Taman Galaksi (Gudang Tembakau Jember)
di Jember, Jawa Timur
Dipublikasikan: Januari 2025
Tentang
Jejak Emas Daun Emas: Sejarah dan Transformasi Taman Galaksi (Gudang Tembakau Jember)
Kabupaten Jember telah lama menyandang predikat sebagai "Kota Tembakau". Julukan ini bukan sekadar sematan administratif, melainkan sebuah identitas yang berakar kuat pada sejarah kolonialisme dan perkembangan ekonomi agraris di Jawa Timur. Salah satu monumen bisu yang menjadi saksi bisu kejayaan komoditas tembakau adalah kompleks yang kini dikenal sebagai Taman Galaksi, atau secara historis merupakan deretan Gudang Tembakau peninggalan era Belanda.
#
Asal Usul dan Pendirian: Era Besoeki Tabak Maatschappij
Sejarah Taman Galaksi tidak dapat dipisahkan dari kebijakan Cultuurstelsel (Tanam Paksa) dan pembukaan lahan perkebunan besar oleh pengusaha swasta Eropa pada pertengahan abad ke-19. Sekitar tahun 1850-an, George Birnie, seorang pengusaha asal Belanda, bersama rekan-rekannya mendirikan Besoeki Tabak Maatschappij (BTM). Perusahaan inilah yang mengubah lanskap Jember dari hutan belantara menjadi hamparan perkebunan tembakau Vorstenlanden dan Besuki Na-Oogst.
Gudang-gudang yang kini berdiri di kawasan Taman Galaksi dibangun secara bertahap mulai akhir abad ke-19 hingga awal abad ke-20. Fungsi utamanya adalah sebagai tempat pengeringan (droogschuur) dan pengolahan awal daun tembakau sebelum diekspor ke Bremen, Jerman, atau Amsterdam, Belanda. Lokasi Jember dipilih karena karakteristik tanah regosol dan iklimnya yang sangat cocok untuk menghasilkan tembakau cerutu kualitas dunia.
#
Arsitektur Vernakular-Kolonial yang Khas
Secara arsitektural, Gudang Tembakau di Taman Galaksi memiliki karakteristik yang sangat spesifik dan unik, yang jarang ditemukan pada bangunan kolonial perkotaan lainnya. Struktur bangunan ini merupakan perpaduan antara fungsi teknis dan adaptasi lingkungan lokal.
1. Dimensi Raksasa: Gudang-gudang ini dikenal memiliki dimensi yang sangat luas dan tinggi. Atapnya yang menjulang tinggi dirancang untuk memfasilitasi sirkulasi udara yang masif, yang sangat krusial dalam proses pengeringan daun tembakau agar tidak membusuk.
2. Material Alami: Pada masa awal pembangunannya, dinding gudang didominasi oleh anyaman bambu (gedek) dengan rangka kayu jati yang kokoh. Penggunaan bambu bukan karena alasan ekonomi semata, melainkan karena sifatnya yang berpori, memungkinkan udara mengalir secara alami dan menjaga kelembapan internal tetap stabil.
3. Atap Lipat: Atapnya umumnya menggunakan model pelana dengan kemiringan curam, sering kali dilapisi dengan rumbia atau ilalang pada awalnya, sebelum kemudian digantikan dengan seng atau asbes pada periode yang lebih modern.
4. Struktur Tanpa Paku: Salah satu fakta unik dari konstruksi kuno gudang ini adalah penggunaan sistem pasak kayu dan ikatan tali ijuk yang sangat kuat, yang memberikan fleksibilitas bangunan terhadap guncangan gempa.
#
Signifikansi Historis dalam Perdagangan Global
Taman Galaksi bukan sekadar tempat penyimpanan, melainkan simbol dari "Demam Tembakau" yang pernah melanda Eropa. Tembakau dari gudang-gudang di Jember ini pernah menjadi standar tertinggi untuk bungkus cerutu (wrapper) di pasar internasional. Peristiwa sejarah yang paling mencolok adalah bagaimana gudang-gudang ini menjadi pusat logistik selama masa transisi kekuasaan dari Belanda ke Jepang, dan kemudian dinasionalisasi oleh pemerintah Indonesia pada tahun 1958 melalui kebijakan konfrontasi terhadap Belanda.
