---
title: "Rumah Tradisional Betang Sei Pasah"
type: "TouristAttraction"
lang: "id"
canonical: "https://www.geokepo.id/id/lokasi/palangka-raya/rumah-tradisional-betang-sei-pasah"
html_url: "https://www.geokepo.id/id/lokasi/palangka-raya/rumah-tradisional-betang-sei-pasah"
category: "Pusat Kebudayaan"
located_in: "Palangka Raya"
located_in_url: "https://www.geokepo.id/id/lokasi/palangka-raya"
province: "Kalimantan Tengah"
updated: "2026-02-15T08:30:47.964342+00:00"
publisher: "GeoKepo"
license: "Editorial content © GeoKepo. Cite the canonical URL."
---
# Rumah Tradisional Betang Sei Pasah

Replika rumah adat Betang ini menampilkan kemegahan hunian komunal khas suku Dayak yang dibangun tinggi di atas tanah. Tempat ini sering menjadi lokasi pertunjukan seni dan edukasi mengenai nilai-nilai kebersamaan dalam budaya Dayak.

## Key facts

- **address**: Sei Pasah, Kec. Kapuas Hilir (Area Perbatasan Palangka Raya)
- **entrance fee**: Rp 10.000 per orang
- **opening hours**: Setiap hari, 08:00 - 17:00

# Meniti Jejak Leluhur di Rumah Tradisional Betang Sei Pasah: Jantung Budaya Dayak Kalimantan Tengah

Rumah Tradisional Betang Sei Pasah bukan sekadar bangunan kayu yang berdiri kokoh di tepian sungai; ia adalah simbol ketangguhan, kebersamaan, dan identitas mendalam bagi masyarakat Dayak di Kalimantan Tengah. Terletak di kawasan strategis Palangka Raya, pusat kebudayaan ini menjadi garda terdepan dalam pelestarian nilai-nilai luhur "Huma Betang" yang mengajarkan toleransi dan hidup berdampingan dalam keberagaman. Melalui pendekatan yang komprehensif, Betang Sei Pasah bertransformasi dari sekadar situs sejarah menjadi pusat edukasi dan kreativitas yang hidup.

## Filosofi Arsitektur dan Ruang Komunal
Secara fisik, Rumah Betang Sei Pasah merepresentasikan arsitektur panggung khas Dayak Ngaju. Bangunan ini memanjang dengan tiang-tiang kayu ulin yang tertancap kuat, mencerminkan perlindungan terhadap gangguan alam dan binatang buas di masa lampau. Namun, di balik struktur fisiknya, terdapat pembagian ruang yang sarat makna.

Pusat kebudayaan ini memanfaatkan area *selasar* atau teras luas sebagai ruang publik tempat diskusi adat berlangsung. Di sinilah nilai *Belom Bahadat* (hidup beradat) dipraktikkan. Setiap sudut bangunan difungsikan untuk menghidupkan kembali suasana kehidupan kolektif, di mana tidak ada sekat yang memisahkan status sosial, melainkan ikatan kekeluargaan yang erat.

## Program Pelestarian Seni Pertunjukan
Salah satu pilar utama di Rumah Tradisional Betang Sei Pasah adalah pengembangan seni pertunjukan tradisional. Setiap pekan, pusat kebudayaan ini mengadakan latihan rutin tari tradisional Dayak, seperti Tari Mandau yang melambangkan keberanian, serta Tari Giring-Giring yang mengekspresikan kegembiraan peladang saat panen.

Keunikan program di sini terletak pada metode pengajarannya yang masih mempertahankan pakem asli. Para maestro tari lokal dihadirkan untuk membimbing generasi muda, memastikan bahwa setiap gerakan *ngasai* (gerakan gemulai tangan) dan *stamping* kaki memiliki makna filosofis yang tepat. Selain tari, Betang Sei Pasah juga menjadi pusat pembelajaran musik tradisional Karungut. Karungut adalah seni sastra lisan yang dilagukan, seringkali berisi petuah atau narasi sejarah yang diiringi oleh dentuman Kacapi (kecapi Dayak) dan garantung (gong).

## Kriya dan Workshop Kerajinan Tangan
Betang Sei Pasah berperan aktif sebagai pusat inkubasi bagi pengrajin lokal. Di area workshop, pengunjung dapat menyaksikan dan terlibat langsung dalam pembuatan kerajinan khas:

1.  **Anyaman Rotan (Rattan Weaving):** Pengrajin menunjukkan teknik rumit dalam membuat *Lanjung* (tas punggung) dan *Tikar Jawut*. Pola yang digunakan bukan sekadar hiasan, melainkan motif tradisional seperti *Batang Garing* (Pohon Kehidupan) yang sakral.
2.  **Manik-Manik (Beadwork):** Pembuatan *Pakaian Adat* dan aksesori dari manik-manik menjadi program unggulan. Di sini, pengunjung diajarkan cara merangkai manik dengan perpaduan warna kontras (kuning, merah, hijau, putih) yang menjadi ciri khas estetika Dayak.
3.  **Ukir Kayu:** Fokus pada pembuatan talawang (perisai) dan ukiran pada pilar bangunan yang menggambarkan motif naga atau burung enggang, yang dipercaya sebagai pelindung rumah.

