Bangunan Ikonik

Masjid Agung Darul Muttaqin

di Purworejo, Jawa Tengah

Dipublikasikan: Januari 2025

Tentang

Konteks Historis dan Filosofi Pembangunan

Sejarah Masjid Agung Darul Muttaqin tidak dapat dipisahkan dari berdirinya Kabupaten Purworejo pada masa pemerintahan kolonial Hindia Belanda. Masjid ini dibangun pada tahun 1834 (atau tahun Jawa 1762) atas prakarsa Bupati pertama Purworejo, Raden Adipati Aryo Cokronegoro I. Pembangunannya merupakan bagian dari konsep tata kota tradisional Jawa yang dikenal dengan istilah Mancapat, di mana pusat pemerintahan (Pendopo), alun-alun, pasar, dan tempat ibadah (masjid) berada dalam satu poros yang saling terintegrasi.

Secara filosofis, penempatan masjid di sisi barat alun-alun melambangkan jalan menuju Tuhan (arah kiblat). Kehadirannya melengkapi struktur kekuasaan administratif dengan kekuatan spiritual, menciptakan keseimbangan antara urusan duniawi dan ukhrawi dalam kepemimpinan Cokronegoro I.

Karakteristik Arsitektur Tradisional Jawa

Gaya arsitektur Masjid Agung Darul Muttaqin sangat kental dengan nuansa Jawa klasik, khususnya model Tajug. Ciri khas yang paling menonjol adalah atap tumpang tiga yang mengerucut ke atas. Struktur atap ini bukan hanya sekadar estetika, melainkan simbolisasi tingkatan dalam tasawuf Islam: Syariat, Tarekat, dan Hakikat, yang berpuncak pada Makrifat (titik tertinggi atau Tuhan).

Material utama yang digunakan dalam konstruksi aslinya adalah kayu jati pilihan. Struktur utama masjid ditopang oleh Saka Guru atau empat tiang utama yang sangat besar dan tinggi. Keunikan dari tiang-tiang ini adalah teknik penyambungannya yang tidak menggunakan paku besi, melainkan sistem purus dan pen (lubang dan pengunci kayu) yang sangat presisi, menunjukkan keahlian pertukangan kayu tingkat tinggi pada abad ke-19.

Bedug Pendowo: Inovasi Struktural dan Akustik yang Unik

Salah satu elemen yang membuat Masjid Agung Darul Muttaqin diakui secara nasional bahkan internasional adalah keberadaan Bedug Pendowo. Bedug ini diklaim sebagai bedug terbesar di dunia yang terbuat dari satu batang pohon jati utuh yang sangat besar.

Secara teknis arsitektural, penempatan Bedug Pendowo membutuhkan struktur penyangga khusus di serambi masjid untuk menahan beban kayu jati masif tersebut. Kayu jati yang digunakan konon berasal dari pohon jati berusia ratusan tahun yang ditemukan di wilayah Dusun Bragolan. Diameter bagian depan bedug mencapai 194 cm, sementara bagian belakangnya 180 cm, dengan panjang total 282 cm. Penggunaan kulit banteng sebagai membran suara dipilih karena ketahanannya dan kemampuannya menghasilkan resonansi suara yang dalam dan jauh, yang pada masa lalu berfungsi sebagai sistem komunikasi massa untuk menandai waktu salat di seluruh penjuru kota.

Detail Interior dan Ornamen Estetik

Memasuki bagian dalam masjid, pengunjung akan disambut oleh suasana yang tenang dan sejuk. Mihrab atau tempat imam memimpin salat dihiasi dengan ukiran kayu jati yang sangat halus dan detail. Motif ukiran ini memadukan pola tanaman merambat (sulur-suluran) yang merupakan pengaruh seni hias lokal dengan kaligrafi Arab yang geometris.

Jendela-jendela masjid berukuran besar dengan jeruji kayu, memungkinkan sirkulasi udara alami yang optimal (cross ventilation). Hal ini membuat suhu di dalam masjid tetap dingin meskipun tanpa bantuan pendingin udara modern. Lantai marmer yang dipasang pada renovasi-renovasi berikutnya menambah kesan mewah tanpa menghilangkan kekhasan bangunan aslinya.

Transformasi dan Renovasi Tanpa Kehilangan Jati Diri

Meskipun telah berusia hampir dua abad, Masjid Agung Darul Muttaqin telah mengalami beberapa kali renovasi untuk mengakomodasi jumlah jamaah yang terus meningkat. Namun, prinsip utama dalam setiap renovasi adalah mempertahankan fasad asli dan struktur kayu utamanya.

Perluasan dilakukan pada area serambi dan halaman masjid. Saat ini, masjid ini memiliki halaman yang luas dengan lantai granit dan beberapa pohon kurma yang memberikan nuansa Timur Tengah, namun tetap selaras dengan bangunan utama yang bergaya Jawa. Pagar masjid yang rendah memungkinkan bangunan ini tetap terlihat megah dari arah alun-alun, menciptakan keterbukaan visual antara area publik dan area suci.

Signifikansi Sosial dan Pengalaman Pengunjung

Bagi masyarakat Purworejo, Masjid Agung Darul Muttaqin adalah jantung kehidupan sosial. Selain fungsi religius, masjid ini menjadi pusat kegiatan budaya, seperti peringatan Maulid Nabi yang seringkali melibatkan prosesi dari pendopo kabupaten.

Bagi wisatawan atau pecinta arsitektur, mengunjungi masjid ini menawarkan pengalaman sensorik yang unik. Bau kayu jati yang khas, suara gema dari Bedug Pendowo, serta pemandangan struktur kayu yang megah memberikan perspektif tentang bagaimana arsitektur masa lalu mampu bertahan melintasi zaman. Masjid ini juga menjadi objek studi penting bagi para arsitek untuk mempelajari integrasi sistem struktur kayu tradisional yang tahan gempa.

Kesimpulan

Masjid Agung Darul Muttaqin Purworejo adalah monumen hidup yang merepresentasikan harmoni antara budaya lokal dan nilai universal Islam. Melalui keberadaan Bedug Pendowo yang legendaris dan struktur Tajug yang ikonik, masjid ini bukan hanya menjadi identitas fisik Kabupaten Purworejo, tetapi juga bukti kejeniusan nenek moyang dalam menciptakan ruang yang fungsional, estetis, dan spiritual secara bersamaan. Keberadaannya terus diingat sebagai simbol keteguhan iman dan kebanggaan budaya Jawa Tengah yang tak lekang oleh waktu.

πŸ“‹ Informasi Kunjungan

address
Jl. Mayjen Sutoyo, Kauman, Sindurjan, Kec. Purworejo, Kabupaten Purworejo
entrance fee
Gratis
opening hours
Setiap hari, 24 jam

Tempat Menarik Lainnya di Purworejo

Tim GeoKepo

Penulis & Peneliti Konten

Tim GeoKepo adalah sekelompok penulis dan peneliti yang passionate tentang geografi Indonesia. Kami berdedikasi untuk membuat pembelajaran geografi menjadi menyenangkan dan dapat diakses oleh semua orang. Setiap artikel ditulis dengan riset mendalam untuk memastikan akurasi dan kualitas konten.

Pelajari lebih lanjut tentang tim kami
Apakah artikel ini membantu?

Jelajahi Purworejo

Pelajari lebih lanjut tentang Purworejo dan tempat-tempat menarik lainnya.

Lihat Profil Purworejo