Setelah nasionalisasi, pengelolaan gudang ini beralih ke tangan Perusahaan Perkebunan Negara (PPN), yang kemudian menjadi PTPN (Perusahaan Terbatas Perkebunan Nusantara). Nama "Taman Galaksi" sendiri muncul di era yang lebih modern ketika kawasan ini mulai dialihfungsikan dan dikembangkan sebagai ruang publik dan area komersial tanpa menghilangkan struktur asli bangunan gudangnya.
#
Tokoh dan Peristiwa Kunci
Selain George Birnie, tokoh seperti van der Tuuk juga berperan besar dalam pengembangan infrastruktur pendukung di sekitar area gudang ini. Keberadaan gudang-gudang ini juga memicu pembangunan jalur kereta api Kalisat-Panarukan untuk mengangkut hasil tembakau langsung ke pelabuhan.
Pada masa kemerdekaan, kawasan sekitar gudang tembakau di Jember sering menjadi titik kumpul para pejuang perkebunan. Buruh-buruh tembakau di sini memiliki sejarah panjang dalam gerakan serikat pekerja, yang menjadi bagian penting dari dinamika sosial-politik di Jawa Timur pada tahun 1960-an.
#
Pelestarian dan Transformasi Kontemporer
Saat ini, status Taman Galaksi (Gudang Tembakau) adalah sebagai situs warisan budaya yang dilindungi secara lokal. Tantangan terbesar dalam pelestarian gudang-gudang ini adalah materialnya yang sebagian besar terdiri dari kayu dan bambu yang rentan terhadap pelapukan dan risiko kebakaran.
Pemerintah Kabupaten Jember bersama pihak swasta telah melakukan berbagai upaya restorasi. Transformasi menjadi "Taman Galaksi" adalah upaya adaptasi agar bangunan bersejarah ini tetap relevan dengan kebutuhan zaman. Alih fungsi menjadi ruang kreatif, pusat kuliner, dan area rekreasi keluarga dilakukan dengan tetap mempertahankan fasad asli gudang. Hal ini bertujuan agar generasi muda Jember tetap memiliki keterikatan visual dengan sejarah nenek moyang mereka sebagai kaum agraris tembakau.
#
Nilai Budaya dan Edukasi
Bagi masyarakat Jember, gudang tembakau adalah simbol ketangguhan dan kemakmuran. Secara budaya, proses pengolahan tembakau di dalam gudang ini melahirkan berbagai tradisi lisan, lagu-lagu rakyat, hingga tarian Labako yang menggambarkan aktivitas para buruh tembakau.
Taman Galaksi kini berfungsi sebagai museum hidup. Wisatawan yang datang tidak hanya menikmati suasana santai, tetapi juga dapat mempelajari bagaimana Jember pernah menjadi pemain kunci dalam ekonomi global melalui selembar daun tembakau. Keunikan arsitektur gudang yang tetap dipertahankan menjadikannya objek studi penting bagi para arsitek dan sejarawan yang ingin mendalami teknik konstruksi vernakular abad ke-19.
Dengan menjaga eksistensi Gudang Tembakau Taman Galaksi, Jember tidak hanya merawat tumpukan kayu dan bambu, melainkan menjaga memori kolektif sebuah peradaban yang dibangun di atas aroma harum tembakau Besuki yang legendaris.
π Informasi Kunjungan
Tempat Menarik Lainnya di Jember
Tim GeoKepo
Penulis & Peneliti KontenTim GeoKepo adalah sekelompok penulis dan peneliti yang passionate tentang geografi Indonesia. Kami berdedikasi untuk membuat pembelajaran geografi menjadi menyenangkan dan dapat diakses oleh semua orang. Setiap artikel ditulis dengan riset mendalam untuk memastikan akurasi dan kualitas konten.
Pelajari lebih lanjut tentang tim kamiJelajahi Jember
Pelajari lebih lanjut tentang Jember dan tempat-tempat menarik lainnya.
Lihat Profil Jember