Kuilβ€’16 Februari 2026

Menyingkap Misteri Candi Singasari: Sejarah Megah Kerajaan Singhasari

Pendahuluan

Terletak di Desa Candirenggo, Kecamatan Singasari, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Candi Singasari berdiri megah sebagai saksi bisu kejayaan Kerajaan Singhasari, salah satu dinasti terpenting dalam sejarah Nusantara. Lebih dari sekadar tumpukan batu kuno, candi ini adalah jendela menuju masa lalu yang penuh intrik politik, kekuasaan, dan spiritualitas. Dibangun pada abad ke-13 Masehi, Candi Singasari bukan hanya berfungsi sebagai tempat pemujaan, tetapi juga sebagai monumen pengingat akan raja-raja besar yang pernah memerintah, terutama Raja Kertanegara yang legendaris. Keberadaannya di tengah lanskap alam yang indah, dikelilingi perbukitan dan udara sejuk khas Malang, menjadikannya destinasi wisata budaya yang tak terlewatkan bagi para pencinta sejarah dan petualang spiritual. Artikel ini akan mengajak Anda menyelami lebih dalam pesona Candi Singasari, mengungkap sejarahnya yang kaya, mengagumi arsitekturnya yang unik, serta memberikan panduan praktis untuk kunjungan Anda. Bersiaplah untuk terpesona oleh keagungan Candi Singasari dan warisan Kerajaan Singhasari yang abadi.

Dalam perjalanan menyingkap misteri Candi Singasari, kita tidak hanya melihat reruntuhan batu, tetapi juga merasakan denyut nadi sebuah peradaban yang pernah menguasai sebagian besar wilayah Indonesia. Candi ini menawarkan lebih dari sekadar pemandangan visual; ia mengundang refleksi tentang bagaimana sebuah kerajaan dapat bangkit, berkembang, dan meninggalkan jejak yang begitu mendalam. Keberadaan patung-patung dewa dan tokoh penting, serta detail ukiran yang masih terjaga, memberikan gambaran tentang kepercayaan dan nilai-nilai masyarakat pada masa itu. Mengunjungi Candi Singasari adalah sebuah perjalanan edukatif yang merangsang imajinasi, menghubungkan kita dengan akar sejarah bangsa yang kaya. Dengan kekayaan sejarah dan keindahan alamnya, Candi Singasari Malang, Jawa Timur, menjanjikan pengalaman yang tak terlupakan bagi setiap pengunjung.

Sejarah & Latar Belakang

Kerajaan Singhasari, yang berdiri kokoh antara tahun 1222 hingga 1292 Masehi, merupakan salah satu kerajaan Hindu-Buddha terbesar di Jawa Timur. Didirikan oleh Ken Arok, seorang tokoh karismatik yang berhasil merebut kekuasaan dari Kerajaan Kediri, Singhasari menandai era baru dalam peta politik Nusantara. Ken Arok, yang memulai pemerintahannya dengan menyingkirkan Raja Kertajaya dari Kediri dalam pertempuran di Genter, mendirikan dinasti baru yang berpusat di wilayah Singasari, dekat Malang modern. Ia dikenal sebagai raja pertama yang membangun fondasi kekuasaan Singhasari, meski pemerintahannya sendiri diwarnai berbagai intrik dan perebutan kekuasaan.

Periode pemerintahan dinasti Singhasari menyaksikan beberapa raja penting, masing-masing meninggalkan jejaknya sendiri. Setelah Ken Arok, suksesi kekuasaan diteruskan oleh putranya, Anusapati, yang kemudian digantikan oleh Tohjoyo. Namun, nama yang paling melekat dengan kejayaan dan ambisi ekspansionis Singhasari adalah Raja Kertanegara. Kertanegara memerintah dari tahun 1268 hingga 1292 Masehi dan dikenal sebagai raja yang visioner. Ia berambisi untuk menyatukan Nusantara dan bahkan melakukan ekspedisi ke luar negeri, seperti yang tercatat dalam ekspedisi Pamalayu ke Sumatra pada tahun 1275, yang bertujuan membangun aliansi strategis melawan ancaman dari Kekaisaran Mongol.

