Pura Penataran Agung Lempuyang
di Karangasem, Bali
Dipublikasikan: Januari 2025
Tentang
Asal-Usul Historis dan Era Pembentukan
Secara etimologis, nama "Lempuyang" berasal dari kata "Lampu" yang berarti sinar dan "Hyang" yang berarti Tuhan. Maka, Lempuyang bermakna Sinar Suci Tuhan yang terang benderang. Catatan sejarah mengenai berdirinya pura ini dapat ditemukan dalam beberapa prasasti kuno dan naskah Lontar Kutara Kanda Dewa Purana Bangsul.
Menurut catatan tersebut, keberadaan Pura Lempuyang berkaitan erat dengan masa kedatangan Rsi Markandeya ke Bali sekitar abad ke-8 Masehi. Namun, tradisi lisan dan naskah keagamaan menyebutkan bahwa situs ini sudah ada jauh sebelum itu, bahkan sebelum pengaruh Majapahit masuk ke Bali. Pura ini diyakini dibangun atas perintah Ida Sang Hyang Parameswara untuk menjaga stabilitas Bali dari guncangan alam. Dalam kosmologi Bali, Gunung Lempuyang dianggap sebagai "pancang" timur pulau, di mana Dewa Iswara berstana untuk menjaga arah matahari terbit.
Arsitektur dan Detail Konstruksi yang Monumental
Arsitektur Pura Penataran Agung Lempuyang mencerminkan gaya Bebaturan kuno yang kemudian berkembang menjadi arsitektur Bali klasik yang rumit. Situs ini terbagi menjadi tiga zona suci yang dikenal dengan konsep Tri Mandala: Nista Mandala (jaba sisi/luar), Madya Mandala (jaba tengah), dan Utama Mandala (jeroan/dalam).
Salah satu fitur arsitektur yang paling menonjol dan menjadi simbol global adalah Candi Bentar yang menjulang tinggi di Madya Mandala. Gerbang ini memiliki simetri yang sempurna dengan latar belakang Gunung Agung yang megah. Berbeda dengan pura-pura di Bali Tengah, material yang digunakan di Lempuyang didominasi oleh batu putih dan batu padas keras yang diambil dari sekitar pegunungan Karangasem.
Menuju area Utama Mandala, pengunjung harus menaiki tangga yang diapit oleh patung naga yang sangat panjang. Naga ini melambangkan Basuki dan Anantaboga, simbol kesuburan dan stabilitas bumi. Di dalam area utama, terdapat beberapa Pelinggih Meru dengan tumpang (atap bertingkat) yang didedikasikan untuk manifestasi Tuhan sebagai penjaga mata angin.
Signifikansi Sejarah dan Peristiwa Penting
Sepanjang sejarahnya, Pura Penataran Agung Lempuyang telah menjadi saksi bisu transisi kekuasaan di Bali. Pada masa Kerajaan Karangasem mencapai puncak kejayaannya di bawah pemerintahan Raja-Raja Karangasem (seperti I Gusti Anglurah Ketut Karangasem), pura ini mendapatkan perhatian khusus sebagai pura kerajaan (Pura Dang Kahyangan).
Salah satu peristiwa sejarah yang krusial adalah saat terjadi letusan dahsyat Gunung Agung pada tahun 1963. Meskipun lokasi Lempuyang berada cukup dekat dengan zona bahaya, kompleks pura ini secara ajaib terhindar dari kerusakan fatal akibat aliran lava, meskipun tertutup abu vulkanik yang sangat tebal. Peristiwa ini semakin memperkuat keyakinan masyarakat akan kesucian dan perlindungan gaib yang menyelimuti situs ini.
