---
title: "Hulu Sungai Tengah"
type: "AdministrativeArea"
lang: "id"
canonical: "https://www.geokepo.id/id/lokasi/hulu-sungai-tengah"
html_url: "https://www.geokepo.id/id/lokasi/hulu-sungai-tengah"
province: "Kalimantan Selatan"
province_url: "https://www.geokepo.id/id/provinsi/kalimantan-selatan"
area_km2: 1462.96
is_coastal: false
neighbor_count: 5
rarity: "Common"
aliases: ["Kab. Hulu Sungai Tengah", "Kabupaten Hulu Sungai Tengah"]
wikidata: "https://www.wikidata.org/wiki/Q14173"
published: "2026-01-22T03:49:36.485967+00:00"
publisher: "GeoKepo"
license: "Editorial content © GeoKepo. Cite the canonical URL."
---
# Hulu Sungai Tengah

## History

### Sejarah dan Perkembangan Hulu Sungai Tengah: Jantung Banua Enam

Hulu Sungai Tengah (HST), dengan ibu kota Barabai, merupakan wilayah yang secara geografis terletak di jantung Provinsi Kalimantan Selatan. Dengan luas wilayah 1.462,96 km², kabupaten ini tidak memiliki garis pantai dan dikelilingi oleh lima wilayah tetangga: Hulu Sungai Utara, Balangan, Kotabaru, Banjar, dan Hulu Sungai Selatan. Keberadaannya secara historis merupakan pilar penting dalam konfederasi "Banua Enam".

#### Akar Sejarah dan Masa Kesultanan
Jauh sebelum pembagian administratif modern, wilayah Hulu Sungai Tengah merupakan bagian integral dari Kesultanan Banjar. Wilayah ini dikenal sebagai "Batang Alai" dan "Laba Amas", yang merupakan pusat pertanian dan perdagangan pedalaman yang vital. Kehidupan masyarakatnya berpusat di sepanjang aliran sungai, seperti Sungai Alai dan Sungai Barabai, yang menjadi urat nadi transportasi dan ekonomi. Pada masa ini, struktur sosial dipimpin oleh para bangsawan lokal yang setia kepada Sultan Banjar di Martapura.

#### Era Kolonial dan Perlawanan Rakyat
Memasuki abad ke-19, Hulu Sungai Tengah menjadi palagan pertempuran yang sengit selama Perang Banjar (1859–1905). Salah satu tokoh pahlawan nasional yang sangat dihormati di sini adalah Pangeran Antasari, yang dibantu oleh tokoh lokal seperti Penghulu Rasyid. Penghulu Rasyid memimpin perlawanan rakyat di wilayah Banua Lima (sekarang mencakup HST) melawan hegemoni Belanda. Beliau gugur sebagai syuhada di Desa Telaga Langsat pada tahun 1865. Semangat perlawanan ini membuktikan bahwa HST merupakan basis pertahanan gerilya yang tangguh karena kondisi geografisnya yang memadukan rawa dan pegunungan Meratus.

#### Masa Kemerdekaan dan Pembentukan Kabupaten
Setelah proklamasi kemerdekaan Indonesia, wilayah ini menjadi bagian dari Daerah Banjar. Melalui tuntutan rakyat yang menginginkan otonomi lebih luas, Kabupaten Hulu Sungai Tengah akhirnya resmi berdiri pada tanggal 24 Desember 1959 berdasarkan Undang-Undang Nomor 27 Tahun 1959. Barabai dipilih sebagai pusat pemerintahan karena posisinya yang strategis di tengah-tengah jalur trans-Kalimantan.

#### Warisan Budaya dan Situs Bersejarah
Hulu Sungai Tengah memiliki kekayaan budaya yang unik, seperti tradisi *Madihin* dan tari-tarian Dayak Meratus di Kecamatan Hantakan. Salah satu situs bersejarah yang menonjol adalah Masjid Keramat di Desa Pelajau, yang konon telah berdiri sejak ratusan tahun lalu dan menjadi simbol penyebaran Islam di wilayah hulu sungai. Selain itu, terdapat Monumen Proklamasi di Mandingin yang menandai kesetiaan rakyat Barabai terhadap Republik Indonesia pada masa revolusi fisik.

