengan Hariang Banga.
Salah satu fakta unik di situs ini adalah keberadaan Cikahuripan, sebuah mata air yang dikeramatkan yang melambangkan sumber kehidupan bagi penduduk kerajaan. Ada pula area yang disebut Pamoayaan, tempat yang secara historis digunakan untuk menjemur pakaian atau ritual penyucian. Peristiwa penting lainnya adalah prosesi "Adu Ayam" yang legendaris, di mana Ciung Wanara memenangkan taruhan melawan Raja Galuh saat itu, Permana Dikusuma, yang pada akhirnya memulihkan hak takhta Ciung Wanara.
Tokoh-Tokoh Sentral
Selain Sang Wretikandayun, nama Ciung Wanara (Manarah) adalah tokoh sentral yang tak terpisahkan dari Karangkamulyan. Ia dianggap sebagai pahlawan budaya yang berhasil menyatukan kembali stabilitas Kerajaan Galuh. Tokoh lain yang terkait adalah Prabu Adimulya dan Dewi Naganingrum. Keberadaan situs ini menegaskan bahwa pada abad ke-7 hingga ke-8, Ciamis (Galuh) merupakan pusat kekuatan politik yang setara dengan kerajaan-kerajaan besar lainnya di Nusantara. Relasi antara Galuh dan Kerajaan Sunda di kemudian hari sering kali dirujuk kembali ke titik awal di Karangkamulyan.
Kepentingan Budaya dan Religi
Bagi masyarakat Sunda, Karangkamulyan adalah Kabuyutan atau tempat keramat yang dihormati. Secara budaya, situs ini menjadi identitas "Galuh" yang masih dijunjung tinggi oleh warga Ciamis hingga saat ini. Setiap tahun, berbagai ritual adat seperti Gelar Budaya dilaksanakan di sini untuk menghormati leluhur.
Secara religius, situs ini mencerminkan konsep kepercayaan Jati Sunda, di mana manusia harus hidup selaras dengan alam. Penempatan situs di pertemuan dua sungai, yaitu Sungai Citanduy dan Sungai Cimuntur (sangapan), bukan tanpa alasan. Dalam kosmologi Sunda kuno, pertemuan dua sungai dianggap sebagai tempat suci yang memiliki energi spiritual tinggi untuk meditasi dan penyucian diri.
Status Pelestarian dan Restorasi
Saat ini, Situs Karangkamulyan berada di bawah pengawasan Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah IX. Upaya restorasi terus dilakukan secara konservatif untuk menjaga keaslian tumpukan batu agar tidak tergeser oleh akar pohon atau faktor cuaca. Hutan di sekitar situs ditetapkan sebagai hutan lindung, sehingga flora dan fauna di dalamnya, termasuk sekawanan monyet ekor panjang yang menghuni area tersebut, tetap terjaga.
Pemerintah Kabupaten Ciamis juga telah mengembangkan fasilitas pendukung tanpa merusak zona inti situs. Hal ini dilakukan untuk menjadikan Karangkamulyan sebagai destinasi wisata edukasi dan sejarah. Papan informasi sejarah dan jalur setapak yang teratur memudahkan peneliti dan wisatawan untuk mengeksplorasi setiap sudut peninggalan tanpa mengganggu integritas struktur arkeologisnya.
Kesimpulan Fakta Unik
Satu fakta sejarah yang jarang diketahui publik adalah bahwa Situs Karangkamulyan memiliki tata letak yang menyerupai konsep tata kota modern dengan zonasi yang jelas antara area privat raja, area publik, dan area militer. Selain itu, keberadaan batu yang dikenal sebagai "Batu Peribadatan" menunjukkan bahwa toleransi beragama dan sinkretisme kepercayaan sudah mulai tumbuh pada masa itu.
Situs Karangkamulyan tetap berdiri sebagai monumen kebanggaan, mengingatkan generasi masa kini bahwa di tepian Sungai Citanduy, pernah berdiri sebuah peradaban yang menjunjung tinggi kemuliaan, keberanian, dan keselarasan dengan alam semesta. Sebagai akar dari identitas Jawa Barat, pelestarian situs ini adalah tanggung jawab kolektif untuk memastikan bahwa sejarah Kerajaan Galuh tidak terkikis oleh zaman.
π Informasi Kunjungan
Tempat Menarik Lainnya di Ciamis
Tim GeoKepo
Penulis & Peneliti KontenTim GeoKepo adalah sekelompok penulis dan peneliti yang passionate tentang geografi Indonesia. Kami berdedikasi untuk membuat pembelajaran geografi menjadi menyenangkan dan dapat diakses oleh semua orang. Setiap artikel ditulis dengan riset mendalam untuk memastikan akurasi dan kualitas konten.
Pelajari lebih lanjut tentang tim kamiJelajahi Ciamis
Pelajari lebih lanjut tentang Ciamis dan tempat-tempat menarik lainnya.
Lihat Profil Ciamis