---
title: "Kartu Kedatangan Indonesia (All Indonesia Arrival Card) 2026: Panduan Lengkap untuk Wisatawan"
type: "TravelGuide"
lang: "id"
canonical: "https://www.geokepo.id/id/panduan/all-indonesia-arrival-card-guide-2026"
html_url: "https://www.geokepo.id/id/panduan/all-indonesia-arrival-card-guide-2026"
category: "Practical How-To Guides"
guide_type: "guide"
published: "2026-09-26T00:27:39.802756+00:00"
updated: "2026-09-26T00:27:39.802756+00:00"
author: "GeoKepo Editorial Team"
publisher: "GeoKepo"
license: "Editorial content © GeoKepo. Cite the canonical URL."
---
# Kartu Kedatangan Indonesia (All Indonesia Arrival Card) 2026: Panduan Lengkap untuk Wisatawan

# Kartu Kedatangan Indonesia (All Indonesia Arrival Card) 2026: Panduan Lengkap untuk Wisatawan

Sejak September 2025, setiap kedatangan internasional ke Indonesia harus melewati satu tahapan baru sebelum mendarat: **All Indonesia Arrival Card (AIDC)**. Formulir ini menggantikan tiga proses yang sebelumnya berdiri sendiri-sendiri — kartu kedatangan imigrasi versi kertas, Electronic Customs Declaration (e-CD), dan deklarasi kesehatan SATUSEHAT — menjadi satu formulir digital. Setahun kemudian, tahap ini masih menjadi bagian yang paling sering membuat wisatawan bingung, terutama karena aturan soal *kapan* dan *bagaimana* mengisinya lebih ketat dari yang terlihat.

Panduan ini menjelaskan apa itu AIDC, siapa yang wajib mengisinya, cara mengisinya dengan benar, dan kesalahan-kesalahan spesifik yang sering membuat wisatawan ditahan di meja imigrasi — baik di Denpasar, Jakarta, maupun pintu masuk lainnya.

## Apa Sebenarnya AIDC Itu

AIDC adalah sebuah deklarasi, bukan visa dan bukan izin masuk. Formulir ini memberi tahu pihak imigrasi dan bea cukai Indonesia siapa yang datang, apa yang dibawa, dan mengonfirmasi informasi kesehatan dasar — semuanya dalam satu formulir, bukan tiga. Anda tetap memerlukan visa yang sah (bebas visa, visa saat kedatangan/VOA, atau e-VOA) secara terpisah. Mengacaukan dua hal ini adalah kesalahpahaman paling umum: AIDC yang terisi sempurna tidak akan meloloskan Anda di perbatasan jika status visa Anda belum beres, dan sebaliknya.

Jika Anda terbang langsung ke Bali, ada satu item ketiga yang tidak berhubungan: **Pungutan Wisatawan Bali** (Bali Tourist Levy) sebesar Rp150.000, yang dibayar melalui aplikasi Love Bali atau saat kedatangan. AIDC, visa Anda, dan pungutan Bali adalah tiga kewajiban yang berbeda. Menyelesaikan satu tidak otomatis menyelesaikan yang lain.

## Siapa yang Wajib Mengisi

Setiap warga negara asing dan warga negara Indonesia yang kembali dari luar negeri — baik lewat udara, laut, maupun darat — wajib mengisi AIDC sebelum masuk. Tidak ada pengecualian untuk transit singkat yang mengharuskan keluar dari area transit airside, dan tidak ada lagi opsi kertas sebagai cadangan — kartu kedatangan kertas yang lama sudah dihapus sepenuhnya. Jika Anda bepergian bersama anak-anak, setiap orang memerlukan pengisian sendiri; formulir ini belum mendukung satu pengisian untuk satu keluarga sekaligus seperti pada sistem e-arrival di beberapa negara lain.

## Jendela Waktu 72 Jam

Ini adalah detail yang paling sering membuat orang terjebak. Portal AIDC tidak akan menerima pengisian lebih awal dari **72 jam sebelum jadwal kedatangan Anda**. Wisatawan yang mencoba mengisinya seminggu sebelumnya, karena kebiasaan atau rasa cemas, akan mendapati formulirnya tidak bisa diproses — sebagian lalu menyerah dan mencoba lagi nanti, kemudian malah lupa sama sekali.

Solusi praktisnya: pasang pengingat tepat tiga hari sebelum penerbangan Anda, bukan sekadar "sebelum saya berangkat". Jika Anda memiliki penerbangan sambungan, gunakan waktu kedatangan *terakhir* Anda di Indonesia, bukan waktu keberangkatan dari negara asal.

