---
title: "Apakah Kawah Ijen Sudah Dibuka? Jadwal Penutupan, Tiket Online, dan Persiapan Blue Fire 2026"
type: "TravelGuide"
lang: "id"
canonical: "https://www.geokepo.id/id/panduan/ijen-crater-reopened-2026-closure-dates-online-booking-guide"
html_url: "https://www.geokepo.id/id/panduan/ijen-crater-reopened-2026-closure-dates-online-booking-guide"
category: "Nature & Adventure Guides"
guide_type: "guide"
covers: ["https://www.geokepo.id/id/lokasi/banyuwangi", "https://www.geokepo.id/id/lokasi/bondowoso"]
published: "2026-10-23T00:09:19.786219+00:00"
updated: "2026-10-23T00:13:31.490596+00:00"
author: "GeoKepo Editorial Team"
publisher: "GeoKepo"
license: "Editorial content © GeoKepo. Cite the canonical URL."
---
# Apakah Kawah Ijen Sudah Dibuka? Jadwal Penutupan, Tiket Online, dan Persiapan Blue Fire 2026

## Jawaban Singkat: Ijen Sudah Dibuka Lagi, dengan Beberapa Catatan

Taman Wisata Alam (TWA) Kawah Ijen kembali menerima pengunjung pada 28 September 2026. Sebelumnya kawasan ini ditutup sejak 4 September, ketika Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Timur menghentikan kunjungan wisata saat terjadi kebakaran hutan dan lahan di sekitar kawah, yang terletak di perbatasan Kabupaten Banyuwangi dan Bondowoso. Laporan media lokal menyebut api sudah padam sebelum gerbang dibuka, tetapi akses tetap tertutup beberapa hari lagi sementara petugas mengakhiri masa darurat dan memeriksa keamanan jalur pendakian.

Pengumuman pembukaan itu mencakup wisata alam, pendakian, penelitian, dan pendidikan untuk masyarakat umum. Tiket untuk hari-hari pertama setelah dibuka sudah bisa dipesan daring sejak 25 September. Jadi kalau Anda menemukan laporan perjalanan yang bilang "Ijen sedang tutup" dan tanggalnya September 2026, informasi itu sudah kedaluwarsa.

Satu peringatan sebelum lanjut: status gunung di Indonesia bisa berubah dalam hitungan hari. Panduan ini berfungsi sebagai peta, sedangkan pengumuman resmi pengelola pada hari keberangkatan Anda adalah sinyal yang sebenarnya.

## Apa yang Terjadi pada September, Secara Singkat

Musim kemarau adalah saat risiko kebakaran di Jawa Timur mencapai puncak, dan 2026 tidak berbeda. Hampir bersamaan, Kementerian Kehutanan mengumumkan penutupan atau pembatasan sementara pendakian di sembilan taman nasional mulai 1 September untuk menekan risiko kebakaran. Daftar itu, menurut laporan yang saya temukan, mencakup Bromo Tengger Semeru, Gunung Gede Pangrango, Kerinci Seblat, dan Gunung Leuser. Ijen adalah taman wisata alam yang dikelola BBKSDA Jawa Timur, bukan taman nasional, dan laporan-laporan tersebut tidak menyebutnya dalam daftar sembilan itu. Penutupan Ijen datang tiga hari kemudian, dipicu api di lereng sekitar kawah.

Ada dua pelajaran praktis. Pertama, Ijen bisa tutup karena alasan yang tidak ada hubungannya dengan status aktivitas gunung api. Kedua, penutupan akibat kebakaran bisa berlangsung lebih lama daripada kebakarannya sendiri. Api dilaporkan sudah padam, tetapi gerbang tetap tertutup karena jalurnya masih perlu dinilai.

## Tanggal Penutupan yang Bisa Anda Jadikan Patokan

Di luar keadaan darurat, pengelola mempublikasikan jadwal penutupan rutin untuk pembersihan kawasan sepanjang 2026. Menurut halaman resmi taman wisata, sisa tanggal tahun ini adalah:

- 6 November 2026
- 4 Desember 2026

Tanggal sebelumnya tahun ini adalah 5 Juni, 3 Juli, 7 Agustus, 4 September, dan 2 Oktober. Semuanya jatuh pada hari Jumat pertama setiap bulan. Penutupan pembersihan 4 September kebetulan bertepatan dengan hari dimulainya penutupan akibat kebakaran.

Halaman yang sama menambahkan bahwa kawasan bisa ditutup kapan saja karena cuaca, aktivitas vulkanik, atau kebijakan pengelola. Jadi kalender tetap hanya memberi tahu kapan Anda pasti ditolak masuk, bukan hari-hari lainnya yang aman.

