Replika Istana Sultan Serdang
di Serdang Bedagai, Sumatera Utara
Dipublikasikan: Januari 2025
Tentang
#
Megahnya Kejayaan Melayu: Sejarah dan Eksistensi Replika Istana Sultan Serdang
Kabupaten Serdang Bedagai, yang dijuluki sebagai "Tanah Bertuah Negeri Beradat", menyimpan salah satu permata arsitektur dan sejarah yang paling berharga di Sumatera Utara: Replika Istana Sultan Serdang. Berdiri dengan gagah di Kelurahan Melati Kebun, Kecamatan Pegajahan, bangunan ini bukan sekadar konstruksi kayu biasa, melainkan simbol kebangkitan identitas Kesultanan Serdang yang sempat luluh lantak akibat pergolakan sejarah masa lalu.
##
Asal-Usul Historis dan Pendirian Kesultanan Serdang
Untuk memahami urgensi keberadaan replika ini, kita harus menengok kembali ke abad ke-18. Kesultanan Serdang berdiri sebagai hasil dari dinamika politik di Kesultanan Deli. Pasca wafatnya Tuanku Panglima Paderap (Sultan Deli ke-III) pada tahun 1723, terjadi sengketa takhta antara putra-putranya. Tuanku Umar, putra tertua, yang seharusnya mewarisi takhta, justru tersisih oleh intrik kekuasaan. Ia kemudian membangun wilayah baru di hilir Sungai Serdang, yang kemudian berkembang menjadi Kesultanan Serdang yang berdaulat pada tahun 1723.
Istana yang asli, yang dikenal sebagai Istana Darul Aman, dahulu terletak di Perbaungan. Sayangnya, istana yang menjadi pusat pemerintahan dan kebudayaan Melayu Serdang tersebut hancur total akibat peristiwa Revolusi Sosial di Sumatera Timur pada tahun 1946. Tragedi berdarah tersebut melenyapkan banyak fisik bangunan bersejarah kesultanan-kesultanan di Sumatera Utara. Replika yang berdiri saat ini adalah upaya monumental dari Pemerintah Kabupaten Serdang Bedagai bersama keluarga ahli waris Kesultanan untuk menghadirkan kembali memori kolektif tersebut bagi generasi mendatang.
##
Arsitektur: Harmoni Estetika Melayu dan Simbolisme
Replika Istana Sultan Serdang dibangun dengan mempertahankan pakem arsitektur tradisional Melayu Deli-Serdang yang sangat kental. Struktur bangunannya berbentuk rumah panggung, sebuah adaptasi cerdas terhadap iklim tropis dan lingkungan rawa Sumatera Timur. Dominasi warna kuning keemasan yang dipadukan dengan aksen hijau dan merah bukan sekadar pilihan estetika, melainkan simbolisme kasta dan kehormatan dalam tradisi Melayu; kuning melambangkan kemuliaan sultan, hijau melambangkan ketaatan pada agama Islam, dan merah melambangkan keberanian.
Konstruksi utamanya menggunakan kayu-kayu pilihan yang tahan lama. Atapnya bergaya lipat pandan dengan ornamen "Pucuk Rebung" pada bagian puncaknya, yang melambangkan harapan akan pertumbuhan dan kemanfaatan bagi sesama. Jendela-jendela besar yang mengelilingi bangunan dirancang untuk sirkulasi udara yang maksimal, sementara ukiran motif flora—seperti bunga tanjung dan sulur-suluran—menghiasi setiap sudut tiang dan selasar, menunjukkan kehalusan budi pekerti masyarakat Serdang.
##
Signifikansi Sejarah dan Peristiwa Penting
Replika ini menjadi pengingat akan masa keemasan Sultan Sulaiman Syariful Alamsyah (memerintah 1879-1946), Sultan Serdang yang dikenal sebagai sosok visioner dan intelektual. Di bawah kepemimpinannya, Serdang menjadi pusat perkebunan tembakau dan karet yang sangat maju di Sumatera Timur. Beliau juga dikenal sebagai pelindung seni dan sastra Melayu.
