Situs Sejarah

Masjid Jami' Nurul Hikmah

di Solok Selatan, Sumatera Barat

Dipublikasikan: Januari 2025

Tentang

Asal-Usul dan Periode Pendirian

Masjid Jami' Nurul Hikmah memiliki akar sejarah yang membentang hingga masa kolonial Belanda, tepatnya pada awal abad ke-20. Meskipun catatan administratif sering kali menyebutkan renovasi besar pada tahun 1920-an, akar fondasi spiritual di lokasi ini diyakini telah ada sejak akhir abad ke-19. Pembangunannya diprakarsai oleh para pemuka adat (Niniak Mamak) dan ulama setempat yang menginginkan adanya pusat peribadatan yang mampu menampung jamaah dari berbagai suku di wilayah Solok Selatan, khususnya di daerah Muara Labuh dan sekitarnya.

Pembangunan masjid ini dilakukan secara swadaya. Uniknya, setiap tiang dan material kayu yang digunakan dikumpulkan dari hutan-hutan di sekitar perbukitan Barisan. Proses pengangkutan kayu-kayu besar tersebut dilakukan dengan tradisi "Batagak", di mana ratusan warga bahu-membahu menarik kayu menggunakan tali rotan, sebuah demonstrasi nyata dari kekuatan kolektif masyarakat Minangkabau dalam menjunjung nilai religiusitas.

Karakteristik Arsitektur dan Detail Konstruksi

Secara vertikal, Masjid Jami' Nurul Hikmah menampilkan tipologi arsitektur masjid tradisional Minangkabau yang dipengaruhi oleh gaya vernakular Nusantara. Ciri yang paling mencolok adalah atap tumpang (bertingkat) yang berjumlah tiga lapis. Struktur atap ini melambangkan filosofi "Tungku Tigo Sajarangan" atau tiga pilar kepemimpinan di Minangkabau: Alim Ulama, Cadiak Pandai, dan Niniak Mamak.

Konstruksi utama masjid didominasi oleh kayu kualitas tinggi seperti kayu jati dan kayu surian yang terkenal tahan terhadap serangan rayap dan cuaca ekstrem. Keunikan arsitekturalnya terletak pada sistem sambungan kayu yang tidak menggunakan paku besi, melainkan pasak kayu dan sistem takikan (knockdown). Teknik ini memberikan fleksibilitas pada bangunan saat terjadi guncangan gempa, sebuah kearifan lokal yang terbukti sangat efektif mengingat wilayah Sumatera Barat berada di zona rawan seismik.

Di bagian dalam, terdapat tiang-tiang kayu besar (soko guru) yang menyangga struktur atap. Tiang utama biasanya dihiasi dengan ukiran motif flora khas Minangkabau seperti pucuak rabuang dan daun kaladi. Mihrab masjid pun tak luput dari sentuhan seni, dengan ukiran kaligrafi Arab yang dipadukan dengan pola geometris tradisional, menciptakan sinkretisme visual yang memukau.

Signifikansi Sejarah dan Peristiwa Penting

Masjid Jami' Nurul Hikmah bukan hanya tempat salat, tetapi juga berfungsi sebagai benteng pertahanan mental masyarakat selama masa perjuangan kemerdekaan. Pada masa pendudukan Jepang dan agresi militer Belanda, masjid ini sering digunakan sebagai tempat pertemuan rahasia para pejuang lokal. Para ulama di masjid ini memberikan suntikan moral dan fatwa jihad bagi para pemuda yang hendak berangkat ke medan laga.

Selain itu, masjid ini memegang peranan penting dalam sejarah pendidikan Islam di Solok Selatan. Sebelum sekolah-sekolah formal menjamur, serambi masjid ini adalah pusat pembelajaran kitab kuning dan bahasa Arab. Tradisi "Manutuak" atau mengaji malam hari bagi anak-anak lelaki yang tidur di surau/masjid menjadi bagian tak terpisahkan dari sejarah Masjid Jami' Nurul Hikmah, menjadikannya kawah candradimuka bagi lahirnya tokoh-tokoh intelektual dari Solok Selatan.