Dampaknya pada tur blue fire: pendakian malam dimulai lewat tengah malam, jadi dinihari bisa jatuh tepat di hari penutupan. Kalau rencana Anda berada di sekitar tanggal-tanggal di atas, tanyakan ke operator atau pengelola malam mana yang dihitung tutup. Jangan menebak.

## Cara Kerja Tiket Sekarang

Ijen sedang beralih ke platform nasional AyoKeTamanNasional milik Kementerian Kehutanan. Menurut halaman resmi taman wisata, uji coba pemesanan tiket masuk lewat platform itu dimulai untuk tanggal kunjungan sejak 18 Mei 2026, dan aplikasi lama masih bisa dipakai sampai platform baru berjalan penuh. Setelah pembukaan kembali pada September, tiket kembali dijual daring lewat situs resmi.

Jam buka gerbang pendakian yang tertera di halaman taman wisata adalah pukul 02.00 sampai 12.00 WIB. Rentang waktu inilah yang memungkinkan tur blue fire: Anda mendaki dalam gelap, melihat nyala api biru, lalu turun saat kawah mulai terang.

Soal harga, angka terbaru yang bisa saya pastikan berasal dari akhir 2024. Saat itu laporan tentang tarif pemerintah yang baru (PP 36/2024) menyebut tiket wisatawan mancanegara Rp150.000 per orang, sama untuk hari kerja dan akhir pekan. Daftar harga lama yang menulis Rp100.000 pada hari kerja kemungkinan sudah usang. Saya tidak menemukan perubahan tarif pada 2026, jadi anggap Rp150.000 sebagai angka perencanaan dan cek halaman pemesanan sebelum membayar. Pembayaran tiket juga sudah nontunai, dengan QRIS dipakai di lokasi sejak awal 2025, jadi jangan berharap bisa bayar tunai di gerbang.

Kalau Anda memesan lewat paket tur, biasanya operator yang mengurus tiket. Tanyakan apakah tiket masuk sudah termasuk dalam harga yang ditawarkan. Paket dari Malang dan Banyuwangi menanganinya dengan cara berbeda, ada yang sudah termasuk dan ada yang tidak.

## Apa yang Perlu Dibawa Menurut Pengumuman Pembukaan

Pengelola meminta pengunjung membawa tiga hal: senter, masker, dan pakaian hangat. Pengunjung juga diminta tidak menyalakan api unggun, yang masuk akal di tempat yang baru saja terbakar.

Berikut versi yang lebih rinci:

- **Headlamp, bukan senter ponsel.** Jalur menanjak dan berbatu, dan Anda butuh kedua tangan bebas.
- **Masker gas yang layak.** Kawah mengeluarkan gas belerang, dan syal kain tidak banyak membantu saat angin berubah arah. Masker sering disewakan di pos atau oleh pemandu. Pastikan yang disewa adalah respirator sungguhan, bukan masker debu kertas, dan periksa sebelum mulai mendaki.
- **Pakaian berlapis.** Bibir kawah dingin sebelum matahari terbit, lalu cepat menghangat.
- **Baterai cadangan** untuk headlamp, karena udara dingin menguras daya lebih cepat.
- **Air minum dan camilan kecil.** Hampir tidak ada yang berjualan di jalur pada pukul 03.00 pagi.

## Menuju Ijen dan Mengatur Waktu Pendakian

Kebanyakan pengunjung berangkat dari Banyuwangi atau kawasan Licin, lalu berkendara ke Paltuding, titik awal pendakian. Dari Paltuding ke bibir kawah jaraknya sekitar 3 km, yang biasanya ditempuh sekitar satu setengah sampai dua jam ke atas. Nyala api biru paling jelas terlihat dalam gelap penuh, jadi sebagian besar orang mengatur diri agar tiba di bibir kawah sebelum cahaya pertama.

Kalau Anda masih mencari penginapan, panduan kami tentang [tempat menginap sebelum trek blue fire Ijen](/id/panduan/where-to-stay-ijen-blue-fire-trek-paltuding-licin-banyuwangi) membandingkan Paltuding, Licin, dan Banyuwangi kota.

## Apa Itu Blue Fire, dan Mengapa Perlu Waspada

Nyala biru itu berasal dari gas belerang yang keluar dari celah kawah dan terbakar saat bersentuhan dengan udara. Cahayanya hanya terlihat dalam gelap, itulah sebabnya pendakian dimulai tengah malam. Gas yang sama membuat pernapasan perih, dan arah angin bisa berubah tanpa tanda.

Beberapa kebiasaan yang masuk akal di dasar kawah:

- Ikuti pemandu, terutama saat menuruni bagian yang curam dan licin menuju area api.
- Pakai masker sepanjang waktu di bawah. Kalau napas terasa sesak atau mata sangat perih, naik dan menjauh dari asap, jangan menunggu.
- Beri jalan bagi penambang belerang yang memikul beban berat di jalur yang sama. Mereka bekerja, bukan bagian dari atraksi, jadi jangan menghalangi jalur mereka untuk berfoto.
- Jangan membawa drone atau menyalakan api di kawasan itu.