Candi Singasari sendiri, yang menjadi fokus utama kita, diyakini dibangun sebagai candi pemakaman (prasadha) untuk menghormati Raja Kertanegara. Pembangunan candi ini diperkirakan dimulai setelah wafatnya Raja Kertanegara pada tahun 1292 Masehi. Namun, sejarah mencatat bahwa Kerajaan Singhasari mengalami keruntuhan yang tragis tak lama setelah kematian Kertanegara. Pemberontakan Jayakatwang dari Kediri berhasil menumbangkan kekuasaan Singhasari, dan Kertanegara sendiri tewas dalam peristiwa tersebut. Kekacauan ini tentu saja memengaruhi penyelesaian dan pemeliharaan candi. Meskipun demikian, sisa-sisa Candi Singasari yang masih ada hingga kini memberikan bukti kuat akan kemegahan dan kebesaran kerajaan yang pernah berkuasa di tanah Jawa Timur ini. Arsitekturnya yang khas, meskipun tidak selengkap candi lain seperti Borobudur atau Prambanan, tetap menyimpan nilai sejarah dan seni yang tinggi, menjadikannya situs yang sangat penting untuk dipelajari dan dilestarikan.

Main Attractions

Candi Singasari, meskipun tidak seutuhnya utuh seperti candi-candi megah lainnya di Indonesia, menawarkan pesona unik yang memikat para pengunjung. Daya tarik utamanya terletak pada sisa-sisa arsitektur dan patung-patung yang masih berdiri kokoh, memberikan gambaran tentang kehebatan Kerajaan Singhasari. Saat Anda memasuki kompleks candi, hal pertama yang akan menyita perhatian adalah reruntuhan utama candi yang terbuat dari batu andesit. Meskipun sebagian besar telah runtuh dan hanya menyisakan fondasi serta beberapa bagian dinding, bentuk dasar candi masih bisa dikenali, memberikan imajinasi tentang kemegahan aslinya.

Salah satu daya tarik paling ikonik adalah Patung Wisnu. Terletak di halaman depan candi, patung ini merupakan salah satu peninggalan terpenting dari masa Kerajaan Singhasari. Patung Wisnu yang terbuat dari batu andesit ini menggambarkan Dewa Wisnu dalam posisi berdiri, dengan detail ukiran yang halus meskipun telah termakan usia. Keberadaannya menunjukkan kuatnya pengaruh agama Hindu di masa Kerajaan Singhasari, di mana Dewa Wisnu dipuja sebagai salah satu dewa utama. Keberadaan patung ini menambah nuansa spiritual pada situs bersejarah ini.

Selain Patung Wisnu, daya tarik penting lainnya adalah sisa-sisa struktur candi. Anda dapat melihat fondasi candi yang luas, yang mengindikasikan ukuran bangunan yang cukup besar pada masanya. Beberapa bagian dinding candi yang masih tersisa menampilkan ukiran-ukiran dekoratif yang sederhana namun elegan, memberikan petunjuk tentang gaya arsitektur Singhasari. Meskipun tidak serumit candi-candi dari dinasti sebelumnya atau sesudahnya, ukiran-ukiran ini memiliki karakteristik tersendiri yang mencerminkan selera seni pada abad ke-13.

Di sekitar area candi, Anda juga akan menemukan petilasan atau sisa-sisa bangunan pendukung lainnya. Meskipun tidak semua teridentifikasi dengan pasti, penemuan-penemuan arkeologis di sekitar situs ini menunjukkan bahwa Candi Singasari dulunya merupakan kompleks yang lebih luas, mungkin termasuk bangunan-bangunan pelengkap atau area pemakaman lainnya. Penggalian dan penelitian arkeologi terus dilakukan untuk mengungkap lebih banyak tentang situs ini.

Keindahan alam di sekitar Candi Singasari juga menjadi daya tarik tersendiri. Terletak di kaki Gunung Arjuno, candi ini dikelilingi oleh pemandangan alam yang asri dan udara yang sejuk. Latar belakang pegunungan hijau menciptakan suasana yang damai dan kontemplatif, sangat cocok untuk meresapi sejarah dan keindahan alam sekaligus. Pengunjung sering kali menikmati ketenangan yang ditawarkan oleh lokasi candi, menjadikannya tempat yang ideal untuk bersantai dan merenung.

