---
title: "Gunung Mas"
type: "AdministrativeArea"
lang: "id"
canonical: "https://www.geokepo.id/id/lokasi/gunung-mas"
html_url: "https://www.geokepo.id/id/lokasi/gunung-mas"
province: "Kalimantan Tengah"
province_url: "https://www.geokepo.id/id/provinsi/kalimantan-tengah"
area_km2: 9363.06
is_coastal: true
neighbor_count: 7
rarity: "Common"
aliases: ["Gunungmas", "Kab. Gunung Mas", "Kab. Gunungmas", "Kabupaten Gunung Mas"]
wikidata: "https://www.wikidata.org/wiki/Q14192"
published: "2026-01-22T03:49:55.134477+00:00"
publisher: "GeoKepo"
license: "Editorial content © GeoKepo. Cite the canonical URL."
---
# Gunung Mas

## History

### Sejarah Kabupaten Gunung Mas: Jejak Peradaban di Jantung Kalimantan Tengah

Kabupaten Gunung Mas, yang secara geografis terletak di posisi **tengah** Provinsi Kalimantan Tengah dengan luas wilayah **9,363.06 km²**, memiliki narasi sejarah yang panjang dan berakar kuat pada kebudayaan Dayak Ngaju. Meskipun wilayahnya didominasi oleh perbukitan dan hutan tropis, aksesibilitasnya melalui aliran Sungai Kahayan dan Sungai Manuhing menjadikannya kawasan strategis sejak masa lampau.

#### Akar Prasejarah dan Warisan Budaya Dayak
Asal-usul nama "Gunung Mas" merujuk pada kekayaan sumber daya alam berupa deposit emas yang melimpah di sepanjang daerah aliran sungai. Secara tradisional, wilayah ini dihuni oleh sub-suku Dayak Ngaju yang menganut kepercayaan Kaharingan. Jejak arkeologis dan budaya yang paling menonjol adalah tradisi **Tiwang**, upacara pengantaran tulang-belulang leluhur ke *Sandung*. Salah satu situs sejarah penting di wilayah ini adalah **Rumah Betang Damang Batu** di Desa Tumbang Anoi. Di lokasi inilah terjadi peristiwa monumental pada tahun 1894, yaitu "Rapat Damai Tumbang Anoi", yang mempertemukan para kepala suku Dayak se-Kalimantan untuk menghentikan tradisi *mengayau* (memenggal kepala) dan perbudakan, yang kemudian menyatukan visi masyarakat Dayak.

#### Masa Kolonial dan Perlawanan Rakyat
Pada era kolonial Hindia Belanda, Gunung Mas merupakan bagian dari *Afdeeling Dajaklanden*. Ketertarikan Belanda terhadap wilayah ini didorong oleh eksploitasi hasil hutan dan potensi tambang emas. Namun, penetrasi kolonial tidak berjalan mulus. Tokoh-tokoh lokal seperti **Damang Batu** memainkan peran krusial dalam diplomasi dan menjaga kedaulatan adat. Perlawanan terhadap pajak dan kerja paksa sering terjadi di wilayah Kahayan Hulu, yang mencerminkan semangat kemerdekaan masyarakat lokal yang terintegrasi dengan semangat perlawanan nasional di Nusantara.

#### Era Kemerdekaan dan Pembentukan Wilayah
Pasca-Proklamasi 1945, wilayah ini menjadi bagian integral dari Provinsi Kalimantan yang kemudian dimekarkan. Nama-nama seperti **Tjilik Riwut**, pahlawan nasional asal Kalimantan Tengah, memiliki kaitan erat dengan mobilisasi masyarakat di pedalaman Kahayan untuk mendukung kedaulatan Republik Indonesia. Sebelum berdiri sendiri, Gunung Mas merupakan bagian dari Kabupaten Kapuas. Melalui Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2002, Kabupaten Gunung Mas resmi terbentuk sebagai daerah otonom dengan ibu kota di Kuala Kurun. Pemekaran ini bertujuan untuk mempercepat pembangunan di wilayah pedalaman yang memiliki **7 wilayah tetangga** yang berbatasan langsung (seperti Murung Raya, Katingan, dan Kapuas).

