Wisata Alam

Padang Mengatas

di Lima Puluh Kota, Sumatera Barat

Dipublikasikan: Januari 2025

Tentang

Menjelajahi Padang Mengatas: New Zealand-nya Ranah Minang di Jantung Lima Puluh Kota

Berada di kaki Gunung Sago yang megah, tepatnya di Kecamatan Luak, Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat, terbentang sebuah hamparan hijau yang luasnya mencapai ratusan hektare. Tempat ini dikenal dengan nama Padang Mengatas (atau Balai Pembibitan Ternak Unggul dan Hijauan Pakan Ternak/BPTU-HPT Padang Mengatas). Sering dijuluki sebagai "New Zealand van Minang", destinasi ini menawarkan panorama alam yang tidak hanya memanjakan mata, tetapi juga memberikan pengalaman agrowisata yang unik di Indonesia.

#

Hamparan Savana Hijau di Kaki Gunung Sago

Karakteristik utama dari Padang Mengatas adalah lanskap perbukitan bergelombang yang diselimuti oleh rumput hijau yang subur. Berbeda dengan hutan tropis Sumatera yang biasanya rapat dan rimbun, Padang Mengatas menyajikan keterbukaan ruang. Sejauh mata memandang, pengunjung akan disuguhi gradasi warna hijau yang kontras dengan biru langit.

Keunikan geografisnya terletak pada posisinya yang berada di ketinggian sekitar 700 hingga 900 meter di atas permukaan laut. Posisi ini memberikan hawa sejuk yang konstan, dengan suhu berkisar antara 18 hingga 28 derajat Celcius. Di latar belakang, Gunung Sago berdiri tegak sebagai pelindung alami, memberikan siluet megah yang sering tertutup kabut tipis pada pagi hari, menciptakan suasana magis yang tenang.

#

Ekosistem dan Biodiversitas: Harmoni Ternak dan Alam

Padang Mengatas bukan sekadar objek wisata alam biasa, melainkan sebuah kawasan konservasi dan pembibitan ternak yang telah ada sejak zaman kolonial Belanda (didirikan tahun 1916). Ekosistem di sini dikelola secara semi-intensif. Spesies utama yang menjadi "penghuni" tetap kawasan ini adalah sapi ras Simmental dan Limousin yang bertubuh kekar dan sehat.

Keunikan ekosistemnya terletak pada sistem penggembalaan terbuka. Ribuan ekor sapi dibiarkan berkeliaran bebas di padang rumput yang luas, mirip dengan peternakan di luar negeri. Interaksi antara hewan ternak dengan vegetasi rumput pilihan seperti Brachiaria decumbens menciptakan siklus nutrisi alami yang menjaga kesuburan tanah tanpa banyak intervensi kimia. Keanekaragaman hayati di sini juga mencakup berbagai jenis burung padang rumput yang sering terlihat hinggap di punggung sapi, menciptakan pemandangan simbiosis yang alami.

#

Pengalaman Wisata dan Aktivitas Luar Ruangan

Mengunjungi Padang Mengatas menawarkan pengalaman edukatif sekaligus rekreatif. Aktivitas utama yang dilakukan pengunjung adalah berjalan menyusuri jalanan aspal yang membelah padang rumput (trekking ringan). Udara yang bersih tanpa polusi kendaraan bermotor menjadikan aktivitas jalan kaki sangat menyegarkan bagi paru-paru.

Bagi pecinta fotografi, setiap sudut Padang Mengatas adalah latar belakang yang sempurna. Momen paling dicari adalah saat sapi-sapi mulai dilepaskan dari kandang menuju padang gembalaan pada pagi hari. Selain itu, pengunjung dapat berinteraksi secara visual dengan proses peternakan modern, melihat bagaimana teknologi pakan dan pemeliharaan diterapkan di salah satu pusat pembibitan ternak terbesar di Asia Tenggara ini.

Menjelang sore, fenomena sunset di Padang Mengatas sangat spektakuler. Cahaya matahari yang mulai turun di balik bukit menciptakan bayangan panjang pada lekukan-lekukan tanah, memberikan tekstur visual yang dramatis bagi siapapun yang menyaksikannya.

