Pura Tirta Empul
di Gianyar, Bali
Dipublikasikan: Januari 2025
Tentang
Asal-Usul Historis dan Periode Pendirian
Secara etimologis, "Tirta Empul" berarti "mata air yang terpancar dari tanah". Catatan sejarah yang paling akurat mengenai pendirian pura ini ditemukan dalam Prasasti Manukaya yang berangka tahun 882 Saka atau 960 Masehi. Prasasti tersebut menjelaskan bahwa pemandian suci ini dibangun pada masa pemerintahan Raja Sri Candrabhasingha Warmadewa dari Dinasti Warmadewa.
Namun, narasi sejarah Pura Tirta Empul tidak dapat dipisahkan dari legenda pertempuran antara Raja Mayadenawa yang lalim dengan Dewa Indra. Menurut kepercayaan setempat, Mayadenawa menciptakan mata air beracun untuk membunuh pasukan Dewa Indra. Untuk menawarnya, Dewa Indra menancapkan senjatanya ke tanah hingga memancarkan mata air suci yang mampu menghidupkan kembali pasukannya. Mata air inilah yang kemudian diyakini sebagai sumber air suci di Tirta Empul. Peristiwa ini pula yang menjadi latar belakang perayaan hari raya Galungan, simbol kemenangan Dharma (kebaikan) melawan Adharma (keburukan).
Arsitektur dan Detail Konstruksi
Pura Tirta Empul mengikuti tata ruang tradisional Bali yang dikenal dengan konsep Tri Mandala, yaitu pembagian area menjadi tiga zona kesucian:
1. Jaba Pura (Nista Mandala): Halaman paling luar yang berfungsi sebagai area transisi. Di sini terdapat bangunan terbuka atau bale untuk para pengunjung dan pedagang lokal.
2. Jaba Tengah (Madya Mandala): Area ini adalah pusat dari daya tarik Tirta Empul. Di sini terdapat dua kolam persegi panjang yang memiliki 30 pancuran air kuno. Air yang mengalir ke kolam ini berasal langsung dari sumber mata air di area utama (Utama Mandala). Struktur pancuran ini terbuat dari batu andesit yang diukir halus, menunjukkan keahlian pemahat Bali pada abad ke-10.
3. Jeroan (Utama Mandala): Bagian tersuci dari pura di mana terdapat kolam mata air utama yang jernih dan tenang. Dasar kolam ini terdiri dari pasir hitam halus yang terus bergerak karena tekanan air yang keluar dari dalam bumi. Di area ini juga terdapat berbagai pelinggih (shrine) yang didedikasikan untuk Dewa Wisnu, Dewa Siwa, Dewa Brahma, dan Dewa Indra.
Gaya arsitekturnya mencerminkan transisi dari periode Bali Kuno ke periode Hindu-Jawa, ditandai dengan gerbang Candi Bentar yang megah dan ukiran-ukiran karang boma yang berfungsi sebagai penjaga spiritual.
Signifikansi Sejarah dan Peristiwa Terkait
Sebagai salah satu pura Dang Kahyangan, Tirta Empul memiliki kedudukan yang sangat tinggi dalam hierarki spiritual di Bali. Situs ini berperan sebagai pusat penyucian diri (Melukat) bagi masyarakat Bali. Salah satu fakta unik sejarahnya adalah peran pura ini sebagai sumber air bagi sistem irigasi Subak di sepanjang aliran Sungai Pakerisan. Sungai Pakerisan sendiri merupakan situs warisan dunia UNESCO karena konsentrasi peninggalan arkeologisnya yang padat, termasuk Gunung Kawi dan Mangening.
Pada periode modern, signifikansi Tirta Empul semakin dipertegas dengan dibangunnya Istana Tampaksiring di perbukitan tepat di atas pura pada tahun 1957. Istana ini dibangun atas prakarsa Presiden pertama RI, Soekarno, yang sangat mengagumi ketenangan dan nilai sejarah kawasan ini. Keberadaan istana ini menjadikan Tirta Empul sebagai lokasi penyambutan tamu-tamu negara penting dari seluruh dunia, menghubungkan diplomasi modern dengan tradisi kuno.