#### Pembangunan Modern dan Identitas
Saat ini, Gunung Mas bertransformasi menjadi pusat agraris dan pertambangan yang signifikan di Kalimantan Tengah. Meskipun berstatus **common** dalam kategori administratif, keunikan budayanya tetap terjaga melalui pelestarian situs Tumbang Anoi sebagai simbol perdamaian dunia. Pembangunan infrastruktur jalan darat kini telah memecah isolasi geografis, menghubungkan wilayah tengah ini dengan pusat pertumbuhan lainnya. Sejarah Gunung Mas adalah cermin dari transisi masyarakat adat menuju modernitas tanpa meninggalkan akar budaya "Bumi Habangkalan Turu Karuhei Tatau" yang berarti tanah yang rukun, damai, dan makmur.


## Geography

### Profil Geografis Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah

Kabupaten Gunung Mas merupakan entitas administratif yang menempati posisi strategis di bagian tengah Provinsi Kalimantan Tengah. Dengan luas wilayah mencapai 9.363,06 km², kabupaten ini menyajikan bentang alam yang kontras dan dinamis, mulai dari kawasan pegunungan di utara hingga wilayah pesisir yang bersentuhan langsung dengan perairan Laut Indonesia. Secara administratif, Gunung Mas dikelilingi oleh tujuh wilayah tetangga yang memperkuat konektivitas regionalnya di jantung Pulau Kalimantan.

#### Topografi dan Fitur Daratan
Karakteristik topografi Gunung Mas didominasi oleh perbukitan bergelombang dan pegunungan, terutama di bagian utara yang merupakan bagian dari Pegunungan Schwaner. Wilayah ini memiliki variasi ketinggian yang signifikan, mulai dari dataran rendah di selatan hingga puncak-puncak tinggi yang menyentuh awan. Lembah-lembah sempit yang subur membelah perbukitan, menciptakan sistem drainase alami yang kompleks. Meskipun didominasi oleh daratan tinggi, kabupaten ini memiliki keunikan geografis berupa garis pantai yang membentang di sepanjang Laut Indonesia, memberikan karakteristik maritim pada sisi selatan wilayahnya.

#### Hidrologi dan Daerah Aliran Sungai
Sistem hidrologi Gunung Mas berpusat pada Sungai Kahayan yang membelah wilayah ini secara longitudinal. Sungai ini bukan sekadar fitur geografis, melainkan urat nadi transportasi dan sumber kehidupan. Anak-anak sungai yang mengalir dari pegunungan di utara membawa sedimen kaya nutrisi ke dataran rendah, menciptakan ekosistem riparian yang kaya. Kehadiran riam-riam atau jeram di hulu sungai menjadi ciri khas medan yang menantang sekaligus menawarkan potensi energi hidroelektrik.

#### Iklim dan Pola Cuaca
Berada tepat di bawah garis khatulistiwa, Gunung Mas memiliki iklim tropis basah (Af) dengan curah hujan yang tinggi sepanjang tahun. Suhu rata-rata berkisar antara 23°C hingga 33°C, dengan tingkat kelembapan yang sangat tinggi akibat tutupan hutan hujan yang luas. Variasi musiman ditandai oleh musim kemarau pendek dan musim penghujan yang panjang, di mana fenomena orografis sering terjadi di wilayah pegunungan, menyebabkan intensitas hujan lebih tinggi di sisi lereng gunung dibandingkan wilayah pesisir.

#### Sumber Daya Alam dan Biodiversitas
Kekayaan mineral menjadi daya tarik utama, dengan cadangan emas (sesuai namanya), batu bara, dan zirkon yang melimpah di perut buminya. Di sektor agraris, tanah vulkanik dan aluvial mendukung perkebunan kelapa sawit dan karet. Secara ekologis, Gunung Mas berada dalam zona transisi yang menjadi habitat bagi flora dan fauna endemik Kalimantan, seperti orangutan (Pongo pygmaeus) dan berbagai spesies meranti di hutan primer. Zona biodiversitas ini mencakup hutan lindung yang berfungsi sebagai menara air bagi wilayah Kalimantan Tengah bagian tengah. Secara geografis, wilayah ini terletak pada koordinat antara 0°18' Lintang Selatan hingga 1°40' Lintang Selatan dan 113°1' Bujur Timur hingga 114°1' Bujur Timur.


