Sop Saudara Asli Pangkep
di Pangkajene dan Kepulauan, Sulawesi Selatan
Dipublikasikan: Januari 2025
Tentang
Mahakarya Kuliner dari Bumi Pangkajene: Menelusuri Jejak dan Rasa Sop Saudara Asli Pangkep
Sulawesi Selatan tidak hanya dikenal dengan kegagahan kapal Pinisi atau keindahan gugusan karst Rammang-Rammang, tetapi juga melalui kekayaan gastronominya yang mendalam. Di antara deretan hidangan berkuah khas Bugis-Makassar seperti Coto Makassar atau Pallubasa, terselip satu nama yang membawa kehangatan persaudaraan dalam setiap hirupan kuahnya: Sop Saudara. Berasal dari Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Sop Saudara Asli Pangkep telah bertransformasi dari sekadar hidangan lokal menjadi ikon kuliner legendaris yang melintasi batas wilayah.
#
Akar Sejarah dan Filosofi Persaudaraan
Lahirnya Sop Saudara tidak bisa dilepaskan dari sosok H. Dollahi, seorang pelopor kuliner asal Pangkep yang pada tahun 1957 mulai memperkenalkan hidangan ini di Makassar. Nama "Sop Saudara" sendiri bukanlah sebuah kebetulan. Nama ini dipilih dengan filosofi yang mendalam, yakni sebuah harapan agar setiap orang yang menikmati hidangan ini akan merasa seperti saudara, menciptakan ikatan kekeluargaan antara penjual dan pembeli, serta sesama penikmatnya.
Nama "Saudara" juga merupakan akronim unik yang diciptakan oleh H. Dollahi: Saya Usahakan Daganganku Agar Rakyat Aman. Kalimat ini mencerminkan semangat kemandirian ekonomi sekaligus niat tulus untuk menyajikan makanan yang terjangkau, mengenyangkan, dan menyehatkan bagi masyarakat luas. Hingga kini, warung Sop Saudara Asli Pangkep di Jalan Karebosi (sekarang menyebar ke berbagai titik di Pangkep dan Makassar) tetap mempertahankan resep orisinal yang diwariskan secara turun-temurun.
#
Anatomi Rasa: Keunikan Bahan dan Komposisi
Apa yang membedakan Sop Saudara dengan Coto Makassar? Meskipun keduanya menggunakan basis daging sapi, Sop Saudara memiliki karakteristik yang lebih kompleks dan tekstur yang lebih kaya. Sebuah porsi autentik Sop Saudara Asli Pangkep terdiri dari beberapa komponen utama yang bekerja secara harmonis.
Pertama adalah potongan daging sapi yang empuk, sering kali dicampur dengan jeroan seperti hati, pipi, paru (yang biasanya digoreng garing), dan babat. Namun, ciri khas yang paling mencolok adalah kehadiran soun (bihun putih), perkedel kentang yang lembut, dan telur itik rebus. Penambahan perkedel di dalam kuah memberikan sentuhan tekstur creamy saat kentangnya mulai hancur dan menyatu dengan kaldu, sebuah elemen yang tidak ditemukan pada hidangan sop daging lainnya di Sulawesi Selatan.
#
Rahasia Dapur: Rempah dan Teknik Memasak Tradisional
Kekuatan utama Sop Saudara Asli Pangkep terletak pada racikan bumbunya yang menggunakan metode "Lekoβ" (bumbu kental). Dasar kaldunya dibuat dari rebusan daging sapi berkualitas tinggi yang dimasak dalam waktu lama hingga sarinya keluar maksimal.
Rempah-rempah yang digunakan melibatkan perpaduan antara kemiri, ketumbar, jintan, serai, lengkuas, dan jahe. Namun, rahasia kelezatannya terletak pada penggunaan kacang tanah sangrai yang dihaluskan sangat halus, yang kemudian dicampurkan ke dalam kuah untuk memberikan efek gurih (nutty) dan kekentalan yang pas. Berbeda dengan Coto Makassar yang menggunakan air cucian beras untuk mengentalkan kuah, Sop Saudara lebih mengandalkan perpaduan rempah dan kacang.
Proses memasaknya pun masih mempertahankan tradisi. Penggunaan kuali besar (gentong) berbahan tanah liat atau logam tebal di atas tungku api yang stabil memastikan distribusi panas yang merata, sehingga bumbu meresap hingga ke serat daging terdalam. Teknik ini juga menjaga aroma rempah tetap kuat dan tidak menguap begitu saja.
#
Ikan Bandeng Bakar: Pendamping Wajib yang Tak Terpisahkan
Berbicara tentang Sop Saudara Asli Pangkep tidak lengkap tanpa menyebut "Ikan Bolu" atau ikan bandeng. Pangkep dikenal sebagai penghasil bandeng terbaik di Sulawesi Selatan karena pengaruh tambaknya yang memiliki kadar salinitas unik. Di warung-warung Sop Saudara yang asli di Pangkep, hidangan sop ini hampir selalu disajikan berdampingan dengan Ikan Bandeng Bakar tanpa tulang.
