Kuliner Legendaris

Nanas Madu Subang (Sentra Oleh-oleh)

di Subang, Jawa Barat

Dipublikasikan: Januari 2025

Tentang

Akar Sejarah dan Filosofi Budidaya

Kehadiran Nanas Madu di Subang bukanlah sebuah kebetulan agronomis semata. Secara historis, varietas nanas ini mulai mendominasi lanskap Subang pada era 1970-an, meski penanamannya sudah dimulai jauh sebelumnya. Jenis nanas yang dikembangkan adalah varietas Smooth Cayenne, namun karena adaptasi tanah vulkanik Subang yang kaya mineral dan iklim mikro yang unik, buah ini menghasilkan rasa manis yang intens dengan kadar air yang pas—menyerupai manisnya madu. Inilah yang kemudian memunculkan sebutan "Nanas Madu".

Bagi masyarakat lokal, nanas bukan sekadar komoditas. Ia adalah simbol ketekunan petani Sunda. Budidaya nanas di Subang dilakukan dengan teknik tradisional yang diwariskan secara turun-temurun, di mana pemilihan bibit dari tunas buah (crown) harus dilakukan dengan ketelitian tinggi untuk memastikan kualitas rasa yang konsisten.

Karakteristik Unik: Mengapa Nanas Madu Subang Berbeda?

Jika Anda mengunjungi sentra oleh-oleh di kawasan Jalan Cagak atau Cipunagara, Anda akan segera menyadari perbedaan fisik Nanas Madu Subang dibandingkan nanas dari daerah lain. Ukurannya cenderung lebih besar, dengan kulit buah yang berwarna kuning jingga cerah saat matang sempurna.

Satu karakteristik paling mencolok adalah tekstur daging buahnya. Nanas Madu Subang memiliki serat yang halus dan empuk, sehingga tidak meninggalkan rasa "gatal" di lidah atau tenggorokan—suatu fenomena yang sering ditemukan pada nanas jenis lain akibat kandungan kalsium oksalat yang tinggi. Rasa manisnya dominan dengan sedikit sentuhan asam segar yang seimbang, memberikan profil rasa yang kompleks dan menyegarkan.

Teknik Pengolahan Tradisional dan Inovasi Kuliner

Sentra oleh-oleh Nanas Madu Subang kini telah bertransformasi dari sekadar penjual buah segar menjadi hub inovasi kuliner. Para perajin lokal mengembangkan berbagai produk turunan yang tetap mempertahankan cita rasa asli nanas.

#

1. Selai Nanas dan Dodol Nanas (Wajit)

Salah satu olahan paling legendaris adalah Dodol Nanas. Berbeda dengan dodol Garut, Dodol Nanas Subang menggunakan persentase daging buah yang sangat tinggi. Proses pembuatannya masih menggunakan kawah (kuali besar) di atas tungku kayu bakar. Kayu bakar dipilih secara khusus untuk memberikan aroma smoky yang halus. Pengadukan dilakukan secara manual selama 4 hingga 6 jam untuk mencapai konsistensi yang kalis dan kenyal.

#

2. Keripik Nanas (Vacuum Frying)

Inovasi modern yang kini menjadi primadona adalah keripik nanas. Menggunakan teknik vacuum frying pada suhu rendah, para produsen di Subang berhasil mempertahankan warna kuning cerah dan nutrisi buah tanpa membuatnya gosong. Hasilnya adalah camilan renyah yang meledak dengan rasa manis-asam saat digigit.

#

3. Jus dan Sirup Nanas Murni

Di sepanjang jalur Jalan Raya Subang-Bandung, Anda akan menemukan kedai-kedai yang menyajikan jus nanas murni tanpa tambahan pemanis buatan. Rahasianya terletak pada pemilihan buah yang sudah "matang pohon". Cairan keemasan ini dipercaya oleh masyarakat setempat memiliki khasiat kesehatan, terutama untuk melancarkan pencernaan dan sebagai sumber vitamin C yang tinggi.

