Destinasi16 Februari 2026

10 Hari Menyelami Keindahan Maluku Utara Tersembunyi: Ternate & Tidore

Pendahuluan

Selamat datang di panduan lengkap 10 hari Anda untuk menjelajahi keajaiban tersembunyi Maluku Utara, sebuah surga tropis yang kaya akan sejarah, budaya, dan keindahan alam yang memukau. Ternate dan Tidore, dua pulau bersebelahan yang pernah menjadi pusat kekuatan rempah-rempah dunia, menawarkan pengalaman otentik yang jauh dari keramaian pariwisata massal. Dalam perjalanan ini, kita akan menyelami jejak kejayaan Kesultanan Ternate dan Tidore, menelusuri benteng-benteng bersejarah peninggalan kolonial, menikmati panorama Gunung Gamalama dan Gunung Tidore yang megah, serta merasakan keramahan masyarakat lokal yang hangat.

Maluku Utara, provinsi kepulauan di Indonesia Timur, seringkali terlewatkan oleh wisatawan yang lebih memilih destinasi yang lebih populer. Namun, bagi mereka yang mencari petualangan unik, kekayaan budaya yang mendalam, dan lanskap alam yang spektakuler, Ternate dan Tidore adalah jawabannya. Dari perairan biru jernih yang ideal untuk snorkeling dan diving, hingga hutan tropis yang rimbun dan pasar tradisional yang ramai, setiap sudut pulau ini menyimpan cerita dan keindahan tersendiri.

Panduan 10 hari ini dirancang untuk memberikan Anda gambaran komprehensif, mulai dari sejarah maritim yang legendaris hingga tips praktis untuk perjalanan yang lancar. Kita akan membahas daya tarik utama, mulai dari situs sejarah yang ikonik hingga keindahan bawah laut yang menakjubkan. Selain itu, panduan ini juga akan memandu Anda dalam mencicipi kuliner khas Maluku Utara yang lezat dan berinteraksi dengan budaya lokal yang kaya. Bersiaplah untuk terpesona oleh pesona Ternate dan Tidore, dua permata yang menunggu untuk ditemukan di timur Indonesia.

Fakta Singkat:

  • Lokasi: Kepulauan Maluku Utara, Indonesia.
  • Ibu Kota Provinsi: Ternate (sebelumnya Sofifi).
  • Pulau Utama: Ternate, Tidore, Halmahera, Morotai, dll.
  • Julukan: "Serambi Mekah" (sebutan historis), "Negeri Rempah-Rempah".
  • Waktu Terbaik Berkunjung: Musim kemarau (April - Oktober).

---

Sejarah & Latar Belakang

Maluku Utara memiliki sejarah yang sangat kaya dan kompleks, menjadikannya salah satu wilayah paling penting dalam sejarah maritim dan perdagangan dunia, terutama terkait dengan komoditas rempah-rempah yang sangat berharga. Pulau Ternate dan Tidore, yang terletak di pusat Kepulauan Maluku, memainkan peran sentral dalam narasi ini. Sejak abad ke-15, kedua kesultanan ini menjadi kekuatan dominan di kawasan tersebut, mengendalikan perdagangan cengkeh dan pala yang menjadi komoditas paling dicari di Eropa.

Kesultanan Ternate dan Tidore:

Kedua kesultanan ini memiliki sistem pemerintahan yang terstruktur, hukum adat yang kuat, dan jaringan perdagangan yang luas. Ternate, yang berdiri sebagai kesultanan pada tahun 1257, dikenal sebagai "Api di Lautan" karena kekuatan maritimnya yang tangguh. Sultan Ternate memiliki pengaruh yang meluas hingga ke Sulawesi, Papua, dan Filipina bagian selatan. Di sisi lain, Kesultanan Tidore, yang didirikan pada abad ke-11, juga merupakan kekuatan besar yang seringkali bersaing namun juga berkolaborasi dengan Ternate dalam menghadapi ancaman asing.

