Situs Sejarah

Desa Adat Orahili Fau

di Nias Selatan, Sumatera Utara

Dipublikasikan: Januari 2025

Tentang

Asal-Usul dan Pendirian: Narasi Klan Fau

Sejarah Orahili Fau tidak dapat dipisahkan dari migrasi besar suku-suku di Nias Selatan. Desa ini didirikan oleh leluhur dari marga (mado) Fau. Nama "Orahili" sendiri merujuk pada pemukiman yang terletak di atas bukit, sebuah strategi pertahanan tradisional Nias untuk memantau pergerakan musuh dari kejauhan. Berdasarkan tradisi lisan (Hoho), pendirian desa ini berkaitan erat dengan perpindahan penduduk dari wilayah pemukiman lama yang lebih rendah menuju lokasi yang lebih strategis dan sakral.

Orahili Fau merupakan "desa ibu" atau desa asal bagi banyak pemukiman lain di sekitarnya. Sejarah mencatat bahwa desa ini sempat mengalami kehancuran parah selama masa kolonialisme Belanda. Pada pertengahan abad ke-19, tepatnya sekitar tahun 1840 hingga 1860-an, Orahili Fau menjadi pusat perlawanan terhadap ekspedisi militer Belanda. Akibat perlawanan yang sengit, desa ini sempat dibakar habis oleh tentara kolonial, namun kemudian dibangun kembali dengan struktur yang lebih megah, menunjukkan daya lentur (resiliensi) masyarakatnya.

Arsitektur Megalitik dan Tata Ruang Desa

Secara visual, Orahili Fau adalah mahakarya tata kota tradisional. Desa ini dirancang dengan pola linier, di mana rumah-rumah adat berjejer saling berhadapan membentuk lorong besar yang dilapisi oleh susunan batu alam (paving stone) yang rapi. Keunikan utama desa ini terletak pada keberadaan peninggalan megalitik yang tersebar di sepanjang halaman desa.

Batu-batu besar yang dipahat secara manual (monolit) berdiri tegak sebagai simbol status sosial dan peringatan atas peristiwa penting. Terdapat dua jenis megalit utama: Omo Sebua (batu tegak untuk menghormati leluhur laki-laki) dan Daro-daro (batu datar untuk menghormati leluhur perempuan). Keberadaan batu-batu ini membuktikan bahwa Orahili Fau adalah pusat kebudayaan megalitik yang aktif, di mana setiap batu yang diletakkan memerlukan upacara adat besar yang melibatkan pemotongan ratusan ekor babi dan pengerahan ribuan tenaga manusia.

Rumah adat di Orahili Fau, yang dikenal sebagai Omo Hada, dibangun tanpa menggunakan paku satu pun. Struktur bangunan menggunakan kayu-kayu keras berkualitas tinggi dengan sistem pasak yang elastis, membuatnya sangat tahan terhadap guncangan gempa bumi—sebuah kearifan lokal yang telah teruji selama ribuan tahun di zona cincin api Pasifik.

Signifikansi Sejarah dan Peristiwa Penting

Orahili Fau memiliki peran krusial dalam peta politik tradisional Nias Selatan. Desa ini dulunya berfungsi sebagai pusat pemerintahan adat dan strategi perang. Salah satu fakta sejarah yang unik adalah hubungan persaudaraan sekaligus persaingan prestise antara Orahili Fau dengan Desa Bawomataluo. Konon, para pengrajin dan arsitek terbaik yang membangun keajaiban di Bawomataluo berasal atau memiliki akar tradisi dari Orahili Fau.

Peristiwa bersejarah yang paling membekas adalah "Perang Orahili". Ketika Belanda mencoba menanamkan kekuasaannya dan menghapuskan praktik perbudakan serta ritual adat yang dianggap barbar, para pejuang Orahili melakukan perlawanan gerilya. Meskipun teknologi persenjataan Belanda lebih unggul, topografi Orahili yang berbukit dan sistem pertahanan desa yang memiliki gerbang batu sempit membuat pasukan kolonial kewalahan selama bertahun-tahun.

