Bangunan Ikonik

Masjid Agung Baiturrahman Sinabang

di Simeulue, Aceh

Dipublikasikan: Januari 2025

Tentang

Kemegahan Arsitektur Masjid Agung Baiturrahman Sinabang: Simbol Ketangguhan dan Spiritualitas di Kepulauan Simeulue

Masjid Agung Baiturrahman Sinabang bukan sekadar tempat ibadah; ia adalah manifestasi fisik dari identitas masyarakat Simeulue yang religius, tangguh, dan terbuka. Terletak strategis di pusat kota Sinabang, ibu kota Kabupaten Simeulue, Aceh, masjid ini berdiri sebagai tengara (landmark) visual yang mendominasi cakrawala pesisir. Sebagai bangunan ikonik di pulau yang pernah diguncang gempa dan tsunami dahsyat, arsitektur masjid ini menceritakan kisah tentang kebangkitan, harmoni estetika, dan fungsionalitas modern.

#

Konteks Sejarah dan Evolusi Pembangunan

Pembangunan Masjid Agung Baiturrahman Sinabang tidak terlepas dari dinamika sejarah pemekaran wilayah Simeulue. Seiring dengan ditetapkannya Simeulue sebagai kabupaten otonom pada tahun 1999, kebutuhan akan sebuah pusat spiritual yang representatif menjadi prioritas. Masjid ini dirancang untuk menggantikan peran masjid lama dengan kapasitas yang jauh lebih besar dan struktur yang lebih kokoh.

Sejarah mencatat bahwa wilayah Simeulue memiliki kerentanan seismik yang tinggi. Peristiwa gempa bumi 2004 dan 2005 menjadi titik balik dalam filosofi pembangunan di pulau ini. Masjid Agung Baiturrahman dibangun dengan kesadaran penuh akan mitigasi bencana. Struktur bangunannya dirancang untuk tahan gempa, menggunakan fondasi yang dalam dan sistem beton bertulang yang rigid namun fleksibel, menjadikannya salah satu bangunan paling aman di Sinabang saat terjadi guncangan tektonik.

#

Gaya Arsitektur dan Prinsip Desain

Arsitektur Masjid Agung Baiturrahman Sinabang mengadopsi gaya eklektik yang memadukan elemen Timur Tengah modern dengan sentuhan lokal Aceh. Berbeda dengan masjid-masjid tradisional Nusantara yang menggunakan atap tumpang (limas), masjid ini memilih kehadiran kubah sebagai elemen dominan.

1. Kubah Utama dan Menara: Masjid ini memiliki satu kubah utama berukuran besar yang dilapisi dengan panel enamel berwarna cerah, biasanya kombinasi hijau dan kuning atau emas, yang melambangkan kemakmuran dan kemuliaan Islam. Di keempat sudut bangunan utama atau secara asimetris di sisi depan, berdiri menara-menara tinggi yang berfungsi sebagai tempat pengeras suara azan sekaligus elemen vertikal yang memberikan kesan megah. Bentuk menara ini meruncing ke atas, mengambil inspirasi dari arsitektur Utsmaniyah namun dengan detail dekoratif yang lebih kontemporer.

2. Fasad dan Eksterior: Dinding luar masjid didominasi oleh penggunaan lengkungan-lengkungan tinggi (archway) yang terinspirasi dari gaya Moorish. Penggunaan roster atau lubang angin berukir memberikan sirkulasi udara alami yang maksimal, mengingat lokasi Sinabang yang berada di daerah pesisir yang lembap dan panas.

#

Interior dan Inovasi Struktural

Memasuki bagian dalam masjid, pengunjung akan disambut oleh ruang utama yang luas tanpa banyak tiang penyangga di tengah (open plan). Hal ini dicapai melalui penggunaan konstruksi bentang lebar pada bagian atapnya.

  • Pencahayaan Alami: Salah satu fitur unik adalah penempatan jendela-jendela kaca patri atau grafir di bawah dasar kubah. Teknik ini menciptakan efek "tumpahan cahaya" (light wash) yang dramatis pada siang hari, memberikan kesan sakral dan transenden di dalam ruang salat.
  • Mihrab dan Ornamen: Bagian mihrab (ceruk tempat imam) didesain dengan sangat detail menggunakan ukiran kaligrafi Arab yang dipadukan dengan motif ornamen khas Aceh, seperti Pinto Aceh. Penggunaan material marmer pada lantai dan sebagian dinding memberikan efek sejuk secara alami, mengurangi ketergantungan pada pendingin udara mekanis.