Bagi para penggemar sejarah, Candi Singasari adalah harta karun yang tak ternilai. Setiap batu, setiap ukiran, dan setiap patung menceritakan kisah tentang kerajaan yang pernah berjaya. Meskipun tidak selengkap candi lain karena faktor sejarah dan waktu, Candi Singasari tetap menawarkan pengalaman yang mendalam dan edukatif. Keberadaannya di Malang, Jawa Timur, menjadikannya salah satu destinasi wisata budaya yang wajib dikunjungi untuk memahami lebih dalam warisan peradaban Nusantara.

Fakta Menarik:

  • Candi Singasari diyakini merupakan candi pemakaman untuk Raja Kertanegara.
  • Ditemukan patung-patung penting seperti Patung Wisnu dan Ken Dedes di sekitar situs ini.
  • Arsitektur candi menunjukkan perpaduan unsur Hindu dan Buddha, khas pada masa Singhasari.
  • Lokasinya yang strategis di dekat pegunungan memberikan pemandangan alam yang menawan.

Tips Pengambilan Foto:

  • Datanglah saat pagi atau sore hari untuk mendapatkan pencahayaan terbaik dan menghindari terik matahari.
  • Fokus pada detail ukiran dan patung untuk menangkap keunikan arsitektur.
  • Manfaatkan latar belakang alam pegunungan untuk menciptakan komposisi foto yang menarik.

Travel Tips & Logistics

Mengunjungi Candi Singasari di Malang, Jawa Timur, memerlukan sedikit perencanaan agar perjalanan Anda lancar dan menyenangkan. Berikut adalah panduan lengkap mengenai tips perjalanan dan logistik yang perlu Anda perhatikan.

Cara Menuju Candi Singasari:

Candi Singasari berlokasi di Desa Candirenggo, Kecamatan Singasari, Kabupaten Malang. Lokasinya cukup mudah dijangkau dari pusat kota Malang maupun dari Surabaya.

  • Dari Bandara Abdul Rachman Saleh (Malang): Anda bisa menggunakan taksi bandara atau layanan ride-sharing menuju pusat kota Malang terlebih dahulu, kemudian melanjutkan dengan angkutan umum atau kendaraan pribadi ke Singasari.
  • Dari Stasiun Kereta Api Malang: Dari stasiun, naiklah angkutan umum atau taksi menuju Terminal Arjosari. Dari Terminal Arjosari, cari angkutan umum (biasanya angkot berwarna oranye atau biru muda) yang menuju arah Singasari atau Lawang. Beri tahu sopir bahwa Anda ingin turun di Candi Singasari.
  • Dari Surabaya: Jika Anda datang dari Surabaya, Anda bisa naik kereta api atau bus menuju Malang. Dari Terminal Arjosari Malang, lanjutkan dengan angkutan umum seperti dijelaskan di atas.
  • Dengan Kendaraan Pribadi/Sewa: Navigasi menggunakan aplikasi peta digital seperti Google Maps akan sangat membantu. Pastikan Anda mengikuti rute menuju Kecamatan Singasari, lalu cari petunjuk arah menuju Candi Singasari.

Akomodasi:

Malang dan sekitarnya menawarkan berbagai pilihan akomodasi, mulai dari hotel berbintang, guest house, hingga penginapan yang lebih terjangkau. Anda bisa memilih untuk menginap di kota Malang untuk menikmati fasilitas yang lebih lengkap, atau mencari penginapan yang lebih dekat dengan area Singasari jika Anda ingin pengalaman yang lebih tenang.

Waktu Terbaik untuk Berkunjung:

  • Hari: Sebaiknya kunjungi Candi Singasari pada hari kerja (Senin-Jumat) untuk menghindari keramaian, terutama jika Anda ingin menikmati suasana yang lebih tenang dan leluasa untuk berfoto. Namun, jika Anda hanya bisa berkunjung di akhir pekan, datanglah sepagi mungkin untuk menghindari keramaian.
  • Jam: Candi Singasari umumnya buka dari pagi hingga sore hari. Jam operasional yang pasti sebaiknya dikonfirmasi ulang sebelum kunjungan Anda, namun biasanya dari pukul 08.00 hingga 17.00.
  • Musim: Musim kemarau (sekitar Juni-September) biasanya menawarkan cuaca yang lebih cerah dan kering, sehingga lebih nyaman untuk beraktivitas di luar ruangan. Namun, udara sejuk khas Malang tetap terasa sepanjang tahun.