Peran penting kedua kesultanan ini menarik perhatian bangsa Eropa pada abad ke-16. Para penjelajah dari Portugal, Spanyol, Belanda, dan Inggris datang mencari jalur perdagangan rempah-rempah. Ternate dan Tidore menjadi medan pertempuran dan perebutan kekuasaan antara kekuatan kolonial Eropa dan kesultanan lokal. Benteng-benteng peninggalan Portugis, Spanyol, dan Belanda masih berdiri kokoh hingga kini sebagai saksi bisu sejarah tersebut, seperti Benteng Oranje (Ternate), Benteng Kalamata (Ternate), dan Benteng Tahula (Tidore).

Peran dalam Perdagangan Rempah-Rempah:

Cengkeh dan pala dari Maluku Utara adalah komoditas yang sangat langka dan mahal di Eropa selama berabad-abad. Nilainya setara dengan emas. Penguasaan atas sumber rempah-rempah ini menjadi tujuan utama bagi negara-negara Eropa yang ingin memonopoli perdagangan. VOC (Vereenigde Oostindische Compagnie) Belanda akhirnya berhasil mendominasi perdagangan rempah-rempah di Maluku Utara pada abad ke-17, meskipun perlawanan dari kesultanan-kesultanan lokal terus berlanjut.

Pengaruh Budaya dan Agama:

Selain perdagangan, Maluku Utara juga merupakan pusat penyebaran agama Islam di Indonesia Timur. Sejak abad ke-15, Islam mulai masuk dan berkembang pesat, membawa pengaruh budaya yang mendalam. Pengaruh ini terlihat dalam arsitektur masjid, tradisi keagamaan, dan sistem sosial masyarakat. Ternate dan Tidore seringkali disebut sebagai "Serambi Mekah" karena peran historisnya dalam penyebaran Islam.

Era Modern:

Setelah era kolonial, Maluku Utara menjadi bagian dari Republik Indonesia. Meskipun tantangan pembangunan terus ada, kekayaan sejarah dan budaya pulau-pulau ini tetap menjadi aset yang tak ternilai. Kini, Ternate dan Tidore perlahan mulai membuka diri untuk pariwisata, menawarkan kesempatan kepada pengunjung untuk merasakan langsung warisan masa lalu yang memukau, dari benteng-benteng megah hingga tradisi kesultanan yang masih lestari.

Entitas Penting:

  • Kesultanan Ternate: Salah satu kesultanan Islam tertua di Nusantara.
  • Kesultanan Tidore: Kesultanan maritim yang berpengaruh di Maluku Utara.
  • VOC (Vereenigde Oostindische Compagnie): Perusahaan dagang Belanda yang menguasai perdagangan rempah-rempah.
  • Cengkeh & Pala: Komoditas rempah-rempah utama yang membuat Maluku Utara terkenal.
  • Benteng Oranje: Benteng peninggalan Belanda di Ternate.
  • Benteng Tahula: Benteng peninggalan Spanyol di Tidore.

---

Daya Tarik Utama

Perjalanan 10 hari di Ternate dan Tidore akan membawa Anda menyelami perpaduan unik antara sejarah maritim yang kaya, budaya kesultanan yang memesona, dan keindahan alam yang luar biasa. Kedua pulau ini menawarkan berbagai atraksi yang memanjakan mata dan jiwa petualang.

Ternate: Jantung Sejarah dan Keindahan Alam

1. Benteng Oranje (Benteng Gamalama): Didirikan oleh Portugis pada tahun 1607 dan kemudian dikuasai serta dikembangkan oleh VOC Belanda, benteng ini adalah simbol kekuatan kolonial di Ternate. Jelajahi tembok-temboknya yang kokoh, museum mini di dalamnya yang menyimpan artefak sejarah, dan nikmati pemandangan dari atas benteng yang menghadap ke laut.

  • Lokasi: Ternate Utara, dekat pusat kota.
  • Jam Operasional: Umumnya buka pagi hingga sore.

2. Benteng Kalamata: Terletak di pesisir selatan Ternate, benteng ini memiliki panorama yang menakjubkan, menghadap ke Gunung Tidore yang megah. Benteng Kalamata dulunya merupakan pos pertahanan penting dan memiliki arsitektur yang menarik dengan meriam-meriam tua yang masih terpasang.

  • Lokasi: Ternate Selatan.

