Museum Sadurengas
di Paser, Kalimantan Timur
Dipublikasikan: Januari 2025
Tentang
Asal-Usul dan Periode Pendirian
Bangunan yang kini dikenal sebagai Museum Sadurengas awalnya bukanlah sebuah museum, melainkan istana tempat tinggal Sultan Paser. Struktur bangunan yang ada saat ini dibangun pada abad ke-19, tepatnya pada masa pemerintahan Sultan Ibrahim Khaliluddin. Sebelum menjadi istana, kawasan Pasir Belengkong telah menjadi pusat pemerintahan Kesultanan Paser sejak abad ke-16, berpindah dari pusat pemerintahan sebelumnya di daerah pedalaman.
Nama "Sadurengas" sendiri diambil dari nama salah satu sungai di wilayah tersebut, yang juga sering dikaitkan dengan nama kuno kerajaan sebelum masuknya pengaruh Islam yang kuat, yakni Kerajaan Sadurengas. Transformasi bangunan ini menjadi museum baru dilakukan pada dekade 1970-an hingga 1980-an oleh pemerintah daerah untuk menyelamatkan aset sejarah yang mulai terbengkalai pasca-runtuhnya sistem kesultanan secara administratif dalam bingkai Republik Indonesia.
Arsitektur Khas dan Detail Konstruksi
Salah satu keunikan utama Museum Sadurengas terletak pada gaya arsitekturnya yang merupakan perpaduan antara gaya rumah panggung tradisional Suku Paser dengan pengaruh kolonial dan Melayu. Bangunan ini seluruhnya terbuat dari kayu ulin (Eusideroxylon zwageri) atau kayu besi, yang dikenal karena ketahanannya terhadap cuaca ekstrem dan serangan rayap selama beratus-ratus tahun.
Struktur bangunan berbentuk panggung tinggi untuk menghindari luapan air Sungai Kandilo yang berada tepat di depannya. Atapnya berbentuk limasan dengan ornamen ukiran khas Paser yang menghiasi bagian lisplang dan pilar-pilar penyangga. Salah satu ciri fisik yang paling mencolok adalah warna kuning dominan yang menyelimuti seluruh dinding luar bangunan. Dalam tradisi kerajaan di Nusantara, termasuk Paser, warna kuning merupakan simbol keagungan, kemuliaan, dan hanya boleh digunakan oleh keluarga bangsawan atau sultan.
Bagian dalam museum terbagi menjadi beberapa ruang utama: ruang tamu (balairung) yang luas untuk menerima tamu kehormatan, ruang peristirahatan sultan, dan area belakang yang dulunya berfungsi sebagai tempat tinggal permaisuri dan keluarga. Lantai kayu yang mengilap dan langit-langit yang tinggi memberikan sirkulasi udara yang baik, mencerminkan kearifan lokal dalam beradaptasi dengan iklim tropis Kalimantan.
Signifikansi Sejarah dan Peristiwa Penting
Museum Sadurengas adalah saksi bisu dari dinamika politik di Kalimantan Timur. Pada masa keemasannya, istana ini menjadi pusat diplomasi. Kesultanan Paser memiliki hubungan yang kompleks dengan kekuatan-kekuatan besar di sekitarnya, termasuk Kesultanan Banjar, Kesultanan Kutai Kartanegara, hingga pengaruh dari Kerajaan Gowa-Tallo di Sulawesi.
Peristiwa paling dramatis yang berkaitan dengan situs ini adalah perlawanan terhadap kolonialisme Belanda. Sultan Ibrahim Khaliluddin, yang membangun istana ini, dikenal sebagai pemimpin yang teguh pendirian. Akibat penolakannya untuk tunduk sepenuhnya pada peraturan Belanda, beliau akhirnya diasingkan ke Cianjur, Jawa Barat, pada awal abad ke-20. Pengasingan sang Sultan menandai melemahnya otoritas politik kesultanan, namun bangunan istana ini tetap berdiri sebagai simbol perlawanan dan identitas rakyat Paser.
