Kuliner Legendaris

Gulai Remis Seluma

di Seluma, Bengkulu

Dipublikasikan: Januari 2025

Tentang

Filosofi dan Asal-Usul Gulai Remis

Secara etimologi, "Remis" merujuk pada sejenis kerang air tawar atau payau berukuran kecil dengan cangkang yang cenderung pipih dan berwarna kecokelatan. Di Seluma, remis melimpah di sepanjang aliran sungai dan kawasan pesisir seperti Pantai Seluma dan muara-muara sungai yang melintasi kabupaten ini.

Secara historis, Gulai Remis bukanlah sekadar makanan mewah bagi kaum bangsawan, melainkan hidangan rakyat yang lahir dari semangat subsisten. Dahulu, mencari remis atau "meremis" adalah kegiatan komunal yang dilakukan oleh kaum perempuan dan anak-anak saat air sungai surut. Hasil tangkapan tersebut kemudian diolah dengan bumbu dapur seadanya yang tersedia di pekarangan, seperti kunyit, lengkuas, dan kelapa. Seiring berjalannya waktu, resep ini disempurnakan secara turun-temurun hingga menjadi hidangan ikonik yang wajib disuguhkan dalam upacara adat, pesta pernikahan (bimbang), maupun menyambut tamu kehormatan.

Bahan Baku Utama: Keunikan Remis Seluma

Keistimewaan Gulai Remis Seluma terletak pada kesegaran bahan utamanya. Remis yang digunakan biasanya berasal dari jenis Corbicula yang hidup di dasar sungai berpasir. Berbeda dengan kerang laut yang memiliki tekstur daging kenyal dan berserat, remis Seluma memiliki tekstur yang lembut, gurih, dan memiliki aroma "earthy" yang khas.

Proses pembersihan remis adalah tahap yang paling krusial. Sebelum dimasak, remis harus direndam dalam air bersih selama semalam agar sisa pasir di dalam cangkangnya keluar. Setelah itu, remis direbus sebentar hingga cangkangnya terbuka, lalu dagingnya dipisahkan secara manual satu per satu. Ketelatenan dalam memisahkan daging dari cangkang yang sangat kecil inilah yang membuat Gulai Remis menjadi hidangan yang penuh dedikasi.

Rahasia Bumbu dan Teknik Memasak Tradisional

Gulai Remis Seluma mengusung karakter masakan Sumatera yang kaya akan rempah dan santan, namun dengan sentuhan lokal yang spesifik. Bumbu dasarnya terdiri dari:

1. Bumbu Halus: Bawang merah, bawang putih, cabai merah keriting (untuk warna dan rasa pedas yang sedang), kunyit bakar, jahe, dan kemiri.

2. Rempah Daun: Serai yang dimemarkan, lengkuas, daun salam, dan yang paling penting adalah Daun Mangkokan (Tapak Leman) atau terkadang menggunakan Pakis (Paku). Penggunaan sayuran pendamping seperti pakis atau irisan daun mangkokan memberikan tekstur renyah dan aroma segar yang mengimbangi kekentalan santan.

3. Santan: Menggunakan santan kental dari kelapa tua yang diparut manual untuk mendapatkan minyak alami yang maksimal.

Teknik memasaknya menggunakan metode slow cooking di atas tungku kayu bakar. Penggunaan kayu bakar bukan sekadar tradisi, melainkan elemen penting untuk menciptakan aroma asap (smoky) yang meresap ke dalam daging remis. Santan dimasak bersama bumbu hingga mendidih dan mulai mengeluarkan minyak (pecah santan yang terkontrol), baru kemudian daging remis dimasukkan agar tidak menjadi alot.

Cita Rasa yang Melegenda

Saat mencicipi Gulai Remis Seluma, sensasi pertama yang dirasakan adalah gurihnya santan yang berpadu dengan pedas getir dari jahe dan lengkuas. Daging remis yang lembut memberikan ledakan rasa manis alami khas boga air tawar. Kehadiran pakis atau daun mangkokan dalam gulai memberikan dimensi rasa "pahit-segar" yang sangat pas jika disantap dengan nasi putih hangat.

Salah satu varian yang paling dicari adalah Gulai Remis Rebung Asam. Dalam varian ini, masyarakat Seluma menambahkan rebung (tunas bambu) yang telah difermentasi. Rasa asam dari rebung memberikan kontras yang luar biasa terhadap lemak santan, menciptakan simfoni rasa yang kompleks dan membangkitkan selera makan.

