---
title: "Masjid Agung Darussalam"
type: "TouristAttraction"
lang: "id"
canonical: "https://www.geokepo.id/id/lokasi/sumbawa-barat/masjid-agung-darussalam"
html_url: "https://www.geokepo.id/id/lokasi/sumbawa-barat/masjid-agung-darussalam"
category: "Bangunan Ikonik"
located_in: "Sumbawa Barat"
located_in_url: "https://www.geokepo.id/id/lokasi/sumbawa-barat"
province: "Nusa Tenggara Barat"
updated: "2026-02-15T09:01:17.565592+00:00"
publisher: "GeoKepo"
license: "Editorial content © GeoKepo. Cite the canonical URL."
---
# Masjid Agung Darussalam

Berdiri megah di tengah Kompleks Kemutar Telu Center (KTC), masjid ini merupakan simbol religiusitas dan kemajuan arsitektur di Sumbawa Barat. Dengan desain modern yang dipadukan dengan filosofi lokal, masjid ini menjadi pusat kegiatan ibadah sekaligus landmark kebanggaan warga Taliwang.

## Key facts

- **address**: Kompleks KTC, Kuang, Kecamatan Taliwang, Kabupaten Sumbawa Barat
- **entrance fee**: Gratis
- **opening hours**: Setiap hari, 04:00 - 21:00

# Kemegahan Arsitektur Masjid Agung Darussalam: Simbol Peradaban dan Spiritualitas Sumbawa Barat

Masjid Agung Darussalam bukan sekadar tempat ibadah; ia adalah manifestasi fisik dari visi Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) yang religius dan progresif. Berdiri kokoh di kompleks KTC (Kemutar Telu Center) di Taliwang, masjid ini menjadi pusat gravitasi spiritual dan ikon arsitektur paling menonjol di Provinsi Nusa Tenggara Barat. Dengan luas bangunan yang masif dan desain yang memadukan elemen modernis dengan filosofi lokal, Masjid Agung Darussalam mencerminkan identitas masyarakat "Pariri Lema Bariri".

## Konteks Historis dan Visi Pembangunan
Pembangunan Masjid Agung Darussalam erat kaitannya dengan sejarah berdirinya Kabupaten Sumbawa Barat sebagai daerah otonom baru. Dibangun pada masa kepemimpinan Bupati pertama KSB, Dr. KH. Zulkifli Muhadli, masjid ini dirancang untuk menjadi "jantung" dari pusat pemerintahan. Pembangunannya dimulai pada tahun 2007 dan diresmikan pada tahun 2010.

Secara historis, pemilihan nama "Darussalam" yang berarti "Negeri yang Damai" merupakan doa sekaligus harapan bagi stabilitas dan kesejahteraan kabupaten yang baru lahir tersebut. Lokasinya yang berada di dalam kompleks perkantoran terpadu Kemutar Telu Center menunjukkan integrasi antara nilai-nilai ketuhanan (divinity) dengan tata kelola pemerintahan (governance).

## Filosofi Desain dan Gaya Arsitektur
Secara arsitektural, Masjid Agung Darussalam mengusung gaya Modern-Kontemporer yang berani, melepaskan diri dari pakem kubah tradisional bawang yang mendominasi masjid-masjid di Indonesia pada umumnya. Struktur utamanya didominasi oleh garis-garis tegas, geometris, dan penggunaan material beton yang diekspos secara elegan.

Salah satu prinsip desain yang paling menonjol adalah konsep "Keterbukaan". Masjid ini tidak memiliki dinding masif di sekeliling ruang utama shalat, melainkan menggunakan pilar-pilar tinggi dengan ventilasi alami yang maksimal. Hal ini menciptakan sirkulasi udara yang luar biasa, sehingga meskipun berada di iklim tropis yang panas, interior masjid tetap terasa sejuk tanpa ketergantungan penuh pada pendingin udara mekanis.

## Struktur Utama dan Inovasi Arsitektural
Masjid ini berdiri di atas lahan seluas puluhan hektar dengan bangunan utama yang terdiri dari tiga lantai. Struktur utamanya didukung oleh tiang-tiang raksasa yang tidak hanya berfungsi sebagai penopang beban, tetapi juga sebagai elemen estetika yang memberikan kesan monumental.

