Situs Sejarah

Lapangan Terbang Enarotali

di Paniai, Papua Tengah

Dipublikasikan: Januari 2025

Tentang

Asal-usul dan Periode Pembentukan

Sejarah Lapangan Terbang Enarotali bermula dari penemuan kompleks Danau-danau Paniai (Wisselmeren) oleh pilot Angkatan Laut Belanda, Frits Wissel, pada 31 Desember 1936. Penemuan ini mengejutkan dunia kolonial saat itu karena mengungkap keberadaan populasi besar suku Mee yang hidup menetap di wilayah yang sebelumnya dianggap tak berpenghuni.

Pembangunan landasan darat di Enarotali dimulai pada akhir dekade 1930-an oleh pemerintah kolonial Belanda (NICA). Awalnya, akses menuju Paniai hanya bisa dicapai melalui pesawat amfibi yang mendarat di permukaan Danau Paniai. Namun, kebutuhan akan logistik yang lebih stabil dan permanen mendorong pembangunan landasan pacu di pinggiran danau. Pengerjaannya melibatkan ribuan tenaga kerja lokal dari suku Mee yang melakukan pembersihan lahan secara manual menggunakan alat-alat sederhana, mengubah rawa dan dataran berumput menjadi landasan pacu tanah yang padat.

Karakteristik Arsitektur dan Detail Konstruksi

Secara teknis, Lapangan Terbang Enarotali memiliki karakteristik unik yang dipengaruhi oleh topografi ekstrem Pegunungan Tengah. Berada pada ketinggian sekitar 1.750 meter di atas permukaan laut, landasan ini dikelilingi oleh perbukitan tinggi dan sering kali tertutup kabut tebal.

Pada masa awal pembangunannya, arsitektur lapangan terbang ini sangat fungsional dan minimalis. Landasan pacunya memiliki panjang asli sekitar 800 meter dengan permukaan yang awalnya merupakan campuran rumput dan kerikil sungai. Salah satu detail konstruksi yang khas adalah sistem drainasenya. Mengingat curah hujan yang sangat tinggi di Paniai, para pekerja masa lalu membangun parit-parit alami yang mengalirkan air langsung ke Danau Paniai untuk mencegah landasan menjadi lumpur hisap. Bangunan terminal awal merupakan struktur kayu sederhana dengan atap seng, mencerminkan gaya arsitektur pos depan kolonial yang tangguh namun bersahaja.

Signifikansi Sejarah dan Peristiwa Penting

Lapangan Terbang Enarotali adalah saksi bisu dari berbagai pergolakan besar. Selama Perang Dunia II, wilayah ini menjadi titik pengamatan strategis. Pasukan Sekutu dan Belanda menggunakan Enarotali sebagai pos terdepan untuk memantau pergerakan pasukan Jepang yang telah menduduki wilayah pesisir Papua.

Setelah masa perang, pada periode 1950-an, lapangan terbang ini menjadi pusat penyebaran misi keagamaan dan pendidikan. Pesawat-pesawat milik MAF (Missionary Aviation Fellowship) menjadikan Enarotali sebagai pangkalan utama untuk menjangkau lembah-lembah terpencil seperti Lembah Kamu dan Mapia.

Peristiwa sejarah paling signifikan terjadi pada masa Perjuangan Pembebasan Irian Barat (Trikora). Enarotali menjadi salah satu target operasi militer Indonesia untuk mematahkan kekuasaan Belanda di pedalaman. Setelah integrasi, lapangan terbang ini menjadi pintu gerbang utama bagi pemerintah Indonesia untuk mendistribusikan pembangunan di wilayah Paniai, yang saat itu mencakup wilayah yang sekarang menjadi Kabupaten Nabire, Dogiyai, dan Deiyai.

Tokoh Terkait dan Periode Sejarah

Beberapa tokoh penting tercatat dalam sejarah tempat ini. Selain Frits Wissel, terdapat nama Jan van Eechoud, yang dikenal sebagai "Bapak Papua" oleh pemerintah Belanda, yang merintis pemerintahan sipil di Enarotali dan menggunakan lapangan terbang ini sebagai pusat koordinasi.

