Panduan16 Februari 2026

10 Hari Ekspedisi Borneo: Petualangan Rimba Kalimantan Tenggara & Budaya Dayak

Pendahuluan

Selamat datang di jantung Borneo, sebuah pulau legendaris yang menyimpan kekayaan alam tak ternilai dan warisan budaya yang mendalam. Ekspedisi 10 hari ini akan membawa Anda menembus rimba Kalimantan Tenggara, sebuah wilayah yang seringkali terabaikan namun menawarkan pengalaman otentik yang tak terlupakan. Dari kerimbunan hutan hujan tropis yang memukau hingga kehangatan keramahan suku Dayak, petualangan ini dirancang untuk para penjelajah sejati yang haus akan keindahan alam liar dan pemahaman budaya yang mendalam. Bersiaplah untuk terpukau oleh keanekaragaman hayati yang luar biasa, pelajari tradisi leluhur yang masih lestari, dan rasakan denyut kehidupan yang berbeda dari hiruk pikuk kota.

Kalimantan Tenggara, provinsi yang dikenal dengan pesona alamnya yang masih perawan, menawarkan lebih dari sekadar hutan. Ia adalah rumah bagi sungai-sungai yang mengalir deras, pegunungan yang menjulang, dan komunitas-komunitas Dayak yang telah hidup harmonis dengan alam selama berabad-abad. Dalam 10 hari, kita akan menjelajahi keajaiban ini, mulai dari ibu kota provinsi, Banjarmasin, yang dijuluki Kota Seribu Sungai, hingga ke pedalaman yang masih menyimpan misteri. Anda akan berinteraksi langsung dengan masyarakat lokal, menyaksikan ritual adat, dan mungkin saja, berkesempatan melihat satwa liar yang menjadi ikon Borneo. Ini bukan sekadar perjalanan, melainkan sebuah ekspedisi yang akan memperkaya jiwa dan membuka mata terhadap keajaiban dunia yang belum banyak terjamah. Bersiaplah untuk meninggalkan jejak kaki Anda di tanah Borneo yang bersejarah dan kembali dengan cerita yang tak akan pernah pudar.

Sejarah & Latar Belakang

Borneo, pulau terbesar ketiga di dunia, memiliki sejarah panjang dan kompleks yang terbentang ribuan tahun. Pulau ini, yang oleh penduduknya sering disebut sebagai "Nusantara", telah menjadi persimpangan budaya dan perdagangan sejak zaman kuno. Kekayaan sumber daya alamnya, terutama kayu, emas, dan hasil hutan lainnya, telah menarik perhatian berbagai peradaban, mulai dari kerajaan-kerajaan maritim Asia Tenggara hingga para penjelajah Eropa.

Secara administratif, pulau Borneo dibagi menjadi empat negara: Indonesia (Kalimantan), Malaysia (Sabah dan Sarawak), dan Brunei Darussalam. Bagian Indonesia, yang dikenal sebagai Kalimantan, terbagi lagi menjadi lima provinsi: Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Utara. Provinsi Kalimantan Tenggara, yang menjadi fokus ekspedisi ini, memiliki sejarah yang kaya terkait dengan kerajaan-kerajaan lokal dan kedatangan berbagai kelompok etnis.

Sebelum kedatangan bangsa Eropa, wilayah Kalimantan Tenggara telah dihuni oleh berbagai suku asli, yang paling terkenal adalah suku Dayak. Suku Dayak bukanlah satu kelompok tunggal, melainkan kumpulan dari berbagai sub-suku yang memiliki bahasa, adat istiadat, dan kepercayaan yang beragam, namun seringkali berbagi kesamaan dalam cara hidup dan hubungan mereka dengan alam. Mereka dikenal sebagai pelaut ulung, petani yang terampil, dan penjaga hutan yang bijaksana. Tradisi lisan mereka menyimpan sejarah yang kaya tentang migrasi, peperangan, dan hubungan dengan roh-roh alam.

Pada abad ke-16, Kesultanan Banjar muncul sebagai kekuatan dominan di wilayah ini. Kesultanan ini memainkan peran penting dalam perdagangan rempah-rempah dan hasil hutan, serta berinteraksi dengan kekuatan kolonial Eropa yang mulai menginjakkan kaki di Nusantara. Belanda, melalui Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC) dan kemudian pemerintahan kolonialnya, secara bertahap meningkatkan pengaruhnya di Kalimantan Tenggara, seringkali melalui perjanjian yang menguntungkan mereka dan melemahkan kekuasaan lokal. Periode kolonial membawa perubahan signifikan dalam struktur sosial, ekonomi, dan politik wilayah ini, termasuk eksploitasi sumber daya alam dan pembentukan batas-batas administratif modern.