Tradisi Makan dan Etika Kuliner Lokal

Ada tradisi unik dalam menikmati Nanas Madu di Subang. Masyarakat lokal memiliki cara mengupas yang khas, yang disebut dengan teknik "ulir". Kulit nanas dikupas tipis, kemudian "mata" nanas dibuang dengan mengikuti alur diagonal sehingga membentuk pola spiral yang cantik. Teknik ini bertujuan untuk memastikan tidak ada bagian "mata" yang tertinggal, yang seringkali menjadi penyebab rasa gatal.

Dalam konteks sosial, menyuguhkan Nanas Madu kepada tamu adalah simbol kehormatan. Di pesta-pesta adat di pedesaan Subang, nanas sering dijadikan bahan utama dalam masakan gurih, seperti "Pindang Nanas". Potongan nanas dimasak bersama ikan segar dan bumbu kuning, memberikan dimensi rasa segar yang mampu menyeimbangkan lemak dari ikan.

Sentra Oleh-oleh: Jantung Ekonomi Rakyat

Kawasan Jalan Cagak merupakan titik episentrum dari pengalaman kuliner ini. Di sini, puluhan kios berjejer dengan tumpukan nanas yang disusun mengerucut membentuk gunungan kecil. Para pedagang di sini bukan sekadar penjual; mereka adalah kurator rasa. Mereka mampu menentukan tingkat kemanisan buah hanya dengan mengetuk kulitnya—sebuah keahlian yang didapat dari pengalaman puluhan tahun.

Beberapa nama keluarga perajin oleh-oleh telah bertahan lebih dari tiga dekade, menjaga resep rahasia pengolahan nanas agar tetap otentik. Keberadaan sentra ini juga mendukung ekosistem ekonomi kreatif, mulai dari pengrajin anyaman bambu untuk wadah nanas hingga pembuat kemasan produk olahan.

Keberlanjutan Warisan Kuliner

Nanas Madu Subang kini bukan sekadar komoditas lokal, melainkan identitas geografis yang dilindungi. Upaya pelestarian dilakukan dengan memastikan lahan perkebunan tetap terjaga dari alih fungsi lahan. Bagi wisatawan, mengunjungi sentra oleh-oleh ini memberikan pengalaman sensorik yang lengkap: aroma manis nanas yang menguar di udara, pemandangan kebun yang menghijau, dan interaksi hangat dengan masyarakat Sunda yang ramah.

Setiap gigitan Nanas Madu Subang membawa narasi tentang kesuburan tanah Jawa Barat dan kearifan lokal dalam mengolah alam. Ia adalah bukti bahwa kuliner legendaris tidak hanya soal rasa, tetapi juga soal konsistensi dalam menjaga kualitas dan menghargai proses alam.

Jika Anda melintasi jalur Subang, sempatkanlah berhenti di salah satu kios kayu sederhana di pinggir jalan. Belilah satu buah nanas madu yang dikupas di tempat. Rasakan sensasi air buahnya yang manis murni membasahi tenggorokan. Di sana, Anda tidak hanya mencicipi buah, tetapi juga meresapi sejarah panjang sebuah legenda kuliner yang tetap manis, setangguh akar-akar nanas yang menghujam bumi Subang.

📋 Informasi Kunjungan

address
Jl. Raya Jalancagak - Subang
entrance fee
Gratis (Harga mulai Rp 10.000 per buah)
opening hours
Setiap hari, 07:00 - 21:00

Tempat Menarik Lainnya di Subang

Tim GeoKepo

Penulis & Peneliti Konten

Tim GeoKepo adalah sekelompok penulis dan peneliti yang passionate tentang geografi Indonesia. Kami berdedikasi untuk membuat pembelajaran geografi menjadi menyenangkan dan dapat diakses oleh semua orang. Setiap artikel ditulis dengan riset mendalam untuk memastikan akurasi dan kualitas konten.

Pelajari lebih lanjut tentang tim kami
Apakah artikel ini membantu?

Jelajahi Subang

Pelajari lebih lanjut tentang Subang dan tempat-tempat menarik lainnya.

Lihat Profil Subang