3. Kraton Kesultanan Ternate: Meskipun bangunan aslinya telah banyak direnovasi, kraton ini tetap menjadi pusat keberlangsungan tradisi Kesultanan Ternate. Anda bisa merasakan aura kerajaan dan melihat beberapa peninggalan sejarah.

  • Lokasi: Ternate Utara.

4. Gunung Gamalama: Gunung berapi aktif ini mendominasi lanskap Ternate. Bagi para pendaki, mendaki Gamalama menawarkan tantangan sekaligus pemandangan spektakuler dari puncaknya. Pendakian biasanya memakan waktu seharian dan membutuhkan pemandu lokal.

  • Aktivitas: Hiking, menikmati pemandangan alam.
  • Kebutuhan: Pemandu lokal, fisik prima.

5. Danau Tolire: Sebuah danau kawah vulkanik yang indah, dikelilingi oleh hutan hijau. Legenda lokal mengatakan danau ini dihuni oleh makhluk gaib. Airnya yang tenang dan pemandangannya yang asri menjadikannya tempat yang menarik untuk dikunjungi.

  • Lokasi: Sekitar 20 km dari pusat kota Ternate.

6. Pantai Sulamadaha: Salah satu pantai terindah di Ternate, terkenal dengan airnya yang jernih kebiruan dan tebing-tebing kapur yang eksotis. Tempat ini ideal untuk berenang, snorkeling, atau sekadar bersantai menikmati matahari terbenam.

  • Aktivitas: Berenang, snorkeling, menikmati pemandangan.

Tidore: Pulau Sejarah dan Keindahan Tersembunyi

1. Benteng Tahula (Benteng Santiago): Dibangun oleh Spanyol pada abad ke-17, benteng ini menawarkan pemandangan panorama yang luar biasa dari Teluk Tidore dan Gunung Gamalama di kejauhan. Benteng ini merupakan bukti sejarah persaingan Spanyol dan Portugis di Maluku.

  • Lokasi: Tidore Kepulauan.

2. Kraton Kesultanan Tidore: Mirip dengan Ternate, Tidore juga memiliki kesultanan yang masih eksis. Mengunjungi kraton ini memberikan wawasan tentang sejarah dan budaya Tidore yang kaya.

  • Lokasi: Tidore Kepulauan.

3. Gunung Tidore: Gunung berapi yang megah ini menjadi latar belakang ikonik bagi pulau Tidore. Pemandangannya saat dilihat dari Ternate atau dari laut sangat memukau.

  • Aktivitas: Mendaki (membutuhkan persiapan dan pemandu).

4. Pantai Kuta Majiko: Pantai yang tenang dengan pasir putih dan air jernih, cocok untuk relaksasi dan menikmati suasana pulau yang damai.

  • Aktivitas: Berenang, bersantai.

5. Wisata Bahari & Snorkeling/Diving: Perairan di sekitar Ternate dan Tidore kaya akan kehidupan laut. Spot seperti Pulau Hiri, Pulau Maitara, dan area sekitar Tidore menawarkan pengalaman snorkeling dan diving yang memukau dengan terumbu karang yang masih terjaga dan beragam ikan.

  • Spot Populer: Pulau Hiri, Pulau Maitara, Perairan Tidore.
  • Aktivitas: Snorkeling, diving, boat trip.

Pengalaman Budaya:

  • Menyaksikan Upacara Adat: Jika beruntung, Anda bisa menyaksikan upacara adat kesultanan yang masih dilestarikan.
  • Interaksi dengan Masyarakat Lokal: Berbicara dengan penduduk setempat di pasar atau desa untuk memahami kehidupan sehari-hari mereka.

FAQ tentang Daya Tarik Utama:

  • Q: Apakah mendaki Gunung Gamalama aman?
  • A: Mendaki Gamalama membutuhkan pemandu lokal yang berpengalaman dan persiapan yang matang karena merupakan gunung berapi aktif.
  • Q: Di mana tempat terbaik untuk snorkeling di Ternate & Tidore?
  • A: Pulau Hiri, Pulau Maitara, dan beberapa titik di sekitar perairan Tidore menawarkan terumbu karang yang indah.
  • Q: Apakah saya bisa mengunjungi Kraton Kesultanan?
  • A: Ya, umumnya Kraton terbuka untuk kunjungan turis, namun sebaiknya tanyakan terlebih dahulu mengenai jam buka dan etika berkunjung.