Tokoh dan Periode Terhubung
Dinasti Warmadewa adalah pilar utama di balik keberadaan situs ini. Raja Sri Candrabhasingha Warmadewa dikenal sebagai pelindung agama dan seni, yang memastikan bahwa setiap pembangunan infrastruktur air juga memiliki dimensi spiritual. Selain itu, keterkaitan dengan tokoh mitologis Mayadenawa memberikan dimensi moral bagi setiap peziarah tentang pentingnya integritas kepemimpinan.
Pada abad ke-14, saat pengaruh Kerajaan Majapahit masuk ke Bali melalui ekspedisi Gajah Mada, Pura Tirta Empul tetap dipertahankan sebagai pusat spiritual utama, membuktikan bahwa nilai suci mata air ini melampaui perubahan kekuasaan politik.
Status Preservasi dan Upaya Restorasi
Pura Tirta Empul masuk dalam daftar Situs Warisan Dunia UNESCO sebagai bagian dari "Cultural Landscape of Bali Province: the Subak System as a Manifestation of the Tri Hita Karana Philosophy" pada tahun 2012. Status ini membawa tanggung jawab besar dalam hal preservasi.
Restorasi dilakukan secara berkala dengan sangat hati-hati untuk mempertahankan keaslian batu andesit dan struktur kayu pada pelinggih. Pemerintah daerah Gianyar bersama dengan Pangempon (pengelola lokal) Pura memastikan bahwa debit air tetap terjaga di tengah ancaman perubahan iklim dan pembangunan di hulu. Upaya konservasi juga mencakup perlindungan terhadap hutan kecil di sekitar mata air yang berfungsi sebagai daerah resapan air.
Kepentingan Budaya dan Religius
Bagi masyarakat Hindu Bali, Tirta Empul adalah tempat utama untuk ritual Melukat. Prosesi ini melibatkan pembersihan diri secara fisik dan spiritual di bawah pancuran-pancuran air suci. Setiap pancuran memiliki nama dan fungsi spesifik, seperti Tirta Sudamala untuk pembersihan dari pikiran buruk atau Tirta Panembak untuk memohon keselamatan.
Setiap tahun, pada hari raya Galungan dan Kuningan, serta saat bulan purnama, pura ini akan dipadati oleh ribuan umat yang datang dari seluruh penjuru Bali. Keunikan Tirta Empul terletak pada kemampuannya menyatukan unsur alam (mata air), agama (pemujaan dewa), dan sejarah (warisan Warmadewa) dalam satu harmoni yang masih hidup hingga hari ini.
Secara keseluruhan, Pura Tirta Empul bukan sekadar destinasi wisata. Ia adalah monumen hidup yang merefleksikan kecerdasan leluhur Bali dalam mengelola sumber daya alam dan menjaga keseimbangan kosmos. Melalui batu-batu candinya yang berlumut dan aliran airnya yang tak pernah berhenti, Tirta Empul terus membisikkan pesan tentang kesucian, pemulihan, dan keabadian tradisi di jantung Kabupaten Gianyar.
π Informasi Kunjungan
Tempat Menarik Lainnya di Gianyar
Tim GeoKepo
Penulis & Peneliti KontenTim GeoKepo adalah sekelompok penulis dan peneliti yang passionate tentang geografi Indonesia. Kami berdedikasi untuk membuat pembelajaran geografi menjadi menyenangkan dan dapat diakses oleh semua orang. Setiap artikel ditulis dengan riset mendalam untuk memastikan akurasi dan kualitas konten.
Pelajari lebih lanjut tentang tim kamiJelajahi Gianyar
Pelajari lebih lanjut tentang Gianyar dan tempat-tempat menarik lainnya.
Lihat Profil Gianyar