#### Pembangunan Modern dan Kelestarian Alam
Dalam sejarah modernnya, HST dikenal dengan komitmen kuatnya dalam menjaga ekosistem Pegunungan Meratus. Melalui gerakan "Save Meratus", masyarakat dan pemerintah daerah secara konsisten menolak pertambangan batu bara dan perkebunan sawit skala besar guna melindungi hutan dan sumber air. Hal ini menjadikan HST sebagai satu-satunya kabupaten di Kalimantan Selatan yang mengedepankan pembangunan berbasis lingkungan berkelanjutan, menjaga sejarah mereka sebagai "Paru-paru Kalimantan Selatan". Kini, Barabai berkembang menjadi kota jasa dan pendidikan dengan julukan "Paris van Borneo" karena tata kotanya yang rapi dan asri.


## Geography

### Profil Geografis Kabupaten Hulu Sungai Tengah

Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) merupakan salah satu wilayah administratif di Provinsi Kalimantan Selatan yang memiliki karakteristik geografis unik karena bentang alamnya yang sangat kontras. Dengan luas wilayah mencapai 1462,96 km², kabupaten ini terletak di posisi "tengah" secara strategis dan administratif dalam konstelasi provinsi. Secara astronomis, wilayah ini berada di antara 2°27′ hingga 2°46′ Lintang Selatan dan 115°10′ hingga 115°46′ Bujur Timur. Sebagai wilayah yang tidak berbatasan dengan garis pantai (landlocked), Hulu Sungai Tengah memiliki batas darat dengan lima wilayah tetangga, yaitu Kabupaten Balangan di utara, Kabupaten Hulu Sungai Selatan di selatan dan barat, serta Kabupaten Kotabaru di sisi timur.

#### Topografi dan Bentang Alam
Topografi Hulu Sungai Tengah terbagi menjadi dua zona ekstrem. Di bagian barat, wilayah ini didominasi oleh dataran rendah yang landai, rawa-rawa, dan daerah aliran sungai yang subur. Sebaliknya, di bagian timur, lanskap berubah drastis menjadi rangkaian pegunungan yang sangat terjal. Di sinilah letak Pegunungan Meratus, dengan puncak tertingginya di wilayah ini adalah Gunung Halau-Halau (1.901 mdpl). Lembah-lembah sempit di kaki Meratus menciptakan pemandangan dramatis yang memisahkan area pemukiman dengan hutan rimba primer.

#### Hidrologi dan Aliran Sungai
Sebagai bagian dari daerah aliran sungai (DAS) Barito, kabupaten ini dibelah oleh beberapa sungai penting, dengan Sungai Barabai sebagai urat nadi utama. Sungai-sungai ini bersumber dari mata air di Pegunungan Meratus yang jernih, namun saat mencapai hilir di dataran rendah, alirannya melambat dan membentuk ekosistem rawa lebak. Keberadaan sungai-sungai ini sangat krusial bagi irigasi pertanian di wilayah Barabai dan sekitarnya.

#### Iklim dan Variasi Musiman
Hulu Sungai Tengah beriklim tropis basah dengan curah hujan yang cukup tinggi sepanjang tahun. Musim kemarau biasanya terjadi antara Juni hingga September, sementara musim hujan berlangsung dari Oktober hingga Mei. Suhu udara di dataran rendah berkisar antara 24°C hingga 33°C, namun di wilayah dataran tinggi seperti Kecamatan Hantakan, suhu dapat turun drastis, menciptakan mikroklimat yang sejuk dan lembap.