---

Travel Tips & Logistics

Merencanakan perjalanan 10 hari ke Ternate dan Tidore memerlukan perhatian pada beberapa detail logistik untuk memastikan pengalaman yang mulus dan menyenangkan. Maluku Utara memiliki aksesibilitas yang terus berkembang, namun tetap membutuhkan persiapan yang matang.

Cara Menuju Ternate:

  • Pesawat Terbang: Cara paling umum dan efisien untuk mencapai Ternate adalah melalui udara. Bandara Sultan Babullah (Ternate) melayani penerbangan dari kota-kota besar di Indonesia seperti Jakarta, Surabaya, Makassar, dan Manado. Maskapai seperti Garuda Indonesia, Lion Air, dan Citilink biasanya memiliki rute ke Ternate.
  • Tips: Pesan tiket jauh-jauh hari, terutama saat musim liburan, untuk mendapatkan harga terbaik.

Transportasi Lokal:

  • Di Ternate:
  • Angkutan Kota (Angkot) / Pete-pete: Merupakan moda transportasi paling ekonomis untuk berkeliling kota Ternate. Angkot ini beroperasi di rute-rute tertentu.
  • Ojek: Ojek pangkalan tersedia di banyak titik dan bisa menjadi pilihan untuk jarak pendek atau ke tempat yang sulit dijangkau angkot.
  • Sewa Mobil/Motor: Untuk fleksibilitas lebih, Anda bisa menyewa mobil atau motor, terutama jika ingin menjelajahi area di luar pusat kota atau melakukan perjalanan ke Danau Tolire atau pantai-pantai yang lebih jauh. Banyak penginapan menawarkan layanan ini atau bisa membantu merekomendasikan penyedia jasa.
  • Taksi: Taksi konvensional tidak sebanyak di kota besar, namun ada beberapa.
  • Menuju Tidore:
  • Kapal Feri: Terdapat kapal feri reguler yang beroperasi antara Pelabuhan Bastiong (Ternate) dan Pelabuhan Rum (Tidore). Perjalanan memakan waktu sekitar 1-1.5 jam.
  • Speedboat/Perahu Cepat: Pilihan yang lebih cepat namun lebih mahal adalah menggunakan speedboat dari Pelabuhan Dufa-Dufa (Ternate) ke Tidore. Perjalanan hanya sekitar 30-45 menit.
  • Tips: Jadwal kapal bisa berubah sewaktu-waktu, sebaiknya cek informasi terbaru di pelabuhan.
  • Di Tidore:
  • Transportasi di Tidore umumnya lebih terbatas. Ojek dan penyewaan motor menjadi pilihan utama untuk menjelajahi pulau.

Akomodasi:

Ternate memiliki pilihan akomodasi yang lebih beragam, mulai dari hotel berbintang, hotel kelas menengah, hingga penginapan sederhana (losmen). Di Tidore, pilihan akomodasi lebih terbatas, mayoritas adalah penginapan sederhana atau rumah penduduk yang disewakan.

  • Rekomendasi:
  • Ternate: Hotel Bela International, Sahid Ternate, Royal Resto & Hotel.
  • Tidore: Cari penginapan sederhana atau hubungi agen lokal untuk akomodasi homestay.

Waktu Terbaik Berkunjung:

  • Musim Kemarau (April - Oktober): Periode ini menawarkan cuaca yang paling baik dengan langit cerah dan laut yang tenang, ideal untuk aktivitas luar ruangan, snorkeling, dan diving.
  • Musim Hujan (November - Maret): Curah hujan lebih tinggi, namun biasanya tidak sepanjang hari. Tetap memungkinkan untuk berwisata, namun perlu fleksibilitas jadwal.