## Langkah demi Langkah Mengisi Formulir

1. **Buka langsung portal imigrasi resmi.** Cari sendiri lewat mesin pencari, jangan mengklik tautan dari email, iklan, atau situs "agen visa" — lebih lanjut soal modus penipuan di bawah.
2. **Isi data paspor Anda persis seperti yang tercetak.** Bukan cara Anda biasa menulis nama, bukan pula nama panggilan — huruf demi huruf, termasuk nama tengah yang tercantum di halaman foto paspor.
3. **Periksa ulang nomor paspor Anda.** Kesalahan input data yang paling sering dilaporkan petugas imigrasi adalah karakter yang tertukar atau salah baca — khususnya angka nol (0) dan huruf O, yang terlihat identik di banyak jenis huruf. Perbesar tampilan paspor Anda sebelum mengetik.
4. **Isi tanggal kedatangan sesuai format yang diminta formulir**, bukan format yang biasa Anda gunakan di negara asal. Formulir yang meminta format TT-BB-TTTT akan diam-diam menerima dan mencatat tanggal yang salah jika Anda menulis dalam format BB-TT-TTTT dan kedua angka tersebut sama-sama di bawah 13 — Anda tidak akan melihat pesan error, hanya data yang salah.
5. **Isi bagian deklarasi bea cukai dengan jujur.** Bagian ini mencakup mata uang di atas ambang batas pelaporan, barang kena cukai, serta barang yang dilarang atau dibatasi (makanan tertentu, tumbuhan, produk hewani, dan obat-obatan tertentu). Mendeklarasikan sesuatu jarang menimbulkan masalah; tidak mendeklarasikan sesuatu yang kemudian ditemukan justru berisiko.
6. **Isi bagian kesehatan.** Ini adalah versi singkat dari formulir SATUSEHAT yang dulu berdiri sendiri — intinya mengonfirmasi Anda tidak datang dengan gejala penyakit yang wajib dilaporkan.
7. **Kirim formulir dan segera ambil tangkapan layar kode QR konfirmasi.** Jangan mengandalkan membuka ulang email konfirmasi di bandara — alasannya dijelaskan di bawah.
8. **Bawa juga salinan cetak atau salinan offline** jika memungkinkan, terutama untuk bandara regional yang lebih kecil di mana koneksi internet bisa tidak stabil tepat di gerbang kedatangan.

## Mengapa Tangkapan Layar Lebih Penting dari yang Dikira

Wi-Fi bandara dan sinyal seluler di ruang imigrasi tidak selalu bisa diandalkan, dan roaming internasional bisa butuh beberapa menit untuk tersambung kembali setelah mendarat. Jika Anda mengandalkan membuka email untuk menunjukkan kode QR dan ternyata tidak ada sinyal, Anda akan tertahan di antrean sambil menunggu — atau malah gagal memuat sama sekali. Ambil tangkapan layar begitu Anda mengirim formulir, di rumah, dengan Wi-Fi Anda sendiri, sebelum terbang.

## Modus Penipuan yang Harus Diwaspadai

Pengisian AIDC **gratis** melalui portal resmi pemerintah. Tidak ada alasan sah untuk membayar pihak ketiga demi mengisinya. Beberapa situs tiruan bermunculan yang mengenakan "biaya proses" — terkadang dikemas sebagai layanan cepat — untuk formulir yang sebenarnya tidak berbiaya di portal resmi. Jika sebuah situs meminta pembayaran sebelum menghasilkan kode QR kedatangan Anda, tutup situs tersebut dan cari situs pemerintah yang asli. Peringatan yang sama berlaku untuk orang yang menawarkan "bantuan" berbayar di bandara.

## Apa yang Terjadi di Meja Imigrasi

Jika AIDC Anda terisi dengan benar, proses di meja imigrasi berjalan cepat: petugas memindai paspor dan kode QR Anda, mencocokkannya dengan visa, dan Anda pun lolos. Masalah hampir selalu muncul dari ketidaksesuaian yang dijelaskan di atas — nama yang tidak persis sama dengan paspor, nomor paspor yang salah ketik, atau pengisian yang dilakukan di luar jendela waktu 72 jam (yang berarti mungkin tidak lolos validasi sistem sama sekali). Jika salah satu hal ini terjadi pada Anda, siap-siaplah diarahkan ke meja kedua untuk perbaikan data secara manual, yang bisa memakan waktu dari beberapa menit hingga lebih dari satu jam, tergantung seberapa padat bandara saat itu.