Tiket Masuk dan Biaya:

Biaya tiket masuk ke Candi Singasari relatif terjangkau. Harga dapat berubah sewaktu-waktu, namun biasanya berkisar antara Rp 5.000 - Rp 10.000 per orang untuk wisatawan domestik. Untuk wisatawan mancanegara, harganya mungkin sedikit lebih tinggi. Pastikan Anda menyiapkan uang tunai karena tidak semua loket menerima pembayaran digital.

Fasilitas di Lokasi:

Di sekitar kompleks candi, biasanya tersedia fasilitas dasar seperti:

  • Area parkir kendaraan.
  • Toilet umum.
  • Beberapa warung atau pedagang makanan dan minuman ringan.
  • Petugas keamanan atau penjaga candi.

Tips Tambahan:

  • Pakaian: Kenakan pakaian yang nyaman, sopan, dan menyerap keringat, mengingat Anda akan banyak berjalan di area terbuka. Gunakan alas kaki yang nyaman untuk berjalan.
  • Perlengkapan: Bawa air minum yang cukup, topi atau payung untuk melindungi dari sinar matahari, serta kamera untuk mengabadikan momen.
  • Hormati Situs Sejarah: Jaga kebersihan area candi, jangan membuang sampah sembarangan, dan hindari menyentuh atau merusak bagian candi atau patung. Hormati situs ini sebagai peninggalan sejarah yang berharga.
  • Pemandu Lokal: Jika Anda ingin mendapatkan informasi yang lebih mendalam tentang sejarah dan makna Candi Singasari, pertimbangkan untuk menyewa pemandu lokal yang tersedia di sekitar lokasi.
  • Keamanan: Selalu jaga barang bawaan Anda, terutama di area yang ramai.

Dengan mengikuti tips ini, kunjungan Anda ke Candi Singasari diharapkan akan menjadi pengalaman yang berkesan dan informatif, membawa Anda kembali ke masa keemasan Kerajaan Singhasari.

Kuliner & Pengalaman Lokal

Kunjungan ke Candi Singasari tidak lengkap rasanya tanpa menjelajahi kekayaan kuliner dan pengalaman lokal yang ditawarkan oleh Malang dan sekitarnya. Wilayah Singasari sendiri memiliki keunikan tersendiri yang bisa Anda cicipi dan rasakan, selain tentu saja menikmati hidangan khas Malang yang terkenal lezat.

Kuliner Khas Singasari dan Sekitarnya:

  • Orem-orem: Ini adalah salah satu kuliner khas yang patut dicoba saat berada di Malang Raya, termasuk Singasari. Orem-orem adalah sejenis masakan berkuah santan kental yang berisi ayam atau daging sapi, bumbu rempah, dan sering kali diberi tambahan tahu atau tempe. Rasanya gurih, sedikit pedas, dan sangat nikmat disantap selagi hangat dengan nasi putih.
  • Nasi Jagung: Di beberapa daerah pedesaan di sekitar Singasari, nasi jagung masih menjadi makanan pokok yang digemari. Nasi jagung yang terbuat dari campuran beras dan jagung ini memiliki cita rasa unik dan tekstur yang sedikit berbeda. Biasanya disajikan dengan aneka lauk seperti ikan asin, tempe goreng, atau sayur lodeh.
  • Tempe Bangket: Bagi pecinta tempe, tempe bangket adalah variasi yang menarik. Ini adalah tempe yang diolah dengan bumbu khusus dan digoreng hingga kering, menghasilkan tekstur yang renyah dan rasa yang gurih. Seringkali dijadikan camilan atau lauk pendamping.
  • Buah-buahan Segar: Wilayah Malang terkenal sebagai penghasil berbagai buah-buahan berkualitas. Saat musimnya tiba, jangan lewatkan kesempatan untuk mencicipi apel Malang yang manis dan renyah, buah jeruk yang segar, stroberi, atau alpukat.