Dari sisi sejarah Indonesia, lapangan terbang ini berkaitan erat dengan periode pemerintahan Presiden Soekarno dalam upaya unifikasi wilayah. Para pilot perintis TNI AU dan pilot-pilot sipil seperti dari maskapai Merpati Nusantara (pada masanya) dianggap sebagai pahlawan yang mempertaruhkan nyawa menembus celah-celah gunung untuk mendarat di Enarotali, yang dikenal memiliki wind shear (perubahan arah angin mendadak) yang berbahaya.

Status Pelestarian dan Upaya Restorasi

Saat ini, Lapangan Terbang Enarotali telah mengalami berbagai modernisasi untuk memenuhi standar keselamatan penerbangan nasional. Meskipun statusnya adalah bandar udara aktif (Bandara Kelas III), nilai sejarahnya sebagai "Situs Sejarah" tetap diakui oleh masyarakat lokal dan pemerintah daerah Paniai.

Upaya restorasi lebih difokuskan pada pemeliharaan landasan pacu yang kini telah diaspal sepanjang 1.010 meter untuk menampung pesawat jenis Twin Otter atau Cassa. Pemerintah daerah terus berupaya menjaga keseimbangan antara modernisasi fasilitas bandara dengan pelestarian nilai historis kawasan sekitarnya. Beberapa sisa bangunan tua di sekitar bandara tetap dipertahankan sebagai pengingat masa lalu, meskipun tantangan utama pelestarian adalah tingkat kelembaban tinggi dan pertumbuhan pemukiman penduduk yang pesat di sekitar area bandara.

Kepentingan Budaya dan Sosial

Bagi masyarakat suku Mee, Lapangan Terbang Enarotali adalah simbol perubahan zaman. Sebelum adanya pesawat, mobilitas masyarakat sangat terbatas pada jalur setapak di hutan rimba. Kehadiran lapangan terbang ini mengubah struktur sosial-ekonomi Paniai secara drastis. Secara budaya, momen kedatangan pesawat di Enarotali sering dianggap sebagai peristiwa sosial di mana penduduk dari kampung-kampung jauh datang untuk sekadar melihat atau melakukan aktivitas barter di sekitar area bandara.

Secara religius, lapangan terbang ini tetap dihormati sebagai jalur masuknya peradaban modern dan agama (Kristen dan Katolik) yang membentuk identitas masyarakat Paniai saat ini. Keberadaannya dianggap sebagai berkat yang menghubungkan "dunia atas" (pegunungan) dengan "dunia bawah" (pesisir).

Fakta Sejarah Unik

Salah satu fakta unik yang jarang diketahui adalah bahwa pada awal operasionalnya, navigasi menuju Lapangan Terbang Enarotali seringkali hanya mengandalkan "penglihatan visual" terhadap garis pantai Danau Paniai. Jika danau tertutup kabut, pilot tidak akan berani mendarat. Selain itu, Enarotali pernah menjadi pusat logistik bagi ekspedisi-ekspedisi botani internasional yang mencari flora dan fauna langka di dataran tinggi Papua pada pertengahan abad ke-20.

Hingga kini, Lapangan Terbang Enarotali tetap berdiri tegak sebagai jantung transportasi di Paniai. Setiap deru mesin pesawat yang mendarat di sana adalah gema dari sejarah panjang perjuangan manusia dalam menaklukkan alam yang keras demi kemajuan dan persatuan di tanah Papua Tengah.

πŸ“‹ Informasi Kunjungan

address
Distrik Paniai Timur, Kabupaten Paniai
entrance fee
Khusus Penumpang
opening hours
Sesuai Jadwal Penerbangan

Tempat Menarik Lainnya di Paniai

Tim GeoKepo

Penulis & Peneliti Konten

Tim GeoKepo adalah sekelompok penulis dan peneliti yang passionate tentang geografi Indonesia. Kami berdedikasi untuk membuat pembelajaran geografi menjadi menyenangkan dan dapat diakses oleh semua orang. Setiap artikel ditulis dengan riset mendalam untuk memastikan akurasi dan kualitas konten.

Pelajari lebih lanjut tentang tim kami
Apakah artikel ini membantu?

Jelajahi Paniai

Pelajari lebih lanjut tentang Paniai dan tempat-tempat menarik lainnya.

Lihat Profil Paniai