Wisata Alam

Gunung Api Bawah Laut Mahangetang

di Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara

Dipublikasikan: Januari 2025

Tentang

Karakteristik Geologi dan Keajaiban Alam

Gunung Api Mahangetang adalah bagian dari rangkaian cincin api Pasifik yang masih aktif. Berbeda dengan gunung api pada umumnya yang menjulang tinggi ke angkasa, puncak Banua Wuhu berada hanya sekitar 4 hingga 8 meter di bawah permukaan laut saat air sedang surut. Gunung ini memiliki ketinggian sekitar 400 meter jika diukur dari dasar laut, namun bagian puncaknya yang landai menjadikannya destinasi selam yang sangat eksotis.

Ciri khas utama yang membedakan Mahangetang dari destinasi bahari lainnya adalah keberadaan kolom gelembung udara yang terus-menerus keluar dari celah-celah bebatuan di dasar laut. Gelembung-gelembung ini adalah gas belerang yang dilepaskan oleh aktivitas vulkanik di bawahnya. Fenomena ini menciptakan pemandangan yang serupa dengan "sampanye di bawah laut," di mana penyelam merasa seolah-olah sedang berenang di dalam gelas raksasa berisi air berkarbonasi. Suhu air di sekitar titik-titik keluarnya gas ini pun terasa lebih hangat, berkisar antara 37 hingga 40 derajat Celcius, memberikan sensasi spa alami di tengah dinginnya air laut.

Biodiversitas dan Ekosistem yang Tangguh

Meskipun berada di area vulkanik yang aktif dengan kandungan belerang yang tinggi, ekosistem di sekitar Mahangetang justru menunjukkan ketahanan yang luar biasa. Terumbu karang di sini tumbuh subur, menutupi lereng-lereng gunung bawah laut dengan formasi yang dramatis. Anda dapat menemukan berbagai jenis hard coral dan soft coral yang telah beradaptasi dengan kondisi lingkungan yang ekstrem.

Kehadiran gas vulkanik ternyata tidak menyurutkan keberagaman hayati. Penyelam seringkali berpapasan dengan kawanan ikan pelagis, kura-kura, dan berbagai jenis ikan karang warna-warni seperti nudibranch, ikan badut, dan moorish idol. Kontras antara bebatuan vulkanik yang gelap keabu-abuan dengan cerahnya warna-warni terumbu karang menciptakan estetika visual yang sangat kontras dan artistik, menjadikannya surga bagi para fotografer bawah air.

Pengalaman dan Aktivitas Luar Ruangan

Daya tarik utama Mahangetang tentu saja adalah diving (penyelaman) dan snorkeling. Bagi para penyelam profesional, menjelajahi lereng Banua Wuhu memberikan tantangan tersendiri karena adanya arus laut yang kadang cukup kuat. Menjelajahi formasi batuan beku yang terbentuk dari lava yang membeku ribuan tahun lalu memberikan perspektif baru tentang bagaimana bumi terbentuk.

Bagi mereka yang lebih memilih snorkeling, kejernihan air di sekitar Pulau Mahangetang memungkinkan Anda melihat gelembung-gelembung gas yang naik ke permukaan dengan sangat jelas dari atas. Selain itu, pengunjung dapat menikmati keindahan pesisir Pulau Mahangetang yang memiliki pasir putih bersih dan vegetasi kelapa yang rimbun. Kehidupan masyarakat nelayan lokal di pulau ini juga memberikan nuansa wisata budaya yang autentik, di mana keramahan penduduk Sangihe akan menyambut setiap tamu yang datang.

Salah satu pengalaman unik yang sering dilakukan wisatawan adalah mencoba merasakan hangatnya air di titik-titik tertentu. Namun, pengunjung diingatkan untuk tetap berhati-hati dan selalu mengikuti instruksi pemandu lokal, karena di beberapa titik suhu air bisa menjadi sangat panas dan berbahaya bagi kulit jika bersentuhan langsung dengan sumber gas.

Waktu Terbaik untuk Berkunjung

Untuk mendapatkan pengalaman maksimal, waktu terbaik mengunjungi Gunung Api Bawah Laut Mahangetang adalah pada musim kemarau, yakni antara bulan April hingga Oktober. Pada periode ini, kondisi laut cenderung tenang dengan visibilitas bawah air yang sangat baik, bisa mencapai 20 hingga 30 meter.