1. **Atas dan Atap:** Berbeda dengan masjid konvensional, atap Masjid Agung Darussalam memiliki bentuk limas bersusun yang dimodifikasi secara modern. Penggunaan material atap metalik memberikan kesan futuristik sekaligus fungsional dalam menghalau panas matahari.
2. **Menara:** Masjid ini dilengkapi dengan menara yang menjulang tinggi secara terpisah dari bangunan utama. Menara ini berfungsi sebagai penanda visual (landmark) yang dapat terlihat dari berbagai sudut kota Taliwang. Bentuk menaranya ramping dan minimalis, konsisten dengan estetika bangunan utama.
3. **Pilar dan Selasar:** Keunikan utama terletak pada deretan pilar yang membentuk koridor panjang di sekeliling masjid. Pilar-pilar ini terinspirasi dari konsep keteguhan jiwa. Jarak antar pilar diatur sedemikian rupa untuk menciptakan permainan bayangan yang dinamis sepanjang hari.

## Interior dan Detail Estetika
Memasuki area interior, pengunjung akan disambut oleh ruang lapang dengan langit-langit yang sangat tinggi (high ceiling). Mihrab masjid didesain dengan sangat detail, mengombinasikan kaligrafi Arab yang halus dengan aksen kayu dan pencahayaan tersembunyi (hidden lighting) yang memperkuat suasana khusyuk.

Lantai masjid menggunakan marmer berkualitas tinggi yang memberikan kesan dingin dan mewah. Di bagian tengah ruang utama, terdapat lampu gantung kristal yang menjadi titik fokus estetik, memberikan pencahayaan hangat saat malam hari. Penggunaan ornamen geometris pada jendela dan pintu memberikan sentuhan "Islamic Art" yang modern, menghindari kesan kuno namun tetap menjaga nilai-nilai keislaman.

## Signifikansi Budaya dan Sosial
Masjid Agung Darussalam bukan hanya milik umat Muslim, tetapi telah menjadi kebanggaan seluruh warga Sumbawa Barat. Secara sosial, masjid ini berfungsi sebagai pusat komunitas. Hamparan rumput hijau yang luas di halaman depan (Plaza) sering digunakan untuk berbagai kegiatan besar, mulai dari upacara hari besar nasional, festival budaya, hingga area rekreasi keluarga di sore hari.

Keberadaan masjid ini di tengah kompleks Kemutar Telu Center (KTC) menciptakan simbolisme unik: bahwa setiap keputusan politik dan administratif yang diambil di gedung-gedung pemerintahan di sekitarnya harus senantiasa berlandaskan pada nilai-nilai moral dan spiritual yang direpresentasikan oleh masjid tersebut.

## Fitur Unik dan Pengalaman Pengunjung
Bagi wisatawan atau arsitek yang berkunjung, pengalaman paling berkesan adalah saat matahari terbenam. Pencahayaan arsitektural (architectural lighting) yang dirancang dengan cermat akan menyoroti pilar-pilar dan struktur atap, menciptakan siluet yang megah di tengah kegelapan.

Selain itu, sistem tata suara (sound system) di masjid ini dirancang untuk menjangkau seluruh area kompleks KTC dengan kejernihan maksimal, memastikan panggilan azan terdengar sebagai harmoni yang menyatu dengan lingkungan sekitar. Keberadaan kolam hias di beberapa titik juga memberikan efek pantulan (reflecting pool) yang menambah keindahan visual bangunan saat difoto.

## Pemeliharaan dan Keberlanjutan
Sebagai bangunan ikonik, Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat memberikan perhatian khusus pada pemeliharaan bangunan ini. Penggunaan material yang tahan cuaca (weather-resistant) dan desain yang meminimalkan penggunaan energi listrik saat siang hari merupakan langkah keberlanjutan arsitektur yang patut diapresiasi. Struktur betonnya dirancang untuk tahan terhadap guncangan gempa, mengingat posisi geografis Nusa Tenggara Barat yang berada di jalur tektonik aktif.

## Kesimpulan
Masjid Agung Darussalam adalah sebuah mahakarya arsitektur di Pulau Sumbawa. Ia berhasil menggabungkan skala bangunan yang monumental dengan fungsionalitas yang tinggi. Melalui desainnya yang terbuka dan modern, masjid ini mengirimkan pesan tentang Islam yang inklusif, transparan, dan berorientasi ke masa depan. Bagi siapa pun yang mengunjungi Sumbawa Barat, Masjid Agung Darussalam adalah destinasi wajib yang menawarkan ketenangan spiritual sekaligus kekaguman atas kreativitas manusia dalam merancang ruang suci yang megah.
