Pusat Kebudayaan

Desa Wisata Wiralaga

di Mesuji, Lampung

Dipublikasikan: Januari 2025

Tentang

Akar Sejarah dan Filosofi Budaya Wiralaga

Secara historis, Wiralaga merupakan salah satu desa tertua di Mesuji. Nama "Wiralaga" sendiri mengandung makna kepahlawanan dan keteguhan. Peran desa ini sebagai pusat kebudayaan didorong oleh keinginan kolektif masyarakat untuk menjaga identitas asli suku Mesuji. Di sini, kebudayaan tidak hanya dipandang sebagai atraksi wisata, melainkan sebagai cara hidup (way of life). Arsitektur rumah panggung kayu yang berjejer rapi di tepian sungai menjadi bukti fisik pertama yang menyambut pengunjung, mencerminkan kearifan lokal dalam menghadapi ekosistem rawa dan sungai.

Aktivitas Budaya dan Program Unggulan

Sebagai pusat kebudayaan, Desa Wisata Wiralaga menawarkan rangkaian program yang interaktif. Salah satu aktivitas utama yang menjadi daya tarik adalah "Susur Sungai Sejarah". Dalam program ini, pengunjung diajak menyusuri Sungai Mesuji menggunakan perahu tradisional (klotok) sambil mendengarkan penuturan lisan dari tetua adat mengenai asal-usul marga dan persebaran masyarakat di wilayah tersebut.

Selain itu, terdapat program "Satu Hari Menjadi Warga Wiralaga". Program ini melibatkan wisatawan dalam aktivitas harian masyarakat, seperti memanen ikan dengan alat tradisional atau mengikuti prosesi adat di Balai Desa. Hal ini bertujuan untuk memberikan pengalaman empiris yang mendalam, bukan sekadar melihat dari kejauhan.

Kesenian Tradisional dan Pertunjukan Rakyat

Kekuatan utama Wiralaga terletak pada pelestarian seni pertunjukan. Musik Kulintang (Gamelan khas Lampung) menjadi instrumen wajib dalam setiap upacara adat di desa ini. Namun, yang paling unik adalah keberadaan Tari Pagar Pengantin versi Mesuji dan Tari Sembah yang memiliki gerakan lebih luwes dan dipengaruhi oleh nuansa melayu sungai.

Setiap akhir pekan, pusat kebudayaan ini mengadakan latihan terbuka di amfiteater sederhana tepi sungai. Pengunjung dapat menyaksikan generasi muda Wiralaga berlatih seni bela diri Pencak Silat Lampung dan mendengarkan Padi (sastra lisan berupa puisi atau pantun bersahut). Tradisi bersahut pantun ini biasanya dilakukan dalam prosesi lamaran atau penyambutan tamu agung, yang hingga kini masih dijaga kemurnian bahasanya.

Kerajinan Tangan dan Ekonomi Kreatif

Di bidang kriya, Desa Wisata Wiralaga menonjolkan kerajinan anyaman pandan dan bambu. Berbeda dengan daerah lain, motif anyaman Wiralaga seringkali mengambil inspirasi dari ekosistem sungai, seperti motif sisik ikan atau bunga teratai. Para ibu di desa ini mengorganisir diri dalam kelompok perajin yang tidak hanya memproduksi barang, tetapi juga membuka kelas bagi pengunjung yang ingin belajar menganyam dari nol.

Selain anyaman, terdapat upaya revitalisasi kain tradisional. Meskipun Lampung identik dengan Tapis, di Wiralaga, penekanan diberikan pada motif-motif yang menceritakan legenda lokal "Buaya Putih" atau "Burung Migran" yang kerap singgah di rawa Mesuji. Produk-produk ini menjadi suvenir eksklusif yang mendukung pilar ekonomi kreatif berbasis budaya.

Program Edukasi dan Keterlibatan Masyarakat

Desa Wisata Wiralaga berfungsi sebagai laboratorium hidup bagi para pelajar dan peneliti. Program edukasi yang ditawarkan mencakup "Sekolah Budaya" singkat untuk anak-anak sekolah dasar di Kabupaten Mesuji guna memperkenalkan kembali bahasa daerah dan tata krama (piil pesenggiri).