Sinergi antara kuah sop yang kaya rempah dengan daging ikan bandeng yang manis dan gurih menciptakan sensasi rasa yang disebut masyarakat lokal sebagai "nyamleng". Ikan bandeng biasanya dibakar dengan bumbu minimalis agar rasa aslinya tetap menonjol, lalu disantap dengan cobek-cobek (sambal mangga muda atau jeruk nipis).
#
Tradisi Kuliner dan Cara Menikmati yang Autentik
Di Pangkep, makan Sop Saudara adalah sebuah ritual sosial. Biasanya, hidangan ini dinikmati dengan nasi putih hangat yang dibungkus daun pisang (nasi poci). Aroma daun pisang yang layu terkena panas nasi menambah dimensi aroma yang menggugah selera.
Bagi penduduk lokal, ada cara khusus untuk meracik mangkuk mereka sebelum disantap. Penambahan perasan jeruk nipis adalah wajib untuk menyeimbangkan lemak dari daging dan jeroan. Sambal kuning yang super pedas khas Sulawesi Selatan ditambahkan sesuai selera, diikuti dengan sedikit kecap manis. Tak lupa, taburan bawang goreng dan irisan daun bawang segar memberikan sentuhan akhir yang renyah dan harum.
#
Keberlanjutan Warisan: Dari Generasi ke Generasi
Keaslian Sop Saudara Pangkep tetap terjaga karena sistem pengelolaan yang berbasis keluarga. Banyak warung Sop Saudara legendaris di Pangkajene masih dikelola oleh anak cucu dari para perintis awal. Mereka memegang teguh prinsip bahwa kualitas bahan tidak boleh dikurangi. Daging harus berasal dari sapi lokal yang baru dipotong untuk memastikan kesegaran kaldu, dan tidak ada penggunaan penyedap rasa instan yang berlebihan karena gurihnya sudah didapat dari rempah dan kaldu tulang.
Di Pangkep sendiri, warung-warung ini menjadi titik temu berbagai lapisan masyarakat. Dari pejabat daerah hingga sopir truk lintas provinsi, semua duduk di kursi kayu yang sama, menikmati uap panas dari mangkuk yang sama. Inilah wujud nyata dari nama "Saudara" yang disematkan puluhan tahun silam.
#
Signifikansi Budaya dan Pariwisata
Kini, Sop Saudara bukan sekadar makanan pengganjal perut, melainkan identitas budaya bagi masyarakat Pangkep. Wisatawan yang menempuh perjalanan dari Makassar menuju Tana Toraja atau Maros hampir dipastikan akan singgah di Pangkajene hanya untuk mencicipi keaslian hidangan ini di tanah kelahirannya.
Pemerintah daerah setempat pun mengakui Sop Saudara sebagai aset wisata kuliner unggulan. Keaslian rasa yang terjaga selama lebih dari enam dekade membuktikan bahwa Sop Saudara Asli Pangkep adalah sebuah mahakarya yang tahan banting oleh zaman. Ia adalah bukti bahwa kesederhanaan bahan lokal, jika diolah dengan ketulusan dan resep yang jujur, mampu menciptakan legenda yang akan terus dikenang oleh lidah setiap generasi.
Menikmati semangkuk Sop Saudara Asli Pangkep adalah perjalanan melintasi waktu. Di dalam kuahnya yang keruh dan gurih, tersimpan sejarah perjuangan H. Dollahi, kekayaan alam tambak Pangkep, dan semangat persaudaraan yang tak lekang oleh panasnya api tungku. Bagi siapa pun yang berkunjung ke Sulawesi Selatan, Sop Saudara bukan sekadar pilihan menu, melainkan kewajiban budaya untuk memahami arti sejati dari sebuah jamuan kasih sayang.
π Informasi Kunjungan
Tempat Menarik Lainnya di Pangkajene dan Kepulauan
Tim GeoKepo
Penulis & Peneliti KontenTim GeoKepo adalah sekelompok penulis dan peneliti yang passionate tentang geografi Indonesia. Kami berdedikasi untuk membuat pembelajaran geografi menjadi menyenangkan dan dapat diakses oleh semua orang. Setiap artikel ditulis dengan riset mendalam untuk memastikan akurasi dan kualitas konten.
Pelajari lebih lanjut tentang tim kamiJelajahi Pangkajene dan Kepulauan
Pelajari lebih lanjut tentang Pangkajene dan Kepulauan dan tempat-tempat menarik lainnya.
Lihat Profil Pangkajene dan Kepulauan