Tips Tambahan:

  • Mata Uang: Rupiah (IDR).
  • Bahasa: Bahasa Indonesia adalah bahasa resmi. Bahasa lokal seperti Ternate dan Tidore juga digunakan.
  • Konektivitas: Sinyal seluler dan internet umumnya tersedia di pusat kota Ternate, namun bisa lebih terbatas di daerah terpencil atau di pulau Tidore.
  • Kesehatan: Bawa perlengkapan P3K dasar. Konsultasikan dengan dokter mengenai vaksinasi jika diperlukan. Gunakan losion anti nyamuk, terutama di malam hari.
  • Pakaian: Siapkan pakaian ringan dan nyaman untuk cuaca tropis. Bawa pakaian renang, topi, kacamata hitam, dan tabir surya. Untuk kunjungan ke situs keagamaan atau istana, berpakaianlah dengan sopan.
  • Uang Tunai: Meskipun ATM tersedia di Ternate, bawalah uang tunai yang cukup, terutama jika berencana mengunjungi daerah yang lebih terpencil atau pasar tradisional.
  • Hormati Budaya Lokal: Kenakan pakaian yang sopan saat mengunjungi tempat ibadah atau berinteraksi dengan masyarakat setempat.
  • Pesan Pemandu Lokal: Untuk mendaki gunung atau menjelajahi daerah yang kurang dikenal, sangat disarankan menyewa pemandu lokal. Mereka tidak hanya membantu navigasi tetapi juga memberikan wawasan budaya dan sejarah yang berharga.

Perkiraan Biaya (Perkiraan Kasar per orang untuk 10 hari):

  • Tiket Pesawat PP: Rp 2.000.000 - Rp 4.000.000 (tergantung kota asal dan waktu pemesanan).
  • Akomodasi: Rp 200.000 - Rp 500.000 per malam (rata-rata).
  • Transportasi Lokal & Antar Pulau: Rp 500.000 - Rp 1.000.000.
  • Makan: Rp 150.000 - Rp 250.000 per hari.
  • Aktivitas & Tiket Masuk: Rp 500.000 - Rp 1.000.000.
  • Total Perkiraan: Rp 6.000.000 - Rp 12.000.000 (belum termasuk belanja pribadi).

---

Kuliner & Pengalaman Lokal

Maluku Utara, dengan kekayaan lautnya dan sejarah perdagangannya, menawarkan pengalaman kuliner yang unik dan lezat. Makanan lokal di Ternate dan Tidore mencerminkan pengaruh dari berbagai budaya, serta memanfaatkan hasil bumi dan laut yang melimpah.

Kelezatan Laut:

Perairan Maluku Utara yang kaya menjadi sumber utama hidangan laut segar. Ikan bakar, ikan kuah asam, dan berbagai olahan ikan menjadi menu wajib coba.

1. Ikan Bakar: Berbagai jenis ikan segar seperti tuna, kakap, atau tenggiri dibakar dengan bumbu rempah khas yang meresap sempurna. Disajikan dengan sambal colo-colo yang pedas dan segar.

2. Ikan Kuah Asam: Sup ikan dengan cita rasa asam segar dari belimbing wuluh atau tomat, dimasak dengan bumbu rempah yang kaya. Sangat cocok disantap dengan nasi hangat.

3. Ikan Asar: Ikan yang diasapi hingga matang dan memiliki aroma khas. Biasanya terbuat dari ikan cakalang atau tuna.

4. Sagu Bakar: Sagu, makanan pokok masyarakat Maluku, diolah menjadi sagu bakar yang renyah. Seringkali disantap sebagai teman makan lauk.

Cita Rasa Khas:

Selain hidangan laut, ada beberapa makanan dan bumbu yang menjadi ciri khas Maluku Utara.

1. Sambal Colo-Colo: Sambal ikonik Maluku Utara yang terbuat dari cabai rawit, bawang merah, tomat, kemangi, dan perasan jeruk nipis. Rasanya pedas, asam, dan segar.

2. Papeda: Makanan tradisional dari sagu yang teksturnya kenyal dan bening. Papeda biasanya dimakan dengan ikan kuah kuning atau ikan bakar.

3. Gohu Ikan: Mirip dengan sashimi, ini adalah ikan mentah (biasanya tuna) yang dipotong dadu, dibumbui dengan bawang merah, cabai, kemangi, dan perasan jeruk nipis. Sehat dan menyegarkan.