## Edukasi dan Literasi Budaya bagi Generasi Z
Menyadari tantangan modernisasi, Rumah Tradisional Betang Sei Pasah meluncurkan program edukasi formal dan informal. Program "Betang Goes to School" mengundang sekolah-sekolah di Palangka Raya untuk melakukan studi lapangan. Siswa tidak hanya melihat benda cagar budaya, tetapi juga belajar tentang sistem astronomi tradisional Dayak dalam menentukan musim tanam serta pengenalan tanaman obat tradisional yang tumbuh di sekitar area Betang.

Pusat kebudayaan ini juga menyediakan perpustakaan mini yang menyimpan catatan-catatan tentang hukum adat serta dokumentasi foto-foto sejarah Kalimantan Tengah. Hal ini menjadikan Betang Sei Pasah sebagai referensi utama bagi peneliti dan mahasiswa yang ingin mendalami antropologi budaya Dayak.

## Perhelatan Festival dan Upacara Adat
Sebagai pusat kebudayaan, Betang Sei Pasah menjadi tuan rumah bagi berbagai acara berskala lokal maupun nasional. Salah satu momen paling dinanti adalah perayaan pasca-panen atau ritual syukur yang melibatkan penyajian *Panganan Tradisional*. 

Selain itu, pusat ini sering menjadi titik pusat dalam rangkaian Festival Budaya Isen Mulang (FBIM). Dalam festival ini, Betang Sei Pasah menyelenggarakan kompetisi tradisional seperti *Manyumpit* (menggunakan sumpit), *Manggasing*, dan *Lomba Masak Tradisional* Dayak. Acara-acara ini tidak hanya menarik wisatawan, tetapi juga memperkuat rasa bangga masyarakat lokal terhadap warisan nenek moyang mereka.

## Peran dalam Pembangunan Budaya Lokal
Rumah Tradisional Betang Sei Pasah berfungsi sebagai jembatan antara pemerintah dan komunitas adat. Melalui Dewan Adat Dayak (DAD) yang sering berkoordinasi di lokasi ini, kebijakan-kebijakan pelestarian lingkungan dan budaya dirumuskan. Pusat ini mendorong konsep "Wisata Budaya Berbasis Masyarakat", di mana hasil kerajinan tangan yang diproduksi di Betang langsung dipasarkan kepada pengunjung, sehingga memberikan dampak ekonomi nyata bagi warga sekitar.

Keberadaan Betang Sei Pasah juga menjadi benteng pertahanan terhadap pengikisan budaya. Di tengah gempuran tren global, pusat kebudayaan ini secara konsisten menyuarakan pentingnya memegang teguh identitas sebagai orang Dayak yang modern namun tetap mengakar pada tradisi.

## Konservasi dan Keberlanjutan Heritage
Upaya pelestarian di Betang Sei Pasah mencakup aspek fisik dan non-fisik. Secara fisik, perawatan kayu ulin dan atap sirap dilakukan secara berkala menggunakan metode tradisional agar tidak merusak tekstur asli bangunan. Secara non-fisik, digitalisasi arsip budaya sedang digalakkan. Pertunjukan seni dan narasi sejarah mulai didokumentasikan dalam bentuk video berkualitas tinggi untuk disebarkan melalui media sosial, menjangkau audiens global.

Keunikan lain dari Betang Sei Pasah adalah lingkungannya yang masih asri, dengan vegetasi khas rawa gambut yang dijaga kelestariannya. Hal ini menciptakan ekosistem budaya yang utuh, di mana manusia, bangunan, dan alam saling berinteraksi secara harmonis, sesuai dengan prinsip *Maneser Panatau Tatu Hiang* (menggali kekayaan leluhur).

## Penutup: Harapan dari Tepian Sungai
Rumah Tradisional Betang Sei Pasah di Palangka Raya bukan sekadar destinasi wisata, melainkan sebuah institusi kehidupan. Ia adalah tempat di mana sejarah bernapas dan masa depan direncanakan. Dengan menggabungkan fungsi museum, sekolah seni, dan pusat komunitas, Betang Sei Pasah memastikan bahwa api semangat budaya Dayak tidak akan pernah padam. Pengunjung yang datang ke sini tidak hanya membawa pulang foto, tetapi juga pemahaman mendalam tentang bagaimana sebuah peradaban mampu bertahan di tengah arus zaman dengan tetap menjunjung tinggi kehormatan, kebersamaan, dan cinta pada tanah air.