## Culture

# Pesona Budaya Kabupaten Gunung Mas: Jantung Peradaban Dayak Ngaju

Kabupaten Gunung Mas, yang terletak di posisi **tengah** Provinsi Kalimantan Tengah, merupakan wilayah seluas 9.363,06 km² yang memegang peranan krusial dalam pelestarian adat istiadat Dayak. Meskipun secara administratif berbatasan dengan tujuh wilayah tetangga, Gunung Mas tetap mempertahankan karakteristik budaya yang sangat spesifik dan sakral.

### Tradisi, Upacara Adat, dan Keagamaan
Gunung Mas dikenal sebagai pusat spiritual kepercayaan **Kaharingan**. Tradisi yang paling fenomenal adalah **Tiwah**, sebuah upacara rukun kematian tingkat akhir bagi penganut Kaharingan. Prosesi ini bertujuan mengantarkan arwah (*Liau*) menuju *Lewu Tatau* (surga). Di Gunung Mas, Tiwah dilakukan dengan mendirikan *Sandung*, yakni bangunan kecil berukir tempat menyimpan tulang-belulang leluhur. Selain Tiwah, terdapat upacara **Mampakanan Batu**, sebuah ritual ungkapan syukur kepada Sang Pencipta atas keberhasilan panen dan perlindungan bagi alat-alat pertanian.

### Kesenian, Tari, dan Musik Tradisional
Dunia seni di Gunung Mas didominasi oleh gerakan yang gagah namun gemulai. **Tari Kanyame** dan **Tari Mandau** sering dipentaskan untuk menyambut tamu kehormatan. Keunikan seni pertunjukan di sini terletak pada penggunaan **Sape** (gitar tradisional Dayak) dan **Garantung** (gong perunggu) yang nadanya mengatur ritme pergaulan sosial. Masyarakat setempat juga melestarikan seni vokal **Karungut**, sebuah sastra lisan berupa pantun yang dilagukan, berisi nasihat kehidupan atau sejarah silsilah keluarga dalam bahasa Dayak Ngaju.

### Kerajinan dan Tekstil: Anyaman Rotan dan Benang Bintik
Keahlian tangan masyarakat Gunung Mas terpancar dari kerajinan anyaman rotan yang menghasilkan **Lanjung** (keranjang punggung) dan **Tiwah Sandung** miniatur. Dalam hal tekstil, **Batik Benang Bintik** menjadi kebanggaan. Motif yang sering muncul adalah *Batang Garing* (Pohon Kehidupan) yang melambangkan keseimbangan antara dunia atas, dunia tengah, dan dunia bawah. Pakaian adatnya, seperti **Baju Sangkarut**, yang dahulu dikenal sebagai baju perang yang dipercaya memiliki kekuatan magis, kini menjadi busana kebesaran saat upacara adat.

### Kuliner Khas dan Cita Rasa Lokal
Kekayaan alam Gunung Mas melahirkan kuliner yang autentik. Salah satu primadonanya adalah **Juhu Singkah Enyuh** (umbut kelapa) dan **Juhu Kujang** (keladi). Masyarakat juga gemar mengonsumsi **Wadi**, yaitu ikan atau daging babi yang diawetkan melalui proses fermentasi menggunakan garam dan parutan biji kepayang atau nasi karing. Rasa asam, gurih, dan aroma yang tajam menjadi ciri khas kuliner yang tak ditemukan di daerah lain.

