---
title: "Masjid Jami’ Al-Mujahidin Selong"
type: "TouristAttraction"
lang: "id"
canonical: "https://www.geokepo.id/id/lokasi/lombok-timur/masjid-jami-al-mujahidin-selong"
html_url: "https://www.geokepo.id/id/lokasi/lombok-timur/masjid-jami-al-mujahidin-selong"
category: "Bangunan Ikonik"
located_in: "Lombok Timur"
located_in_url: "https://www.geokepo.id/id/lokasi/lombok-timur"
province: "Nusa Tenggara Barat"
updated: "2026-02-15T09:01:37.077747+00:00"
publisher: "GeoKepo"
license: "Editorial content © GeoKepo. Cite the canonical URL."
---
# Masjid Jami’ Al-Mujahidin Selong

Merupakan masjid bersejarah dan terbesar di ibu kota kabupaten yang menjadi pusat kegiatan religi masyarakat Sasak di Lombok Timur. Arsitekturnya yang megah memadukan nuansa modern dan tradisional, menjadikannya simbol kebanggaan warga Kota Selong.

## Key facts

- **address**: Pancor, Selong, Kabupaten Lombok Timur
- **entrance fee**: Gratis
- **opening hours**: 24 Jam (Untuk ibadah)

# Kemegahan Arsitektur Masjid Jami’ Al-Mujahidin Selong: Simbol Spiritual dan Identitas Lombok Timur

Masjid Jami’ Al-Mujahidin Selong bukan sekadar tempat ibadah; ia adalah jantung visual dan spiritual dari Kota Selong, ibu kota Kabupaten Lombok Timur. Berdiri kokoh di pusat kota, masjid ini menjadi representasi akulturasi budaya, kemajuan teknologi konstruksi lokal, serta keteguhan iman masyarakat Sasak. Sebagai "Bangunan Ikonik" di Provinsi Nusa Tenggara Barat, Masjid Al-Mujahidin menawarkan narasi arsitektural yang memadukan estetika Timur Tengah dengan kearifan lokal yang mendalam.

## Konteks Historis dan Evolusi Pembangunan

Sejarah Masjid Jami’ Al-Mujahidin tidak lepas dari perkembangan Kota Selong sebagai pusat administrasi sejak zaman kolonial hingga masa kemerdekaan. Nama "Al-Mujahidin" yang berarti "Para Pejuang" memberikan sinyal kuat tentang latar belakang pendiriannya yang berkaitan erat dengan semangat perjuangan masyarakat lokal.

Pembangunan besar-besaran yang membentuk wajah masjid seperti sekarang ini dimulai pada awal tahun 2000-an. Renovasi total dilakukan untuk menampung jamaah yang kian membludak serta untuk menciptakan sebuah tengara (landmark) yang mampu bersaing dengan kemegahan masjid-masjid lain di Pulau Seribu Masjid. Proses pembangunannya melibatkan gotong royong masyarakat (swadaya) yang dipadukan dengan dukungan pemerintah daerah, menjadikan bangunan ini sebagai milik kolektif rakyat Lombok Timur.

## Gaya Arsitektur dan Prinsip Desain

Secara arsitektural, Masjid Jami’ Al-Mujahidin mengadopsi gaya **Eklektik Modern** yang dominan dengan pengaruh Timur Tengah, khususnya gaya Utsmaniyah dan Moor. Prinsip desain utamanya adalah simetri dan monumentalitas. Bangunan ini dirancang untuk memberikan kesan megah namun tetap teduh (humble) melalui pemilihan material dan tata cahaya.

Salah satu elemen visual yang paling menonjol adalah penggunaan kubah besar berwarna perak kebiruan yang dikelilingi oleh beberapa kubah yang lebih kecil. Struktur ini menciptakan hierarki visual yang mengarahkan pandangan ke langit, melambangkan hubungan vertikal antara hamba dan Sang Pencipta. Berbeda dengan masjid tradisional Jawa yang menggunakan atap tumpang, Al-Mujahidin memilih kubah setengah bola yang modern sebagai representasi kosmopolitanisme Islam di Lombok.