Tokoh Penting dan Koleksi Bersejarah
Selain Sultan Ibrahim Khaliluddin, sosok lain yang sangat berkelindan dengan sejarah tempat ini adalah Aji Tenggara, yang dianggap sebagai salah satu peletak dasar kekuatan Kesultanan Paser. Di dalam museum, pengunjung dapat melihat berbagai peninggalan yang memperkuat narasi sejarah tersebut.
Koleksi unik yang tersimpan di dalam Museum Sadurengas meliputi:
1. Meriam Kuno: Beberapa meriam peninggalan Portugis dan Belanda yang dulunya digunakan untuk pertahanan pelabuhan.
2. Singgasana Sultan: Kursi kebesaran yang masih terjaga keasliannya, melambangkan otoritas tertinggi.
3. Alat Musik Tradisional: Seperti Kelentangan Paser dan Gendang yang digunakan dalam upacara adat.
4. Guci-Guci Kuno: Koleksi keramik dari dinasti Tiongkok yang membuktikan luasnya jaringan perdagangan Kesultanan Paser hingga ke mancanegara.
5. Naskah Kuno: Salinan Al-Qur'an tulisan tangan dan naskah perjanjian dengan pihak asing.
Kepentingan Budaya dan Religi
Museum Sadurengas tidak dapat dipisahkan dari identitas religius masyarakat Paser. Di dekat kompleks museum, berdiri Masjid Jami Nurul Ibadah, salah satu masjid tertua di Kalimantan Timur yang dibangun hampir bersamaan dengan istana tersebut. Keberadaan istana dan masjid dalam satu kompleks menunjukkan bahwa Kesultanan Paser menerapkan konsep "Manunggal" antara pemimpin (Sultan) dan agama (Ulama).
Hingga saat ini, kawasan museum sering menjadi pusat pelaksanaan upacara adat, seperti ritual "Erau" atau peringatan hari jadi Kabupaten Paser. Bagi masyarakat lokal, bangunan ini bukan sekadar objek wisata, melainkan tempat keramat yang menghubungkan mereka dengan leluhur.
Upaya Pelestarian dan Restorasi
Sebagai situs cagar budaya yang dilindungi oleh Undang-Undang, Museum Sadurengas telah mengalami beberapa kali tahap restorasi. Tantangan terbesar dalam pelestarian adalah penggantian beberapa bagian kayu yang mulai melapuk tanpa menghilangkan nilai orisinalitasnya. Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur dan Balai Pelestarian Kebudayaan secara rutin melakukan perawatan pada struktur kayu ulin dan pengkatalogan ulang koleksi museum.
Pemanfaatan teknologi digital kini mulai diterapkan untuk mendokumentasikan setiap sudut bangunan, sehingga nilai sejarahnya tetap terjaga bagi generasi mendatang. Meskipun telah mengalami pembenahan di bagian halaman dan pagar, inti bangunan tetap dipertahankan sesuai bentuk aslinya saat pertama kali dibangun sebagai istana keraton.
Museum Sadurengas berdiri sebagai monumen ketangguhan budaya Paser. Melalui tiang-tiang ulinnya yang kokoh, ia menceritakan kisah tentang kejayaan masa lalu, kepahitan masa penjajahan, dan harapan untuk terus mempertahankan akar jati diri di tengah arus modernitas Kalimantan Timur.
π Informasi Kunjungan
Tempat Menarik Lainnya di Paser
Tim GeoKepo
Penulis & Peneliti KontenTim GeoKepo adalah sekelompok penulis dan peneliti yang passionate tentang geografi Indonesia. Kami berdedikasi untuk membuat pembelajaran geografi menjadi menyenangkan dan dapat diakses oleh semua orang. Setiap artikel ditulis dengan riset mendalam untuk memastikan akurasi dan kualitas konten.
Pelajari lebih lanjut tentang tim kamiJelajahi Paser
Pelajari lebih lanjut tentang Paser dan tempat-tempat menarik lainnya.
Lihat Profil Paser