### Bahasa dan Ekspresi Lokal
Bahasa dominan yang digunakan adalah **Bahasa Dayak Ngaju** dengan dialek lokal yang kental. Terdapat ekspresi khas seperti *"Isen Mulang"* (Pantang Mundur) yang menjadi spirit hidup masyarakatnya. Komunikasi sehari-hari juga sering menyelipkan peribahasa tentang penghormatan terhadap alam, mencerminkan filosofi hidup yang selaras dengan hutan dan sungai yang mengelilingi wilayah Gunung Mas.


## Tourism

# Menjelajahi Pesona Tersembunyi Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah

Terletak tepat di jantung atau bagian **tengah** Provinsi Kalimantan Tengah, Kabupaten Gunung Mas menawarkan harmoni antara kekayaan alam tropis dan warisan budaya Dayak yang autentik. Membentang seluas 9.363,06 km², wilayah ini berbatasan dengan tujuh wilayah administratif, menjadikannya titik strategis bagi para petualang yang ingin mengeksplorasi pedalaman Kalimantan. Meskipun secara geografis didominasi hutan dan perbukitan, aksesibilitas menuju kawasan pesisir sungai besar menjadikannya destinasi yang unik.

### Keajaiban Alam dan Petualangan Air
Gunung Mas adalah surga bagi pencinta air terjun. Salah satu ikon utamanya adalah **Air Terjun Bawin Kameloh** di wilayah Sepang, yang menawarkan kesegaran air pegunungan di tengah rimbunnya hutan. Selain itu, terdapat **Air Terjun Batu Mahasur** yang terletak dekat dengan pusat kota Kuala Kurun, menjadi destinasi favorit keluarga karena taman di sekitarnya yang tertata rapi. Bagi pencinta tantangan, menyusuri Sungai Kahayan dengan perahu tradisional memberikan pengalaman memacu adrenalin sekaligus relaksasi sambil menatap siluet hutan hujan yang masih asri.

### Warisan Budaya dan Situs Sejarah
Sisi magis Gunung Mas terpancar melalui situs-situs bersejarahnya. Desa Wisata **Tumbang Pajangei** merupakan tempat lahirnya pahlawan nasional Tambun Bungai, di mana wisatawan dapat melihat replika rumah adat dan artefak kuno. Salah satu pengalaman religi dan budaya yang tak boleh dilewatkan adalah mengunjungi **Betang Damang Batu** di Tumbang Anoi, situs bersejarah tempat terjadinya perdamaian besar antar suku Dayak pada tahun 1894. Keberadaan *Sandung* (tempat penyimpanan tulang belulang dalam tradisi Kaharingan) yang diukir indah menjadi pemandangan umum yang mempertegas kedalaman budaya lokal.

### Wisata Kuliner dan Pengalaman Lokal
Perjalanan ke Gunung Mas tidak lengkap tanpa mencicipi kuliner khas Dayak Ngaju. Cobalah **Juhu Singkah**, rotan muda yang dimasak dengan bumbu kuning, atau **Puang Susu**, penganan unik dari durian yang difermentasi. Masyarakat lokal dikenal sangat ramah; tidak jarang wisatawan diajak mencicipi hidangan tradisional di rumah warga. Untuk akomodasi, tersedia berbagai penginapan dan *homestay* di Kuala Kurun yang menawarkan kenyamanan dengan sentuhan keramahan lokal.

### Waktu Terbaik untuk Berkunjung
Waktu terbaik untuk mengunjungi Gunung Mas adalah pada bulan **Mei hingga September** saat musim kemarau, guna memudahkan akses menuju jalur-jalur hutan dan air terjun. Selain itu, datanglah saat pelaksanaan festival budaya seperti **Festival Mihing Manasa** untuk menyaksikan lomba dayung tradisional, tari-tarian kolosal, dan ritual adat yang jarang ditemui di tempat lain. Gunung Mas bukan sekadar titik di peta, melainkan sebuah jiwa dari Kalimantan Tengah yang menanti untuk dijelajahi.


