Kuliner Legendaris

Mie Ongklok Longkrang

di Wonosobo, Jawa Tengah

Dipublikasikan: Januari 2025

Tentang

Menelusuri Jejak Rasa Mie Ongklok Longkrang: Mahakarya Kuliner Legendaris dari Jantung Wonosobo

Wonosobo, sebuah kabupaten yang terletak di dataran tinggi Jawa Tengah, tidak hanya dikenal karena pesona alam Dieng yang berkabut, tetapi juga karena kekayaan kulinernya yang ikonik. Di antara deretan warung makan yang berjajar di sepanjang jalan kota, terdapat satu nama yang telah menjadi legenda hidup dan destinasi wajib bagi para pelancong: Mie Ongklok Longkrang. Terletak di Jalan Pasukan Ronggolawe, warung ini bukan sekadar tempat makan, melainkan penjaga nyala api tradisi kuliner yang telah bertahan melintasi generasi.

#

Akar Sejarah dan Legenda Longkrang

Nama "Longkrang" sendiri merujuk pada lokasi geografis tempat warung ini berdiri, yakni di perempatan Longkrang. Sejarah Mie Ongklok Longkrang bermula dari tangan dingin Bapak Samsudin pada tahun 1975. Sejak saat itu, resep rahasia dan teknik pembuatannya diwariskan secara turun-temurun, menjaga konsistensi rasa yang tidak pernah berubah selama hampir setengah abad.

Mie Ongklok sendiri sebenarnya telah ada di Wonosobo jauh sebelum itu, konon diciptakan oleh seorang tokoh bernama Kyai Santri. Namun, di tangan keluarga Bapak Samsudin, Mie Ongklok mencapai puncak popularitasnya sebagai hidangan yang mampu menyatukan elemen tradisional dengan selera modern, tanpa kehilangan jati diri aslinya. Keberadaannya kini dikelola oleh generasi kedua, Bapak Waluyo, yang tetap setia mempertahankan cara memasak tradisional menggunakan tungku arang.

#

Filosofi di Balik Nama "Ongklok"

Nama "Ongklok" bukan sekadar sebutan tanpa makna. Kata ini berasal dari nama alat bantu tradisional berupa keranjang kecil yang terbuat dari anyaman bambu. Alat ini digunakan untuk merebus mie dan sayuran di dalam air mendidih. Proses mengocok-ngocok mie di dalam air panas inilah yang dalam bahasa lokal disebut "di-ongklok".

Penggunaan bambu memberikan aroma khas yang tidak bisa didapatkan dari saringan logam modern. Keranjang anyaman ini memungkinkan panas air meresap secara merata ke dalam helai mie kuning, kubis, dan kucai, menciptakan tekstur yang pas—tidak terlalu lembek namun cukup matang untuk menyerap kuah kental yang menjadi ciri khasnya.

#

Anatomi Rasa: Bahan Unik dan Rahasia Dapur

Apa yang membuat Mie Ongklok Longkrang berbeda dari mie ayam atau bakmi pada umumnya? Jawabannya terletak pada kompleksitas kuah dan kesegaran bahan pendampingnya.

1. Mie Kuning dan Sayuran Segar: Dasar dari hidangan ini adalah mie kuning bertekstur kenyal. Keunikannya terletak pada campuran sayurannya, yaitu irisan kubis (kol) dan daun kucai. Penggunaan kucai sangat krusial karena Wonosobo merupakan salah satu penghasil kucai terbaik. Kucai memberikan aroma bawang yang lembut namun tajam, yang menyeimbangkan rasa manis dari kuah.

2. Kuah Jenang (Loh): Ini adalah kunci utama kelezatan Mie Ongklok Longkrang. Kuahnya tidak cair seperti soto, melainkan kental seperti pasta atau gel. Tekstur kental ini didapat dari campuran pati singkong (tepung kanji atau tapioka) yang dimasak dengan kaldu sapi dan bumbu rempah. Rasa dominannya adalah manis gurih dengan sentuhan aroma ebi (udang kering) dan rempah rahasia yang meresap hingga ke dasar mangkuk.

3. Bumbu Kacang yang Halus: Sebelum disajikan, mie disiram dengan saus kacang yang dihaluskan dengan sangat lembut. Berbeda dengan bumbu sate yang cenderung kasar, bumbu kacang di Mie Ongklok Longkrang memiliki tekstur yang menyatu dengan kuah kentalnya, memberikan dimensi rasa "nutty" yang memperkaya profil rasa hidangan.

#

Ritual Memasak Tradisional dan Teknik Heritage

Di dapur Mie Ongklok Longkrang, waktu seolah berhenti. Penggunaan tungku berbahan bakar arang (anglo) masih dipertahankan hingga hari ini. Arang memberikan panas yang stabil dan aroma asap (smoky) yang samar, yang tidak bisa direplikasi oleh kompor gas.

Proses "ngongklok" dilakukan dengan presisi. Mie dan sayuran dimasukkan ke dalam anyaman bambu, lalu dicelup-celupkan ke dalam air mendidih berkali-kali. Teknik ini memastikan bahwa sayuran seperti kubis tetap memiliki tekstur "crunchy" sementara mienya mencapai tingkat kematangan yang ideal. Setelah ditiriskan, mie diletakkan di mangkuk, disiram kuah kental panas, lalu diberi taburan bawang goreng dan merica bubuk untuk aroma yang menggugah selera.