Setelah kemerdekaan Indonesia pada tahun 1945, Kalimantan Tenggara menjadi bagian integral dari Republik Indonesia. Sejarah modernnya ditandai dengan upaya pembangunan, transmigrasi, dan pengelolaan sumber daya alam. Namun, warisan budaya suku Dayak dan komunitas pribumi lainnya tetap menjadi bagian penting dari identitas Kalimantan Tenggara. Memahami sejarah ini sangat penting untuk menghargai kekayaan budaya dan keunikan alam yang akan Anda temui selama ekspedisi 10 hari ini. Ini adalah kisah tentang ketahanan, adaptasi, dan hubungan mendalam antara manusia dan alam yang terus berlanjut hingga kini.

Main Attractions

Ekspedisi 10 Hari Borneo: Petualangan Rimba Kalimantan Tenggara & Budaya Dayak dirancang untuk menyajikan perpaduan sempurna antara keindahan alam yang memukau dan kekayaan budaya yang mendalam. Berikut adalah daya tarik utama yang akan Anda saksikan:

1. Banjarmasin: Jantung Kota Seribu Sungai

Memulai petualangan di Banjarmasin, ibu kota Kalimantan Tenggara, adalah sebuah keharusan. Dikenal sebagai "Kota Seribu Sungai", kota ini menawarkan pengalaman unik dengan jaringan sungai yang luas yang menjadi urat nadi kehidupan masyarakatnya.

  • Pasar Terapung Lok Baintan: Saksikan kehidupan otentik di pasar terapung tertua dan terbesar di Asia Tenggara. Para pedagang menggunakan perahu (jukung) untuk menjual hasil bumi, ikan segar, dan berbagai macam barang dagangan lainnya. Waktu terbaik untuk mengunjunginya adalah pagi hari, saat aktivitas pasar sedang ramai.
  • Situs Sejarah dan Arsitektur: Jelajahi Masjid Raya Sabilal Muhtadin, salah satu masjid terbesar di Kalimantan, dan Istana Sultan Suriansyah, peninggalan Kesultanan Banjar.
  • Wisata Sungai: Nikmati perjalanan perahu menyusuri sungai-sungai kecil yang membelah kota, mengamati kehidupan sehari-hari penduduk yang tinggal di tepi sungai.

2. Taman Nasional Tanjung Puting: Surga Orangutan

Meskipun secara geografis lebih dekat dengan Kalimantan Tengah, kunjungan ke Taman Nasional Tanjung Puting seringkali menjadi bagian tak terpisahkan dari ekspedisi Borneo yang komprehensif. Taman nasional ini adalah salah satu suaka orangutan terbesar dan terpenting di dunia.

  • Camp Leakey: Pusat rehabilitasi dan penelitian orangutan yang terkenal, didirikan oleh Dr. Biruté Galdikas. Di sini, Anda memiliki kesempatan langka untuk melihat orangutan dari dekat, mempelajari program konservasi mereka, dan menyaksikan sesi pemberian makan.
  • Wisata Kapal (Klotok): Jelajahi sungai Sekonyer dengan menggunakan kapal tradisional (klotok). Pengalaman ini memungkinkan Anda menginap di atas kapal, dikelilingi oleh suara alam hutan tropis, dan melihat satwa liar seperti monyet Belanda (proboscis monkey), buaya, dan berbagai jenis burung.
  • Jelajah Hutan: Lakukan trekking ringan di dalam hutan untuk merasakan langsung keanekaragaman hayati yang luar biasa, termasuk berbagai jenis flora langka.

3. Desa Adat Dayak dan Budaya Lokal

Salah satu tujuan terpenting dari ekspedisi ini adalah untuk memahami dan menghormati budaya suku Dayak yang kaya dan beragam.

  • Interaksi Langsung: Kunjungi desa-desa Dayak tradisional, seperti di daerah Hulu Sungai atau pedalaman lainnya, untuk berinteraksi langsung dengan penduduk lokal. Pelajari tentang gaya hidup mereka, arsitektur rumah panjang ( Lamin ), dan tradisi yang masih lestari.
  • Ritual dan Upacara Adat: Jika beruntung, Anda mungkin bisa menyaksikan upacara adat seperti Pesta Panen (Gawai) atau ritual-ritual keagamaan yang penuh makna.
  • Seni dan Kerajinan Tangan: Pelajari tentang seni ukir Dayak yang khas, tenun tradisional, dan kerajinan tangan lainnya yang mencerminkan filosofi hidup mereka.
  • Tari dan Musik Tradisional: Saksikan pertunjukan tari dan musik tradisional Dayak yang memukau, yang seringkali menceritakan kisah-kisah leluhur dan legenda.