## Economy

### Profil Ekonomi Kabupaten Gunung Mas: Transformasi Luas di Jantung Kalimantan Tengah

Kabupaten Gunung Mas, yang terletak di posisi strategis bagian tengah Provinsi Kalimantan Tengah, mencakup wilayah seluas 9.363,06 km². Sebagai daerah yang berbatasan dengan tujuh wilayah administratif lainnya, Gunung Mas berfungsi sebagai simpul konektivitas darat yang krusial. Meskipun secara geografis didominasi oleh perbukitan dan hutan, kabupaten ini memiliki karakteristik unik dengan akses maritim melalui garis pantai yang membentang di sepanjang Laut Indonesia, memberikan dimensi ekonomi ganda antara agraris dan maritim.

#### Sektor Pertanian, Perkebunan, dan Sumber Daya Alam
Sektor primer tetap menjadi tulang punggung ekonomi Gunung Mas. Perkebunan kelapa sawit dan karet merupakan komoditas ekspor utama yang dikelola oleh perusahaan besar swasta maupun perkebunan rakyat. Selain itu, kekayaan mineral seperti emas—yang menjadi asal-usul nama kabupaten ini—dan batu bara memberikan kontribusi signifikan terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB). Pertambangan rakyat juga masih eksis, menciptakan lapangan kerja bagi penduduk lokal meski menghadapi tantangan regulasi lingkungan.

#### Ekonomi Maritim dan Pesisir
Keberadaan garis pantai yang berhadapan langsung dengan Laut Indonesia memungkinkan pengembangan ekonomi maritim. Sektor perikanan tangkap dan pengolahan hasil laut mulai berkembang di wilayah pesisir. Pelabuhan-pelabuhan kecil di sepanjang pantai berfungsi sebagai gerbang logistik untuk mengirimkan hasil bumi keluar pulau, mengurangi ketergantungan pada jalur darat yang melintasi hutan belantara Kalimantan.

#### Industri Kreatif dan Kerajinan Tradisional
Di sektor industri kecil, Gunung Mas dikenal dengan kerajinan anyaman rotan dan kayu gaharu yang bernilai tinggi. Produk khas seperti *Lanjung* dan topi tradisional Dayak merupakan komoditas yang mulai merambah pasar nasional. Pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) difokuskan pada pengolahan makanan berbasis sumber daya lokal, seperti pengolahan ikan sungai dan hasil hutan non-kayu.

#### Pariwisata dan Jasa
Sektor jasa dan pariwisata berbasis ekologi (ekowisata) menjadi primadona baru. Destinasi seperti Monumen Tambun Bungai dan berbagai air terjun alami menarik wisatawan domestik. Pertumbuhan sektor ini memicu permintaan pada jasa perhotelan, kuliner, dan transportasi lokal, yang pada gilirannya mendiversifikasi struktur lapangan kerja dari sektor ekstraktif ke sektor jasa.

#### Infrastruktur dan Tren Ketenagakerjaan
Pemerintah daerah tengah memprioritaskan pembangunan infrastruktur jalan lintas kabupaten untuk mempercepat arus barang menuju pelabuhan. Tren ketenagakerjaan menunjukkan pergeseran bertahap; meski sektor pertanian masih mendominasi, terjadi peningkatan serapan tenaga kerja di sektor konstruksi dan perdagangan seiring dengan masuknya investasi skala besar. Pengembangan sumber daya manusia difokuskan pada sertifikasi keahlian agar penduduk lokal dapat bersaing di industri pertambangan dan perkebunan modern yang semakin terotomatisasi.

Secara keseluruhan, ekonomi Gunung Mas sedang berada dalam fase transisi dari ketergantungan sumber daya alam mentah menuju hilirisasi industri dan optimalisasi potensi maritim, guna memastikan pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan.


## Demographics

### Profil Demografis Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah

Kabupaten Gunung Mas merupakan wilayah daratan luas di jantung Kalimantan Tengah dengan luas wilayah mencapai 9.363,06 km². Meskipun secara geografis terletak di bagian tengah pulau, kabupaten ini memiliki karakteristik unik dengan akses daerah aliran sungai (DAS) Kahayan yang vital, yang secara administratif dan fungsional memberikan karakter semi-pesisir sungai bagi mobilitas penduduknya.

