Situs Sejarah

Lobang Kacamata

di Lebong, Bengkulu

Dipublikasikan: Januari 2025

Tentang

Asal-Usul dan Periode Pembangunan

Pembangunan Lobang Kacamata dimulai pada awal tahun 1900-an, tepatnya sekitar tahun 1906, ketika pemerintah kolonial Hindia Belanda melalui perusahaan tambang Mijnbouw Maatschappij Redjang Lebong mulai mengeksploitasi kekayaan mineral di perut bumi Lebong. Nama "Lobang Kacamata" sendiri tidak berasal dari istilah teknis pertambangan, melainkan merupakan sebutan lokal yang muncul karena penampakan visualnya.

Dilihat dari kejauhan atau dari kaki bukit, terdapat dua lubang masuk terowongan yang letaknya berdampingan dan berbentuk melingkar, menyerupai sepasang lensa kacamata. Keunikan visual ini menjadikannya ikon yang paling mudah dikenali di antara ratusan lubang tambang lainnya yang tersebar di wilayah Lebong. Terowongan ini dibangun untuk menembus lapisan batuan keras demi menjangkau urat-urat emas dan perak yang sangat kaya di kawasan tersebut.

Arsitektur dan Detail Konstruksi

Secara arsitektural, Lobang Kacamata merepresentasikan keahlian teknik sipil bawah tanah pada masanya. Berbeda dengan tambang tradisional yang seringkali sempit dan tidak beraturan, Lobang Kacamata memiliki struktur yang lebih terencana. Terowongan ini digali secara horizontal menembus perbukitan cadas dengan diameter lubang yang cukup besar, memungkinkan peralatan tambang dan pekerja keluar-masuk dengan intensitas tinggi.

Dinding terowongan memperlihatkan bekas-bekas pahatan manual dan penggunaan bahan peledak yang sangat presisi. Konstruksi di dalamnya mencakup sistem penyangga kayu yang kini sebagian besar telah membatu atau hancur dimakan usia, serta sistem drainase sederhana untuk mengalirkan air tanah agar tidak membanjiri area kerja. Keunikan lainnya adalah jalur ventilasi alami yang memanfaatkan perbedaan tekanan udara antara dua lubang utama, sebuah prinsip aerodinamika yang memastikan para pekerja di masa lalu tetap mendapatkan pasokan oksigen meski berada jauh di dalam perut bumi.

Signifikansi Sejarah dan Peristiwa Penting

Lobang Kacamata adalah simbol dari masa kejayaan Lebong sebagai "Kota Emas". Pada puncaknya antara tahun 1910 hingga 1930, hasil tambang dari Lebong, termasuk yang keluar dari Lobang Kacamata, memberikan kontribusi signifikan terhadap kas negara Kerajaan Belanda. Bahkan, terdapat catatan sejarah yang menyebutkan bahwa emas yang menghiasi puncak Monumen Nasional (Monas) di Jakarta berasal dari bumi Lebong, yang diproses melalui fasilitas-fasilitas pertambangan di sekitar wilayah ini.

Situs ini juga menjadi saksi bisu sistem kerja paksa (heerendiensten) dan mobilisasi tenaga kerja kontrak dari berbagai daerah, terutama dari Pulau Jawa. Ribuan pekerja dibawa ke Lebong untuk bekerja di bawah kondisi yang keras dan berbahaya. Peristiwa-peristiwa kecelakaan tambang dan wabah penyakit di pemukiman pekerja menjadi bagian kelam dari sejarah yang melatarbelakangi kemegahan hasil emas yang dikirim ke Eropa.

Tokoh dan Periode Terkait

Eksploitasi Lobang Kacamata sangat erat kaitannya dengan tokoh-tokoh geologi Belanda seperti Edward de Groot dan para petinggi Mijnbouw Maatschappij Redjang Lebong. Selain itu, situs ini juga terkait dengan masa pendudukan Jepang (1942-1945). Ketika Jepang masuk, mereka mengambil alih fasilitas tambang ini untuk mendanai upaya perang mereka di Pasifik. Setelah kemerdekaan Indonesia, pengelolaan tambang sempat beralih ke tangan pemerintah Indonesia sebelum akhirnya kegiatan pertambangan skala besar dihentikan karena cadangan yang mulai menipis dan konflik internal.

Status Pelestarian dan Upaya Restorasi

Saat ini, Lobang Kacamata telah ditetapkan sebagai salah satu Situs Cagar Budaya oleh Pemerintah Kabupaten Lebong. Statusnya telah bergeser dari kawasan industri aktif menjadi destinasi wisata sejarah dan edukasi. Upaya restorasi yang dilakukan cenderung bersifat konservatif, yakni menjaga keaslian bentuk lubang tanpa banyak menambahkan struktur modern yang dapat merusak nilai historisnya.

Pemerintah daerah telah membangun akses jalan dan tangga beton untuk memudahkan wisatawan mencapai mulut lubang yang berada di ketinggian. Meski demikian, tantangan pelestarian tetap ada, terutama terkait dengan aktivitas penambangan emas rakyat di sekitar lokasi yang terkadang mengancam stabilitas struktur tanah di sekitar situs sejarah ini.

Makna Budaya dan Sosial

Bagi masyarakat suku Rejang yang mendiami wilayah Lebong, Lobang Kacamata bukan sekadar peninggalan Belanda, melainkan simbol harga diri dan kekayaan alam tanah kelahiran mereka. Situs ini sering menjadi latar belakang cerita rakyat tentang kemakmuran masa lalu. Secara budaya, keberadaan lubang ini juga menjadi pengingat akan transformasi sosial di Lebong, dari masyarakat agraris menjadi masyarakat pertambangan yang heterogen.

Fakta Sejarah Unik

Salah satu fakta unik yang jarang diketahui adalah bahwa di dalam labirin terowongan Lobang Kacamata, suhu udara tetap stabil meski cuaca di luar sangat panas atau dingin. Hal ini disebabkan oleh kedalaman dan material batuan purba yang menyusun bukit tersebut. Selain itu, beberapa peneliti geologi menyebutkan bahwa batuan di sekitar Lobang Kacamata mengandung jejak vulkanik purba yang menjadi alasan mengapa wilayah ini begitu kaya akan mineral logam mulia.

Sebagai penutup, Lobang Kacamata adalah narasi fisik tentang ambisi manusia, kehebatan teknik masa lalu, dan kekayaan alam Indonesia yang luar biasa. Menjaga situs ini berarti menjaga memori kolektif bangsa tentang bagaimana emas dari Lebong pernah menyilaukan dunia dan menjadi bagian dari sejarah global perdagangan logam mulia.

πŸ“‹ Informasi Kunjungan

address
Desa Lebong Tambang, Kecamatan Lebong Utara, Kabupaten Lebong
entrance fee
Rp 5.000
opening hours
Setiap hari, 08:00 - 17:00

Tempat Menarik Lainnya di Lebong

Tim GeoKepo

Penulis & Peneliti Konten

Tim GeoKepo adalah sekelompok penulis dan peneliti yang passionate tentang geografi Indonesia. Kami berdedikasi untuk membuat pembelajaran geografi menjadi menyenangkan dan dapat diakses oleh semua orang. Setiap artikel ditulis dengan riset mendalam untuk memastikan akurasi dan kualitas konten.

Pelajari lebih lanjut tentang tim kami
Apakah artikel ini membantu?

Jelajahi Lebong

Pelajari lebih lanjut tentang Lebong dan tempat-tempat menarik lainnya.

Lihat Profil Lebong