#### Sumber Daya Alam dan Keanekaragaman Hayati
Wilayah ini dikenal dengan komitmen kuatnya terhadap pelestarian lingkungan melalui gerakan "Save Meratus". Berbeda dengan kabupaten tetangga, HST menolak pertambangan batu bara dan perkebunan sawit skala besar. Sumber daya utamanya berasal dari pertanian padi sawah, perkebunan karet rakyat, serta komoditas khas seperti kacang tanah dan jeruk. Hutan Meratus di HST menjadi rumah bagi flora langka dan fauna endemik seperti Bekantan, Owa-owa, dan berbagai jenis burung hutan. Kekayaan ekologis ini menjadikan Hulu Sungai Tengah sebagai benteng terakhir keanekaragaman hayati di Kalimantan Selatan yang masih terjaga dari eksploitasi industri ekstraktif.


## Culture

### Kekayaan Budaya Hulu Sungai Tengah: Jantung Tradisi Banjar Hulu

Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), yang beribu kota di Barabai, merupakan wilayah di Kalimantan Selatan yang dijuluki sebagai "Bandar Agrobisnis" sekaligus benteng terakhir Pegunungan Meratus. Terletak di posisi tengah provinsi tanpa garis pantai, HST menyimpan kekayaan budaya masyarakat Banjar Pahuluan yang sangat kental dengan perpaduan nilai Islam dan kearifan masyarakat adat Dayak Meratus.

#### Tradisi, Upacara Adat, dan Kepercayaan
Salah satu keunikan HST adalah harmonisasi antara masyarakat agraris di dataran rendah dengan masyarakat Dayak di pegunungan. Di wilayah Pegunungan Meratus, terdapat upacara **Aruh Baharin**, sebuah ritual syukur atas hasil panen padi yang melibatkan prosesi pemberian sesaji kepada leluhur. Sementara itu, di kalangan masyarakat Banjar, tradisi **Baayun Maulud** di Desa Banua Halat menjadi fenomena budaya yang ikonik. Ribuan orang berkumpul untuk mengayun bayi hingga orang dewasa di dalam ayunan yang dihias janur, dibarengi dengan pembacaan syair-syair pujian kepada Nabi Muhammad SAW.

#### Kesenian dan Seni Pertunjukan
HST adalah rumah bagi kesenian **Mamanda**, teater tradisional Banjar yang mengedepankan improvisasi dan komedi situatif. Selain itu, terdapat seni **Kuda Gepang**, tarian yang menggunakan replika kuda dari anyaman bambu, sering kali ditampilkan dalam acara penyambutan tamu atau perkawinan. Dalam hal musik, tabuhan **Terbang Kuripan** dan seni **Madihin** (puisi lisan yang dinyanyikan secara humoris) tetap eksis di pasar-pasar tradisional dan acara hajatan warga sebagai media hiburan sekaligus sarana dakwah.

#### Kuliner Khas Barabai
Berbicara tentang HST tidak lengkap tanpa menyebut **Apam Barabai**. Kue berbahan dasar tepung beras dan gula merah ini memiliki tekstur tipis, kenyal, dan rasa manis yang legit, biasanya dibungkus dengan daun pisang. Selain itu, terdapat **Pakasam**, yaitu kuliner fermentasi ikan air tawar (seperti ikan puyu atau sepat) menggunakan garam dan beras sangrai (samu). Pakasam Barabai dikenal memiliki cita rasa asam-gurih yang sangat khas dan menjadi oleh-oleh utama bagi wisatawan.

#### Bahasa dan Dialek
Masyarakat setempat menggunakan **Bahasa Banjar dialek Hulu**. Dialek ini memiliki ciri khas pada intonasi yang lebih tegas dan penggunaan kosakata yang berbeda dari dialek Banjar Kuala (Banjarmasin). Beberapa ungkapan lokal yang sering terdengar adalah kata "aik" sebagai penegas kalimat atau penggunaan kata ganti orang yang sangat spesifik berdasarkan strata sosial dan keakraban, mencerminkan nilai kesantunan yang tinggi.

#### Tekstil dan Pakaian Tradisional
Masyarakat HST sangat menghargai kain **Sasirangan**, namun yang membedakan adalah motif-motif yang terinspirasi dari alam Pegunungan Meratus dan tanaman lokal. Dalam upacara adat, pria sering mengenakan **Laung** (ikat kepala tradisional), sementara kaum wanita mengenakan kebaya panjang dengan bawahan kain sarung. Di wilayah pegunungan, kerajinan anyaman rotan dan bambu seperti **Tanggui** (topi lebar) dan **Lanjung** (wadah punggung) menjadi bagian tak terpisahkan dari identitas visual masyarakat setempat.