## Kesalahan yang Sering Dilakukan Pendaki Pemula

Sebagian besar masalah di Ijen datang dari persiapan yang kurang, bukan dari gunungnya. Beberapa yang paling sering terjadi:

- **Datang tanpa tiket yang sudah dipesan.** Karena penjualan beralih ke platform daring, jangan mengandalkan membeli di gerbang. Pastikan tiket atau konfirmasi dari operator sudah ada sebelum Anda berangkat dari penginapan.
- **Memakai sepatu dengan sol yang sudah aus.** Jalur menuju dasar kawah berbatu dan licin, apalagi kalau sebelumnya hujan. Sepatu yang cengkeramannya baik jauh lebih penting daripada gayanya.
- **Menyepelekan masker.** Banyak orang membeli atau menyewa masker, lalu menurunkannya karena terasa pengap. Padahal di dekat api biru konsentrasi gas paling terasa, jadi di situlah masker paling dibutuhkan.
- **Mulai mendaki dalam keadaan lelah.** Pendakian dimulai lewat tengah malam. Kalau Anda baru tiba dari Bali dengan feri atau dari Surabaya dengan kereta, tidurlah beberapa jam dulu.
- **Tidak menyisakan hari cadangan.** Taman wisata ini sempat tutup lebih dari tiga minggu pada musim ini, jadi sisakan satu hari kosong dalam itinerary kalau-kalau statusnya berubah lagi.

Satu hal lagi yang sering terlewat adalah soal waktu turun. Setelah melihat api biru, banyak orang berlama-lama di dasar kawah sampai langit mulai terang. Padahal asap belerang cenderung tertiup ke arah yang tidak terduga ketika suhu udara mulai berubah menjelang pagi. Lebih aman naik ke bibir kawah lebih dulu, lalu menikmati pemandangan danau kawah yang berwarna toska dari atas bersama pemandu Anda.

## Haruskah Pergi Minggu Ini? Panduan Keputusan Singkat

- Jika pendakian Anda jatuh pada malam menjelang Jumat 6 November atau 4 Desember, tanyakan operator dan pertimbangkan menggeser satu hari.
- Jika Anda memesan paket untuk tanggal September saat Ijen tutup, minta penjadwalan ulang. Pengelola Ijen tidak mengumumkan kebijakan pengembalian dana dalam laporan yang saya baca, jadi itu urusan Anda dengan operator.
- Jika musim kemarau masih panjang dan ada peringatan kebakaran baru di Jawa Timur, cek pengumuman BBKSDA sebelum berangkat dari Bali atau Surabaya, bukan setelah tiba di Banyuwangi.

## Tempat Mengecek Status Terkini

- **Pengumuman resmi BBKSDA Jawa Timur** dan halaman TWA Kawah Ijen di AyoKeTamanNasional.
- **Halaman pemesanan tiket.** Jika tanggal yang Anda pilih tidak bisa dipesan, kemungkinan besar kawasan tidak dibuka pada hari itu.
- **Operator lokal di Banyuwangi**, yang biasanya tahu perubahan status dalam satu atau dua hari.
- **PVMBG** untuk status aktivitas gunung api, karena Ijen tetap kawasan vulkanik meski penutupan September lalu disebabkan api.

Cek status dalam seminggu sebelum jadwal Anda, lalu sekali lagi pada hari keberangkatan.

## Jika Ijen Tutup pada Tanggal Anda

Ada beberapa alternatif di Jawa Timur. Bromo sudah dibuka kembali setelah penutupan akibat kebakaran, dan kami merangkum aturan barunya di [panduan pembukaan kembali Bromo 2026](/id/panduan/mount-bromo-reopening-2026-jeep-drone-rules-guide). Untuk Semeru, ada [panduan cara mengecek status jalur](/id/panduan/mount-semeru-2026-trail-closure-status-guide). Dan tidak jauh dari Banyuwangi ada [Taman Nasional Baluran](/id/panduan/a-guide-to-baluran-national-park-java) yang bisa menjadi cadangan sehari penuh.

## Intinya

Ijen buka lagi sejak 28 September 2026, tiket dijual daring, dan sisa penutupan rutin tahun ini jatuh pada 6 November dan 4 Desember. Yang berubah bukan hanya tanggalnya, tetapi juga cara memesan: platform AyoKeTamanNasional sedang menggantikan sistem lama. Bawa headlamp, masker yang benar-benar menyaring gas, dan pakaian hangat; jangan menyalakan api; dan cek pengumuman resmi pada hari keberangkatan. Nyala biru itu masih ada di sana. Yang perlu dipastikan hanyalah gerbangnya terbuka pada malam Anda datang.
