Situs Sejarah

Makam Sunan Drajat

di Lamongan, Jawa Timur

Dipublikasikan: Januari 2025

Tentang

Asal-usul Historis dan Sosok Raden Qasim

Raden Qasim adalah putra bungsu dari Sunan Ampel (Raden Rahmat) dan Dewi Condrowati (Nyai Ageng Manila). Ia lahir sekitar tahun 1470 Masehi dan merupakan adik kandung dari Sunan Bonang. Setelah menyelesaikan pendidikan agama di bawah bimbingan ayahnya di Ampeldenta, Raden Qasim ditugaskan untuk berdakwah di pesisir utara Lamongan.

Awalnya, beliau menetap di Desa Banjaranyar, namun kemudian berpindah ke wilayah yang lebih tinggi yang kini dikenal sebagai Desa Drajat. Tanah tersebut merupakan hadiah dari Kerajaan Demak sebagai bentuk apresiasi atas keberhasilannya dalam mengislamkan masyarakat pesisir serta kemampuannya dalam menata kehidupan sosial masyarakat. Sunan Drajat mendirikan padepokan atau pesantren di atas bukit yang disebut "Dalem Duwur", yang kini menjadi lokasi kompleks pemakamannya. Beliau wafat pada tahun 1522 Masehi dan dimakamkan di tempat perjuangan terakhirnya tersebut.

Karakteristik Arsitektur dan Tata Ruang Situs

Situs Makam Sunan Drajat menampilkan gaya arsitektur transisi yang memukau antara estetika Hindu-Buddha dari era Majapahit dengan nilai-nilai filosofis Islam. Kompleks ini dibangun di atas lahan berundak-undak yang terdiri dari tujuh level atau teras, yang mencerminkan tingkatan spiritualitas dalam ajaran tasawuf.

1. Gapura dan Pagar Pembatas: Struktur bangunan di situs ini didominasi oleh penggunaan batu putih dan bata merah tanpa semen, menggunakan teknik gosok. Gapura berbentuk Bentur dan Paduraksa menyambut pengunjung di setiap tingkatan, mirip dengan struktur pura di Bali, namun dihiasi dengan ukiran motif bunga dan sulur-suluran yang menghindari penggambaran makhluk hidup secara realistis.

2. Cungkup Utama: Makam Sunan Drajat berada di teras tertinggi (ketujuh). Cungkup atau bangunan pelindung makam merupakan struktur kayu jati yang sangat megah dengan ukiran khas "Pesisiran". Keunikan utama terletak pada dekorasi piringan keramik dari Dinasti Ming dan Qing yang ditempelkan pada dinding-dinding kayu dan batu, menunjukkan adanya hubungan dagang dan budaya dengan Tiongkok pada masa itu.

3. Filosofi Trap-Tujuh: Penggunaan tujuh tingkatan ini tidak hanya mengikuti kontur alam bukit Drajat, tetapi juga melambangkan tujuh martabat kemanusiaan dalam mencapai kesempurnaan di hadapan Sang Pencipta.

Signifikansi Sejarah dan Ajaran "Catur Piwulang"

Sunan Drajat dikenal sebagai tokoh yang menekankan dakwah melalui jalur sosial-ekonomi dan seni. Berbeda dengan beberapa anggota Walisongo lainnya yang lebih fokus pada aspek politik atau teologi murni, Sunan Drajat sangat memperhatikan kesejahteraan rakyatnya. Beliau dikenal sebagai pelopor jaminan sosial pada masanya.

Salah satu fakta sejarah yang unik adalah adanya "Catur Piwulang" (Empat Ajaran) yang dipahat pada relief di kompleks makam ini:

  • Menehono teken marang wong kang wuto (Berilah tongkat pada orang buta).
  • Menehono mangan marang wong kang luwe (Berilah makan pada orang lapar).
  • Menehono busono marang wong kang wuda (Berilah pakaian pada orang telanjang).
  • Menehono iyupan marang wong kang kodanan (Berilah tempat berteduh pada orang kehujanan).

