---
title: "Sentra Kuliner Rantau Baru"
type: "TouristAttraction"
lang: "id"
canonical: "https://www.geokepo.id/id/lokasi/tapin/sentra-kuliner-rantau-baru"
html_url: "https://www.geokepo.id/id/lokasi/tapin/sentra-kuliner-rantau-baru"
category: "Kuliner Legendaris"
located_in: "Tapin"
located_in_url: "https://www.geokepo.id/id/lokasi/tapin"
province: "Kalimantan Selatan"
updated: "2026-02-15T08:54:34.279448+00:00"
publisher: "GeoKepo"
license: "Editorial content © GeoKepo. Cite the canonical URL."
---
# Sentra Kuliner Rantau Baru

Pusat kuliner yang terletak di kawasan strategis ini menyajikan berbagai hidangan khas Banjar mulai dari Soto Banjar hingga Ikan Seluang goreng yang renyah. Kawasan ini menjadi destinasi wajib bagi para pemburu rasa yang ingin mencicipi autentisitas masakan lokal dalam satu lokasi yang nyaman.

## Key facts

- **address**: Kawasan Rantau Baru, Tapin Utara, Kabupaten Tapin
- **entrance fee**: Gratis (Hanya bayar pesanan)
- **opening hours**: Setiap hari, 16:00 - 23:00

# Menelusuri Jejak Rasa di Sentra Kuliner Rantau Baru: Jantung Gastronomi Kabupaten Tapin

Kabupaten Tapin, yang terletak di Provinsi Kalimantan Selatan, bukan sekadar wilayah perlintasan antarprovinsi yang strategis. Di balik hiruk-pikuk jalurnya, tersimpan sebuah oase bagi para pecinta kuliner yang dikenal dengan nama Sentra Kuliner Rantau Baru. Terletak di kawasan strategis Rantau Baru yang asri dengan pemandangan danau buatan dan ruang terbuka hijau, tempat ini telah bertransformasi menjadi pusat pelestarian warisan rasa masyarakat Banjar, khususnya sub-etnis Banjar Pahuluan yang mendiami wilayah Tapin.

## Akar Sejarah dan Signifikansi Budaya

Sentra Kuliner Rantau Baru bukan sekadar kumpulan kedai makan modern; ia adalah representasi dari sejarah panjang perdagangan dan persinggahan di Tanah Tapin. Sejak dahulu, Rantau dikenal sebagai titik temu para pedagang dari pedalaman Kalimantan (Hulu Sungai) menuju Banjarmasin. Pertukaran komoditas ini membawa pengaruh besar pada teknik memasak dan penggunaan bumbu.

Secara filosofis, keberadaan sentra ini memperkuat tradisi *makan baimbai* (makan bersama). Di sini, kuliner tidak hanya dipandang sebagai pengenyang perut, tetapi sebagai perekat sosial. Setiap hidangan yang disajikan membawa cerita tentang kesuburan tanah rawa Tapin dan kearifan lokal dalam mengolah hasil alam menjadi sajian yang menggugah selera.

## Ikon Kuliner: Keajaiban Rasa Otentik Tapin

Di Sentra Kuliner Rantau Baru, terdapat beberapa hidangan yang telah mencapai status legendaris dan wajib dicicipi oleh setiap pengunjung.

### 1. Masak Habang yang Legendaris
Berbeda dengan daerah lain di Kalimantan Selatan, Masak Habang khas Tapin memiliki konsistensi bumbu yang lebih kental dan kaya rempah. Bahan utamanya adalah cabai merah kering yang direbus dan dihaluskan bersama bawang merah, bawang putih, jahe, dan kayu manis. Uniknya, meski berwarna merah membara, rasanya cenderung manis-gurih karena penggunaan gula merah (gula habang) asli dari pohon aren lokal. Lauk utamanya biasanya berupa *Haruan* (ikan gabus) goreng atau telur bebek.

### 2. Gangan Hanyar (Sayur Asam Khas Tapin)
Ini adalah hidangan yang mendinginkan di tengah cuaca Kalimantan yang terik. Gangan Hanyar menggunakan kaldu ikan dengan bumbu dasar kunyit, lengkuas, dan serai. Yang membuatnya istimewa adalah kehadiran sayur-sayuran lokal seperti pucuk labu, terong asam (asam rimbang), dan kacang panjang, yang dimasak dengan potongan ikan patin atau kepala ikan haruan yang segar.

### 3. Bingka Barandam dan Kue Tradisional
Sebagai penutup, Sentra Kuliner Rantau Baru menawarkan Bingka Barandam. Berbeda dengan bingka panggang, Bingka Barandam memiliki tekstur seperti spons yang sangat lembut dan "berendam" dalam kuah sirup gula yang harum karena campuran pandan dan kayu manis. Keahlian membuat kue ini biasanya diwariskan secara turun-temurun oleh keluarga perajin kue di kawasan Rantau.