Tokoh Penting dan Struktur Sosial

Klan Fau yang memimpin desa ini melahirkan banyak pemimpin adat (Siulu) yang disegani. Para Siulu di Orahili Fau dikenal sebagai diplomat ulung yang mampu menjaga perdamaian antar-desa di Nias Selatan melalui hukum adat Fondrakö—sebuah konsensus sakral yang mengatur segala aspek kehidupan masyarakat Nias, mulai dari hukum pidana hingga tata cara pernikahan. Pengaruh klan Fau dari Orahili bahkan mencapai wilayah pesisir, menjadikannya salah satu dinasti paling berpengaruh dalam sejarah Nias.

Makna Budaya dan Religi

Bagi masyarakat setempat, Orahili Fau adalah tempat yang sakral. Sebelum masuknya kekristenan di Nias, desa ini merupakan pusat pemujaan roh leluhur (Adat Mebali Naduya). Setiap elemen arsitektur, mulai dari ukiran binatang di balok kayu hingga posisi batu megalit, memiliki makna simbolis yang menghubungkan dunia manusia dengan dunia roh.

Meskipun saat ini mayoritas penduduk telah memeluk agama Kristen, nilai-nilai budaya luhur tetap dipertahankan. Upacara Lompat Batu (Fahombo) dan tari-tarian perang masih sering dipraktikkan di halaman desa ini sebagai bentuk pelestarian jati diri. Orahili Fau menjadi saksi bisu bagaimana sebuah peradaban mampu menyelaraskan kepercayaan baru dengan tradisi megalitik yang sudah mengakar kuat.

Status Preservasi dan Upaya Restorasi

Sebagai Situs Sejarah yang sangat berharga, Orahili Fau kini berada di bawah perlindungan undang-undang cagar budaya. Tantangan utama yang dihadapi adalah pelapukan kayu pada rumah-rumah adat yang sudah berusia ratusan tahun serta pergeseran tanah yang dapat merusak susunan batu megalit.

Pemerintah Kabupaten Nias Selatan bersama Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan telah melakukan beberapa tahap restorasi, terutama pada perbaikan atap rumbia rumah adat dan penataan kawasan lingkungan. Selain itu, Orahili Fau juga tengah dipromosikan sebagai bagian dari warisan dunia UNESCO (bersama situs Nias Selatan lainnya) karena mencerminkan "Outstanding Universal Value" dalam kategori pemukiman tradisional manusia. Kesadaran pemuda desa untuk mendokumentasikan sejarah lisan dari para tetua juga menjadi kunci dalam menjaga kelangsungan narasi sejarah Orahili Fau agar tidak hilang ditelan zaman.

Sebagai kesimpulan, Desa Adat Orahili Fau bukan sekadar destinasi wisata, melainkan sebuah laboratorium sejarah yang memperlihatkan kecerdasan manusia dalam beradaptasi dengan alam, mempertahankan kedaulatan, dan menghargai leluhur. Setiap jengkal tanah dan batu di desa ini adalah lembaran buku sejarah yang menceritakan kejayaan peradaban Nias di masa lalu.

📋 Informasi Kunjungan

address
Kecamatan Fanayama, Kabupaten Nias Selatan
entrance fee
Donasi sukarela
opening hours
Setiap hari, 08:00 - 17:00

Tempat Menarik Lainnya di Nias Selatan

Tim GeoKepo

Penulis & Peneliti Konten

Tim GeoKepo adalah sekelompok penulis dan peneliti yang passionate tentang geografi Indonesia. Kami berdedikasi untuk membuat pembelajaran geografi menjadi menyenangkan dan dapat diakses oleh semua orang. Setiap artikel ditulis dengan riset mendalam untuk memastikan akurasi dan kualitas konten.

Pelajari lebih lanjut tentang tim kami
Apakah artikel ini membantu?

Jelajahi Nias Selatan

Pelajari lebih lanjut tentang Nias Selatan dan tempat-tempat menarik lainnya.

Lihat Profil Nias Selatan