## Daftar Periksa Sebelum Terbang

Simpan atau cetak ini sebelum hari keberangkatan:

- **Paspor di tangan, bukan di ingatan.** Ketik setiap kolom sambil melihat langsung ke halaman foto, jangan mengandalkan detail yang Anda kira sudah Anda ingat.
- **Pastikan waktu kedatangan terakhir Anda di Indonesia**, dengan memperhitungkan transit, lalu hitung mundur tepat 72 jam dari situ.
- **Isi formulir dengan koneksi Wi-Fi yang stabil**, bukan sambil bergerak, agar koneksi yang putus tidak meninggalkan Anda dengan formulir yang setengah terisi.
- **Segera ambil tangkapan layar kode QR** dan simpan di tempat yang bisa diakses offline — galeri foto, bukan hanya email yang butuh sinyal untuk dimuat ulang.
- **Pisahkan AIDC dari visa, dan jika mendarat di Bali, dari pungutan wisatawan.** Tiga kewajiban berbeda, tiga konfirmasi berbeda yang harus disimpan.
- **Abaikan situs mana pun yang meminta pembayaran.** Portal resmi tidak memungut biaya untuk formulir ini.

## Mengapa Indonesia Menggabungkan Formulir Ini

Sebelum September 2025, wisatawan yang datang harus mengisi tiga formulir terpisah — sering di atas kertas atau aplikasi yang berbeda-beda — yang menanyakan pertanyaan serupa namun mengalir ke instansi pemerintah yang berbeda. Imigrasi, bea cukai, dan kementerian kesehatan masing-masing menjalankan proses masuknya sendiri, yang berarti input data berulang bagi wisatawan dan pemrosesan berulang bagi petugas. Menggabungkan ketiganya menjadi AIDC dimaksudkan untuk mempercepat proses di ruang kedatangan, bukan memperlambatnya, dan bagi wisatawan yang mengisinya dengan benar dan tepat waktu, hal ini memang terwujud: satu kali pindai di meja imigrasi, bukan tiga pemeriksaan terpisah. Kendala yang masih tersisa hampir seluruhnya berasal dari orang yang mengisi terlalu awal, salah mengetik data paspor, atau tidak menyadari bagian bea cukai dan kesehatan kini menjadi satu formulir, bukan sesuatu yang diurus terpisah setelah mendarat.

Perlu diketahui juga bahwa data AIDC menjadi acuan petugas bea cukai jika Anda terpilih untuk pemeriksaan bagasi — jadi jika Anda telah mendeklarasikan barang kena cukai atau mata uang di atas ambang batas pada formulir, memiliki pengisian tersebut siap di ponsel (lewat kode QR) akan mempercepat proses itu, dibandingkan memulai deklarasi dari nol di meja pemeriksaan.

## Tanya Jawab Singkat

**Apakah AIDC menggantikan visa saya?**
Tidak. Ini adalah deklarasi yang diisi selain visa atau bebas visa yang berlaku sesuai kewarganegaraan dan lama tinggal Anda.

**Saya sebelumnya pernah mengisi e-CD — apakah itu masih berlaku?**
Tidak. e-CD, kartu kedatangan kertas yang lama, dan formulir kesehatan SATUSEHAT sudah digabung menjadi satu AIDC. Jika Anda mengikuti panduan lama yang hanya menyebut e-CD, itu menjelaskan sistem sebelum September 2025.

**Bisakah saya mengisi satu formulir untuk seluruh keluarga saya?**
Tidak — setiap pelancong, termasuk anak-anak, memerlukan pengisian masing-masing.

**Bagaimana jika saya membuat kesalahan setelah mengirim formulir?**
Perbaikan pada tahap ini umumnya harus ditangani di meja imigrasi saat kedatangan, bukan dengan mengedit formulir daring, jadi lebih baik mengisinya dengan benar sejak awal daripada mengandalkan perbaikan nanti.

**Apakah saya perlu mengisi lagi untuk penerbangan domestik lanjutan di dalam Indonesia?**
Tidak — AIDC mencakup kedatangan internasional Anda ke negara ini. Perjalanan domestik setelahnya tidak memerlukan pengisian baru.

**Apakah ada versi kertas jika saya tidak bisa mengakses internet sebelum terbang?**
Secara praktis, tidak ada cadangan yang andal lagi di sebagian besar bandara. Jika Anda ragu soal konektivitas di tempat keberangkatan, isi formulir sebelum meninggalkan rumah daripada mengandalkan Wi-Fi bandara.

Selesaikan langkah ini dengan benar, dan sisa proses kedatangan di Indonesia akan terasa jauh lebih sederhana — satu formulir, diisi sekali, dalam jendela waktu tiga hari tertentu, menggunakan data paspor Anda persis seperti yang tercetak. Wisatawan yang terjebak hampir selalu adalah mereka yang mencoba mengisi terlalu awal, salah mengetik nama atau nomor, atau mempercayai situs yang bukan situs resmi.