Tokoh dan Periodisasi Terkait

Beberapa tokoh ulama kharismatik daerah setempat tercatat pernah membina jamaah di masjid ini. Kehadiran mereka memastikan bahwa Masjid Jami' Nurul Hikmah tetap menjadi kiblat keilmuan Islam di tengah arus modernisasi. Pada periode 1940-an hingga 1960-an, masjid ini menjadi pusat konsolidasi organisasi Islam yang aktif dalam pembangunan sosial masyarakat. Hubungan erat antara pengurus masjid dengan para pemangku adat dari kaum-kaum di sekitar masjid memastikan bahwa setiap keputusan besar terkait kepentingan umum selalu didiskusikan di bawah naungan atap masjid ini.

Status Pelestarian dan Upaya Restorasi

Sebagai Situs Sejarah yang terdaftar, Masjid Jami' Nurul Hikmah mendapatkan perhatian khusus dari Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK). Seiring berjalannya waktu, elemen kayu masjid mengalami pelapukan alami. Oleh karena itu, beberapa kali upaya restorasi telah dilakukan dengan prinsip mempertahankan keaslian bentuk dan material.

Restorasi besar yang pernah dilakukan difokuskan pada penggantian atap seng kembali ke material yang lebih tradisional atau memperbaiki struktur tiang yang mulai miring. Tantangan utama dalam pelestarian ini adalah menemukan jenis kayu yang serupa dengan material aslinya serta mempertahankan teknik pertukangan kuno yang kini mulai langka. Keterlibatan masyarakat lokal dalam menjaga kebersihan dan kesucian masjid menjadi kunci utama keberlangsungan situs sejarah ini hingga hari ini.

Kepentingan Budaya dan Religius

Bagi masyarakat Solok Selatan, Masjid Jami' Nurul Hikmah adalah identitas. Setiap tahunnya, masjid ini menjadi pusat perayaan hari besar Islam seperti Maulid Nabi dan Isra' Mi'raj yang dirayakan dengan tradisi "Makan Bajamba". Dalam tradisi ini, masyarakat membawa talam berisi makanan ke masjid untuk disantap bersama, menegaskan kembali ikatan persaudaraan antar warga.

Secara religius, masjid ini tetap mempertahankan tradisi ibadah yang kental dengan nuansa lokal, seperti penggunaan bedug kayu berukuran besar yang suaranya mampu menjangkau pelosok nagari sebagai penanda waktu salat. Keberadaan masjid ini membuktikan bahwa kemajuan zaman tidak serta merta menghapus jejak sejarah asalkan nilai-nilai spiritual dan penghormatan terhadap warisan leluhur tetap dijaga.

Masjid Jami' Nurul Hikmah di Solok Selatan berdiri tegak bukan hanya sebagai bangunan kayu tua, melainkan sebagai narasi visual tentang bagaimana iman, seni, dan sejarah bersatu. Ia adalah jantung dari peradaban masyarakat Nagari yang terus berdetak, mengingatkan generasi mendatang akan akar budaya dan keimanan yang kokoh di tanah Sumatera Barat.

πŸ“‹ Informasi Kunjungan

address
Kecamatan Sungai Pagu, Solok Selatan
entrance fee
Gratis
opening hours
Setiap hari, Waktu Shalat

Tempat Menarik Lainnya di Solok Selatan

Tim GeoKepo

Penulis & Peneliti Konten

Tim GeoKepo adalah sekelompok penulis dan peneliti yang passionate tentang geografi Indonesia. Kami berdedikasi untuk membuat pembelajaran geografi menjadi menyenangkan dan dapat diakses oleh semua orang. Setiap artikel ditulis dengan riset mendalam untuk memastikan akurasi dan kualitas konten.

Pelajari lebih lanjut tentang tim kami
Apakah artikel ini membantu?

Jelajahi Solok Selatan

Pelajari lebih lanjut tentang Solok Selatan dan tempat-tempat menarik lainnya.

Lihat Profil Solok Selatan