Destinasi dan Tokoh Kuliner Seluma

Jika berkunjung ke Seluma, kawasan di sepanjang jalan raya lintas barat Sumatera, khususnya di daerah Pasar Seluma dan sekitarnya, berjejer warung-warung makan tradisional yang menyajikan menu ini. Salah satu yang paling tersohor adalah warung-warung di sekitar jembatan panjang yang menjadi titik perhentian para pelancong.

Meskipun banyak restoran besar, kelezatan sejati Gulai Remis seringkali ditemukan di dapur rumah tangga penduduk lokal. Ibu-ibu di Seluma dianggap sebagai penjaga gawang resep asli. Mereka menjaga takaran bumbu secara intuitif, tanpa timbangan, namun menghasilkan rasa yang konsisten selama berpuluh-puluh tahun.

Tradisi Makan dan Konteks Budaya

Di Seluma, menyantap Gulai Remis seringkali dilakukan dengan tradisi Nasi Jambar. Ini adalah tradisi makan bersama dalam satu nampan besar yang melambangkan kesetaraan dan persaudaraan. Gulai Remis diletakkan di tengah, dikelilingi oleh nasi dan lauk pendamping lainnya seperti sambal kabau atau jengkol goreng.

Selain itu, ada kepercayaan lokal bahwa mengonsumsi remis dapat memberikan kekuatan fisik karena kandungan protein dan mineralnya yang tinggi. Bagi masyarakat pesisir Seluma, remis adalah anugerah alam yang harus dijaga. Oleh karena itu, terdapat kearifan lokal untuk tidak mengambil remis secara berlebihan pada musim-musim tertentu guna menjaga kelestarian ekosistem sungai.

Tantangan dan Pelestarian

Sebagai kuliner legendaris, Gulai Remis Seluma menghadapi tantangan modernisasi. Proses pengolahan remis yang memakan waktu lama membuat generasi muda jarang yang mau menekuni usaha ini. Namun, Pemerintah Kabupaten Seluma terus berupaya mempromosikan hidangan ini melalui festival kuliner tahunan dan mendorong standarisasi penyajian agar dapat dinikmati oleh wisatawan mancanegara tanpa menghilangkan keaslian rasanya.

Gulai Remis kini juga mulai dikembangkan dalam bentuk kemasan kaleng atau vakum oleh beberapa UMKM lokal di Bengkulu, sehingga para perantau asal Seluma dapat mengobati kerinduan mereka akan kampung halaman meskipun berada jauh di luar pulau.

Kesimpulan

Gulai Remis Seluma adalah potret nyata dari kekayaan budaya Bengkulu yang melintasi batas rasa. Ia bukan sekadar masakan bersantan dengan kerang kecil, melainkan simbol ketekunan, kebersamaan, dan penghormatan manusia terhadap alam. Menikmati semangkuk Gulai Remis di tepian Seluma, sembari menghirup udara pesisir yang khas, adalah pengalaman sensorik yang akan membawa siapa saja menyelami kedalaman tradisi masyarakat "Serasan Seijoan" (semboyan Kabupaten Seluma yang berarti seiya sekata). Bagi pecinta kuliner sejati, perjalanan ke Bengkulu belumlah lengkap tanpa menyinggahi Seluma dan menyesap kelezatan abadi dari kuah kuning Gulai Remis yang melegenda.

πŸ“‹ Informasi Kunjungan

address
Sepanjang Jalan Lintas Barat, Sukaraja hingga Tais
entrance fee
Mulai dari Rp 20.000 per porsi
opening hours
10:00 - 20:00

Tempat Menarik Lainnya di Seluma

Tim GeoKepo

Penulis & Peneliti Konten

Tim GeoKepo adalah sekelompok penulis dan peneliti yang passionate tentang geografi Indonesia. Kami berdedikasi untuk membuat pembelajaran geografi menjadi menyenangkan dan dapat diakses oleh semua orang. Setiap artikel ditulis dengan riset mendalam untuk memastikan akurasi dan kualitas konten.

Pelajari lebih lanjut tentang tim kami
Apakah artikel ini membantu?

Jelajahi Seluma

Pelajari lebih lanjut tentang Seluma dan tempat-tempat menarik lainnya.

Lihat Profil Seluma