Melalui keberagaman ini, Hulu Sungai Tengah membuktikan dirinya sebagai poros budaya yang kuat, di mana kelestarian alam Meratus dan nilai-nilai religiusitas berpadu dalam harmoni kehidupan sehari-hari.


## Tourism

# Menjelajahi Pesona Hulu Sungai Tengah: Jantung Hijau Kalimantan Selatan

Hulu Sungai Tengah (HST), dengan ibu kota Barabai, merupakan permata tersembunyi di Kalimantan Selatan yang menawarkan kombinasi sempurna antara kemegahan Pegunungan Meratus dan kearifan lokal yang kental. Dengan luas wilayah 1462,96 km², kabupaten ini tidak memiliki garis pantai, namun kekayaan alam daratannya menjadikannya destinasi ekowisata unggulan di Borneo.

### Kemegahan Alam Pegunungan Meratus
Daya tarik utama HST terletak pada bentang alam pegunungannya. **Puncak Valiant** dan **Gunung Halau-Halau** adalah titik tertinggi di Kalimantan Selatan yang menawarkan pemandangan "negeri di atas awan". Bagi pecinta air, **Loksado** versi HST dapat ditemukan di **Pagat Batantakan**. Di sini, wisatawan bisa menikmati kejernihan air sungai yang mengalir di antara tebing-tebing batu kapur yang eksotis. Selain itu, **Air Terjun Rampah Menjangan** menyuguhkan kesegaran air jatuh di tengah hutan primer yang masih sangat asri.

### Wisata Budaya dan Pengalaman Unik
Masyarakat Banjar dan Dayak Meratus hidup berdampingan secara harmonis di sini. Wisatawan dapat mengunjungi **Balai Adat Dayak** di kawasan Hantakan untuk melihat arsitektur tradisional dan upacara adat seperti *Aruh Ganal* (pesta panen). Salah satu pengalaman unik yang tidak boleh dilewatkan adalah menyusuri kanal-kanal kecil di desa-desa aliran sungai menggunakan perahu tradisional, memberikan perspektif nyata tentang kehidupan masyarakat sungai yang autentik.

### Petualangan dan Aktivitas Luar Ruangan
Bagi pencari adrenalin, **Bamboo Rafting** di Sungai Barabai menawarkan sensasi mengarungi jeram ringan di atas rakit bambu tradisional. Selain itu, trekking menuju gua-gua alami seperti **Gua Limbuhang** yang memiliki air berwarna biru safir merupakan aktivitas wajib bagi para fotografer dan pecinta alam. Jalur pendakian di HST dikenal menantang namun memberikan kepuasan tak ternilai saat mencapai puncak rimbun Meratus.

### Gastronomi: Cita Rasa Barabai
Hulu Sungai Tengah adalah surga bagi pecinta kuliner. Anda wajib mencicipi **Apam Barabai**, kue tradisional berbahan dasar tepung beras dan gula merah yang memiliki tekstur lembut dan aroma khas. Jangan lewatkan pula **Pakasam**, kuliner fermentasi ikan sungai dengan beras sangrai yang memberikan sensasi rasa asam-gurih yang unik, serta **Kue Lam** yang manis dan legit, warisan kuliner turun-temurun.

### Akomodasi dan Waktu Terbaik
Masyarakat HST dikenal dengan keramahtamahannya yang hangat. Di Barabai, tersedia berbagai hotel melati dan penginapan yang nyaman. Namun, untuk pengalaman yang lebih menyatu dengan alam, banyak wisatawan memilih *homestay* di desa wisata atau berkemah di kaki pegunungan.

Waktu terbaik untuk berkunjung adalah pada **musim kemarau (Mei hingga September)** untuk memudahkan pendakian dan aktivitas sungai. Jika Anda ingin merasakan kemeriahan budaya, datanglah saat musim panen padi di mana berbagai festival lokal sering diselenggarakan.