**Ukuran, Kepadatan, dan Distribusi Penduduk**
Berdasarkan data terbaru, populasi Gunung Mas tercatat sekitar 135.373 jiwa. Dengan luas wilayah yang sangat besar, kepadatan penduduknya tergolong sangat rendah, yakni hanya sekitar 14-15 jiwa per kilometer persegi. Distribusi penduduk cenderung terkonsentrasi di sepanjang bantaran sungai dan jalan lintas trans-Kalimantan, dengan Kecamatan Kurun sebagai pusat gravitasi ekonomi dan pemerintahan yang paling padat.

**Komposisi Etnis dan Keragaman Budaya**
Mayoritas penduduk Gunung Mas adalah suku Dayak Ngaju yang merupakan penduduk asli, disusul oleh Dayak Ot Danum. Keunikan demografis di sini terletak pada harmonisasi antara penganut Kaharingan (religitas lokal) dengan umat Kristiani dan Muslim. Seiring dengan program transmigrasi masa lalu dan pembukaan sektor perkebunan, terdapat populasi signifikan etnis Jawa, Banjar, dan Bugis yang membawa keragaman bahasa dan adat istiadat di wilayah pedalaman.

**Struktur Usia dan Piramida Penduduk**
Gunung Mas memiliki struktur penduduk muda (ekspansif). Piramida penduduk menunjukkan basis yang lebar pada kelompok usia 0-14 tahun dan usia produktif 15-64 tahun. Hal ini mengindikasikan angka kelahiran yang masih cukup tinggi serta potensi bonus demografi bagi pengembangan sektor agraris dan pertambangan di masa depan.

**Tingkat Pendidikan dan Literasi**
Angka melek huruf di Gunung Mas telah melampaui 95%, mencerminkan komitmen kuat pada sektor pendidikan dasar. Namun, terdapat kesenjangan dalam jenjang pendidikan tinggi. Mayoritas penduduk usia produktif memiliki latar belakang pendidikan menengah, sementara lulusan sarjana cenderung terkonsentrasi di wilayah perkotaan seperti Kuala Kurun.

**Dinamika Urbanisasi dan Migrasi**
Pola pemukiman di Gunung Mas masih didominasi oleh pedesaan (rural) yang berbasis pada sektor primer. Namun, urbanisasi internal menuju Kuala Kurun terus meningkat seiring perbaikan infrastruktur. Migrasi masuk didorong oleh sektor perkebunan kelapa sawit dan pertambangan emas, yang menarik tenaga kerja dari luar daerah, sementara migrasi keluar biasanya didorong oleh alasan pendidikan tinggi ke Palangka Raya atau Banjarmasin.

**Karakteristik Unik**
Salah satu ciri khas demografis Gunung Mas adalah keterikatan penduduknya terhadap hukum adat. Rasio ketergantungan (dependency ratio) di wilayah ini terus menurun, yang menunjukkan bahwa jumlah penduduk usia produktif jauh lebih besar dibandingkan penduduk non-produktif, memberikan peluang besar bagi pertumbuhan ekonomi lokal yang mandiri.

## BAGIAN 1: ANALISIS KONTEKSTUAL - GUNUNG MAS DALAM PERSPEKTIF REGIONAL

Gunung Mas berdiri sebagai representasi unik dari dinamika spasial Kalimantan Tengah. Dengan luas wilayah 9.363,06 km², kabupaten ini sebenarnya berada di bawah rata-rata luas wilayah kabupaten/kota di provinsi ini yang mencapai 15.300 km². Namun, keterbatasan fisik ini justru menciptakan konsentrasi aktivitas yang menarik. Jika rata-rata kepadatan penduduk provinsi berada di angka 25 jiwa/km², Gunung Mas mencerminkan tantangan serupa namun dengan tekanan ruang yang lebih spesifik karena topografinya yang didominasi perbukitan dan hulu sungai.