Hindari berkunjung pada musim barat (Desember-Februari) karena gelombang laut di perairan Sangihe bisa menjadi sangat tinggi, yang mana hal ini menyulitkan akses kapal menuju lokasi dan mengurangi tingkat keamanan saat menyelam. Selain itu, sangat disarankan untuk melakukan penyelaman saat pagi hari ketika sinar matahari menembus air secara optimal, sehingga pendaran cahaya pada gelembung vulkanik terlihat lebih memukau.

Konservasi dan Perlindungan Lingkungan

Sebagai kawasan yang memiliki nilai geologi dan biologi yang tinggi, kelestarian Mahangetang sangat bergantung pada kesadaran para wisatawan. Ekosistem karang di sini sangat sensitif terhadap sentuhan fisik dan polusi. Wisatawan sangat dilarang untuk menyentuh, menginjak, atau mengambil bagian apa pun dari terumbu karang maupun batuan vulkanik.

Pemerintah daerah Kepulauan Sangihe bersama masyarakat lokal terus berupaya menjaga kebersihan perairan ini dari sampah plastik. Wisatawan diharapkan membawa kembali sampah mereka dan tidak membuang sisa-sisa makanan ke laut yang dapat mengganggu keseimbangan nutrisi bagi biota laut setempat. Status Mahangetang sebagai situs warisan alam dunia non-resmi menuntut tanggung jawab bersama untuk menjaga keasliannya.

Aksesibilitas dan Fasilitas

Menuju Gunung Api Bawah Laut Mahangetang memerlukan perjalanan yang cukup panjang namun sepadan. Perjalanan dimulai dari Manado, ibu kota Sulawesi Utara. Anda dapat menggunakan pesawat terbang menuju Bandara Naha di Tahuna (ibu kota Kepulauan Sangihe) atau menggunakan kapal feri cepat dari Pelabuhan Manado dengan waktu tempuh sekitar 6-8 jam.

Dari Tahuna, perjalanan dilanjutkan dengan menyewa kapal motor nelayan menuju Pulau Mahangetang, yang memakan waktu sekitar 1,5 hingga 2 jam perjalanan laut. Karena lokasinya yang terpencil, fasilitas di sekitar gunung bawah laut masih sangat terbatas. Sangat disarankan untuk membawa peralatan selam atau snorkeling sendiri atau menyewanya di Tahuna sebelum berangkat.

Untuk akomodasi, wisatawan dapat menginap di hotel atau penginapan di kota Tahuna. Namun, bagi yang ingin merasakan pengalaman lebih dekat dengan alam, beberapa rumah penduduk di Pulau Mahangetang menyediakan konsep homestay sederhana. Pastikan Anda membawa persediaan air minum dan tabung oksigen yang cukup jika berencana melakukan penyelaman berkali-kali, karena tidak ada fasilitas pengisian tabung di pulau tersebut.

Gunung Api Bawah Laut Mahangetang adalah bukti nyata keagungan alam Nusantara. Ia adalah pertemuan antara kekuatan api dari perut bumi dan ketenangan air samudra, sebuah destinasi yang wajib dikunjungi bagi para pecinta alam sejati yang mencari sisi lain dari keindahan bawah laut Indonesia.

πŸ“‹ Informasi Kunjungan

address
Perairan Pulau Mahangetang, Kepulauan Sangihe
entrance fee
Biaya sewa kapal mulai dari Rp 500.000
opening hours
Tergantung kondisi cuaca dan arus laut

Tempat Menarik Lainnya di Kepulauan Sangihe

Tim GeoKepo

Penulis & Peneliti Konten

Tim GeoKepo adalah sekelompok penulis dan peneliti yang passionate tentang geografi Indonesia. Kami berdedikasi untuk membuat pembelajaran geografi menjadi menyenangkan dan dapat diakses oleh semua orang. Setiap artikel ditulis dengan riset mendalam untuk memastikan akurasi dan kualitas konten.

Pelajari lebih lanjut tentang tim kami
Apakah artikel ini membantu?

Jelajahi Kepulauan Sangihe

Pelajari lebih lanjut tentang Kepulauan Sangihe dan tempat-tempat menarik lainnya.

Lihat Profil Kepulauan Sangihe