Pusat Kebudayaan

Pasar Beriman Tomohon

di Tomohon, Sulawesi Utara

Dipublikasikan: Januari 2025

Tentang

Akar Budaya dan Filosofi Nama "Beriman"

Nama "Beriman" merupakan akronim dari Bersih, Elok, Rapi, Indah, Aman, dan Nyaman. Namun, jauh di balik akronim tersebut, pasar ini memegang teguh filosofi Si Tou Timou Tumou Tou (manusia hidup untuk memanusiakan orang lain). Di sini, kebudayaan Minahasa tercermin dalam interaksi sosial yang egaliter dan terbuka. Pasar ini bertindak sebagai penjaga gerbang tradisi kuliner ekstrem yang mendunia, namun secara fundamental, ia adalah museum hidup bagi sistem pangan dan sosial masyarakat pegunungan Sulawesi Utara.

Diplomasi Kuliner Ekstrem sebagai Identitas Budaya

Salah satu aspek kebudayaan yang paling menonjol di Pasar Beriman Tomohon adalah tradisi kulinernya. Bagi masyarakat Minahasa, konsumsi berbagai jenis daging bukan sekadar urusan perut, melainkan bagian dari sejarah panjang adaptasi dengan alam. Pasar ini menjadi etalase bagi bahan pangan yang jarang ditemukan di tempat lain, seperti daging kelelawar (paniki), ular sanca, hingga babi hutan.

Program budaya yang secara tidak langsung berjalan di sini adalah edukasi mengenai teknik pengolahan daging tradisional. Wisatawan dan generasi muda dapat melihat langsung bagaimana bumbu-bumbu khas Minahasa—seperti penggunaan jahe, serai, cabai, dan daun jeruk dalam jumlah besar—digunakan untuk menyeimbangkan aroma daging buruan. Ini adalah bentuk warisan takbenda dalam seni gastronomi yang dipertahankan secara turun-temurun melalui praktik langsung di area pasar.

Pasar sebagai Panggung Kesenian Tradisional

Meskipun fungsi utamanya adalah perdagangan, Pasar Beriman sering kali menjadi titik tolak atau pusat keramaian bagi berbagai pertunjukan seni tradisional Tomohon. Pada momen-momen tertentu, area sekitar pasar menjadi panggung bagi tarian Kabasaran. Para penari yang mengenakan kostum merah menyala dengan parang dan perisai melakukan gerakan energik yang melambangkan keberanian prajurit Minahasa di masa lalu.

Selain itu, musik Bambu dan Kolintang sering kali bergema di sekitar kawasan pasar saat menyambut tamu atau festival lokal. Keberadaan para perajin alat musik tradisional yang sering berbelanja kebutuhan material di pasar ini menciptakan ekosistem budaya yang saling mendukung. Pasar menjadi tempat bertemunya para seniman untuk mendiskusikan ketersediaan bahan baku hingga jadwal pertunjukan di desa-desa sekitar.

Program Edukasi dan Keterlibatan Masyarakat

Pasar Beriman Tomohon menjalankan peran edukatif melalui interaksi antara pedagang senior dan generasi muda. Ada sebuah sistem magang informal di mana pengetahuan tentang membedakan kualitas rempah, cara memotong daging secara tradisional, hingga teknik tawar-menawar dalam bahasa lokal (Bahasa Tomohon) diturunkan.

Pemerintah Kota Tomohon juga sering melibatkan pasar ini dalam program "Wisata Budaya Berbasis Pasar". Dalam program ini, siswa sekolah sering diajak melakukan kunjungan lapangan untuk mempelajari keanekaragaman hayati yang dijual di pasar serta memahami struktur sosial masyarakat Minahasa. Hal ini penting untuk menanamkan rasa bangga terhadap kekayaan budaya lokal sejak dini, sehingga pasar tidak dianggap sebagai tempat yang kumuh, melainkan sebagai aset kebudayaan yang tinggi nilainya.

Festival dan Peristiwa Budaya Terkemuka

Pasar Beriman mencapai puncak aktivitas budayanya selama penyelenggaraan Tomohon International Flower Festival (TIFF). Selama festival ini, pasar menjadi pusat suplai bunga-bunga krisan dan lili yang menjadi ikon kota. Kehadiran bunga-bunga ini mengubah wajah pasar menjadi hamparan warna-warni yang estetis, menunjukkan sisi lembut dari kebudayaan Tomohon yang agraris.