#

Signifikansi Budaya dan Sosial

Bagi masyarakat Simeulue, Masjid Agung Baiturrahman adalah pusat dari konsep "Simeulue Ate Fulawan" (Simeulue Berhati Emas). Masjid ini menjadi titik temu bagi berbagai lapisan masyarakat, mulai dari pejabat pemerintah, nelayan, hingga pendatang.

Secara sosial, masjid ini berfungsi sebagai pusat edukasi melalui madrasah dan pengajian rutin. Pada saat hari besar Islam seperti Idul Fitri atau Idul Adha, area pelataran masjid yang luas berubah menjadi lautan manusia. Keberadaan masjid ini juga memperkuat posisi Sinabang sebagai kota pelabuhan yang religius, di mana setiap kapal yang bersandar di dermaga Sinabang akan langsung melihat kemegahan kubah masjid ini dari kejauhan.

#

Pengalaman Pengunjung dan Lanskap

Pengalaman berkunjung ke Masjid Agung Baiturrahman Sinabang dimulai dari area gerbangnya yang megah. Penataan lanskap di sekitar masjid melibatkan area terbuka hijau dan lahan parkir yang tertata. Karena letaknya yang berdekatan dengan garis pantai, pengunjung sering kali merasakan hembusan angin laut saat berada di selasar masjid.

Unsur estetika malam hari juga diperhatikan. Sistem pencahayaan (lighting design) yang menyorot kubah dan menara membuat masjid ini tampak seperti permata di tengah kegelapan malam pulau Simeulue. Hal ini menjadikan masjid sebagai objek fotografi favorit bagi wisatawan yang berkunjung ke pulau tersebut.

#

Keunikan dan Ketahanan Bangunan

Salah satu cerita unik di balik arsitektur masjid ini adalah kemampuannya bertahan dan menjadi tempat perlindungan (shelter) saat terjadi gempa. Struktur kolom-kolom betonnya yang masif dirancang dengan perhitungan beban lateral yang matang. Selain itu, sistem drainase di sekitar masjid dibuat terintegrasi untuk mencegah genangan air mengingat curah hujan yang tinggi di kepulauan ini.

Secara visual, keunikan lainnya terletak pada kombinasi warna yang berani. Jika banyak masjid di daratan Aceh cenderung menggunakan warna putih atau abu-abu yang konservatif, Masjid Agung Baiturrahman Sinabang sering kali tampil dengan warna-warna yang lebih ekspresif, mencerminkan karakter masyarakat kepulauan yang dinamis dan bersemangat.

#

Kesimpulan

Masjid Agung Baiturrahman Sinabang adalah mahakarya arsitektur di beranda depan Samudra Hindia. Ia bukan sekadar bangunan beton dan semen, melainkan simbol ketangguhan masyarakat Simeulue dalam menghadapi tantangan alam dan komitmen mereka dalam menjaga nilai-nilai spiritual. Dengan perpaduan antara desain modern, mitigasi bencana, dan estetika Islam-Aceh, masjid ini berdiri sebagai identitas yang tak tergantikan dari Kabupaten Simeulue, mengundang siapa pun yang datang untuk mengagumi kebesaran Sang Pencipta melalui keindahan binaan manusia.

πŸ“‹ Informasi Kunjungan

address
Sinabang, Simeulue Timur, Kabupaten Simeulue
entrance fee
Gratis
opening hours
Waktu Shalat

Tempat Menarik Lainnya di Simeulue

Tim GeoKepo

Penulis & Peneliti Konten

Tim GeoKepo adalah sekelompok penulis dan peneliti yang passionate tentang geografi Indonesia. Kami berdedikasi untuk membuat pembelajaran geografi menjadi menyenangkan dan dapat diakses oleh semua orang. Setiap artikel ditulis dengan riset mendalam untuk memastikan akurasi dan kualitas konten.

Pelajari lebih lanjut tentang tim kami
Apakah artikel ini membantu?

Jelajahi Simeulue

Pelajari lebih lanjut tentang Simeulue dan tempat-tempat menarik lainnya.

Lihat Profil Simeulue