Ajaran ini mencerminkan etos kerja dan kepedulian sosial yang sangat tinggi, yang membuat Islam diterima dengan damai oleh masyarakat Lamongan tanpa paksaan.

Benda Cagar Budaya dan Gamelan Singo Mengkok

Di dalam kompleks makam, terdapat sebuah museum yang menyimpan berbagai artefak penting. Salah satu koleksi yang paling bersejarah adalah Gamelan Singo Mengkok. Gamelan ini digunakan oleh Sunan Drajat sebagai media dakwah. Nama "Singo Mengkok" merujuk pada bentuk fisik instrumen yang menyerupai singa yang sedang membungkuk atau menahan diri. Arsitektur gamelan ini melambangkan penaklukan nafsu kehewanan oleh kearifan manusia. Penggunaan musik sebagai media dakwah menunjukkan betapa cairnya Sunan Drajat dalam memadukan budaya Jawa dengan pesan-pesan tauhid.

Selain gamelan, museum juga menyimpan naskah daun lontar, perlengkapan rumah tangga dari perunggu, dan Al-Qur'an kuno yang ditulis tangan di atas kertas kulit.

Upaya Pelestarian dan Status Situs

Makam Sunan Drajat telah ditetapkan sebagai Situs Cagar Budaya Nasional. Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) wilayah XI secara rutin melakukan upaya konservasi. Restoran besar-besaran pernah dilakukan pada tahun 1992-1994 untuk memperkuat struktur bangunan yang mulai rapuh akibat usia dan faktor alam.

Pembangunan Museum Sunan Drajat yang representatif di dekat kompleks makam merupakan langkah strategis untuk memisahkan antara kegiatan ziarah (religius) dengan kegiatan studi sejarah (edukasi). Hal ini bertujuan agar artefak-artefak berharga tetap terjaga kelembabannya dan terhindar dari kerusakan fisik akibat sentuhan pengunjung yang masif.

Peran Religius dan Budaya di Era Modern

Hingga saat ini, Makam Sunan Drajat tetap menjadi pusat gravitasi spiritual di Jawa Timur. Setiap tahun, khususnya pada bulan Muharram dan Syawal, ribuan peziarah datang dari berbagai penjuru nusantara. Kehadiran situs ini juga menggerakkan ekonomi lokal masyarakat Paciran melalui sektor pariwisata religi dan industri kreatif kerajinan tangan.

Keunikan sejarah Sunan Drajat terletak pada kemampuannya menyinkronkan antara ketaatan agama dengan kemandirian finansial. Beliau tidak hanya meninggalkan sebuah makam yang indah secara arsitektural, tetapi juga sebuah tatanan nilai tentang pentingnya kedermawanan sosial. Situs ini menjadi pengingat bahwa sejarah Islam di Nusantara dibangun di atas fondasi kasih sayang, seni yang adiluhung, dan penghormatan terhadap martabat kemanusiaan.

πŸ“‹ Informasi Kunjungan

address
Desa Drajat, Kec. Paciran, Kabupaten Lamongan
entrance fee
Gratis (infak sukarela)
opening hours
24 Jam

Tempat Menarik Lainnya di Lamongan

Tim GeoKepo

Penulis & Peneliti Konten

Tim GeoKepo adalah sekelompok penulis dan peneliti yang passionate tentang geografi Indonesia. Kami berdedikasi untuk membuat pembelajaran geografi menjadi menyenangkan dan dapat diakses oleh semua orang. Setiap artikel ditulis dengan riset mendalam untuk memastikan akurasi dan kualitas konten.

Pelajari lebih lanjut tentang tim kami
Apakah artikel ini membantu?

Jelajahi Lamongan

Pelajari lebih lanjut tentang Lamongan dan tempat-tempat menarik lainnya.

Lihat Profil Lamongan