Situs Sejarah

Situs Purbakala Pugung Raharjo

di Lampung Timur, Lampung

Dipublikasikan: Januari 2025

Tentang

Situs Purbakala Pugung Raharjo: Jejak Kontinuitas Peradaban di Lampung Timur

Situs Purbakala Pugung Raharjo merupakan salah satu kompleks arkeologi paling unik dan signifikan di Indonesia. Terletak di Desa Pugung Raharjo, Kecamatan Sekampung Udik, Kabupaten Lampung Timur, situs ini berdiri sebagai bukti nyata adanya kesinambungan budaya yang jarang terputus, mulai dari zaman prasejarah (Megalitikum), masa pengaruh Hindu-Buddha, hingga masuknya pengaruh Islam. Luas situs yang mencapai sekitar 30 hektar ini dikelilingi oleh benteng tanah yang ikonik, menciptakan sebuah lanskap sejarah yang memukau di tengah perkebunan warga.

#

Sejarah Penemuan dan Asal-Usul

Penemuan situs ini terjadi secara tidak sengaja pada tahun 1957 oleh para transmigran yang sedang membuka lahan hutan. Kelompok transmigran yang dipimpin oleh Barnaba Saplo, seorang warga lokal, menemukan susunan batu-batu besar dan gundukan tanah yang tidak lazim. Temuan awal ini kemudian dilaporkan kepada dinas purbakala, yang segera melakukan penelitian intensif mulai tahun 1973 oleh Lembaga Purbakala dan Peninggalan Nasional (kini Pusat Arkeologi Nasional).

Secara kronologis, Pugung Raharjo diperkirakan mulai dihuni sejak abad ke-1 hingga abad ke-16 Masehi. Keunikan utama situs ini adalah sifat "sinkretis" kronologinya; di mana peninggalan dari zaman batu besar (Megalitikum) tetap digunakan dan dikembangkan bahkan ketika masyarakatnya sudah mengenal kebudayaan India (Hindu-Buddha) dan pengaruh Islam dari Kesultanan Banten.

#

Arsitektur dan Detail Konstruksi

Arsitektur Pugung Raharjo didominasi oleh penggunaan material lokal berupa batu andesit dan tanah. Struktur yang paling menonjol adalah Punden Berundak. Terdapat beberapa punden di kompleks ini, yang terbesar memiliki beberapa tingkat yang melambangkan penghormatan kepada arwah leluhur. Bentuk punden ini mencerminkan struktur bangunan suci asli Nusantara sebelum mendapat pengaruh arsitektur candi dari India.

Selain punden, karakteristik unik lainnya adalah adanya Benteng Parit. Terdapat dua lapis benteng tanah (Benteng Luar dan Benteng Dalam) dengan panjang total mencapai ribuan meter. Di antara gundukan tanah tersebut terdapat parit yang dulunya kemungkinan besar diisi air. Fungsi benteng ini bersifat ganda: sebagai sistem pertahanan militer terhadap serangan luar dan sebagai sistem drainase atau irigasi untuk area pemukiman di dalamnya.

Di dalam kompleks juga ditemukan Batu Mayat, sebuah formasi batu megalit yang disusun sedemikian rupa sehingga menyerupai bentuk manusia yang sedang berbaring, serta Batu Berlubang dan Menhir yang berfungsi sebagai sarana upacara pemujaan.

#

Signifikansi Sejarah dan Periode Budaya

Situs Pugung Raharjo menjadi laboratorium sejarah yang sangat penting karena menyatukan tiga periode besar dalam satu lokasi:

1. Era Megalitikum: Ditandai dengan keberadaan menhir, dolmen, dan punden berundak. Ini menunjukkan bahwa masyarakat awal di Lampung Timur memiliki organisasi sosial yang cukup maju untuk membangun struktur monumen besar.

2. Era Hindu-Buddha: Penemuan arca Bodhisatwa dan Prasasti Dalung menunjukkan bahwa situs ini sempat menjadi pusat kegiatan keagamaan atau setidaknya memiliki hubungan dagang dan politik dengan kerajaan-kerajaan besar di Jawa dan Sumatera (seperti Sriwijaya).

3. Era Islam: Ditemukannya batu nisan tipe Aceh dan artefak keramik dari dinasti Ming dan Sung menunjukkan bahwa Pugung Raharjo tetap menjadi pusat pemukiman aktif hingga masa penyebaran Islam melalui jalur perdagangan Selat Sunda.

Salah satu fakta unik adalah penemuan Arca Polinesia, yang menunjukkan karakteristik seni rupa lokal yang sangat kuat, membedakannya dari gaya arca klasik yang ditemukan di Jawa Tengah atau Jawa Timur.