4. Keanekaragaman Hayati Hutan Hujan Tropis

Kalimantan Tenggara adalah rumah bagi salah satu ekosistem hutan hujan tropis paling kaya di dunia.

  • Flora: Temukan berbagai jenis tumbuhan, termasuk pohon-pohon raksasa, tanaman obat tradisional, dan bunga-bunga eksotis seperti anggrek liar.
  • Fauna: Selain orangutan dan monyet Belanda, hutan ini juga dihuni oleh berbagai jenis primata, burung enggang (hornbill) yang ikonik, trenggiling, ular, dan berbagai jenis serangga.
  • Trekking dan Observasi Satwa: Lakukan trekking di jalur-jalur yang telah ditentukan dengan pemandu lokal untuk meningkatkan peluang Anda melihat satwa liar dan mempelajari tentang ekologi hutan.

5. Sungai dan Air Terjun Tersembunyi

Jelajahi keindahan sungai-sungai jernih dan air terjun yang tersembunyi di tengah hutan.

  • Wisata Sungai: Nikmati sensasi menyusuri sungai menggunakan perahu motor atau kano, menikmati pemandangan hijau yang menyegarkan.
  • Air Terjun: Temukan air terjun yang menawarkan tempat menyegarkan untuk berenang dan bersantai setelah penjelajahan hutan.

Setiap elemen dalam ekspedisi ini dirancang untuk memberikan pengalaman yang mendalam, edukatif, dan penuh petualangan, menjadikan 10 hari Anda di Borneo tak terlupakan.

Travel Tips & Logistics

Merencanakan ekspedisi 10 hari ke Kalimantan Tenggara membutuhkan perhatian pada detail logistik dan persiapan yang matang. Berikut adalah panduan lengkap untuk memastikan perjalanan Anda lancar dan menyenangkan:

1. Waktu Terbaik untuk Berkunjung

  • Musim Kemarau (April - Oktober): Ini adalah waktu yang paling direkomendasikan untuk mengunjungi Kalimantan Tenggara. Cuaca cenderung lebih kering, memudahkan akses ke daerah-daerah terpencil dan aktivitas luar ruangan seperti trekking dan wisata sungai. Sungai-sungai juga cenderung lebih tenang.
  • Musim Hujan (November - Maret): Meskipun masih mungkin untuk berkunjung, musim hujan dapat menyebabkan peningkatan curah hujan, yang berpotensi mengganggu jadwal perjalanan, membuat beberapa jalur trekking menjadi sulit diakses, dan meningkatkan risiko banjir di beberapa area.

2. Transportasi

  • Pesawat Terbang: Bandara utama yang melayani Kalimantan Tenggara adalah Bandara Syamsudin Noor (BDJ) di Banjarbaru, yang memiliki penerbangan dari kota-kota besar di Indonesia seperti Jakarta, Surabaya, dan Denpasar.
  • Transportasi Darat: Di dalam kota Banjarmasin, Anda dapat menggunakan taksi, ojek (sepeda motor), atau menyewa mobil. Untuk perjalanan antar kota atau ke daerah terpencil, bus antarprovinsi, mobil sewaan, atau transportasi sungai (jika memungkinkan) adalah pilihan.
  • Transportasi Sungai: Di daerah yang kaya akan sungai, seperti Banjarmasin dan sekitarnya, perahu motor (kelotok) adalah alat transportasi yang umum. Untuk ekspedisi ke Taman Nasional Tanjung Puting, menyewa klotok tradisional adalah cara terbaik untuk menjelajahi sungai dan hutan.

3. Akomodasi

  • Banjarmasin: Tersedia berbagai pilihan akomodasi mulai dari hotel berbintang, hotel budget, hingga penginapan tradisional.
  • Taman Nasional Tanjung Puting: Opsi akomodasi utama adalah menginap di klotok yang disewa, yang biasanya dilengkapi dengan kamar tidur sederhana dan fasilitas dasar. Beberapa penginapan eco-lodge juga tersedia di dekat pintu masuk taman nasional.
  • Desa Adat Dayak: Penginapan di desa-desa Dayak umumnya sangat sederhana atau bahkan berupa rumah panggung tradisional yang disediakan oleh komunitas lokal. Ini menawarkan pengalaman menginap yang otentik.

