Situs Makam Megalitik Galu Bakul
di Sumba Tengah, Nusa Tenggara Timur
Dipublikasikan: Januari 2025
Tentang
Asal-Usul Historis dan Periodisasi
Secara historis, tradisi pemujaan batu besar atau megalitik di Sumba Tengah, termasuk Galu Bakul, diyakini telah dimulai sejak Zaman Perunggu hingga Zaman Besi, namun terus berlanjut dan dipraktikkan hingga abad ke-21. Galu Bakul sendiri merupakan pemukiman kuno (Paraingu) yang menjadi pusat kekuasaan dan ritual bagi klan-klan (Kabihu) tertentu di wilayah Lamboya.
Pembentukan situs ini bermula dari perpindahan leluhur yang mencari wilayah strategis untuk pertahanan dan upacara adat. Galu Bakul dipilih karena posisinya yang berada di ketinggian, memberikan keuntungan taktis sekaligus kedekatan spiritual dengan langit. Secara periodisasi, batu-batu makam tertua di situs ini diperkirakan telah ada sejak ratusan tahun lalu, dengan penambahan makam baru yang terus dilakukan oleh keturunan klan hingga era modern, menjadikannya sebuah museum sejarah yang dinamis.
Arsitektur dan Detail Konstruksi Megalitik
Keunikan utama Situs Galu Bakul terletak pada arsitektur makam batunya yang masif. Tipologi makam di sini didominasi oleh bentuk Dolmen (meja batu) yang dalam bahasa lokal disebut Reti. Konstruksi makam terdiri dari lempengan batu datar raksasa yang ditopang oleh empat hingga enam pilar batu pendek. Di bawah lempengan utama inilah jenazah para bangsawan diletakkan di dalam kamar batu.
Satu fakta unik mengenai konstruksi di Galu Bakul adalah penggunaan batu utuh (monolit) yang beratnya bisa mencapai puluhan ton. Proses pengangkutan batu ini, yang dikenal dengan ritual Tarik Batu, melibatkan ratusan hingga ribuan orang yang menarik batu dari lokasi penggalian sejauh berkilo-kilometer menggunakan tali dari kulit kayu dan batang pohon sebagai roda. Detail ukiran pada dinding makam menampilkan motif geometris, simbol binatang seperti kerbau dan kuda, serta simbol manusia yang merepresentasikan status sosial dan kekuatan spiritual almarhum selama hidupnya.
Signifikansi Sejarah dan Peristiwa Penting
Galu Bakul bukan sekadar tempat pembuangan jenazah, melainkan simbol kedaulatan klan. Dalam sejarah Sumba Tengah, situs ini sering menjadi titik temu bagi para pemuka adat untuk menyelesaikan sengketa wilayah atau merencanakan upacara besar. Salah satu peristiwa sejarah yang melekat pada situs ini adalah perannya sebagai pusat koordinasi ritual Pasola di wilayah Lamboya.
Keberadaan makam-makam besar di Galu Bakul menandakan bahwa wilayah ini dahulunya adalah pusat ekonomi dan politik. Hanya keluarga dengan kekayaan melimpah (diukur dari jumlah hewan ternak yang dikurbankan) yang mampu membangun makam megalitik sebesar yang ada di Galu Bakul. Oleh karena itu, situs ini menjadi bukti otentik stratifikasi sosial masyarakat Sumba di masa lampau.
Tokoh Penting dan Hubungan Klan
Situs ini erat kaitannya dengan silsilah klan-klan besar di Lamboya. Nama-nama leluhur yang dimakamkan di sini dianggap sebagai pahlawan budaya yang membawa hukum adat (Marapu). Meskipun nama individu dari abad-abad awal sulit dilacak secara tertulis, tradisi lisan (tata bahasa adat) menyebutkan bahwa para pemimpin yang dimakamkan di Galu Bakul adalah mereka yang berhasil menyatukan berbagai faksi klan dalam menghadapi ancaman luar atau bencana kelaparan. Setiap makam di Galu Bakul memiliki "pemilik" sah dari garis keturunan laki-laki yang bertanggung jawab atas pemeliharaannya hingga saat ini.