#

Tokoh dan Peristiwa Terkait

Meskipun tidak ditemukan catatan tertulis spesifik mengenai nama raja yang memerintah di Pugung Raharjo, para arkeolog berpendapat bahwa situs ini merupakan pusat dari sebuah kedatuan atau kerajaan lokal kecil yang mandiri namun memiliki koneksi maritim yang luas. Hubungan dengan Kesultanan Banten di seberang Selat Sunda sangat terasa pada lapisan budaya yang lebih muda, di mana Pugung Raharjo berperan sebagai pemasok komoditas lada yang sangat berharga pada masa itu.

Keberadaan benda-benda dari Tiongkok, Thailand, dan Vietnam di situs ini membuktikan bahwa masyarakat Pugung Raharjo merupakan entitas yang kosmopolitan. Mereka tidak terisolasi di pedalaman Lampung, melainkan menjadi bagian penting dari jaringan perdagangan global di Nusantara.

#

Kepentingan Religius dan Budaya

Bagi masyarakat Lampung kuno, Pugung Raharjo adalah tempat yang sakral. Punden berundak difungsikan sebagai media komunikasi antara dunia manusia dan dunia roh leluhur. Air yang mengalir di parit-parit sekitar benteng juga diyakini memiliki nilai kesucian. Bahkan hingga saat ini, lokasi yang disebut Sumber Air Awet Muda di dalam kompleks situs masih sering dikunjungi wisatawan karena dipercaya memiliki khasiat spiritual.

Secara budaya, situs ini mencerminkan konsep "Open Air Museum" atau museum terbuka. Tata letak bangunan yang mengikuti kontur alam menunjukkan kearifan lokal dalam mengelola lingkungan hidup, di mana mereka membangun peradaban tanpa merusak ekosistem hutan secara masif.

#

Upaya Pelestarian dan Restorasi

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan secara konsisten melakukan pemugaran sejak tahun 1977 hingga 1984. Pemugaran difokuskan pada penguatan struktur punden berundak dan pembersihan area benteng tanah agar tidak tergerus erosi. Saat ini, Situs Purbakala Pugung Raharjo dikelola oleh Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah VII.

Tantangan utama dalam pelestarian situs ini adalah integrasi dengan lahan pertanian warga di sekitarnya. Namun, kesadaran masyarakat Desa Pugung Raharjo terhadap pentingnya warisan sejarah ini sangat tinggi, sehingga situs tetap terjaga dari aksi vandalisme atau pencurian artefak. Sebuah museum kecil (Rumah Informasi) telah dibangun di lokasi untuk menyimpan artefak-artefak kecil seperti fragmen keramik, manik-manik, dan mata uang kuno yang ditemukan di area tersebut.

#

Kesimpulan Fakta Unik

Situs Purbakala Pugung Raharjo adalah anomali sejarah yang indah. Di tempat ini, kita bisa melihat bagaimana sebuah benteng pertahanan tanah yang dibangun ribuan tahun lalu tetap berdiri kokoh, bersanding dengan arca Buddha yang tenang dan batu-batu megalit yang purba. Situs ini bukan sekadar tumpukan batu, melainkan naskah sejarah yang tertulis di atas tanah Lampung, menceritakan tentang ketangguhan, religiositas, dan keterbukaan sebuah peradaban terhadap perubahan zaman. Sebagai salah satu situs megalitik terlengkap di Indonesia, Pugung Raharjo tetap menjadi identitas kebanggaan masyarakat Lampung Timur dan sumber ilmu pengetahuan yang tak habis digali.

πŸ“‹ Informasi Kunjungan

address
Desa Pugung Raharjo, Sekampung Udik, Lampung Timur
entrance fee
Rp 5.000 - Rp 10.000
opening hours
Setiap hari, 07:00 - 17:00

Tempat Menarik Lainnya di Lampung Timur

Tim GeoKepo

Penulis & Peneliti Konten

Tim GeoKepo adalah sekelompok penulis dan peneliti yang passionate tentang geografi Indonesia. Kami berdedikasi untuk membuat pembelajaran geografi menjadi menyenangkan dan dapat diakses oleh semua orang. Setiap artikel ditulis dengan riset mendalam untuk memastikan akurasi dan kualitas konten.

Pelajari lebih lanjut tentang tim kami
Apakah artikel ini membantu?

Jelajahi Lampung Timur

Pelajari lebih lanjut tentang Lampung Timur dan tempat-tempat menarik lainnya.

Lihat Profil Lampung Timur