Masjid Azizi Tanjung Pura
di Langkat, Sumatera Utara
Dipublikasikan: Januari 2025
Tentang
Masjid Azizi Tanjung Pura: Kemegahan Arsitektur dan Jejak Peradaban Kesultanan Langkat
Masjid Azizi Tanjung Pura bukan sekadar tempat ibadah; ia adalah monumen hidup yang merekam kejayaan Kesultanan Langkat di masa lampau. Terletak di Tanjung Pura, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, masjid ini berdiri sebagai simbol perpaduan estetika Timur Tengah, Eropa, dan Melayu. Sebagai salah satu situs sejarah paling terkemuka di Sumatera Utara, Masjid Azizi menyimpan narasi panjang tentang kekuasaan, seni bina, dan penyebaran Islam di pesisir timur Sumatera.
#
Asal-Usul dan Sejarah Pendirian
Pembangunan Masjid Azizi diprakarsai oleh Sultan Langkat ke-7, Sultan Musa Al-Muazzamsyah. Pembangunan dimulai pada tahun 1899, namun Sultan Musa wafat sebelum proyek megah ini selesai. Estafet pembangunan kemudian dilanjutkan oleh putranya, Sultan Abdul Aziz Djalil Rahmatsyah. Nama "Azizi" sendiri diambil dari nama Sultan Abdul Aziz sebagai bentuk penghormatan dan penanda masa kepemimpinannya.
Masjid ini diresmikan pada tanggal 13 Juni 1902 (12 Rabiul Awal 1320 Hijriah), bertepatan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Pembangunannya menghabiskan biaya yang sangat besar pada masanya, yang bersumber dari kekayaan Kesultanan Langkat yang melimpah berkat hasil perkebunan karet dan penemuan sumber minyak mentah di Pangkalan Brandan.
#
Keunikan Arsitektur dan Detail Konstruksi
Salah satu daya tarik utama Masjid Azizi adalah gaya arsitekturnya yang eklektik. Masjid ini dirancang oleh seorang arsitek berkebangsaan Jerman, namun sentuhan desainnya sangat kental dengan nuansa Mughal (India Utara) yang dipadukan dengan gaya Persia dan Moorish.
Secara visual, masjid ini didominasi oleh warna kuning keemasan yang merupakan warna khas bangsawan Melayu. Struktur bangunannya memiliki banyak kubah, dengan satu kubah utama yang besar dikelilingi oleh belasan kubah kecil di sekelilingnya. Kubah-kubah ini berbentuk bawang, mengingatkan pada gaya Taj Mahal di India.
Bagian interior masjid tak kalah memukau. Lantainya menggunakan marmer berkualitas tinggi yang didatangkan langsung dari Italia dan Jerman. Dinding bagian dalam dihiasi dengan kaligrafi Arab yang rumit dan ukiran geometris yang presisi. Jendela-jendela masjid menggunakan kaca patri (stained glass) berwarna-warni yang memberikan efek pencahayaan dramatis saat sinar matahari masuk ke dalam ruangan. Keunikan lainnya adalah menara masjid yang menjulang tinggi dengan desain yang ramping dan anggun, berfungsi sebagai tempat mengumandangkan azan yang bisa terdengar hingga radius yang jauh.
#
Signifikansi Sejarah dan Peristiwa Penting
Masjid Azizi menjadi saksi bisu transisi kekuasaan di Langkat, mulai dari masa kolonial Belanda, pendudukan Jepang, hingga masa kemerdekaan Indonesia. Salah satu peristiwa paling kelam yang berkaitan dengan lokasi ini adalah peristiwa "Revolusi Sosial" pada tahun 1946. Saat itu, terjadi pergolakan massa yang menargetkan keluarga bangsawan di Sumatera Timur. Kompleks Masjid Azizi menjadi salah satu titik perhatian, namun beruntungnya bangunan utama masjid tetap terjaga dari kehancuran total, meskipun Kesultanan Langkat secara politis runtuh setelah peristiwa tersebut.