4. Persiapan Fisik dan Mental

  • Kebugaran: Ekspedisi ini melibatkan trekking di hutan, naik perahu, dan beradaptasi dengan lingkungan tropis. Memiliki tingkat kebugaran yang baik akan sangat membantu.
  • Mentalitas Terbuka: Bersiaplah untuk menghadapi kondisi yang mungkin tidak selalu nyaman, seperti cuaca panas dan lembap, serangga, dan perbedaan budaya. Sikap terbuka dan fleksibel akan membuat pengalaman Anda lebih menyenangkan.

5. Kesehatan dan Keamanan

  • Vaksinasi: Konsultasikan dengan dokter Anda mengenai vaksinasi yang direkomendasikan, terutama untuk Hepatitis A, Tetanus, dan Typhoid. Vaksinasi rabies juga mungkin dipertimbangkan jika Anda berencana berinteraksi dengan hewan liar.
  • Obat-obatan Pribadi: Bawa perlengkapan P3K yang memadai, termasuk obat anti-nyamuk, obat diare, perban, antiseptik, dan obat resep pribadi Anda.
  • Air Minum: Minumlah air minum kemasan yang terjamin kebersihannya atau air yang telah dimasak. Hindari minum air keran.
  • Keamanan: Selalu ikuti instruksi pemandu lokal Anda, terutama saat berada di hutan atau dekat sungai. Waspadai barang bawaan Anda di area publik.

6. Perlengkapan Penting

  • Pakaian: Bawa pakaian ringan, menyerap keringat, dan cepat kering. Celana panjang dan baju lengan panjang sangat disarankan untuk melindungi dari sinar matahari dan gigitan serangga. Bawa juga pakaian renang.
  • Alas Kaki: Sepatu trekking yang nyaman dan tahan air, serta sandal atau sepatu air untuk aktivitas di sekitar sungai.
  • Perlengkapan Tambahan: Topi, kacamata hitam, tabir surya, handuk microfiber, senter kepala, power bank, kamera, dan teropong (binocular) untuk observasi satwa liar.
  • Tas: Tas ransel yang nyaman untuk membawa perlengkapan sehari-hari dan tas besar yang tahan air untuk pakaian dan barang lainnya.

7. Kunjungan ke Desa Dayak

  • Hormati Adat: Selalu minta izin sebelum mengambil foto penduduk lokal atau masuk ke area tertentu. Pelajari beberapa frasa dasar bahasa lokal jika memungkinkan.
  • Bawa Hadiah Kecil: Membawa hadiah kecil seperti alat tulis, buku, atau kebutuhan pokok untuk anak-anak desa dapat menjadi gestur yang baik, namun diskusikan ini dengan pemandu Anda terlebih dahulu agar sesuai.

8. Perkiraan Biaya (Subjektif)

Biaya perjalanan akan sangat bervariasi tergantung pada gaya perjalanan Anda, pilihan akomodasi, dan aktivitas yang dipilih. Namun, secara umum, Kalimantan Tenggara bisa menjadi destinasi yang relatif terjangkau dibandingkan dengan tujuan wisata populer lainnya. Perhatikan biaya penerbangan, akomodasi, transportasi lokal, tiket masuk objek wisata, tur, dan pengeluaran pribadi.

Dengan perencanaan yang cermat dan mengikuti tips ini, ekspedisi Anda ke Kalimantan Tenggara akan menjadi pengalaman yang aman, nyaman, dan penuh petualangan.

Cuisine & Local Experience

Perjalanan ke Kalimantan Tenggara bukan hanya tentang keindahan alam dan budaya, tetapi juga tentang merasakan cita rasa autentik dari kulinernya yang kaya dan terlibat dalam pengalaman lokal yang mendalam. Kuliner di wilayah ini mencerminkan kekayaan hasil bumi dan pengaruh dari berbagai etnis yang mendiaminya.

