Tugu Payan Mas
di Lampung Utara, Lampung
Dipublikasikan: Januari 2025
Tentang
Kemegahan Tugu Payan Mas: Simbol Identitas dan Estetika Arsitektur Lampung Utara
Tugu Payan Mas bukan sekadar monumen fisik yang berdiri di jantung Kotabumi, ibu kota Kabupaten Lampung Utara. Ia merupakan manifestasi visual dari falsafah hidup masyarakat Lampung, sebuah titik temu antara nilai-nilai tradisional dan estetika modern yang mendefinisikan wajah kota. Sebagai ikon yang paling terkemuka di tanah Ragem Tunas Lampung, Tugu Payan Mas menyimpan narasi mendalam mengenai keberanian, persatuan, dan kehormatan.
#
Filosofi Arsitektur dan Desain Visual
Secara etimologis, "Payan Mas" berasal dari bahasa Lampung yang berarti "Tombak Emas". Nama ini secara langsung menentukan karakter visual utama dari monumen tersebut. Struktur bangunan ini didominasi oleh sembilan replika tombak raksasa yang tegak menjulang ke arah langit. Sembilan tombak ini bukan sekadar elemen dekoratif; angka sembilan merepresentasikan sembilan Buay atau klan besar dalam masyarakat adat Lampung yang dikenal dengan istilah Abung Siwo Mego.
Desain arsitekturnya mengadopsi prinsip vertikalitas yang kuat, menciptakan kesan megah dan berwibawa. Setiap tombak memiliki detail ornamen yang menyerupai ukiran tradisional Lampung, dengan ujung tombak berwarna emas yang berkilau di bawah sinar matahari. Penggunaan warna emas melambangkan kemuliaan, kemakmuran, dan kejayaan masa lalu yang ingin dipertahankan hingga masa depan.
#
Detail Konstruksi dan Struktur
Pembangunan Tugu Payan Mas dilakukan dengan perencanaan yang matang untuk memastikan ia menjadi landmark yang tahan lama. Struktur utamanya menggunakan beton bertulang berkualitas tinggi untuk menopang beban sembilan tombak yang memiliki dimensi cukup besar. Bagian dasar tugu dirancang dalam bentuk lingkaran yang simetris, menciptakan ruang terbuka di sekelilingnya yang memungkinkan aliran lalu lintas di persimpangan utama Kotabumi tetap lancar.
Salah satu inovasi struktur yang unik adalah integrasi sistem pencahayaan dan air mancur di sekitar dasar tugu. Pada malam hari, lampu sorot yang ditempatkan secara strategis mengarah ke ujung tombak emas, menciptakan efek dramatis yang mempertegas siluet tugu di tengah kegelapan. Detail ornamen pada bagian bodi tugu juga menyertakan motif Pucuk Rebung, sebuah pola geometris khas Lampung yang melambangkan pertumbuhan dan harapan.
#
Signifikansi Budaya dan Sosial
Bagi masyarakat Lampung Utara, Tugu Payan Mas adalah simbol keberanian. Tombak atau Payan secara historis merupakan senjata tradisional yang digunakan oleh para ksatria dan bangsawan Lampung untuk melindungi wilayah dan harga diri keluarga. Dengan mengangkat tombak sebagai elemen arsitektur utama, tugu ini mengingatkan warga akan warisan leluhur mereka sebagai pelindung nilai-nilai kebenaran.
Secara sosial, tugu ini berfungsi sebagai "Titik Nol" atau pusat orientasi geografis dan psikologis bagi warga. Keberadaan sembilan tombak yang menyatu dalam satu fondasi tugu juga menyampaikan pesan kuat tentang persatuan di tengah keberagaman suku dan golongan yang ada di Lampung Utara. Ia adalah pengingat bahwa meskipun berasal dari latar belakang Buay yang berbeda, masyarakat tetap satu dalam bingkai Kabupaten Lampung Utara.