Di halaman masjid, terdapat kompleks makam keluarga diraja Kesultanan Langkat. Di sinilah Sultan Musa, Sultan Abdul Aziz, dan anggota keluarga kerajaan lainnya dimakamkan. Keberadaan makam ini menjadikan Masjid Azizi sebagai situs ziarah sejarah yang penting bagi masyarakat Melayu dan sejarawan.
#
Tokoh Terkemuka: Tengku Amir Hamzah
Berbicara tentang Masjid Azizi tidak bisa dilepaskan dari sosok Tengku Amir Hamzah, sang Pahlawan Nasional dan "Raja Penyair Pujangga Baru". Beliau adalah cucu dari Sultan Musa dan keponakan dari Sultan Abdul Aziz. Amir Hamzah sering menghabiskan waktu di lingkungan masjid ini untuk beribadah dan merenung. Makamnya berada di kompleks pemakaman Masjid Azizi, menjadikannya magnet bagi para pecinta sastra dan sejarah yang ingin memberikan penghormatan kepada tokoh yang berjasa besar dalam pengembangan bahasa Indonesia tersebut.
#
Peran Budaya dan Keagamaan
Hingga saat ini, Masjid Azizi tetap berfungsi sebagai pusat kegiatan keagamaan masyarakat Tanjung Pura. Salah satu tradisi unik yang masih dipertahankan adalah peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang diselenggarakan secara besar-besaran, meneruskan tradisi yang dimulai sejak peresmian masjid pada tahun 1902. Selain itu, masjid ini menjadi pusat pembelajaran Al-Qur'an dan menjadi kebanggaan identitas budaya Melayu di Sumatera Utara.
#
Status Pelestarian dan Restorasi
Sebagai Situs Cagar Budaya, Masjid Azizi telah mengalami beberapa kali tahap renovasi untuk menjaga keaslian strukturnya. Pemerintah Kabupaten Langkat bersama dengan Balai Pelestarian Kebudayaan secara rutin melakukan perawatan, terutama pada bagian kubah dan ornamen dinding yang rentan terhadap cuaca tropis.
Meskipun beberapa bagian material bangunan asli telah diganti karena usia, otoritas terkait tetap berupaya mempertahankan detail arsitektur aslinya. Misalnya, penggantian ubin atau cat tetap merujuk pada spesifikasi warna dan motif awal. Upaya konservasi ini krusial mengingat Masjid Azizi merupakan salah satu dari sedikit peninggalan arsitektur Kesultanan Melayu di Sumatera Timur yang masih berdiri kokoh dan berfungsi dengan baik.
#
Fakta Unik dan Penutup
Salah satu fakta unik mengenai Masjid Azizi adalah pengaruh desainnya terhadap pembangunan Masjid Raya Al-Mashun di Medan. Sultan Ma'mun Al-Rasyid dari Kesultanan Deli konon terinspirasi oleh keindahan Masjid Azizi, sehingga ia membangun Masjid Raya Medan dengan beberapa elemen estetika yang serupa.
Dengan luas lahan sekitar 1,6 hektar, Masjid Azizi Tanjung Pura bukan hanya sekadar bangunan tua. Ia adalah representasi dari kemajuan teknologi konstruksi dan kemakmuran ekonomi di awal abad ke-20. Bagi pengunjung, berdiri di tengah serambi masjid ini memberikan sensasi melintasi waktu, merasakan kemegahan masa lalu yang tetap lestari di tengah perubahan zaman yang pesat. Masjid Azizi tetap menjadi mercusuar peradaban Islam dan Melayu di tanah Langkat yang harus dijaga oleh generasi mendatang.
π Informasi Kunjungan
Tempat Menarik Lainnya di Langkat
Tim GeoKepo
Penulis & Peneliti KontenTim GeoKepo adalah sekelompok penulis dan peneliti yang passionate tentang geografi Indonesia. Kami berdedikasi untuk membuat pembelajaran geografi menjadi menyenangkan dan dapat diakses oleh semua orang. Setiap artikel ditulis dengan riset mendalam untuk memastikan akurasi dan kualitas konten.
Pelajari lebih lanjut tentang tim kamiJelajahi Langkat
Pelajari lebih lanjut tentang Langkat dan tempat-tempat menarik lainnya.
Lihat Profil Langkat