## Economy

### Profil Ekonomi Kabupaten Hulu Sungai Tengah: Jantung Agraris Kalimantan Selatan

Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), yang beribu kota di Barabai, merupakan wilayah strategis seluas 1.462,96 km² yang terletak di posisi tengah (cardinal position: tengah) Provinsi Kalimantan Selatan. Sebagai daerah yang sepenuhnya dikelilingi daratan (landlocked) dan berbatasan dengan lima wilayah—yaitu Kabupaten Balangan, Hulu Sungai Utara, Hulu Sungai Selatan, serta Kabupaten Paser dan Kotabaru di sisi timur—HST memiliki karakteristik ekonomi yang unik dan mandiri.

#### Sektor Pertanian dan Ketahanan Pangan
Sektor pertanian merupakan tulang punggung utama perekonomian HST. Wilayah ini dikenal sebagai salah satu lumbung padi terbesar di Kalimantan Selatan. Berbeda dengan daerah tetangganya yang mulai beralih ke perkebunan sawit skala besar, HST tetap mempertahankan komitmen pada pertanian berkelanjutan. Produk unggulan lainnya adalah hortikultura, khususnya cabai rawit Hantakan dan jeruk lokal. Selain itu, sektor perikanan darat berkembang pesat di kawasan rawa, menghasilkan ikan lokal seperti gabus (haruan) dan papuyu yang menjadi komoditas perdagangan lintas kabupaten.

#### Industri Kreatif dan Kerajinan Tradisional
Sektor industri di HST didominasi oleh industri pengolahan skala kecil dan menengah (IKM). Salah satu ikon ekonomi kreatif yang menonjol adalah kerajinan anyaman bambu dan purun di wilayah perdesaan. Produk kuliner khas seperti Apam Barabai dan Kacang Jaruk bukan sekadar penganan tradisional, melainkan penggerak ekonomi kerakyatan yang menyerap ribuan tenaga kerja lokal dan menjadi identitas ekspor daerah ke wilayah Kalimantan lainnya.

#### Pariwisata Berbasis Alam (Eco-Tourism)
Tanpa wilayah pesisir, HST memaksimalkan potensi Pegunungan Meratus sebagai motor ekonomi baru. Destinasi seperti Pagat Batuan, Manggasang, dan Lembah Swargaloka di Hantakan telah menciptakan ekosistem jasa pariwisata yang menghidupkan sektor UMKM, penginapan, dan jasa pemandu. Keunikan ekonomi HST terletak pada gerakan "Save Meratus," di mana masyarakat dan pemerintah daerah sepakat menolak pertambangan batu bara dan perkebunan sawit skala besar demi menjaga kelestarian lingkungan sebagai aset ekonomi jangka panjang.

#### Infrastruktur, Perdagangan, dan Ketenagakerjaan
Kota Barabai berfungsi sebagai pusat jasa dan perdagangan regional bagi wilayah "Banua Anam." Infrastruktur jalan raya yang membelah pusat kabupaten merupakan jalur urat nadi distribusi logistik antara Banjarmasin menuju Kalimantan Timur. Tren ketenagakerjaan menunjukkan pergeseran bertahap dari sektor pertanian tradisional menuju sektor jasa dan perdagangan, seiring dengan meningkatnya digitalisasi pasar lokal. Pertumbuhan pasar-pasar tradisional yang tetap eksis di tengah modernisasi menjadi bukti ketahanan ekonomi domestik Hulu Sungai Tengah dalam menghadapi fluktuasi ekonomi global.


## Demographics

### Profil Demografis Kabupaten Hulu Sungai Tengah

Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), yang sering dijuluki sebagai "Bumi Murakata", merupakan wilayah pedalaman di Kalimantan Selatan dengan luas wilayah 1.462,96 km². Sebagai daerah non-pesisir yang terletak di posisi sentral (tengah) dan berbatasan dengan lima kabupaten (Hulu Sungai Selatan, Hulu Sungai Utara, Balangan, Kotabaru, dan Paser), HST memiliki karakteristik demografis yang unik sebagai simpul transit dan pusat agraris.

