Situs Sejarah

Monumen Kebulatan Tekad Rengasdengklok

di Karawang, Jawa Barat

Dipublikasikan: Januari 2025

Tentang

Latar Belakang Sejarah dan Peristiwa Rengasdengklok

Sejarah Monumen Kebulatan Tekad tidak dapat dipisahkan dari peristiwa penculikan Soekarno dan Mohammad Hatta oleh golongan muda. Pada pertengahan Agustus 1945, terjadi perdebatan sengit antara golongan tua yang ingin menunggu keputusan Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) dan golongan muda yang mendesak proklamasi segera dilakukan setelah kekalahan Jepang dari Sekutu.

Pada dini hari tanggal 16 Agustus 1945, tokoh pemuda seperti Chaerul Saleh, Sukarni, dan Wikana membawa Soekarno dan Hatta ke Rengasdengklok. Pemilihan lokasi ini didasarkan pada pertimbangan strategis militer; Rengasdengklok merupakan wilayah yang aman karena dijaga ketat oleh kompi PETA di bawah pimpinan Shudanco Singgih. Di sinilah, di sebuah rumah milik seorang petani bernama Djiaw Kie Siong, naskah proklamasi mulai dirumuskan sebelum akhirnya dibawa kembali ke Jakarta. Monumen ini dibangun tepat di atas bekas markas kompi PETA tersebut untuk mengabadikan "Kebulatan Tekad" para pejuang untuk merdeka tanpa campur tangan Jepang.

Arsitektur dan Simbolisme Konstruksi

Diresmikan pada tahun 1950, Monumen Kebulatan Tekad memiliki gaya arsitektur yang sarat akan simbolisme nasionalisme. Struktur utamanya berdiri di atas landasan berbentuk segi lima yang melambangkan lima sila dalam Pancasila. Di tengah area monumen, terdapat tugu yang puncaknya dihiasi dengan simbol kepalan tangan kiri yang menggenggam erat. Simbol kepalan tangan ini merupakan representasi dari tekad bulat dan semangat perjuangan rakyat yang tak tergoyahkan untuk meraih kemerdekaan.

Pada bagian dinding belakang monumen, terdapat relief yang menceritakan kronologi peristiwa kemerdekaan. Relief ini tidak dibuat secara sembarang; urutannya dimulai dari penderitaan rakyat di masa penjajahan, pembentukan PETA, proses penculikan ke Rengasdengklok, hingga puncaknya pada pembacaan teks proklamasi 17 Agustus 1945 di Jakarta.

Selain itu, terdapat empat bola beton besar yang ditempatkan di empat penjuru monumen. Bola-bola ini melambangkan persatuan dari seluruh penjuru mata angin Indonesia. Keunikan konstruksinya terletak pada penggunaan material lokal yang kokoh, mencerminkan kekuatan rakyat Karawang dalam mendukung perjuangan nasional.

Tokoh-Tokoh Sentral di Rengasdengklok

Selain Soekarno dan Hatta, monumen ini menghormati peran tokoh-tokoh lokal dan nasional yang seringkali luput dari buku sejarah populer. Shudanco Singgih adalah sosok kunci yang menjamin keamanan selama Soekarno-Hatta berada di Rengasdengklok. Keberadaan Ahmad Soebardjo juga sangat krusial; beliau adalah tokoh golongan tua yang menjemput Soekarno-Hatta dan memberikan jaminan dengan nyawanya sendiri bahwa proklamasi akan dilaksanakan paling lambat tanggal 17 Agustus 1945 pukul 12.00 WIB.

Situs ini juga secara tidak langsung menghormati peran etnis Tionghoa dalam perjuangan kemerdekaan melalui sosok Djiaw Kie Siong. Meski rumah aslinya kini telah dipindahkan karena ancaman abrasi Sungai Citarum, sejarah mencatat bahwa rumahnyalah yang menjadi tempat peristirahat Bung Karno dan Bung Hatta selama berada di Rengasdengklok.

Signifikansi Historis dan Fakta Unik

Satu fakta unik yang membedakan Monumen Kebulatan Tekad dengan monumen lainnya adalah lokasinya yang berada di "daerah otonom" pertama setelah Jepang menyerah. Sebelum Jakarta menyatakan kemerdekaan, Rengasdengklok secara de facto sudah terbebas dari kekuasaan Jepang karena tentara PETA di sana berhasil melucuti senjata tentara Jepang. Oleh karena itu, Rengasdengklok sering dijuluki sebagai "Kota Pangkal Perjuangan".

Monumen ini juga menjadi pengingat bahwa kemerdekaan Indonesia bukanlah "hadiah" dari pemerintah Jepang melalui PPKI, melainkan hasil tekanan dan aksi nyata dari gerakan bawah tanah para pemuda. Tanpa peristiwa di Rengasdengklok, format dan waktu proklamasi mungkin akan sangat berbeda.

Status Pelestarian dan Konservasi

Saat ini, Monumen Kebulatan Tekad dikelola oleh Pemerintah Kabupaten Karawang melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata. Statusnya sebagai Cagar Budaya nasional menjadikannya objek vital dalam edukasi sejarah bagi generasi muda. Upaya restorasi terus dilakukan, terutama pada bagian relief dan perawatan taman di sekitar monumen agar tetap asri dan layak dikunjungi.

Meskipun telah mengalami beberapa kali renovasi kecil untuk menjaga kekokohan struktur betonnya, keaslian desain dan tata letak monumen tetap dipertahankan sesuai dengan bentuk aslinya saat dibangun di era awal kemerdekaan. Pemerintah daerah juga rutin mengadakan upacara peringatan setiap tanggal 16 Agustus malam di lokasi ini untuk mengenang detik-detik menjelang proklamasi.

Peran Sosial dan Budaya bagi Masyarakat Karawang

Bagi masyarakat Karawang, Monumen Kebulatan Tekad bukan hanya objek wisata sejarah, tetapi juga identitas daerah. Keberadaan monumen ini mempertegas peran Karawang sebagai lumbung pangan sekaligus lumbung perjuangan. Secara budaya, monumen ini menjadi ruang publik di mana nilai-nilai patriotisme ditanamkan kepada siswa sekolah dan mahasiswa melalui kunjungan edukatif.

Secara keseluruhan, Monumen Kebulatan Tekad Rengasdengklok adalah monumen yang merayakan keberanian untuk mengambil risiko demi kedaulatan. Ia berdiri untuk memperingati sebuah momen singkat namun menentukan, di mana perbedaan pendapat antara generasi tua dan muda disatukan oleh satu tujuan luhur: Indonesia Merdeka.

πŸ“‹ Informasi Kunjungan

address
Jl. Raya Rengasdengklok, Karawang
entrance fee
Sukarela
opening hours
Setiap hari, 08:00 - 16:00

Tempat Menarik Lainnya di Karawang

Tim GeoKepo

Penulis & Peneliti Konten

Tim GeoKepo adalah sekelompok penulis dan peneliti yang passionate tentang geografi Indonesia. Kami berdedikasi untuk membuat pembelajaran geografi menjadi menyenangkan dan dapat diakses oleh semua orang. Setiap artikel ditulis dengan riset mendalam untuk memastikan akurasi dan kualitas konten.

Pelajari lebih lanjut tentang tim kami
Apakah artikel ini membantu?

Jelajahi Karawang

Pelajari lebih lanjut tentang Karawang dan tempat-tempat menarik lainnya.

Lihat Profil Karawang