1. Cita Rasa Khas Kalimantan Tenggara

  • Masakan Berbahan Dasar Ikan Air Tawar: Mengingat Banjarmasin dijuluki Kota Seribu Sungai, ikan air tawar menjadi bintang utama dalam banyak hidangan. Cicipi Ikan Gabus Pucung, ikan gabus yang dimasak dengan bumbu kluwek yang khas, memberikan rasa gurih dan sedikit pahit yang unik. Soto Banjar adalah hidangan wajib lainnya, sup kaldu ayam yang kaya rempah dengan tambahan telur rebus, irisan ayam, dan taburan daun bawang serta bawang goreng. Keunikan soto ini terletak pada penggunaan bumbu seperti adas, jintan, dan kapulaga.
  • Hasil Laut Segar: Di daerah pesisir atau pasar terapung, Anda akan menemukan berbagai macam hasil laut segar yang diolah menjadi hidangan lezat. Sate Ikan Bandeng adalah salah satu favorit, ikan bandeng tanpa tulang yang dibakar dengan bumbu khas.
  • Ayam Adum/Ayam Bakar Madu: Ayam yang dibakar dengan bumbu manis dan gurih, seringkali disajikan dengan sambal terasi yang pedas.
  • Sayuran Lokal: Nikmati berbagai sayuran segar yang dimasak sederhana, seperti Sayur Asam, yang berbeda dari versi Jawa, dengan cita rasa yang lebih ringan namun tetap segar.

2. Pengalaman Kuliner yang Tak Terlupakan

  • Pasar Terapung: Pengalaman kuliner paling ikonik di Kalimantan Tenggara adalah makan di pasar terapung. Cicipi jajanan pasar tradisional yang dijual dari perahu ke perahu, atau nikmati sarapan bubur ayam atau nasi kuning yang dimasak langsung di atas perahu pedagang.
  • Warung Makan Lokal: Jangan ragu untuk mencoba warung makan sederhana di pinggir jalan atau di pasar tradisional. Di sinilah Anda akan menemukan hidangan paling autentik dan terjangkau.
  • Menikmati Kopi Lokal: Kalimantan memiliki biji kopi sendiri yang patut dicoba. Nikmati secangkir kopi panas di kedai kopi lokal sambil mengamati kehidupan sekitar.

3. Interaksi Budaya Melalui Makanan

  • Belajar Memasak: Jika memungkinkan, ikutlah kelas memasak singkat untuk mempelajari cara membuat hidangan khas Dayak atau Banjar. Ini adalah cara yang sangat baik untuk memahami bahan-bahan lokal dan teknik memasak tradisional.
  • Berbagi Makanan: Di desa-desa Dayak, seringkali ada tradisi berbagi makanan dengan tamu. Bersikaplah rendah hati dan nikmati kesempatan untuk merasakan hidangan rumahan yang disiapkan dengan cinta.
  • Buah-buahan Tropis: Manfaatkan musim buah-buahan tropis seperti durian, manggis, rambutan, dan salak. Rasakan kesegaran dan rasa manisnya yang khas.

4. Minuman Khas

  • Teh Poci: Minuman hangat yang disajikan dalam teko tanah liat kecil, memberikan aroma dan rasa yang khas.
  • Minuman Herbal: Suku Dayak memiliki pengetahuan mendalam tentang tanaman obat. Anda mungkin ditawari minuman herbal yang dipercaya memiliki khasiat kesehatan.

Menjelajahi kuliner Kalimantan Tenggara adalah sebuah petualangan tersendiri. Setiap hidangan menceritakan kisah tentang kekayaan alam, tradisi nenek moyang, dan kehidupan masyarakatnya. Jangan lewatkan kesempatan untuk mencicipi setiap kelezatan yang ditawarkan pulau ini.

Kesimpulan

Ekspedisi 10 Hari Borneo: Petualangan Rimba Kalimantan Tenggara & Budaya Dayak adalah undangan untuk menyelami jantung pulau yang penuh misteri dan keajaiban. Perjalanan ini menjanjikan lebih dari sekadar liburan; ini adalah kesempatan untuk terhubung kembali dengan alam liar, menghargai kekayaan budaya yang masih lestari, dan menyaksikan keindahan yang otentik.

Dari hiruk pikuk pasar terapung Banjarmasin hingga ketenangan hutan hujan tropis yang dihuni orangutan, setiap momen akan menjadi pelajaran berharga. Anda akan pulang tidak hanya dengan foto-foto indah, tetapi juga dengan pemahaman yang lebih dalam tentang kehidupan suku Dayak, ketahanan alam, dan keragaman budaya Indonesia. Ini adalah perjalanan yang akan menantang, menginspirasi, dan meninggalkan kenangan abadi. Bersiaplah untuk petualangan hidup Anda di Borneo!

Tim GeoKepo

Penulis & Peneliti Konten

Tim GeoKepo adalah sekelompok penulis dan peneliti yang passionate tentang geografi Indonesia. Kami berdedikasi untuk membuat pembelajaran geografi menjadi menyenangkan dan dapat diakses oleh semua orang. Setiap artikel ditulis dengan riset mendalam untuk memastikan akurasi dan kualitas konten.

Pelajari lebih lanjut tentang tim kami
Apakah artikel ini membantu?