#

Pendamping Setia: Sate Sapi dan Tempe Kemul

Menyantap Mie Ongklok Longkrang tidak akan lengkap tanpa kehadiran dua pendamping setianya: Sate Sapi dan Tempe Kemul.

  • Sate Sapi Longkrang: Sate yang disajikan di sini menggunakan daging sapi pilihan yang telah dimarinasi dengan bumbu manis sebelum dibakar. Teksturnya sangat empuk karena proses marinasi yang lama. Yang unik, sate ini tidak dibakar hingga kering, melainkan tetap "juicy". Saat dicelupkan ke dalam kuah kental mie ongklok, perpaduan antara daging sapi dan kuah kental menciptakan harmoni rasa yang luar biasa.
  • Tempe Kemul: Dalam bahasa Jawa, "kemul" berarti selimut. Tempe kemul adalah tempe goreng tepung khas Wonosobo yang memiliki lapisan tepung yang lebar dan berwarna kuning cerah (karena kunyit), dengan taburan kucai di dalamnya. Tempe ini digoreng hingga sangat renyah. Penduduk lokal sering mencelupkan tempe kemul ke dalam kuah mie ongklok yang kental, menciptakan sensasi gurih-manis yang adiktif.

#

Konteks Budaya dan Tradisi Makan Lokal

Mie Ongklok bukan sekadar makanan pengganjal perut; ia adalah bagian dari identitas sosial masyarakat Wonosobo. Mengingat suhu udara Wonosobo yang dingin, kuah kental Mie Ongklok yang panas berfungsi sebagai penghangat tubuh yang efektif.

Di warung Longkrang, pengunjung akan merasakan suasana "ndeso" yang kental. Meja-meja kayu panjang dan bangku-bangku sederhana menjadi saksi bisu berbagai lapisan masyarakat—mulai dari pejabat, artis, hingga warga lokal—duduk berdampingan menikmati semangkuk mie hangat. Tradisi makan di sini melibatkan interaksi sosial yang hangat; tidak jarang orang asing saling menyapa sambil menunggu pesanan sate mereka dibakar.

Kearifan lokal juga terlihat dari cara penyajiannya. Porsi Mie Ongklok Longkrang cenderung pas, tidak berlebihan, mencerminkan filosofi kesederhanaan masyarakat pegunungan. Setiap mangkuk disiapkan dengan perhatian penuh, memastikan bahwa setiap pelanggan mendapatkan kualitas rasa yang sama dengan apa yang dirasakan para pelanggan di tahun 70-an.

#

Menjaga Warisan di Era Modern

Meskipun saat ini banyak bermunculan variasi mie instan atau gerai makanan cepat saji, Mie Ongklok Longkrang tetap berdiri kokoh. Keberhasilannya mempertahankan eksistensi selama puluhan tahun terletak pada kepatuhan mereka terhadap resep asli. Mereka tidak melakukan kompromi pada bahan baku; kucai harus segar, tepung kanji harus berkualitas, dan daging sapi untuk sate tidak boleh sembarang potong.

Bagi para pelancong kuliner, mengunjungi Mie Ongklok Longkrang adalah sebuah perjalanan ziarah rasa. Ada rasa hormat yang mendalam terhadap sejarah yang tersaji dalam setiap mangkuknya. Bau asap arang, bunyi saringan bambu yang dipukulkan ke pinggiran kuali, dan pemandangan uap panas yang membumbung tinggi adalah simfoni yang menyambut siapa saja yang datang ke perempatan Longkrang.

Sebagai kuliner legendaris, Mie Ongklok Longkrang telah berhasil mengangkat derajat masakan rakyat menjadi ikon pariwisata. Ia membuktikan bahwa dengan menjaga tradisi, sebuah hidangan sederhana dapat melintasi waktu dan tetap relevan, menjadi kebanggaan bagi warga Wonosobo dan harta karun bagi khazanah kuliner Nusantara. Jika Anda berkunjung ke Wonosobo, pastikan untuk menyempatkan diri duduk di warung ini, memesan seporsi mie ongklok dengan sepuluh tusuk sate sapi, dan rasakan sendiri kehangatan tradisi yang menyelimuti setiap suapannya.

📋 Informasi Kunjungan

address
Jl. Pasukan Ronggolawe No.14, Wonosobo Timur, Wonosobo
entrance fee
Mulai dari Rp 20.000 per porsi
opening hours
Setiap hari, 09:00 - 21:00

Tempat Menarik Lainnya di Wonosobo

Tim GeoKepo

Penulis & Peneliti Konten

Tim GeoKepo adalah sekelompok penulis dan peneliti yang passionate tentang geografi Indonesia. Kami berdedikasi untuk membuat pembelajaran geografi menjadi menyenangkan dan dapat diakses oleh semua orang. Setiap artikel ditulis dengan riset mendalam untuk memastikan akurasi dan kualitas konten.

Pelajari lebih lanjut tentang tim kami
Apakah artikel ini membantu?

Jelajahi Wonosobo

Pelajari lebih lanjut tentang Wonosobo dan tempat-tempat menarik lainnya.

Lihat Profil Wonosobo