Situs Sejarah

Situs Makam Habib Muda Seunagan

di Nagan Raya, Aceh

Dipublikasikan: Januari 2025

Tentang

Menelusuri Jejak Spiritual dan Sejarah di Situs Makam Habib Muda Seunagan

Situs Makam Habib Muda Seunagan bukan sekadar kompleks pemakaman biasa, melainkan sebuah episentrum sejarah, spiritualitas, dan perlawanan terhadap kolonialisme di wilayah Pantai Barat Selatan Aceh. Terletak di Desa Peuleukung, Kecamatan Seunagan Timur, Kabupaten Nagan Raya, situs ini merupakan peristirahatan terakhir dari seorang ulama kharismatik sekaligus pejuang kemerdekaan, Sayyid Abdurrahman bin Sayyid Alwi Al-Habsyi, yang lebih dikenal dengan gelar Habib Muda Seunagan.

#

Asal-Usul Historis dan Masa Pendirian

Keberadaan situs ini erat kaitannya dengan silsilah keluarga besar keturunan Nabi Muhammad SAW (Sayyid) yang menetap di dataran tinggi Seunagan. Habib Muda Seunagan lahir pada akhir abad ke-19 dan wafat pada pertengahan abad ke-20 (sekitar tahun 1953). Situs pemakaman ini mulai berkembang menjadi kompleks yang sakral sesaat setelah beliau wafat, di mana pengikut setia dan keluarganya membangun struktur pelindung untuk menghormati jasa-jasanya.

Habib Muda Seunagan merupakan cucu dari Habib Seunagan (Habib Abdurrahim), ulama besar yang pertama kali mengakar kuat di wilayah ini. Situs ini menjadi bukti fisik keberlanjutan estafet kepemimpinan spiritual di Nagan Raya. Masa pendirian makam ini mencakup periode transisi dari masa perjuangan kemerdekaan hingga masa awal kemerdekaan Indonesia, mencerminkan era di mana peran ulama sangat dominan dalam struktur sosial dan politik Aceh.

#

Arsitektur dan Detail Konstruksi

Secara visual, Situs Makam Habib Muda Seunagan menampilkan perpaduan antara estetika Islam Nusantara dengan sentuhan lokal Aceh. Makam utama berada di dalam sebuah bangunan (gedung) yang menyerupai rumah tradisional Aceh namun dengan dinding beton yang kokoh. Atapnya berbentuk tumpang, yang merupakan karakteristik umum arsitektur religius di Indonesia yang melambangkan tingkatan spiritual.

Salah satu ciri khas yang menonjol adalah penggunaan warna kuning yang dominan pada ornamen dan kain penutup makam. Dalam tradisi lokal Seunagan dan adat Aceh, warna kuning melambangkan kemuliaan dan kehormatan bagi kaum Sayyid atau keluarga kerajaan. Di dalam kompleks, terdapat nisan-nisan batu yang memiliki ukiran khas motif flora, menunjukkan kehalusan seni pahat pada masa itu. Konstruksi bangunan pelindung (jirat) telah mengalami beberapa kali renovasi, namun tetap mempertahankan tata letak asli yang memisahkan area makam utama dengan area peziarah untuk menjaga kekhidmatan.

#

Signifikansi Sejarah dan Peristiwa Terkait

Situs ini menjadi penting karena Habib Muda Seunagan bukan hanya seorang guru tarekat, tetapi juga tokoh kunci dalam mempertahankan kedaulatan wilayah Seunagan dari pengaruh Belanda dan kemudian Jepang. Salah satu fakta sejarah yang unik adalah peran beliau dalam memobilisasi massa melalui jaringan Tarekat Syathariyah.

Pada masa agresi militer, kompleks di sekitar kediaman dan makam ini sering menjadi tempat berkumpulnya para pejuang untuk mengatur strategi dan meminta doa restu. Peristiwa besar yang selalu dikaitkan dengan situs ini adalah tradisi penetapan hari raya yang sering kali berbeda dengan penetapan pemerintah, yang didasarkan pada metode hisab dan rukyat yang diwariskan secara turun-temurun oleh garis keturunan Habib Muda Seunagan. Hal ini menunjukkan pengaruh otoritas keagamaan yang sangat kuat dan independen di situs ini.