Secara ekonomi, Gunung Mas adalah mesin penggerak dalam sektor ekstraktif. Di tengah dominasi pertambangan batubara dan perkebunan kelapa sawit di Kalimantan Tengah, wilayah ini memainkan peran krusial sebagai penyokong output regional. Insight uniknya terletak pada bagaimana ketergantungan ekonomi ini membentuk lanskap sosialnya; infrastruktur yang dibangun seringkali mengikuti jalur komoditas, menciptakan koridor ekonomi yang kontras dengan wilayah hutan lindung di sekitarnya. Ini bukan sekadar angka produksi, melainkan tentang bagaimana industri besar berinteraksi dengan ekosistem hulu.

Dari sisi pariwisata, posisi Kalimantan Tengah di peringkat ke-24 nasional menunjukkan bahwa provinsi ini masih berjuang menarik minat wisatawan masif. Dalam konteks ini, Gunung Mas bukanlah destinasi utama seperti Taman Nasional Tanjung Puting, melainkan sebuah 'permata tersembunyi'. Statusnya sebagai wilayah non-pesisir di pedalaman memberikan keunggulan komparatif berupa wisata minat khusus, seperti jelajah sungai hulu dan wisata budaya Dayak yang masih otentik. Gunung Mas adalah antitesis dari pariwisata komersial; ia menawarkan narasi tentang kehidupan pedalaman yang belum terjamah oleh arus utama.

## BAGIAN 2: SUDUT PANDANG KURATOR - PESONA DI JANTUNG BORNEO

Saat meneliti Gunung Mas, satu fakta yang sangat menonjol adalah kontradiksi antara lokasinya yang berada di jantung daratan (landlocked) dengan identitas yang secara administratif sering dikaitkan dengan pengelolaan wilayah perairan hulu yang vital. Meskipun tidak memiliki garis pantai laut, Gunung Mas adalah 'penjaga gerbang' bagi aliran sungai-sungai besar yang menghidupi hilir Kalimantan Tengah.

Satu hal yang mengejutkan bagi saya adalah keberadaan Monumen Tambun Bungai di desa Pajangei. Fakta ini menarik karena mengungkap bahwa Gunung Mas bukan sekadar wilayah tambang dan sawit, melainkan tanah kelahiran pahlawan legendaris suku Dayak. Seringkali kita terjebak pada angka PDRB dari batubara, namun secara kultural, Gunung Mas adalah pusat gravitasi identitas Dayak Ngaju. Menemukan fakta bahwa situs budaya penting ini berada di tengah-tengah kabupaten yang sedang memacu industrialisasi memberikan perspektif baru: ada ketegangan yang indah antara upaya mempertahankan akar sejarah dan tuntutan modernisasi ekonomi. Bagi saya, Gunung Mas adalah pengingat bahwa di balik setiap konsesi tambang, terdapat lapisan sejarah manusia yang sangat dalam dan tak ternilai harganya.

## BAGIAN 3: PUSAT PENGETAHUAN GEOKEPO

Lengkapi eksplorasi Anda mengenai Kalimantan Tengah dengan menjelajahi konten terkait berikut ini:

**3 Wilayah Eksplorasi di Kalimantan Tengah:**
1. **Kabupaten Kotawaringin Barat:** Gerbang utama menuju konservasi orangutan internasional di Taman Nasional Tanjung Puting.
2. **Kota Palangka Raya:** Analisis mengenai sejarah visi Bung Karno dalam perancangan tata kota sebagai calon ibu kota negara.
3. **Kabupaten Murung Raya:** Menjelajahi wilayah 'Top of Borneo' di Kalimantan Tengah yang memiliki elevasi tertinggi dan pemandangan pegunungan yang dramatis.

**2 Kategori POI (Point of Interest) Populer di Gunung Mas:**
1. **Wisata Budaya & Situs Sejarah:** Penelusuran Rumah Tradisional Betang dan situs pemujaan kuno yang merepresentasikan kosmologi Dayak Kaharingan.
2. **Ekowisata Hulu Sungai:** Destinasi petualangan riam (jeram) dan air terjun tersembunyi di sepanjang aliran Sungai Kahayan dan Sungai Manuhing yang menantang adrenalin.