## Inovasi Struktur dan Keunikan Elemen Visual

Masjid ini memiliki struktur bangunan bertingkat dua yang didukung oleh kolom-kolom beton raksasa. Inovasi struktural terlihat pada bentang ruang utama (main hall) yang dirancang minim sekat kolom di bagian tengah, memberikan kesan luas dan lega bagi jamaah.

1.  **Menara (Minaret) yang Menjulang:** Masjid ini dilengkapi dengan menara tinggi yang memiliki desain ramping. Menara ini tidak hanya berfungsi sebagai tempat pengeras suara azan, tetapi juga sebagai titik navigasi kota (urban marker). Desain puncaknya mengadopsi elemen dekoratif yang senada dengan kubah utama.
2.  **Fasad dan Ornamen Geometris:** Dinding luar masjid dihiasi dengan ukiran kaligrafi Arab dan pola geometris Islam (arabesque) yang rumit. Penggunaan material granit dan marmer pada dinding memberikan kesan sejuk dan mewah. Jendela-jendela besar dengan lengkungan tapal kuda (horseshoe arch) khas arsitektur Moor memastikan sirkulasi udara alami berjalan maksimal, sebuah adaptasi cerdas terhadap iklim tropis Lombok yang panas.
3.  **Interior dan Mihrab:** Masuk ke bagian dalam, pengunjung akan disambut oleh langit-langit kubah yang dihiasi lukisan awan dan kaligrafi Asmaul Husna. Mihrab (tempat imam) dibuat sangat artistik dengan balutan warna emas dan ukiran kayu jati yang halus, menciptakan fokus estetika bagi siapa pun yang menghadap kiblat.

## Signifikansi Budaya dan Sosial

Bagi masyarakat Selong, Masjid Al-Mujahidin adalah "Rumah Besar". Secara sosial, masjid ini berfungsi sebagai pusat integrasi masyarakat. Keberadaannya yang berdekatan dengan Taman Kota Selong menciptakan ruang publik yang unik di mana kegiatan religius dan sosial menyatu.

Masjid ini juga menjadi pusat kegiatan organisasi Islam besar di Lombok, seperti Nahdlatul Wathan, yang sering mengadakan pengajian akbar di sini. Keunikan sosial lainnya adalah tradisi "Bebeaq" atau makan bersama setelah acara besar, yang sering dilakukan di selasar masjid, memperkuat ikatan persaudaraan antarwarga.

## Pengalaman Pengunjung dan Fungsi Saat Ini

Saat ini, Masjid Jami’ Al-Mujahidin Selong telah menjadi destinasi wisata religius utama di Lombok Timur. Pengunjung tidak hanya datang untuk beribadah, tetapi juga untuk mengagumi keindahan arsitekturnya.

Pengalaman berkunjung dimulai dari halaman masjid yang luas dan tertata rapi dengan lantai keramik yang selalu terjaga kebersihannya. Pada malam hari, sistem pencahayaan (lighting) masjid diatur sedemikian rupa sehingga kubah dan menaranya berpendar indah, menciptakan siluet yang dramatis di langit Kota Selong. Fasilitas pendukung seperti area wudhu yang modern, perpustakaan mini, dan ruang pertemuan menjadikan masjid ini sebagai pusat peradaban yang fungsional.

Bagi para fotografer arsitektur, sudut-sudut masjid ini menawarkan komposisi simetri yang sempurna. Kehadiran burung-burung merpati di halaman masjid seringkali menambah suasana syahdu, mengingatkan pada atmosfer Masjidil Haram di Makkah atau Masjid Nabawi di Madinah.

## Kesimpulan: Warisan untuk Masa Depan

Masjid Jami’ Al-Mujahidin Selong adalah bukti nyata bahwa arsitektur dapat menjadi jembatan antara tradisi dan modernitas. Ia mencerminkan identitas masyarakat Lombok Timur yang religius, dinamis, dan terbuka terhadap kemajuan zaman tanpa meninggalkan akar budayanya. Melalui kemegahan fisiknya, masjid ini terus mengirimkan pesan kedamaian dan persatuan, menjadikannya ikon yang tidak lekang oleh waktu di tengah lanskap Nusa Tenggara Barat. Sebagai bangunan yang terus dirawat dengan penuh cinta oleh jamaahnya, Al-Mujahidin dipastikan akan tetap berdiri sebagai mercusuar iman dan kebanggaan arsitektural hingga generasi-generasi mendatang.