Selain TIFF, momen "Pengucapan Syukur" (Thanksgiving ala Minahasa) adalah saat di mana Pasar Beriman benar-benar menunjukkan peran sentralnya. Seluruh warga dari berbagai penjuru Minahasa akan memadati pasar ini untuk mencari bahan makanan terbaik. Pada periode ini, pasar berubah menjadi ruang komunal yang penuh dengan semangat gotong royong dan kemurahan hati, mencerminkan nilai religiusitas dan sosial yang mendalam.

Pelestarian Warisan Budaya dan Tantangan Modernitas

Sebagai pusat kebudayaan, Pasar Beriman menghadapi tantangan besar dalam hal standardisasi kesehatan dan konservasi satwa liar. Namun, di sinilah letak dinamika budayanya. Saat ini, terdapat dialog berkelanjutan antara tokoh adat, pemerintah, dan pedagang mengenai pelestarian spesies tertentu. Proses transisi ini adalah bagian dari evolusi budaya—bagaimana sebuah tradisi beradaptasi dengan kesadaran global tanpa kehilangan identitas aslinya.

Upaya pelestarian juga dilakukan melalui dokumentasi visual dan naratif yang dilakukan oleh para budayawan lokal. Pasar ini sering menjadi objek studi bagi peneliti antropologi dan sosiologi, baik dari dalam maupun luar negeri, yang ingin mendalami pola konsumsi dan struktur pasar tradisional di Indonesia Timur.

Peran dalam Pengembangan Budaya Lokal

Pasar Beriman Tomohon berfungsi sebagai inkubator bagi ekonomi kreatif berbasis budaya. Produk-produk kerajinan tangan seperti anyaman bambu, nampan kayu, hingga olahan makanan tradisional seperti dodol kenari dan kacang sangrai diproduksi oleh industri rumah tangga lokal dan dipasarkan di sini. Dengan menyediakan ruang bagi produk-produk ini, pasar secara langsung mendukung keberlangsungan hidup para perajin dan pelestari kuliner tradisional.

Lebih jauh lagi, pasar ini memperkuat ikatan sosial antar sub-etnis di Minahasa. Di sini, dialek-dialek berbeda bertemu, bertukar informasi, dan memperkuat rasa persaudaraan (Tou Minahasa). Pasar menjadi penyeimbang di tengah gempuran modernisasi dan pusat perbelanjaan daring, dengan menawarkan kehangatan interaksi manusia yang tidak bisa digantikan oleh teknologi.

Kesimpulan

Pasar Beriman Tomohon adalah bukti nyata bahwa sebuah pusat kebudayaan tidak harus selalu berbentuk gedung teater atau museum yang sunyi. Ia bisa berupa ruang yang bising, penuh aroma, dan warna, di mana kehidupan dirayakan setiap harinya. Melalui aktivitas perdagangan, seni, dan edukasi yang terjadi di dalamnya, Pasar Beriman terus mengukuhkan posisinya sebagai penjaga api kebudayaan Minahasa. Ia adalah cermin dari ketangguhan, keberagaman, dan keramahan masyarakat Tomohon yang tetap membumi di tengah arus zaman, menjadikan setiap sudut pasar ini sebagai lembaran buku sejarah yang terus ditulis oleh kaki-kaki yang melangkah di atas tanah Minahasa.

📋 Informasi Kunjungan

address
Kelurahan Paslaten Satu, Tomohon Timur, Kota Tomohon
entrance fee
Gratis
opening hours
Setiap hari, 05:00 - 15:00

Tempat Menarik Lainnya di Tomohon

Tim GeoKepo

Penulis & Peneliti Konten

Tim GeoKepo adalah sekelompok penulis dan peneliti yang passionate tentang geografi Indonesia. Kami berdedikasi untuk membuat pembelajaran geografi menjadi menyenangkan dan dapat diakses oleh semua orang. Setiap artikel ditulis dengan riset mendalam untuk memastikan akurasi dan kualitas konten.

Pelajari lebih lanjut tentang tim kami
Apakah artikel ini membantu?

Jelajahi Tomohon

Pelajari lebih lanjut tentang Tomohon dan tempat-tempat menarik lainnya.

Lihat Profil Tomohon