#
Konteks Sejarah dan Pembangunan
Tugu Payan Mas dibangun pada masa kepemimpinan Bupati Hairi Fasyah di awal era 2000-an. Pembangunannya bertujuan untuk menciptakan identitas visual yang kuat bagi Kotabumi yang saat itu sedang bersolek menjadi kota modern tanpa meninggalkan akar budayanya. Lokasi penempatannya di persimpangan jalan utama yang menghubungkan jalur lintas tengah Sumatera menjadikannya gerbang selamat datang yang ikonik bagi siapa pun yang melintasi Lampung Utara.
Meskipun identitas arsitek utamanya sering kali dikaitkan dengan kolektifitas tim teknis pemerintah daerah saat itu, visi di balik desainnya sangat dipengaruhi oleh tokoh-tokoh adat setempat. Hal ini memastikan bahwa setiap lekuk dan simbol yang ada pada tugu telah melalui proses validasi budaya agar tidak menyimpang dari pakem adat Pepadun yang dominan di wilayah tersebut.
#
Elemen Unik: Dari Siger Hingga Ornamen Relief
Selain sembilan tombak, elemen arsitektur lain yang menarik adalah keberadaan motif Siger (mahkota pengantin wanita Lampung) yang terkadang diintegrasikan dalam detail-detail kecil di sekitar situs tugu. Di dasar tugu, terdapat area yang dihiasi dengan relief atau keramik bermotif kain Tapis, kain tenun tradisional Lampung yang sangat tersohor.
Struktur tugu ini juga dikelilingi oleh taman kecil yang tertata rapi. Penggunaan material batu alam pada bagian dasar memberikan kesan kokoh dan menyatu dengan bumi, sebagai kontras dari ujung tombak emas yang melambangkan aspirasi tinggi ke langit. Kombinasi material modern dan sentuhan seni kriya tradisional ini menjadikan Tugu Payan Mas sebagai objek studi arsitektur vernakular-modern yang menarik.
#
Pengalaman Pengunjung dan Fungsi Saat Ini
Saat ini, Tugu Payan Mas telah bertransformasi menjadi ruang publik yang vital. Pada sore dan malam hari, kawasan di sekitar tugu menjadi tempat berkumpulnya warga. Keberadaan lampu warna-warni dan air mancur yang menari di sekitar kaki tugu menambah daya tarik estetika bagi para fotografer dan wisatawan lokal.
Pengalaman berkunjung ke Tugu Payan Mas menawarkan perspektif tentang bagaimana sebuah kota menghargai sejarahnya. Bagi para pelancong yang melintasi Jalan Lintas Tengah Sumatera, pemandangan sembilan tombak emas ini merupakan penanda bahwa mereka telah sampai di jantung kebudayaan Lampung Utara. Tugu ini tidak hanya diam sebagai benda mati, tetapi berinteraksi dengan dinamika kota, menjadi saksi bisu perkembangan pembangunan, dan tetap menjadi subjek yang paling sering diabadikan dalam kartu pos maupun media sosial bertema Lampung.
#
Kesimpulan: Warisan dalam Bentuk Monumen
Secara keseluruhan, Tugu Payan Mas adalah mahakarya arsitektur yang berhasil menggabungkan fungsi sebagai penanda kota dengan kedalaman makna filosofis. Keberanian dalam memilih bentuk tombak sebagai elemen utama menunjukkan rasa percaya diri masyarakat Lampung Utara akan identitas budayanya. Melalui teknik konstruksi yang solid dan pemeliharaan yang berkelanjutan, Tugu Payan Mas akan terus berdiri tegak sebagai penjaga tradisi dan simbol kemajuan di tanah Lampung, memastikan bahwa cahaya "Tombak Emas" tidak akan pernah pudar ditelan zaman.
π Informasi Kunjungan
Tempat Menarik Lainnya di Lampung Utara
Tim GeoKepo
Penulis & Peneliti KontenTim GeoKepo adalah sekelompok penulis dan peneliti yang passionate tentang geografi Indonesia. Kami berdedikasi untuk membuat pembelajaran geografi menjadi menyenangkan dan dapat diakses oleh semua orang. Setiap artikel ditulis dengan riset mendalam untuk memastikan akurasi dan kualitas konten.
Pelajari lebih lanjut tentang tim kamiJelajahi Lampung Utara
Pelajari lebih lanjut tentang Lampung Utara dan tempat-tempat menarik lainnya.
Lihat Profil Lampung Utara