---
title: "Makam Putri Mayang"
type: "TouristAttraction"
lang: "id"
canonical: "https://www.geokepo.id/id/lokasi/barito-timur/makam-putri-mayang"
html_url: "https://www.geokepo.id/id/lokasi/barito-timur/makam-putri-mayang"
category: "Situs Sejarah"
located_in: "Barito Timur"
located_in_url: "https://www.geokepo.id/id/lokasi/barito-timur"
province: "Kalimantan Tengah"
updated: "2026-02-15T08:30:17.440905+00:00"
publisher: "GeoKepo"
license: "Editorial content © GeoKepo. Cite the canonical URL."
---
# Makam Putri Mayang

Situs religi dan sejarah ini merupakan tempat peristirahatan terakhir Putri Mayang, sosok bangsawan dari Kerajaan Banjar yang dihormati oleh masyarakat Dayak Ma'anyan. Makam ini menjadi simbol akulturasi budaya dan sejarah panjang hubungan antar-etnis di wilayah Barito.

## Key facts

- **address**: Desa Jaar, Kecamatan Dusun Timur, Kabupaten Barito Timur
- **entrance fee**: Sukarela
- **opening hours**: Setiap hari, 08:00 - 17:00

# Jejak Sejarah Makam Putri Mayang: Simbol Persatuan Nusantara di Barito Timur

Situs Makam Putri Mayang merupakan salah satu peninggalan sejarah paling signifikan di Kabupaten Barito Timur, Provinsi Kalimantan Tengah. Terletak di Desa Sanggu, Kecamatan Dusun Selatan (administratif lama) yang kini masuk dalam wilayah hukum adat suku Dayak Ma’anyan, makam ini bukan sekadar situs pemakaman biasa, melainkan sebuah monumen yang merekam jejak diplomasi, penyebaran kepercayaan, dan integrasi budaya antara Kerajaan Majapahit di Jawa dengan masyarakat Dayak di pedalaman Kalimantan pada masa lampau.

## Asal-Usul dan Latar Belakang Sejarah
Putri Mayang, atau yang memiliki nama lengkap Putri Mayang Sari, adalah sosok bangsawan yang hidup pada abad ke-14 hingga ke-15 Masehi. Berdasarkan tradisi lisan (tato hiang) masyarakat Dayak Ma’anyan dan catatan sejarah lokal, ia adalah putri dari Raja Kerajaan Kuripan (dan kemudian memimpin Kerajaan Negara Dipa) di Kalimantan Selatan. Sosoknya memiliki kaitan darah langsung dengan Dinasti Majapahit melalui perkawinan politik yang umum terjadi pada masa itu untuk memperkuat pengaruh di luar Pulau Jawa.

Putri Mayang Sari dikenal sebagai sosok pemimpin yang bijaksana dan memiliki kemampuan diplomasi yang tinggi. Kehadirannya di wilayah Barito Timur dimulai saat ia memimpin rombongan dari Kerajaan Negara Dipa menuju wilayah pedalaman untuk memperluas pengaruh dan menjalin hubungan baik dengan kepala-kepala suku Dayak setempat. Ia tidak datang sebagai penakluk, melainkan sebagai pembawa perubahan sosial dan tatanan pemerintahan yang lebih terstruktur.

## Arsitektur dan Detail Konstruksi Situs
Secara arsitektural, Makam Putri Mayang menunjukkan perpaduan unik antara gaya Hindu-Jawa dengan kearifan lokal Kalimantan. Berbeda dengan makam-makam modern, situs ini memiliki struktur yang sangat spesifik yang mencerminkan status sosial sang putri.

Pondasi utama makam menggunakan batu-batu alam yang disusun secara rapi, menunjukkan pengaruh teknik konstruksi dari luar Kalimantan pada masanya. Bangunan cungkup (penutup makam) telah mengalami beberapa kali renovasi, namun tetap mempertahankan elemen kayu ulin (kayu besi) yang merupakan material utama bangunan di tanah Barito. Keunikan utama situs ini adalah keberadaan ornamen ukiran motif Dayak dan simbol-simbol kerajaan yang samar-samar masih dapat terlihat pada beberapa bagian nisan tua. Di sekitar makam utama, terdapat beberapa makam pengikut setia sang putri yang menjaganya hingga akhir hayat, yang disusun dalam pola melingkar, melambangkan perlindungan abadi.