#### Populasi dan Distribusi Penduduk
Berdasarkan data terbaru, jumlah penduduk Hulu Sungai Tengah mencapai lebih dari 260.000 jiwa. Dengan kepadatan penduduk rata-rata mencapai 178 jiwa/km², distribusi penduduk terkonsentrasi di wilayah dataran rendah, khususnya di Kecamatan Barabai yang berfungsi sebagai pusat administrasi dan ekonomi. Keunikan distribusi ini terlihat dari kontras antara wilayah urban Barabai yang padat dengan wilayah pegunungan Meratus di Kecamatan Hantakan dan Batang Alai Timur yang memiliki kepadatan sangat rendah.

#### Komposisi Etnis dan Keragaman Budaya
Demografi HST didominasi secara signifikan oleh etnis Banjar, khususnya sub-etnis Banjar Hulu yang memiliki dialek khas. Namun, terdapat keberagaman yang mencolok di wilayah dataran tinggi (Pegunungan Meratus) yang dihuni oleh masyarakat Dayak Meratus. Interaksi antara masyarakat Banjar yang mayoritas Muslim dan masyarakat Dayak menciptakan struktur sosial yang harmonis. Selain itu, terdapat populasi kecil transmigran dari Jawa dan Madura yang telah berasimilasi dalam sektor pertanian.

#### Struktur Usia dan Pendidikan
Piramida penduduk HST menunjukkan struktur ekspansif menuju stasioner, di mana kelompok usia produktif (15-64 tahun) mendominasi struktur kependudukan. Hal ini memberikan potensi "bonus demografi" bagi daerah. Dari aspek pendidikan, HST memiliki angka melek huruf yang tinggi, melampaui 98%. Keberadaan pondok-pondok pesantren tradisional (khususnya di wilayah seperti Batu Benawa) berperan besar dalam membentuk tingkat literasi agama dan pendidikan karakter masyarakat setempat.

#### Urbanisasi dan Pola Migrasi
Pola urbanisasi di HST cenderung bersifat "rurban", di mana batas antara desa dan kota mulai mengabur akibat aksesibilitas transportasi yang baik. Migrasi keluar (out-migration) biasanya didorong oleh faktor pendidikan, di mana pemuda HST banyak yang merantau ke Banjarmasin atau luar pulau untuk menempuh pendidikan tinggi. Sebaliknya, migrasi masuk bersifat musiman yang berkaitan dengan sektor perdagangan di pasar-pasar tradisional Barabai yang menjadi magnet ekonomi bagi lima kabupaten tetangganya. Karakteristik khas penduduknya adalah kemandirian ekonomi yang kuat pada sektor perkebunan karet dan pertanian lahan basah.

## Analisis Kontekstual: Hulu Sungai Tengah dalam Lanskap Kalimantan Selatan

Hulu Sungai Tengah (HST) merupakan anomali spasial yang menarik di Kalimantan Selatan. Dengan luas wilayah hanya 1.462,96 km², kabupaten ini berukuran kurang dari setengah rata-rata luas wilayah kabupaten/kota di provinsi ini (3.200 km²). Namun, keterbatasan lahan ini justru menciptakan dinamika kepadatan penduduk yang jauh melampaui rata-rata provinsi sebesar 105 jiwa/km². Hal ini mengindikasikan bahwa HST adalah pusat aktivitas manusia yang intensif, di mana efisiensi pemanfaatan ruang menjadi kunci keberlangsungan wilayahnya.

Secara ekonomi, sementara Kalimantan Selatan secara umum sangat bergantung pada ekstraksi pertambangan, Hulu Sungai Tengah memposisikan dirinya secara unik. Di tengah kepungan industri batubara regional, HST dikenal dengan komitmen kuatnya dalam menjaga kelestarian lingkungan, terutama melalui penolakan terhadap aktivitas pertambangan di Pegunungan Meratus. Fokus ekonomi wilayah ini lebih condong pada sektor pertanian dan perdagangan, menjadikannya 'lumbung pangan' yang krusial bagi ketahanan regional. Strategi ini menciptakan resiliensi ekonomi yang tidak bergantung pada fluktuasi harga komoditas tambang global.