#

Tokoh Penting dan Koneksi Periode Sejarah

Selain Habib Muda Seunagan sendiri, situs ini juga menghubungkan silsilah dengan tokoh-tokoh besar lainnya seperti Habib Seunagan (kakek beliau) dan para penerusnya yang hingga kini masih memegang peran penting dalam peta politik dan sosial di Nagan Raya. Situs ini menjadi titik temu bagi sejarah perlawanan Aceh terhadap kolonialisme (Perang Aceh) hingga masa mempertahankan kemerdekaan Indonesia (1945-1949). Habib Muda dikenal memiliki hubungan dekat dengan para pemimpin pejuang di Aceh dan diakui sebagai figur pemersatu rakyat di wilayah pesisir barat.

#

Status Preservasi dan Upaya Restorasi

Saat ini, Situs Makam Habib Muda Seunagan dikelola secara swadaya oleh keluarga keturunan beliau (Keluarga Besar Said) bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Nagan Raya. Situs ini telah ditetapkan sebagai salah satu cagar budaya daerah yang dilindungi. Upaya restorasi dilakukan secara berkala, terutama pada bagian atap dan lantai keramik tanpa mengubah esensi historis dari makam itu sendiri.

Pemerintah daerah terus berupaya meningkatkan fasilitas pendukung di sekitar situs, seperti pembangunan aula pertemuan bagi peziarah dan perbaikan akses jalan, mengingat situs ini menjadi destinasi wisata religi utama di Nagan Raya. Kelestarian situs ini tetap terjaga karena adanya rasa kepemilikan yang tinggi dari masyarakat pengikut Tarekat Syathariyah yang secara rutin melakukan gotong royong pembersihan area makam.

#

Kepentingan Budaya dan Religi

Situs Makam Habib Muda Seunagan merupakan pusat dari tradisi "Seunuebot" (pengajian) dan perayaan hari-hari besar Islam di Nagan Raya. Setiap tahunnya, terutama pada hari raya Idul Fitri dan Idul Adha, serta peringatan maulid Nabi Muhammad SAW, ribuan orang dari berbagai penjuru Aceh, bahkan dari luar provinsi, datang berbondong-bondong untuk melakukan ziarah.

Fakta unik lainnya adalah fenomena "Beut Al-Qur'an" yang berlangsung terus-menerus di sekitar lokasi ini. Bagi masyarakat setempat, berziarah ke makam ini adalah bentuk penghormatan kepada leluhur yang telah membawa cahaya Islam ke wilayah mereka. Keberadaan makam ini juga memperkuat identitas Nagan Raya sebagai "Bumi Rameune", sebuah istilah yang merujuk pada kedamaian dan keberkahan yang dibawa oleh para ulama.

#

Penutup Fakta Historis

Situs Makam Habib Muda Seunagan berdiri sebagai monumen hidup yang menceritakan keteguhan iman dan keberanian seorang pemimpin. Keunikan sejarahnya terletak pada bagaimana situs ini mampu menyatukan aspek teologis (Syathariyah) dengan aspek nasionalisme. Hingga saat ini, situs tersebut tetap menjadi kompas moral dan spiritual bagi masyarakat Nagan Raya, membuktikan bahwa warisan seorang tokoh besar tidak akan lekang oleh waktu selama nilai-nilai yang ditinggalkannya tetap dijaga oleh generasi penerusnya.

πŸ“‹ Informasi Kunjungan

address
Peuleukung, Kecamatan Seunagan Timur, Nagan Raya
entrance fee
Gratis
opening hours
Setiap hari, 24 Jam

Tempat Menarik Lainnya di Nagan Raya

Tim GeoKepo

Penulis & Peneliti Konten

Tim GeoKepo adalah sekelompok penulis dan peneliti yang passionate tentang geografi Indonesia. Kami berdedikasi untuk membuat pembelajaran geografi menjadi menyenangkan dan dapat diakses oleh semua orang. Setiap artikel ditulis dengan riset mendalam untuk memastikan akurasi dan kualitas konten.

Pelajari lebih lanjut tentang tim kami
Apakah artikel ini membantu?

Jelajahi Nagan Raya

Pelajari lebih lanjut tentang Nagan Raya dan tempat-tempat menarik lainnya.

Lihat Profil Nagan Raya