4. Nasi Jaha: Nasi yang dimasak dalam bambu dengan santan dan rempah-rempah, memberikan aroma dan rasa yang khas.

Pengalaman Kuliner & Lokal:

1. Pasar Tradisional: Kunjungi pasar tradisional seperti Pasar Higienis di Ternate untuk melihat langsung berbagai hasil laut segar, buah-buahan lokal, dan rempah-rempah. Ini juga kesempatan untuk berinteraksi dengan pedagang lokal dan mencicipi jajanan khas.

  • Waktu Terbaik: Pagi hari.

2. Warung Makan Lokal (Rumah Makan Khas): Cari warung makan sederhana yang menyajikan masakan tradisional. Tanyakan rekomendasi dari penduduk setempat untuk menemukan tempat terbaik.

3. Kopi Lokal: Maluku Utara juga dikenal dengan kopinya. Nikmati secangkir kopi lokal di kedai-kedai tradisional sambil menikmati suasana pagi.

4. Mencicipi Buah Lokal: Coba buah-buahan unik seperti pala, jambu air, mangga, dan durian (jika musimnya tiba).

5. Interaksi dengan Nelayan: Jika memungkinkan, ajak bicara nelayan lokal tentang aktivitas mereka atau bahkan ikut dalam perjalanan memancing singkat untuk merasakan langsung kehidupan pesisir.

Tips Kuliner:

  • Jangan Takut Mencoba: Kuliner Maluku Utara mungkin memiliki rasa yang berbeda dari yang biasa Anda temui, jadi bersiaplah untuk pengalaman baru.
  • Tanya Tingkat Kepedasan: Jika Anda tidak terbiasa dengan makanan pedas, tanyakan tingkat kepedasan sebelum memesan.
  • Minum Air Secukupnya: Pastikan Anda tetap terhidrasi, terutama saat mengonsumsi makanan pedas.

---

Kesimpulan

Perjalanan 10 hari di Ternate dan Tidore ini menawarkan lebih dari sekadar liburan; ini adalah sebuah ziarah ke jantung sejarah maritim Indonesia dan sebuah penyelaman ke dalam keindahan alam yang belum terjamah. Dari benteng-benteng megah yang menjadi saksi bisu kejayaan kesultanan dan perebutan kekuasaan kolonial, hingga panorama vulkanik Gunung Gamalama dan Gunung Tidore yang menakjubkan, setiap momen di sini akan meninggalkan kesan mendalam.

Anda akan merasakan denyut kehidupan masa lalu yang masih terasa kental, berinteraksi dengan masyarakat yang ramah, dan menikmati kekayaan kuliner yang memadukan kesegaran laut dengan rempah-rempah aromatik. Keindahan bawah laut yang memukau, pantai-pantai tersembunyi, dan hutan tropis yang rimbun hanyalah sebagian kecil dari pesona yang ditawarkan Maluku Utara.

Dengan panduan ini, Anda kini memiliki peta jalan untuk menjelajahi permata tersembunyi ini. Ternate dan Tidore adalah destinasi yang sempurna bagi para pelancong yang mencari pengalaman otentik, petualangan yang tak terlupakan, dan pemahaman yang lebih dalam tentang sejarah dan budaya Indonesia. Selamat menikmati setiap detik perjalanan Anda di surga rempah-rempah ini!

Mengapa Ternate & Tidore?

  • Kaya Sejarah: Jejak Kesultanan dan kolonialisme.
  • Keindahan Alam: Gunung berapi, pantai, laut, dan hutan.
  • Budaya Unik: Tradisi kesultanan dan kehidupan pesisir.
  • Kuliner Otentik: Cita rasa laut dan rempah-rempah.
  • Destinasi Tersembunyi: Pengalaman yang jauh dari keramaian.

---

Meta Description: Jelajahi 10 hari keindahan tersembunyi Ternate & Tidore, Maluku Utara. Panduan lengkap sejarah, alam, kuliner & tips perjalanan.

Tim GeoKepo

Penulis & Peneliti Konten

Tim GeoKepo adalah sekelompok penulis dan peneliti yang passionate tentang geografi Indonesia. Kami berdedikasi untuk membuat pembelajaran geografi menjadi menyenangkan dan dapat diakses oleh semua orang. Setiap artikel ditulis dengan riset mendalam untuk memastikan akurasi dan kualitas konten.

Pelajari lebih lanjut tentang tim kami
Apakah artikel ini membantu?