Dalam konteks pariwisata, meskipun Kalimantan Selatan berada di peringkat #18 nasional, HST adalah pemegang 'permata mahkota' provinsi ini. Posisi geografisnya yang berada di tengah (landlocked) memberikan akses eksklusif ke ekosistem Pegunungan Meratus. Jika wilayah lain menawarkan wisata sungai, HST menawarkan kontras berupa wisata dataran tinggi dan jeram sungai yang jernih. Ini bukan sekadar destinasi transit, melainkan destinasi akhir bagi pencari wisata minat khusus dan ekowisata yang belum terjamah oleh komersialisasi massal.

## Sudut Pandang Kurator: Benteng Terakhir Meratus

Saat meneliti Hulu Sungai Tengah, satu fakta yang sangat menonjol adalah keteguhan luar biasa wilayah ini dalam mempertahankan integritas ekologisnya di tengah godaan industri ekstraktif. Di saat kabupaten tetangganya di Kalimantan Selatan secara masif mengubah bentang alam menjadi konsesi pertambangan, Hulu Sungai Tengah tetap menjadi satu-satunya wilayah yang secara konsisten menyuarakan kampanye 'Save Meratus'. 

Fakta mengejutkan ini bukan sekadar narasi aktivisme, melainkan sebuah pilihan tata ruang yang berani. Keputusan untuk tidak membuka lahan bagi pertambangan batubara dan perkebunan sawit skala besar di zona Pegunungan Meratus telah menyelamatkan fungsi hidrologis bagi seluruh Kalimantan Selatan. Sebagai kurator, saya melihat HST bukan hanya sebagai entitas administratif, melainkan sebagai 'menara air' dan benteng keanekaragaman hayati. 

Konteks ini memberikan nilai tambah bagi setiap jengkal tanah di HST. Ketika Anda mengunjungi Barabai (ibu kotanya) atau mendaki Puncak Meratus di sini, Anda tidak hanya melihat pemandangan alam, tetapi juga menyaksikan hasil dari perjuangan sosial-ekologis yang panjang. Inilah yang membuat HST memiliki 'jiwa' yang berbeda dibandingkan wilayah lain di Kalimantan; sebuah wilayah yang memilih kedaulatan pangan dan kelestarian air di atas keuntungan instan hasil tambang. Profesionalisme dalam pengelolaan lingkungan inilah yang menurut saya perlu mendapatkan apresiasi lebih luas di panggung nasional.

## Pusat Pengetahuan GeoKepo: Eksplorasi Kalimantan Selatan

Perdalam wawasan Anda mengenai kekayaan geografis dan budaya di Kalimantan Selatan melalui rekomendasi kurasi kami berikut ini:

### 3 Wilayah Lain yang Patut Dieksplorasi
1. **Kabupaten Hulu Sungai Utara**: Jelajahi ekosistem lahan basah yang unik dan fenomena Kerbau Rawa (Bubalus bubalis) di Danau Panggang yang eksotis.
2. **Kabupaten Kotabaru**: Wilayah kepulauan di tenggara provinsi yang menawarkan keindahan pantai pasir putih dan keragaman hayati bawah laut.
3. **Kota Banjarbaru**: Mengenal lebih dekat pusat administrasi baru provinsi yang dirancang dengan konsep kota hijau dan modern.

### 2 Kategori POI (Point of Interest) Populer di Hulu Sungai Tengah
1. **Ekowisata Pegunungan Meratus**: Meliputi pendakian Gunung Halau-Halau dan desa-desa adat Dayak Meratus yang masih memegang teguh kearifan lokal dalam menjaga hutan.
2. **Wisata Air Sungai Benawa**: Destinasi rekreasi sungai dengan air yang sangat jernih dan jeram alami, seperti di kawasan Pagat, yang menjadi ikon wisata keluarga dan petualangan ringan di HST.