## Signifikansi Sejarah dan Peristiwa Terkait
Situs ini menjadi bukti otentik adanya hubungan erat antara Kerajaan Majapahit melalui Negara Dipa dengan suku Dayak Ma’anyan. Salah satu peristiwa sejarah yang paling menonjol terkait situs ini adalah proses "Penganutan Keyakinan" dan sistem pemerintahan. Putri Mayang Sari diyakini sebagai sosok yang memperkenalkan sistem tata kota dan pertanian yang lebih maju kepada masyarakat Barito Timur.

Selain itu, keberadaan makam ini membuktikan bahwa pada masa itu, Barito Timur merupakan jalur perdagangan dan komunikasi yang penting. Sungai Barito dan anak-anak sungainya menjadi "jalan raya" yang menghubungkan pusat-pusat peradaban di pesisir dengan masyarakat pedalaman. Putri Mayang Sari berperan sebagai jembatan budaya yang meminimalisir konflik antar-suku melalui pendekatan kekeluargaan dan perkawinan antar-bangsawan.

## Tokoh dan Hubungan Antar-Wilayah
Kaitan Putri Mayang dengan tokoh-tokoh besar seperti Lambung Mangkurat dan Pangeran Suryanata sangat kental dalam narasi sejarah situs ini. Sebagai bagian dari keluarga besar Negara Dipa, ia membawa legitimasi kekuasaan yang diakui oleh para pemimpin Dayak. Hal ini memberikan dampak pada struktur sosial di Barito Timur, di mana banyak gelar-gelar kebangsawanan lokal kemudian mengadopsi istilah-istilah dari tradisi kerajaan Jawa-Banjar.

Keberadaan makam ini juga sering dikaitkan dengan legenda "Putri Junjung Buih," meskipun secara kronologis Putri Mayang berada pada periode yang sedikit berbeda. Namun, keduanya merupakan simbol feminitas yang kuat dalam kepemimpinan tradisional di Kalimantan Tengah.

## Makna Budaya dan Religi
Bagi masyarakat Dayak Ma’anyan, Makam Putri Mayang adalah tempat yang sangat sakral. Situs ini dianggap sebagai tempat peristirahatan leluhur yang memberikan perlindungan spiritual bagi wilayah sekitarnya. Setiap tahun, dilakukan prosesi adat di sekitar makam yang melibatkan ritual penyembelihan hewan kurban dan doa bersama.

Menariknya, situs ini menjadi titik temu toleransi beragama. Meskipun Putri Mayang Sari hidup pada masa transisi Hindu ke Islam di wilayah Kalimantan Selatan, makamnya tetap dihormati oleh masyarakat lintas agama. Baik penganut Kaharingan (religi asli Dayak), Islam, maupun Kristen di Barito Timur memandang makam ini sebagai identitas pemersatu daerah. Ada kepercayaan lokal bahwa menjaga makam Putri Mayang berarti menjaga keharmonisan alam dan sosial di Barito Timur.

## Status Pelestarian dan Restoran
Saat ini, Makam Putri Mayang telah ditetapkan sebagai Situs Cagar Budaya oleh Pemerintah Kabupaten Barito Timur dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah. Upaya pelestarian terus dilakukan untuk menjaga keaslian situs dari ancaman pelapukan alami akibat iklim tropis.

Restorasi besar-besaran pernah dilakukan untuk memperkuat struktur bangunan dan aksesibilitas bagi para peneliti serta wisatawan sejarah. Pemerintah daerah juga telah membangun fasilitas penunjang seperti pagar pembatas, papan informasi sejarah, dan akses jalan yang lebih baik. Namun, tantangan utama dalam pelestarian ini adalah menjaga keseimbangan antara modernisasi fasilitas wisata dengan kesucian ritual adat yang masih berlangsung aktif di lokasi tersebut.

## Fakta Unik dan Pusaka
Salah satu fakta unik yang jarang diketahui adalah adanya beberapa benda pusaka yang diyakini terkubur bersama atau disimpan di sekitar situs, termasuk perlengkapan upacara dari perunggu dan senjata tradisional yang menunjukkan tingkat teknologi metalurgi yang tinggi pada masa Putri Mayang. Selain itu, vegetasi di sekitar makam didominasi oleh pohon-pohon tua yang sengaja tidak ditebang selama berabad-abad, menciptakan suasana mikroklimat yang sejuk dan magis, seolah-olah waktu berhenti di area tersebut.

Makam Putri Mayang bukan sekadar tumpukan batu dan kayu, melainkan sebuah narasi bisu tentang bagaimana sebuah identitas bangsa dibentuk melalui akulturasi, diplomasi damai, dan penghormatan terhadap leluhur. Situs ini tetap berdiri tegak di jantung Barito Timur sebagai pengingat bahwa masa lalu adalah fondasi utama bagi persatuan di masa depan.