Keterlibatan masyarakat bersifat mutlak. Pengelolaan pusat kebudayaan ini dilakukan oleh Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) yang beranggotakan pemuda setempat. Mereka dilatih untuk menjadi pemandu budaya yang mampu menjelaskan filosofi di balik setiap ritual. Keterlibatan ini memastikan bahwa transfer pengetahuan antar generasi tidak terputus.

Perhelatan Budaya dan Festival Tahunan

Puncak dari aktivitas kebudayaan di Wiralaga adalah Festival Sungai Mesuji. Dalam festival ini, ritual "Larung Sesaji" atau pembersihan sungai dilakukan sebagai bentuk syukur kepada Sang Pencipta. Festival ini menampilkan balap perahu hias yang diikuti oleh berbagai desa sekitar, namun Wiralaga tetap menjadi pusat prosesi adatnya.

Selama festival, seluruh rumah panggung dihias dengan kain-kain berwarna cerah, dan hidangan tradisional seperti Pindang Patin Mesuji disajikan secara prasmanan di sepanjang dermaga kayu. Acara ini bukan sekadar seremoni, melainkan momen rekonsiliasi sosial dan penguatan ikatan persaudaraan antarwarga.

Konservasi Warisan Budaya dan Lingkungan

Bagi masyarakat Wiralaga, budaya dan alam adalah dua sisi dari satu koin. Pelestarian budaya mencakup pula pelestarian Sungai Mesuji. Pusat kebudayaan ini menerapkan aturan adat yang melarang penangkapan ikan dengan cara yang merusak. Ada semacam "hutan larangan" kecil di area rawa yang dianggap sakral, di mana vegetasi aslinya dijaga ketat.

Upaya konservasi juga menyasar pada arsip lisan. Pengelola desa wisata saat ini tengah melakukan digitalisasi cerita-cerita rakyat dan mantra-mantra pengobatan tradisional agar tidak hilang ditelan zaman. Hal ini menunjukkan bahwa Desa Wisata Wiralaga adalah institusi yang adaptif terhadap teknologi tanpa kehilangan jiwa tradisionalnya.

Peran dalam Pengembangan Budaya Lokal

Sebagai pionir Desa Wisata di Kabupaten Mesuji, Wiralaga memiliki peran strategis sebagai role model. Keberhasilannya mengintegrasikan nilai budaya ke dalam skema pariwisata telah memicu desa-desa tetangga untuk menggali potensi serupa. Wiralaga menjadi pusat diskusi bagi para pemangku kepentingan untuk merumuskan kebijakan pembangunan yang tidak mencerabut akar budaya lokal.

Ia membuktikan bahwa kemajuan sebuah daerah tidak harus selalu diukur dengan gedung pencakar langit, melainkan dengan seberapa bangga masyarakatnya menjaga warisan leluhur. Dengan identitas "Pusat Kebudayaan", Wiralaga kini menjadi mercu suar bagi siapa saja yang ingin mempelajari jati diri manusia Mesuji.

Penutup: Masa Depan Desa Wisata Wiralaga

Tantangan ke depan memang tidak mudah, mulai dari perubahan iklim yang memengaruhi debit sungai hingga godaan budaya asing. Namun, dengan struktur organisasi adat yang kuat dan semangat gotong royong, Desa Wisata Wiralaga optimis dapat terus berkembang. Investasi pada sumber daya manusia, terutama pemuda, menjadi kunci utama agar api kebudayaan di tepi Sungai Mesuji ini tetap menyala, memberikan kehangatan bagi identitas Lampung, dan menjadi warisan yang tak ternilai bagi Indonesia.

πŸ“‹ Informasi Kunjungan

address
Kecamatan Mesuji, Kabupaten Mesuji
entrance fee
Gratis
opening hours
Setiap hari, 07:00 - 17:00

Tempat Menarik Lainnya di Mesuji

Tim GeoKepo

Penulis & Peneliti Konten

Tim GeoKepo adalah sekelompok penulis dan peneliti yang passionate tentang geografi Indonesia. Kami berdedikasi untuk membuat pembelajaran geografi menjadi menyenangkan dan dapat diakses oleh semua orang. Setiap artikel ditulis dengan riset mendalam untuk memastikan akurasi dan kualitas konten.

Pelajari lebih lanjut tentang tim kami
Apakah artikel ini membantu?

Jelajahi Mesuji

Pelajari lebih lanjut tentang Mesuji dan tempat-tempat menarik lainnya.

Lihat Profil Mesuji