## Rahasia Bahan Baku dan Teknik Memasak Tradisional

Kelezatan hidangan di Sentra Kuliner Rantau Baru berakar pada penggunaan bahan-bahan spesifik yang sulit ditemukan di luar Kalimantan Selatan.

*   **Cabai Paprika Lokal (Cabai Hiyung):** Tapin sangat terkenal dengan Cabai Hiyung, yang dinobatkan sebagai salah satu cabai terpedas di Indonesia. Di sentra kuliner ini, cabai hiyung digunakan secara selektif untuk memberikan sensasi pedas yang tajam namun bersih di lidah, terutama dalam sambal acan (terasi).
*   **Ikan Rawa Segar:** Penggunaan ikan air tawar seperti Haruan (Gabus), Papuyu (Betok), dan Patin merupakan kewajiban. Ikan-ikan ini ditangkap langsung dari ekosistem rawa di sekitar Tapin, memberikan rasa manis alami yang tidak dimiliki oleh ikan budidaya.
*   **Teknik Mengasapi (Mangaring):** Beberapa kedai di Rantau Baru masih menggunakan teknik *mangaring* atau mengasapi ikan di atas bara kayu galam untuk memberikan aroma *smoky* yang khas sebelum dimasak ke dalam gangan (sayur).
*   **Bumbu "Wadi":** Salah satu teknik pengawetan kuno yang masih lestari adalah pembuatan *Wadi*. Ikan yang difermentasi dengan garam dan parutan biji kepayang atau beras sangrai ini menghasilkan cita rasa unik—asam, asin, dan gurih—yang biasanya digoreng kering bersama bawang dan cabai.

## Dinasti Kuliner dan Pelestarian Warisan

Keberlanjutan rasa di Sentra Kuliner Rantau Baru dijaga oleh keluarga-keluarga lokal yang telah bergelut di dunia kuliner selama puluhan tahun. Beberapa gerobak dan kedai di sini merupakan generasi kedua atau ketiga dari warung-warung legendaris yang dulunya berada di pasar lama Rantau.

Sebut saja keluarga perajin *Apam Barabai* yang membuka cabang di sini, atau spesialis *Soto Banjar* versi Tapin yang kuahnya lebih bening namun kaya akan rempah kapulaga dan bunga sisir. Para koki lokal ini bertindak sebagai penjaga gawang tradisi, memastikan bahwa proporsi bumbu tetap mengikuti resep leluhur meskipun disajikan dalam wadah yang lebih modern.

## Konteks Budaya dan Adat Makan Lokal

Makan di Sentra Kuliner Rantau Baru adalah sebuah pengalaman antropologis. Pengunjung akan sering melihat tradisi *Becatukan*, yaitu budaya berkumpul dan berdiskusi santai sambil menikmati kudapan ringan seperti *Wadai (Kue) Banjar*. 

Di sini, waktu seolah melambat. Masyarakat lokal memiliki kebiasaan makan yang tidak terburu-buru. Ada penghormatan terhadap makanan; nasi biasanya disajikan dalam *bakul* rotan, dan air minum seringkali disediakan dalam *kendi* tanah liat untuk menjaga suhu air tetap sejuk secara alami.

Selain itu, setiap hari Jumat, suasana di sentra kuliner ini menjadi lebih meriah. Banyak warga yang datang setelah menunaikan salat Jumat untuk menikmati hidangan spesial mingguan seperti *Nasi Samamin* atau hidangan berbasis daging sapi yang dimasak dengan rempah melimpah.

## Menuju Masa Depan Kuliner Tapin

Pemerintah Kabupaten Tapin secara aktif mengembangkan Sentra Kuliner Rantau Baru sebagai destinasi wisata unggulan. Penataan area yang bersih dengan sentuhan arsitektur khas Banjar, seperti atap *Bubungan Tinggi*, memberikan nuansa megah namun tetap merakyat. 

Keunikan lain dari sentra kuliner ini adalah integrasinya dengan kegiatan ekonomi kreatif lainnya. Di sekitar area kuliner, pengunjung seringkali dapat menemukan pengrajin anyaman purun atau penjual kain sasirangan dengan motif khas Tapin, yaitu motif cabai hiyung.

## Penutup: Lebih dari Sekadar Rasa

Sentra Kuliner Rantau Baru adalah bukti nyata bahwa kuliner adalah dokumen hidup dari suatu peradaban. Dengan mencicipi sepiring Nasi Kuning bumbu habang atau menyeruput kuah Gangan Asam di tepi danau Rantau Baru, pengunjung tidak hanya memuaskan rasa lapar, tetapi juga melakukan perjalanan menembus waktu, merasakan dedikasi para leluhur Tapin dalam meramu kekayaan alam menjadi mahakarya rasa.

Bagi siapapun yang menginjakkan kaki di Kalimantan Selatan, melewatkan Sentra Kuliner Rantau Baru berarti melewatkan separuh dari jiwa kuliner masyarakat Banjar. Di sinilah, di antara aroma kayu manis dan pedasnya cabai hiyung, identitas Tapin terus dirayakan dan diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya melalui setiap suapan yang tak terlupakan.
