Pusat Perbelanjaan

Pasar Hamadi

di Jayapura, Papua

Dipublikasikan: Januari 2025

Tentang

Sejarah dan Evolusi: Dari Dermaga Sekutu hingga Pusat Perdagangan

Pasar Hamadi memiliki akar sejarah yang panjang, terkait erat dengan masa Perang Dunia II. Kawasan Hamadi dahulu merupakan salah satu titik pendaratan pasukan Sekutu di bawah pimpinan Jenderal Douglas MacArthur. Setelah masa perang usai, lokasi ini perlahan berubah menjadi titik kumpul para nelayan lokal dan pedagang barte.

Seiring berkembangnya Jayapura sebagai ibu kota provinsi, Pasar Hamadi bertransformasi dari pasar tradisional yang kumuh menjadi pusat perdagangan yang lebih terorganisir. Pemerintah daerah secara konsisten melakukan revitalisasi untuk menyeimbangkan peran pasar sebagai penyedia kebutuhan pokok (sembako) dan sebagai destinasi wisata belanja unggulan. Kini, Hamadi dikenal sebagai "pintu gerbang" bagi siapa saja yang ingin membawa pulang sepotong identitas Papua dalam bentuk buah tangan.

Arsitektur dan Tata Letak: Harmoni Pesisir dan Urban

Secara arsitektural, Pasar Hamadi terbagi menjadi beberapa zona strategis yang memudahkan pengunjung. Area depan didominasi oleh deretan ruko permanen yang berbentuk memanjang, yang secara khusus menjual kerajinan tangan dan souvenir. Fasad bangunan di area ini seringkali dihiasi dengan ornamen ukiran khas suku Asmat atau motif Sentani, memberikan kesan etnik yang kuat bagi pengunjung yang baru tiba.

Masuk lebih dalam ke arah pantai, pengunjung akan menemukan area pasar basah. Tata letaknya dirancang semi-terbuka untuk memastikan sirkulasi udara yang baik, mengingat suhu Jayapura yang cukup tropis. Keunikan tata ruang Pasar Hamadi adalah lokasinya yang menjorok ke arah laut, di mana beberapa dermaga kecil menjadi tempat bersandarnya kapal-kapal nelayan yang langsung menurunkan hasil tangkapan mereka ke meja pedagang. Integrasi antara daratan dan lautan ini menciptakan dinamika belanja yang jarang ditemukan di pusat perbelanjaan modern di kota besar lainnya.

Surga Kerajinan Tangan dan Produk Unik Papua

Daya tarik utama yang membuat Pasar Hamadi tersohor hingga ke mancanegara adalah koleksi artefak dan kerajinan tangannya. Di sini, pengunjung dapat menemukan produk-produk otentik yang mewakili berbagai suku di Papua:

1. Ukiran Kayu Asmat: Patung-patung dengan detail rumit yang melambangkan penghormatan kepada leluhur. Setiap ukiran di Pasar Hamadi memiliki cerita dan filosofi tersendiri, bukan sekadar komoditas pabrikan.

2. Lukisan Kulit Kayu Asei: Berasal dari Desa Asei di Danau Sentani, lukisan ini menggunakan pewarna alami dan media kulit kayu pohon khombouw. Motifnya biasanya menggambarkan fauna lokal seperti ikan atau burung cendrawasih.

3. Noken: Tas tradisional Papua yang terbuat dari serat kayu atau benang ini merupakan warisan budaya takbenda UNESCO. Di Pasar Hamadi, pengunjung bisa menemukan berbagai ukuran noken, mulai dari yang kecil untuk ponsel hingga yang besar untuk membawa barang berat.

4. Koteka dan Perhiasan Etnik: Berbagai pilihan kalung dari taring babi, hiasan kepala dari bulu kasuari, hingga gelang akar bahar tersedia secara melimpah di toko-toko seperti Toko Papua Art atau kios-kios lokal lainnya.

Selain artefak, pasar ini juga menjadi pusat penjualan bahan pangan khas seperti Sagu murni, buah pinang yang menjadi bagian dari tradisi "makan pinang" warga lokal, serta sarang semut dan minyak kayu putih asli Papua yang berkhasiat medis.