#

Waktu Terbaik untuk Berkunjung

Untuk mendapatkan pengalaman terbaik, disarankan berkunjung pada musim kemarau, antara bulan Juni hingga September. Pada periode ini, langit biasanya cerah dan Gunung Sago terlihat jelas tanpa tertutup awan tebal. Namun, keindahan Padang Mengatas tetap memukau di musim penghujan karena warna rumput akan terlihat lebih hijau pekat dan segar, meskipun pengunjung harus bersiap dengan kabut yang lebih sering turun.

Pagi hari antara pukul 08.00 hingga 11.00 adalah waktu ideal. Selain udaranya yang masih sangat dingin, ini adalah waktu di mana sapi-sapi sedang aktif merumput di area yang dekat dengan pagar pembatas, sehingga pengunjung bisa melihat mereka dari jarak dekat.

#

Konservasi dan Perlindungan Lingkungan

Sebagai kawasan di bawah naungan Kementerian Pertanian, Padang Mengatas memiliki regulasi ketat terkait perlindungan lingkungan. Statusnya sebagai area pembibitan membuat kebersihan menjadi prioritas utama untuk mencegah penularan penyakit pada ternak (biosekuriti).

Pengunjung diwajibkan untuk menjaga kebersihan dan tidak membuang sampah sembarangan. Ada pembatasan akses pada area-area tertentu yang dianggap sensitif bagi kesehatan ternak. Hal ini secara tidak langsung menjaga kelestarian alam Padang Mengatas tetap terjaga secara organik, jauh dari kerusakan yang biasanya menimpa destinasi wisata yang terlalu dikomersialkan secara masif.

#

Aksesibilitas dan Fasilitas

Padang Mengatas terletak sekitar 12 kilometer dari pusat Kota Payakumbuh atau sekitar 2-3 jam perjalanan darat dari Kota Padang. Akses jalan menuju lokasi sudah terbilang baik dan dapat dilalui oleh kendaraan roda dua maupun roda empat. Perjalanan menuju lokasi sendiri merupakan bonus wisata, karena melewati desa-desa tradisional Minangkabau dengan pemandangan sawah berundak.

Fasilitas di dalam kawasan meliputi area parkir yang tertata, kantor informasi, dan beberapa titik pandang (viewpoint). Karena fungsi utamanya adalah balai pembibitan, fasilitas komersial seperti kafe atau penginapan tidak tersedia di dalam area inti untuk menjaga ketenangan ternak. Namun, di luar gerbang masuk, wisatawan dapat dengan mudah menemukan warung lokal yang menyajikan kuliner khas Lima Puluh Kota dan penginapan berbasis homestay di desa sekitar.

#

Penutup: Mengapa Padang Mengatas Spesial?

Padang Mengatas adalah bukti nyata bahwa Sumatera Barat memiliki kekayaan alam yang sangat beragam. Ia menawarkan kontradiksi yang indah: sebuah peternakan modern yang menyatu dengan keasrian alam pegunungan. Destinasi ini mengajarkan kita tentang bagaimana manusia, hewan, dan alam dapat hidup berdampingan dalam harmoni yang produktif. Bagi mereka yang mencari ketenangan dari hiruk-pikuk kota, Padang Mengatas adalah jawaban yang sempurna—sebuah hamparan hijau di mana waktu seolah melambat di bawah bayang-bayang Gunung Sago.

📋 Informasi Kunjungan

address
Jl. Padang Mengatas, Mungo, Kec. Luak, Kabupaten Lima Puluh Kota
entrance fee
Gratis
opening hours
Senin - Jumat, 08:00 - 16:00 (Memerlukan izin kunjungan)

Tempat Menarik Lainnya di Lima Puluh Kota

Tim GeoKepo

Penulis & Peneliti Konten

Tim GeoKepo adalah sekelompok penulis dan peneliti yang passionate tentang geografi Indonesia. Kami berdedikasi untuk membuat pembelajaran geografi menjadi menyenangkan dan dapat diakses oleh semua orang. Setiap artikel ditulis dengan riset mendalam untuk memastikan akurasi dan kualitas konten.

Pelajari lebih lanjut tentang tim kami
Apakah artikel ini membantu?

Jelajahi Lima Puluh Kota

Pelajari lebih lanjut tentang Lima Puluh Kota dan tempat-tempat menarik lainnya.

Lihat Profil Lima Puluh Kota