Bangunan Ikonik

Rumah Kaki Seribu (Mod Aki Aksa)

di Pegunungan Arfak, Papua Barat

Dipublikasikan: Januari 2025

Tentang

Filosofi Desain dan Prinsip Arsitektur

Secara visual, Mod Aki Aksa mendefinisikan dirinya melalui kepadatan tiang penyangga yang luar biasa banyak. Berbeda dengan rumah panggung pada umumnya yang hanya memiliki tiang di sudut-sudut utama, Rumah Kaki Seribu menempatkan ratusan tiang kayu berdiameter kecil (sekitar 10-15 cm) di seluruh kolong bangunan dengan jarak yang sangat rapat, rata-rata hanya 30 hingga 50 sentimeter antar tiang.

Desain ini didasarkan pada prinsip distribusi beban merata dan keamanan. Struktur tiang yang rapat ini berfungsi ganda: pertama, untuk menahan guncangan gempa yang sering terjadi di wilayah tektonik Papua; kedua, sebagai barikade fisik untuk mencegah ancaman dari luar, baik itu hewan buas maupun serangan musuh di masa lampau. Karena tiang-tiang ini sangat rapat, tidak ada ruang bagi penyusup untuk merangkak di bawah lantai tanpa terdeteksi.

Konteks Historis dan Konstruksi Tradisional

Pembangunan Mod Aki Aksa adalah sebuah kerja kolektif yang melibatkan pengetahuan turun-temurun dari empat suku utama di wilayah Arfak, yaitu Suku Hatam, Moile, Meyakh, dan Sote. Tidak ada arsitek tunggal dalam pembangunan rumah ini; perancangnya adalah para tetua adat yang memahami arah angin, kontur tanah, dan karakteristik kayu di hutan sekitar.

Konstruksi dimulai dengan pemilihan kayu yang tahan lama, biasanya menggunakan kayu besi atau jenis kayu lokal yang tahan terhadap kelembapan tinggi. Hal yang unik adalah penggunaan teknik ikat tanpa paku. Seluruh rangka bangunan disatukan menggunakan tali dari rotan atau serat kulit kayu yang sangat kuat. Fleksibilitas ikatan ini justru menjadi keunggulan struktural, karena memungkinkan bangunan untuk "bergoyang" mengikuti getaran bumi tanpa patah atau runtuh.

Atap rumah ini berbentuk kerucut tumpul atau memanjang yang terbuat dari tumpukan daun jerami atau alang-alang yang sangat tebal. Ketebalan atap ini sangat krusial untuk menahan suhu dingin yang bisa mencapai di bawah 10 derajat Celcius pada malam hari di Pegunungan Arfak.

Inovasi Struktural dan Elemen Unik

Salah satu elemen paling spesifik dari Mod Aki Aksa adalah ketiadaan jendela. Dalam perspektif arsitektur modern, ketiadaan jendela mungkin dianggap sebagai kekurangan sirkulasi. Namun, bagi masyarakat Arfak, ini adalah inovasi untuk menjaga termoregulasi. Dengan hanya memiliki dua pintu (pintu depan dan pintu belakang), udara hangat dari tungku api di dalam rumah tetap terjebak di dalam, memberikan kehangatan bagi penghuninya.

Lantai rumah terbuat dari kulit kayu yang diratakan atau belahan bambu, memberikan tekstur yang alami namun kuat. Di bagian tengah ruangan, terdapat Run atau tungku api. Tungku ini bukan hanya untuk memasak, tetapi berfungsi sebagai jantung kehidupan dan sistem pemanas ruangan. Asap dari tungku api ini juga berfungsi sebagai pengawet alami untuk struktur atap jerami agar tidak mudah lapuk dan terhindar dari serangga perusak kayu.

Signifikansi Budaya dan Sosial

Mod Aki Aksa adalah simbol persatuan dan strata sosial yang egaliter. Meskipun ada rumah yang lebih besar untuk kepala suku (Indung), pada dasarnya desain rumah ini seragam bagi seluruh anggota masyarakat. Pembagian ruang di dalamnya sangat ketat secara adat: bagian kiri biasanya diperuntukkan bagi kaum wanita (Rum Ngwe), dan bagian kanan untuk kaum pria (Rum Nirig).

Rumah ini juga berfungsi sebagai ruang pendidikan adat. Di sinilah para pemuda diajarkan tentang silsilah keluarga, hukum adat, dan teknik berburu. Kehadiran ratusan tiang di bawah rumah juga melambangkan filosofi kekuatan kelompok; bahwa satu tiang kecil mungkin lemah, tetapi ribuan tiang yang berdiri bersama akan mampu menopang beban yang paling berat sekalipun. Ini adalah representasi visual dari semangat gotong royong masyarakat Arfak.

Penggunaan Saat Ini dan Pengalaman Pengunjung

Saat ini, meskipun banyak masyarakat Arfak yang mulai membangun rumah modern dengan material beton dan seng, Mod Aki Aksa tetap dipertahankan sebagai identitas budaya yang tak tergantikan. Di daerah seperti Distrik Anggi dan Distrik Minyambouw, Rumah Kaki Seribu masih dapat ditemui dan dihuni secara aktif.

Bagi pengunjung atau peneliti arsitektur, memasuki Mod Aki Aksa memberikan pengalaman sensorik yang luar biasa. Bau asap dari tungku yang meresap ke dalam kayu, cahaya temaram yang masuk dari celah pintu, dan kehangatan yang kontras dengan udara pegunungan yang menggigit, memberikan pemahaman mendalam tentang bagaimana arsitektur vernakular bekerja selaras dengan alam.

Pemerintah Provinsi Papua Barat kini mulai melirik potensi Mod Aki Aksa sebagai ikon pariwisata budaya. Upaya konservasi dilakukan dengan terus mendorong generasi muda suku Arfak untuk mempelajari teknik konstruksi tradisional ini agar keahlian membangun "Kaki Seribu" tidak hilang ditelan zaman.

Kesimpulan

Rumah Kaki Seribu (Mod Aki Aksa) adalah bukti nyata bahwa keterbatasan teknologi modern di masa lalu tidak menghalangi terciptanya struktur bangunan yang canggih secara fungsi dan estetika. Dengan memanfaatkan material organik dan prinsip distribusi beban yang cerdas, masyarakat Pegunungan Arfak telah menciptakan sebuah ikon arsitektur yang mampu bertahan melawan cuaca ekstrem dan waktu. Ia berdiri tegak di atas ribuan tiang, menceritakan kisah ketahanan manusia di tanah Papua.

πŸ“‹ Informasi Kunjungan

address
Tersebar di berbagai distrik di Pegunungan Arfak
entrance fee
Gratis / Donasi sopan
opening hours
Dengan izin penduduk setempat

Tempat Menarik Lainnya di Pegunungan Arfak

Tim GeoKepo

Penulis & Peneliti Konten

Tim GeoKepo adalah sekelompok penulis dan peneliti yang passionate tentang geografi Indonesia. Kami berdedikasi untuk membuat pembelajaran geografi menjadi menyenangkan dan dapat diakses oleh semua orang. Setiap artikel ditulis dengan riset mendalam untuk memastikan akurasi dan kualitas konten.

Pelajari lebih lanjut tentang tim kami
Apakah artikel ini membantu?

Jelajahi Pegunungan Arfak

Pelajari lebih lanjut tentang Pegunungan Arfak dan tempat-tempat menarik lainnya.

Lihat Profil Pegunungan Arfak