Tokoh dan Periodisasi Terkait
Selain Rsi Markandeya, tokoh sejarah yang sangat berpengaruh terhadap eksistensi Pura Lempuyang adalah Mpu Kuturan yang datang pada abad ke-11. Beliau melakukan penataan ulang struktur organisasi pura dan memperkuat konsep Sad Kahyangan. Pada periode berikutnya, Dang Hyang Nirartha (juga dikenal sebagai Pedanda Sakti Wau Rauh) pada abad ke-16 juga melakukan perjalanan spiritual ke tempat ini, memberikan pembaharuan pada tata cara upacara yang hingga kini masih dipraktikkan oleh para pemangku di Lempuyang.
Upaya Pelestarian dan Restorasi
Sebagai situs cagar budaya, Pura Penataran Agung Lempuyang telah melalui berbagai tahap restorasi. Restorasi besar-besaran dilakukan secara bertahap sejak tahun 1950-an hingga 1990-an oleh pemerintah daerah Bali bersama pihak Desa Adat Purwayu. Mengingat lokasinya yang berada di perbukitan tinggi dengan tingkat kelembapan yang ekstrem, batu-batu candi sering kali mengalami pelapukan akibat pertumbuhan lumut.
Pemerintah Provinsi Bali melalui Balai Pelestarian Kebudayaan secara rutin melakukan pemantauan terhadap struktur bangunan. Salah satu tantangan pelestarian saat ini adalah manajemen beban kunjungan wisatawan yang meningkat drastis. Aturan ketat diberlakukan untuk menjaga kesucian fisik bangunan, seperti larangan duduk di atas patung atau menaiki area suci tertentu yang dapat merusak struktur batu kuno.
Signifikansi Budaya dan Kepercayaan Unik
Pura Lempuyang memiliki keunikan yang tidak dimiliki pura lain di Bali, yaitu keberadaan air suci (Tirta) yang diperoleh dari batang bambu yang tumbuh di area pura. Air ini dianggap sebagai air suci yang sangat murni dan digunakan dalam upacara-upacara besar di seluruh Bali.
Secara sosiologis, Pura Penataran Agung Lempuyang merupakan pusat dari "Pujawali" atau festival keagamaan besar yang jatuh setiap enam bulan sekali (berdasarkan kalender Bali) pada hari Kamis Umanis Dungulan. Pada saat itu, ribuan umat Hindu dari seluruh penjuru Indonesia akan mendaki ribuan anak tangga menuju puncak sebagai bentuk tapa brata dan penghormatan kepada Sang Hyang Iswara.
Fakta Sejarah Unik
Satu fakta unik yang jarang diketahui adalah bahwa kompleks Lempuyang sebenarnya terdiri dari tujuh pura yang berbeda yang tersebar dari kaki hingga puncak gunung. Pura Penataran Agung hanyalah pura pertama. Untuk mencapai pura tertinggi, yaitu Pura Lempuyang Luhur, seseorang harus mendaki sekitar 1.700 anak tangga. Pendakian ini secara historis dianggap sebagai simbol perjalanan jiwa menuju pencerahan, di mana rintangan fisik berupa tangga melambangkan kesulitan hidup yang harus dilalui untuk mencapai kedekatan dengan Sang Pencipta.
Dengan sejarah yang membentang lebih dari satu milenium, Pura Penataran Agung Lempuyang tetap berdiri kokoh sebagai identitas kultural masyarakat Karangasem dan simbol keteguhan iman masyarakat Bali. Keberadaannya menghubungkan masa lalu prasejarah, era kerajaan Hindu, hingga masa modern sebagai mercusuar spiritual di ufuk timur.
📋 Informasi Kunjungan
Tempat Menarik Lainnya di Karangasem
Tim GeoKepo
Penulis & Peneliti KontenTim GeoKepo adalah sekelompok penulis dan peneliti yang passionate tentang geografi Indonesia. Kami berdedikasi untuk membuat pembelajaran geografi menjadi menyenangkan dan dapat diakses oleh semua orang. Setiap artikel ditulis dengan riset mendalam untuk memastikan akurasi dan kualitas konten.
Pelajari lebih lanjut tentang tim kamiJelajahi Karangasem
Pelajari lebih lanjut tentang Karangasem dan tempat-tempat menarik lainnya.
Lihat Profil Karangasem