Peran Komunitas dan Dampak Ekonomi Lokal

Pasar Hamadi adalah mikrokosmos dari keberagaman demografis Jayapura. Di sini terjadi interaksi harmonis antara penduduk asli Papua (OAP) yang dominan menjual hasil hutan dan laut, dengan pedagang pendatang dari Bugis, Makassar, dan Jawa yang banyak mengelola toko kelontong dan tekstil.

Secara ekonomi, pasar ini menjadi urat nadi bagi ratusan UMKM. Pengrajin dari pelosok pegunungan Tengah hingga pesisir Selatan mengirimkan karya mereka ke pengepul di Hamadi. Keberadaan pasar ini memastikan bahwa perputaran uang tetap berada di lingkup lokal, memberdayakan mama-mama Papua yang berjualan sayur di pelataran (pasar kaget), hingga pemilik galeri seni besar. Tradisi "tawar-menawar" di sini juga bukan sekadar negosiasi harga, melainkan ruang komunikasi sosial yang mempererat hubungan antar-etnis.

Pengalaman Pengunjung dan Fasilitas

Mengunjungi Pasar Hamadi adalah sebuah petualangan sensorik. Bau amis laut yang segar bercampur dengan aroma kayu gaharu dan rempah-rempah menciptakan atmosfer yang unik. Bagi wisatawan, disarankan untuk berkunjung pada pagi hari saat aktivitas pasar mencapai puncaknya atau sore hari menjelang matahari terbenam untuk menikmati pemandangan Teluk Humbolt dari sisi dermaga.

Meskipun berstatus pasar tradisional, fasilitas di Pasar Hamadi terus ditingkatkan. Terdapat area parkir yang cukup memadai untuk kendaraan roda dua dan roda empat. Di sekitar pasar, tersedia berbagai warung makan yang menyajikan kuliner khas seperti Papeda dan Ikan Kuah Kuning, serta aneka olahan laut segar yang bisa dimasak langsung setelah dibeli dari pedagang ikan.

Satu tradisi unik yang masih bertahan adalah sistem perdagangan yang saling percaya. Banyak toko souvenir di Hamadi yang telah beroperasi secara turun-temurun, di mana pemilik toko memiliki pengetahuan mendalam tentang asal-usul barang yang mereka jual, sehingga pembeli seringkali mendapatkan edukasi budaya secara cuma-cuma.

Tantangan dan Harapan Masa Depan

Sebagai pusat perbelanjaan utama, Pasar Hamadi menghadapi tantangan modernisasi dan kebersihan. Namun, pemerintah kota terus berupaya menjadikan kawasan ini sebagai "Creative Hub" bagi pemuda Papua. Integrasi antara pasar tradisional dengan teknologi digital, seperti mulai digunakannya pembayaran non-tunai di beberapa toko souvenir besar, menunjukkan bahwa Pasar Hamadi siap menyongsong masa depan tanpa meninggalkan akar budayanya.

Pasar Hamadi bukan sekadar tempat bertemunya penjual dan pembeli. Ia adalah simbol ketahanan ekonomi lokal, penjaga nyala api kebudayaan Papua, dan destinasi yang wajib dikunjungi bagi siapa saja yang ingin memahami jiwa dari Kota Jayapura. Menelusuri lorong-lorongnya adalah perjalanan melintasi waktu, di mana setiap barang yang dibeli membawa cerita tentang kekayaan alam dan kearifan lokal Tanah Cendrawasih.

πŸ“‹ Informasi Kunjungan

address
Jl. Perikanan, Hamadi, Jayapura Selatan
entrance fee
Gratis
opening hours
Setiap hari, 07:00 - 18:00

Tempat Menarik Lainnya di Jayapura

Tim GeoKepo

Penulis & Peneliti Konten

Tim GeoKepo adalah sekelompok penulis dan peneliti yang passionate tentang geografi Indonesia. Kami berdedikasi untuk membuat pembelajaran geografi menjadi menyenangkan dan dapat diakses oleh semua orang. Setiap artikel ditulis dengan riset mendalam untuk memastikan akurasi dan kualitas konten.

Pelajari lebih lanjut tentang tim kami
Apakah artikel ini membantu?

Jelajahi Jayapura

Pelajari lebih lanjut tentang Jayapura dan tempat-tempat menarik lainnya.

Lihat Profil Jayapura