Makna Budaya dan Kepercayaan Marapu
Keberadaan Galu Bakul tidak dapat dipisahkan dari agama asli Sumba, yaitu Marapu. Dalam kosmologi Marapu, kematian bukanlah akhir, melainkan transisi menuju alam roh (Praing Marapu). Makam batu yang megah berfungsi sebagai "rumah abadi" agar roh leluhur merasa nyaman dan tetap memberikan berkat kepada keturunan yang masih hidup.
Ritual penguburan di Galu Bakul melibatkan penyembelihan hewan kurban dalam jumlah besar, seperti kerbau dan babi. Darah hewan tersebut dianggap sebagai penyuci tanah, sementara tanduk kerbau seringkali dipasang di depan rumah adat di sekitar makam sebagai catatan sejarah atas upacara yang telah dilaksanakan. Hal ini menjadikan Galu Bakul sebagai pusat sakral yang menjaga keseimbangan antara dunia nyata dan dunia gaib.
Status Konservasi dan Upaya Pelestarian
Saat ini, Situs Makam Megalitik Galu Bakul tercatat sebagai salah satu cagar budaya penting di bawah pengawasan Balai Pelestarian Kebudayaan. Pemerintah daerah Sumba Tengah bersama masyarakat adat setempat berupaya menjaga keaslian situs dari dampak cuaca dan kerusakan alami.
Restoran atau perbaikan makam tidak dilakukan secara sembarangan menggunakan semen modern, melainkan harus melalui prosesi adat dan menggunakan material yang sesuai dengan tradisi. Tantangan terbesar dalam pelestarian Galu Bakul adalah ancaman pencurian artefak batu atau pengikisan motif ukiran akibat lumut dan cuaca ekstrem. Namun, karena situs ini masih "hidup" dan digunakan oleh masyarakat, kontrol sosial dari penduduk desa menjadi benteng pertahanan utama dalam menjaga kelestarian situs ini.
Fakta Sejarah Unik: Makam sebagai Kalender
Salah satu fakta unik yang jarang diketahui adalah tata letak beberapa makam di Galu Bakul yang diduga mengikuti orientasi astronomi tertentu. Pada musim-musim tertentu, arah jatuhnya bayangan batu makam digunakan oleh para tetua adat sebagai penanda dimulainya musim tanam atau waktu pelaksanaan ritual adat tertentu. Selain itu, tekstur batu yang digunakan di Galu Bakul memiliki tingkat kekerasan yang sangat tinggi, menunjukkan bahwa masyarakat Sumba kuno telah memiliki pengetahuan mendalam mengenai geologi dan teknik pemahatan batu tanpa alat logam modern pada awalnya.
Sebagai penutup, Situs Makam Megalitik Galu Bakul adalah saksi bisu kebesaran peradaban Nusantara di masa lalu. Ia bukan hanya tumpukan batu mati, melainkan perpustakaan terbuka yang menyimpan kode-kode kebudayaan, ketangguhan fisik, dan kedalaman spiritual manusia Sumba Tengah yang tetap lestari hingga hari ini.
π Informasi Kunjungan
Tempat Menarik Lainnya di Sumba Tengah
Tim GeoKepo
Penulis & Peneliti KontenTim GeoKepo adalah sekelompok penulis dan peneliti yang passionate tentang geografi Indonesia. Kami berdedikasi untuk membuat pembelajaran geografi menjadi menyenangkan dan dapat diakses oleh semua orang. Setiap artikel ditulis dengan riset mendalam untuk memastikan akurasi dan kualitas konten.
Pelajari lebih lanjut tentang tim kamiJelajahi Sumba Tengah
Pelajari lebih lanjut tentang Sumba Tengah dan tempat-tempat menarik lainnya.
Lihat Profil Sumba Tengah