Salah satu fakta unik sejarah yang melekat pada Kesultanan Serdang adalah perlawanan diplomatiknya yang gigih terhadap kolonial Belanda. Berbeda dengan beberapa wilayah lain yang tunduk sepenuhnya, Sultan Serdang sering kali menggunakan strategi negosiasi yang alot untuk mempertahankan kedaulatan tanah ulayatnya. Replika istana ini kini berfungsi sebagai museum yang menyimpan berbagai artefak, foto-foto dokumentasi masa lalu, serta silsilah kerajaan yang menjelaskan bagaimana Serdang pernah menjadi pemain kunci dalam perdagangan global di Selat Malaka.
##
Tokoh-Tokoh Sentral
Selain Tuanku Umar sebagai pendiri, sosok Sultan Basharuddin Syaiful Alamsyah dan Sultan Sulaiman Syariful Alamsyah adalah tokoh yang paling sering diasosiasikan dengan kejayaan bangunan ini. Sultan Sulaiman, khususnya, dihormati karena usahanya memoderinisasi administrasi kesultanan tanpa meninggalkan akar budaya Islam dan Melayu. Keberadaan replika ini juga didukung kuat oleh keturunan beliau, seperti Tuanku Lukman Sinar Basarshah II, yang merupakan seorang sejarawan dan budayawan Melayu terkemuka, guna memastikan setiap detail replika mendekati akurasi historis aslinya.
##
Pelestarian, Restorasi, dan Status Saat Ini
Pembangunan replika ini dimulai pada tahun 2012 dan diresmikan sebagai pusat kebudayaan. Pemerintah Kabupaten Serdang Bedagai menaruh perhatian khusus pada pemeliharaan bangunan ini sebagai objek wisata sejarah unggulan. Meskipun berstatus replika, nilai sakralnya tetap terjaga. Pemugaran berkala dilakukan pada bagian atap dan pengecatan ulang untuk memastikan kayu tidak lapuk dimakan usia.
Area di sekitar istana juga dikembangkan menjadi kompleks budaya yang terintegrasi. Terdapat panggung terbuka yang sering digunakan untuk pementasan tari Serampang Dua Belas—tarian tradisional yang diciptakan oleh Sauti, seorang seniman asal Serdang yang karyanya telah menjadi warisan budaya takbenda nasional.
##
Kepentingan Budaya dan Religi
Bagi masyarakat Serdang Bedagai, istana ini adalah "Rumah Besar" bagi identitas mereka. Secara religius, istana ini mencerminkan filosofi Adat Bersendi Syarak, Syarak Bersendi Kitabullah. Hal ini terlihat dari tata ruang istana yang selalu menyediakan ruang khusus untuk ibadah dan pertemuan para ulama. Kesultanan Serdang di masa lalu adalah penyokong utama dakwah Islam di wilayah pesisir timur Sumatera.
Replika Istana Sultan Serdang bukan sekadar objek wisata foto. Ia adalah pernyataan bahwa sejarah tidak boleh mati hanya karena bangunan fisiknya pernah dihancurkan. Dengan mengunjungi situs ini, pengunjung diajak untuk menyelami kejayaan maritim, kebijakan politik sultan-sultan terdahulu, dan keindahan estetika Melayu yang tetap relevan hingga hari ini. Keberadaannya menjadi jembatan antara masa lalu yang gemilang dan masa depan yang berakar pada nilai-nilai luhur tradisi.
📋 Informasi Kunjungan
Tempat Menarik Lainnya di Serdang Bedagai
Tim GeoKepo
Penulis & Peneliti KontenTim GeoKepo adalah sekelompok penulis dan peneliti yang passionate tentang geografi Indonesia. Kami berdedikasi untuk membuat pembelajaran geografi menjadi menyenangkan dan dapat diakses oleh semua orang. Setiap artikel ditulis dengan riset mendalam untuk memastikan akurasi dan kualitas konten.
Pelajari lebih lanjut tentang tim kamiJelajahi Serdang Bedagai
Pelajari lebih lanjut tentang Serdang Bedagai dan tempat-tempat menarik lainnya.
Lihat Profil Serdang Bedagai