Kuliner Khas Malang yang Wajib Dicoba:

Selain hidangan lokal Singasari, jangan lupa untuk mencicipi ikon kuliner Malang yang tersebar di seluruh kota:

  • Bakso Malang: Terkenal ke seluruh penjuru negeri, Bakso Malang memiliki ciri khas kuah yang gurih, beragam isian seperti bakso halus, bakso urat, pangsit goreng, tahu isi, dan mie. Anda bisa menemukan warung bakso legendaris di banyak sudut kota.
  • Cwie Mie: Hidangan unik yang menyerupai mie ayam namun dengan cita rasa yang berbeda. Cwie Mie disajikan dengan topping ayam cincang, pangsit goreng, dan kuah kaldu yang ringan namun lezat.
  • Sate Kelinci: Bagi yang berani mencoba, sate kelinci adalah kuliner khas daerah pegunungan Malang yang patut dicicipi. Daging kelinci yang diolah dengan bumbu sate memiliki tekstur yang empuk dan rasa yang khas.
  • Nasi Goreng Sawut: Nasi goreng yang dicampur dengan parutan wortel atau sayuran lain, memberikan tekstur dan rasa yang unik.

Pengalaman Lokal:

  • Interaksi dengan Penduduk Lokal: Salah satu cara terbaik untuk merasakan pengalaman lokal adalah dengan berinteraksi dengan penduduk setempat. Mereka biasanya ramah dan senang berbagi cerita tentang sejarah daerah mereka atau memberikan rekomendasi tempat makan.
  • Pasar Tradisional: Mengunjungi pasar tradisional di Singasari atau pasar di kota Malang bisa menjadi pengalaman yang menarik. Di sini Anda bisa melihat berbagai hasil bumi lokal, rempah-rempah, serta merasakan suasana kehidupan sehari-hari masyarakat.
  • Wisata Petik Buah: Jika Anda berkunjung saat musim panen, pertimbangkan untuk mengunjungi kebun apel atau kebun stroberi di sekitar Malang untuk merasakan pengalaman memetik buah langsung dari pohonnya. Ini adalah aktivitas yang menyenangkan, terutama bagi keluarga.
  • Menikmati Suasana Pedesaan: Singasari memiliki suasana pedesaan yang tenang dan asri, apalagi dengan latar belakang pegunungan. Anda bisa berjalan-jalan santai di sekitar candi atau desa untuk menikmati udara segar dan pemandangan alam yang indah.

Dengan memadukan kunjungan ke Candi Singasari dengan eksplorasi kuliner dan pengalaman lokal, Anda akan mendapatkan gambaran yang lebih lengkap tentang kekayaan budaya dan keindahan Jawa Timur. Jangan ragu untuk mencoba berbagai hidangan dan berinteraksi dengan masyarakat untuk menciptakan kenangan yang tak terlupakan.

Kesimpulan

Candi Singasari di Malang, Jawa Timur, adalah lebih dari sekadar situs arkeologi; ia adalah gerbang menuju pemahaman yang lebih mendalam tentang salah satu kerajaan terhebat dalam sejarah Indonesia, yaitu Kerajaan Singhasari. Keberadaannya yang strategis, di tengah keindahan alam dan kekayaan sejarah, menjadikannya destinasi wisata budaya yang tak ternilai harganya. Dari sisa-sisa arsitektur megah hingga patung-patung bersejarah, setiap elemen di Candi Singasari menceritakan kisah tentang kejayaan, intrik politik, dan spiritualitas masa lalu.

Mengunjungi candi ini memberikan kesempatan unik untuk merenungkan warisan Kerajaan Singhasari, yang dipimpin oleh tokoh-tokoh legendaris seperti Ken Arok dan Raja Kertanegara. Dengan perencanaan yang matang, termasuk tips logistik dan pemilihan waktu yang tepat, pengalaman Anda di Candi Singasari akan semakin optimal. Jangan lupa untuk melengkapi perjalanan Anda dengan mencicipi kuliner khas Malang yang lezat dan merasakan keramahan penduduk lokal.

Candi Singasari adalah pengingat abadi akan kekayaan sejarah bangsa Indonesia. Ia mengundang kita untuk terus belajar, menghargai, dan melestarikan warisan budaya yang tak ternilai ini untuk generasi mendatang. Kunjungan ke Candi Singasari Malang adalah investasi pengetahuan dan pengalaman yang akan membekas selamanya.

---

Tim GeoKepo

Penulis & Peneliti Konten

Tim GeoKepo adalah sekelompok penulis dan peneliti yang passionate tentang geografi Indonesia. Kami berdedikasi untuk membuat pembelajaran geografi menjadi menyenangkan dan dapat diakses oleh semua orang. Setiap artikel ditulis dengan riset mendalam untuk memastikan akurasi dan kualitas konten.

Pelajari lebih lanjut tentang tim kami
Apakah artikel ini membantu?